Redaksi
detakbanten.com TANGERANG -- Satpol Polisi Pamong Praja Kabupaten Tangerang bersama Petugas trantib Kecamatan Kosambi mengamankan salah satu pelaku perempuan yang diduga menjajakan diri melalui online aplikasi online pada Selasa (28/7/2026), pelaku yang masih berumur jagung tersebut langsung dibawa ke kantor kecamatan Kosambi untuk dilakukan pengarahan, dan diminta untuk tidak mengulangi perbuatannya.
Sekcam Kosambi Mohamad Yusuf membenarkan peristiwa tersebut, menurutnya, Satpol PP Kabupaten Tangerang bersama anggota trantib langsung bergerak setelah nendapatkan pengaduan dari warga melalui Aplikasi Pengaduan SPAN LAPOR.
" Ada warga yang mengeluh karena pelaku prostitusi online meresahkan warga lain, bahkan dari laporan tersebut sempat terjadi keributan, dan warga pun banyak yang resah,"kata Muhamad Yusuf Sekcam Kosambi, kepada media saat dihubungi (Rabu, 29/07/2026).
Yusup menghimbau kepada warga untuk bisa melaporkan kepada pemerintah kecamatan jika ada pelaku prostitusi online yang meresahkan, atau bisa melaporkan ke pengaduan online , karena Pemkab Tangerang memiliki layanan sistem pengaduan pelayanan publik nasional (SPAN ) Layanan Pengaduan Aspirasi online Rakyat ( LAPOR)
"Kami mengajak kepada seluruh warga kecamatan Kosambi untuk menjaga stabilitas keamanan, ketertiban di lingkungan masing - masing,"tandasnya.
detakbanten.com TANGERANG SELATAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memperkuat kolaborasi lintas sektor melalui kegiatan Koordinasi Implementasi Jaringan Supervisi Fasilitator Layanan dan Program Kesehatan Keluarga dan Gizi dalam Rangka Komitmen Bersama Mitra Potensial, Rabu (29/7/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri berbagai mitra potensial, melibatkan berbagai unsur instansi pemerintah, organisasi profesi, akademisi/perguruan tinggi, organisasi masyarakat, DMI, Forum Kota Sehat, TP PKK, dunia usaha, hingga sektor swasta dan perbankan. Seluruh peserta menandatangani komitmen bersama sebagai bentuk penguatan sinergi dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan, dr. Allin Hendalin Mahdaniar, MKM menegaskan bahwa tantangan kesehatan saat ini semakin kompleks dan tidak mungkin diselesaikan oleh pemerintah daerah semata.
"Kalau bicara permasalahan kesehatan, di Indonesia maupun secara khusus di Tangerang Selatan, tantangannya sama. Penyakit menular masih ada, tetapi saat ini justru penyakit tidak menular menjadi penyebab terbesar dan membutuhkan perhatian serius," kata Allin.
Ia mengungkapkan, persoalan stunting masih menjadi tugas bersama. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting di Tangsel berada di angka 10,5 persen. Sementara berdasarkan data Surveilans Gizi dan Kesehatan Keluarga (Sigizi Kesga) angka stunting tercatat sebesar 0,8 persen.
Meski tergolong rendah, Allin menekankan bahwa setiap kasus stunting harus ditangani secara serius karena penyebabnya bersifat multidimensi.
"Stunting bukan hanya persoalan kesehatan. Penyebabnya kompleks sehingga penyelesaiannya juga harus melibatkan seluruh unsur, mulai dari pemerintah, masyarakat hingga dunia usaha," ujarnya.
Selain stunting, Dinkes Tangsel juga menyoroti tingginya kasus penyakit tidak menular. Hingga memasuki tahun kedua pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG), sebanyak 31,9 persen masyarakat Tangsel telah mengikuti pemeriksaan kesehatan, dan capaian skrining usia produktif sebanyak 52,95 persen.
Dari hasil skrining tersebut, pengendalian hipertensi baru mencapai 13,78 persen, sedangkan cakupan pelayanan hipertensi berada di angka 54,42 persen.
"Hipertensi menjadi faktor risiko utama penyakit jantung, stroke hingga gagal ginjal. Karena itu pengendaliannya harus menjadi gerakan bersama," tegasnya.
Sementara itu, capaian pelayanan diabetes melitus telah mencapai 56,32 persen. Dinkes juga terus mengembangkan layanan upaya berhenti merokok yang saat ini telah melayani 157 klien.
Menurut Allin, kebiasaan merokok tidak hanya meningkatkan risiko penyakit kronis, tetapi juga berkontribusi terhadap kasus stunting akibat paparan asap rokok pada ibu hamil dan balita.
Dalam kesempatan tersebut, Allin juga menyoroti penanganan tuberkulosis (TBC) yang masih menjadi tantangan besar. Tangsel menargetkan penemuan sebanyak 5.994 kasus TBC pada 2026 sebagai bagian dari upaya eliminasi penyakit tersebut.
"TBC adalah penyakit yang belum selesai. Banyak pasien yang sudah terdiagnosis tetapi tidak menyelesaikan pengobatan karena stigma. Akibatnya muncul resistensi obat dan penularan terus berlangsung," jelasnya.
Selain TBC, sepanjang 2026 Dinkes Tangsel mencatat penemuan 195 kasus baru kusta. Meski demikian, seluruh pasien disebut telah mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar.
Untuk penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), Tangsel mencatat capaian positif. Selama empat tahun berturut-turut angka kematian akibat DBD berhasil ditekan hingga nol, meskipun kasus masih ditemukan setiap tahunnya.
"Ini menunjukkan semakin baiknya kesadaran masyarakat untuk melakukan deteksi dini sekaligus kesiapan fasilitas kesehatan dalam memberikan pelayanan," kata Allin.
Menghadapi bonus demografi yang akan bergeser menuju masyarakat menua, Dinkes Tangsel juga mulai mempersiapkan layanan kesehatan lansia. Saat ini terdapat sekitar 174.423 lansia di Kota Tangsel yang menjadi sasaran berbagai program kesehatan agar tetap sehat, mandiri, dan produktif.
Tak hanya itu, Dinkes Tangsel juga mengembangkan inovasi pelayanan kesehatan integratif yang menggabungkan pelayanan medis konvensional dengan pelayanan kesehatan tradisional. Program tersebut telah diterapkan di RSUD Tangsel dan akan diperluas ke fasilitas kesehatan lainnya.
Salah satu inovasi unggulan adalah Ngider Sehat, yang kini dijalankan oleh 108 tenaga kesehatan terdiri atas dokter, bidan, dan perawat. Mereka secara aktif melakukan kunjungan dari rumah ke rumah untuk mendeteksi penyakit lebih dini, memberikan edukasi, serta memastikan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan secepat mungkin.
Menutup sambutannya, Allin mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat kolaborasi karena pembangunan kesehatan merupakan tanggung jawab bersama.
"Komitmen yang kita tandatangani hari ini bukan sekadar seremoni, tetapi janji bersama untuk bergerak dalam tujuan yang sama, yaitu meningkatkan angka harapan hidup, menurunkan angka kesakitan, dan mewujudkan masyarakat Tangerang Selatan yang sehat, produktif, serta berkualitas," pungkasnya. (Adv)
detakbanten.com CIAMIS-Regenerasi kepemimpinan di lingkungan Polres Ciamis resmi berlangsung dalam rangkaian kegiatan Serah Terima Jabatan (Sertijab) dan Pisah Sambut Pejabat Utama serta Kapolres Jajaran Polda Jawa Barat yang dipimpin langsung oleh Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari dinamika organisasi Polri dalam rangka penyegaran, pengembangan karier personel, serta peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Acara dilaksanakan di Aula Ditlantas Polda Jawa Barat mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, pada Selasa (28/07/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kapolda Jawa Barat beserta Pejabat Utama Polda Jawa Barat, para Perwira Polda Jawa Barat, Kapolres jajaran Polda Jawa Barat, Kabag SDM jajaran Polda Jawa Barat, serta Bhayangkari. Dalam pelaksanaannya, Kapolda Jawa Barat memimpin langsung prosesi serah terima jabatan Pejabat Utama Polda Jawa Barat dan para Kapolres jajaran sebagai bagian dari mekanisme pembinaan organisasi untuk memperkuat kinerja institusi dalam menghadapi berbagai tantangan tugas kepolisian di wilayah Jawa Barat.
Momentum tersebut juga menandai berakhirnya masa kepemimpinan AKBP H. Hidayatullah, S.H., S.I.K., M.Si., sebagai Kapolres Ciamis yang selanjutnya mendapat amanah sebagai Kabag Dalpers Polda Jawa Barat. Selama memimpin Polres Ciamis, berbagai program pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, pelayanan publik, penegakan hukum, serta penguatan sinergitas dengan pemerintah daerah, TNI, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat terus ditingkatkan guna menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Ciamis.
Tongkat estafet kepemimpinan Polres Ciamis kini secara resmi dilanjutkan oleh AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si. Kehadiran Kapolres baru diharapkan mampu melanjutkan berbagai program yang telah berjalan sekaligus menghadirkan inovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian, memperkuat perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, serta menjaga stabilitas keamanan di Kabupaten Ciamis agar tetap kondusif.
AKBP H. Hidayatullah, S.H., S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa mutasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri yang bertujuan meningkatkan profesionalisme dan efektivitas pelaksanaan tugas. Menurutnya, seluruh capaian yang berhasil diraih selama memimpin Polres Ciamis merupakan hasil kerja sama seluruh personel Polres Ciamis, dukungan Forkopimda, instansi terkait, serta masyarakat Kabupaten Ciamis yang senantiasa menjaga sinergitas dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif. Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat Ciamis atas kepercayaan serta dukungan yang telah diberikan selama masa pengabdiannya sebagai Kapolres Ciamis.
Sementara itu, Kapolres Ciamis yang baru, AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si., menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan berbagai program positif yang telah dibangun sebelumnya serta memperkuat kehadiran Polri di tengah masyarakat. Dengan mengedepankan pendekatan humanis, profesional, dan responsif, Polres Ciamis akan terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, memperkuat sinergitas bersama seluruh stakeholder, serta menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman, damai, dan kondusif demi mendukung pembangunan di Kabupaten Ciamis. **
detakbanten.com PWI Tangsel - Dalam rangka memeriahkan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten 2026 Kota Tangerang Selatan (Tangsel), PWI Tangsel bersama Percasi menggelar Turnamen Catur.
Turnamen tersebut akan digelar pada Sabtu 22 Agustus 2026 di Gedung Pemkot Tangsel, Ciputat.
Turnamen tersebut memiliki dua kategori yang bisa diikuti yaitu kategori 1 yang diisi oleh wartawan, ASN, dan mitra, lalu kategori 2 adalah khusus atlet catur Kota Tangsel.
Ketua PWI Kota Tangsel, Ahmad Eko Nursanto menerangkan, PWI sepenuhnya mendukung penyelenggaraan Porprov VII Banten 2026 di Kota Tangsel.
Maka dari itu, tujuan dari penyelenggaraan turnamen ini selain jadi ajang silaturahmi, juga bisa menjadi latihan bagi para atlet Kota Tangsel yang nantinya berlaga di Porprov 2026.
“Kita mengadakan turnamen catur ini bersama Percasi selain untuk meningkatkan silaturahmi, juga bertujuan untuk latihan bagi para atlet,” ujarnya.
Sementara itu Ketua pelaksana dan Ketua SIWO PWI Kota Tangerang Selatan menjelaskan peraturan yang dimainkan adalah swiss 6 babak, dan catur cepat yaitu kontrol waktu 10 menit dengan increment 3 detik.
“Ini akan menjadi wadah yang bagus bagi para pecatur, yang mau daftar bisa hubungi PWI Kota Tangsel atau Percasi Kota Tangsel,” jelasnya.
Ia berharap teman- teman wartawan bisa ikut berpatisipasi dalam turnamen ini. (Humas PWI)
detakbanten.com SERDANG BEDAGAI - Dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Lions Club akan menggelar kegiatan bakti sosial operasi mata katarak gratis.
Terpisah, Presiden Lions Club, Hartono Candra didampingi Ketua Daerah Lions Club Wilayah Serdang Bedagai, Tebing Tinggi, dan Batu Bara, Hidayat Utomo, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda rutin yang setiap tahun dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus menyambut peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
"Kegiatan kemanusiaan ini akan dilaksanakan di RSUD Sultan Sulaiman, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), dengan sasaran utama masyarakat kurang mampu yang mengalami gangguan penglihatan akibat penyakit katarak," ujarnya, Selasa (29/7/2026).
Ia menjelaskan, sebelumnya Lions Club telah menggelar kegiatan bakti sosial operasi katarak di Kota Tebing Tinggi dan Kabupaten Batu Bara dengan sasaran warga kurang mampu.
"Bakti sosial operasi katarak gratis ini bertujuan membantu masyarakat yang selama ini terkendala biaya untuk menjalani tindakan operasi," ungkap Hartono.
Hartono menambahkan, pendaftaran sekaligus pemeriksaan mata bagi calon peserta akan dilaksanakan pada 23 Agustus, sedangkan tindakan operasi dijadwalkan berlangsung pada 30 Agustus di RSUD Sultan Sulaiman.
"Sebelum operasi, peserta akan mengikuti pemeriksaan mata guna mengetahui apakah bisa dioperasi atau tidak," tandanya.
Menurutnya, biaya operasi katarak di rumah sakit dapat mencapai puluhan juta rupiah, terutama jika dilakukan pada kedua mata. Jumlah tersebut tentu menjadi beban yang sangat berat bagi masyarakat dengan kondisi ekonomi terbatas.
"Untuk operasi pada sepasang mata, biayanya bisa mencapai sekitar Rp30 juta. Nilai itu tentu sangat besar bagi masyarakat kurang mampu," ucapnya.
Karena itu, Lions Club hadir memberikan bantuan melalui operasi katarak secara gratis agar masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan tanpa harus memikirkan biaya.
"Masih banyak penderita katarak yang terpaksa menunda pengobatan karena mahalnya biaya operasi," ungkap Hartono.
Dia menambahkan, program sosial ini juga diharapkan mampu mengurangi angka kebutaan akibat katarak yang masih menjadi salah satu penyebab utama gangguan penglihatan di Indonesia.
"Operasi mata katarak ini merupakan kegiatan rutin Lions Club setiap tahun. Melalui baksos ini kami ingin membantu masyarakat, khususnya warga kurang mampu yang menderita kebutaan akibat penyakit katarak agar bisa kembali melihat dan menjalani aktivitas secara normal," bilangnya.(ap)
Teks foto: Presiden Lions Club, Hartono Candra didampingi Ketua Daerah Lions Club Wilayah Serdang Bedagai, Tebing Tinggi, dan Batu Bara, Hidayat UtomoUtomo dan pengurus lainnya.
detakbanten.com Jakarta - Semangat #UntukPersatuanIndonesia menjadi landasan pertemuan Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Akhmad Munir, dengan Hotman Paris Hutapea yang dimediasi oleh Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad di Jakarta, Selasa (28/7). Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan tersebut menghasilkan kesepahaman untuk mengakhiri polemik melalui dialog, saling menghormati, serta mengedepankan persatuan bangsa.
Dalam pertemuan tersebut, Hotman Paris menyampaikan permintaan maaf kepada Ketua Umum PWI Pusat dan seluruh insan pers atas pernyataannya yang sebelumnya menimbulkan keberatan di kalangan wartawan. Permintaan maaf tersebut diterima sebagai bentuk itikad baik dan komitmen untuk membangun hubungan yang saling menghormati antara profesi advokat dan profesi wartawan.
Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, menegaskan bahwa sejak awal langkah hukum yang ditempuh PWI bukan dilandasi semangat permusuhan, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab organisasi dalam menjaga kehormatan, martabat, dan profesionalisme profesi wartawan.
"PWI berkewajiban menjaga kehormatan profesi wartawan. Ketika ada pernyataan yang dipandang merendahkan martabat wartawan, organisasi harus hadir dan bersikap. Namun ketika telah ada kesadaran, permintaan maaf yang tulus, serta komitmen untuk saling menghormati, maka PWI juga berkewajiban mengedepankan nilai-nilai persaudaraan dan persatuan bangsa," ujar Akhmad Munir.
Menurutnya, langkah hukum yang ditempuh PWI telah mencapai tujuan utamanya, yakni memulihkan kehormatan profesi wartawan serta menegaskan bahwa insan pers sebagai salah satu pilar demokrasi harus dihormati oleh siapa pun.
"Penyelesaian ini bukan berarti membenarkan pernyataan yang pernah disampaikan. Justru melalui proses ini, tujuan menjaga martabat wartawan telah tercapai. Setelah ada permintaan maaf dan komitmen untuk tidak mengulangi, maka yang harus dikedepankan adalah semangat persatuan Indonesia," tegasnya.
Akhmad Munir menyampaikan apresiasi kepada Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, yang telah memediasi pertemuan tersebut sehingga persoalan dapat diselesaikan melalui dialog yang konstruktif dan bermartabat.
Sejalan dengan kesepahaman yang telah dicapai, PWI Pusat akan menindaklanjuti proses administrasi pencabutan laporan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
PWI Pusat berharap penyelesaian ini menjadi contoh bahwa setiap perbedaan pandangan dapat diselesaikan melalui dialog, saling menghormati, serta mengedepankan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
"Persatuan Indonesia adalah kepentingan yang lebih besar. PWI akan tetap teguh menjaga kehormatan profesi wartawan, namun ketika tujuan tersebut telah tercapai melalui permintaan maaf, dialog, dan saling menghormati, maka semangat persatuan bangsa harus kita kedepankan. Itulah makna penyelesaian yang bermartabat," tutup Akhmad Munir.
detakbanten.com TANGERANG-- , Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid membuka Festival Kampung Budaya Kemuning yang diinisiasi oleh Balai Adat Keariaan Tangerang di Desa Kemuning Kec. Legok, Senin (27/07/26)
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid sangat mendukung dan mengapresiasi festival tersebut yang menyasar para pelajar SD, SMP dan SMA. Selain melihat dan belajar tentang kerajinan batik dan ayaman , para pelajar tersebut juga bisa secara langsung belajar bagaimana cara memanfaatkan potensi lokal untuk menambah penghasilan
"Alhamdulillah, hari ini kami bisa hadir pada Festival Kampung Budaya Kemuning. Salah satu kegiatannya adalah terkait dengan kegiatan kerajinan batik kerajinan anyaman termasuk juga UMKM. Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari dengan peserta siswa siswi SD, SMP dan SMA," ujar Bupati Maesyal Rasyid
Menurut dia, rangkaian kegiatan pada Festival Budaya Kemuning sangat bermanfaat. Selain sebagai sarana edukasi juga bisa dimanfaatkan untuk menambah keterampilan generasi muda, khususnya para pelajar.
"Kegiatan hari ini sangat penting untuk memberikan edukasi dan menambah keterampilan anak-anak kita. Dari sini mereka bisa mengenal, tahu, dan langsung praktik mengelola potensi lokal untuk kepentingan ekonomi keluarga dan daerah," ungkapnya
Ia juga meminta kepada OPD terkait, Camat Legok, kepala desa untuk dapat bersinergi dan berkolaborasi agar festival budaya tersebut dapat terus digelar secara rutin dan semakin berkembang.
"Kampung Budaya Kemuning ini nanti Pak Camat, Pak Lurah, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Dinas Indag, dan BPKD untuk duduk bersama mengonsepkan program bantuan sarana dan prasarana pendukung, seperti pembangunan hanggar kegiatan dan pemberdayaan rumah-rumah adat menjadi sanggar kerajinan," pintanya
Bupati berharap Festival Kampung Budaya Kemuning tersebut bisa terus berkembang dan sukses sehingga mampu menjadikan Desa Kemuning Kec. Legok sebagai salah satu pusat pelestarian budaya serta sentra kerajinan dan batik di Kab. Tangerang
"Mudah-mudahan ini bisa membuka lapangan pekerjaan sekaligus juga edukasi bagi siswa-siswi di Kabupaten Tangerang yang bisa datang dan melihat langsung kegiatan membatik dan membuat ayaman.
Harapannya juga supaya dengan batik dan kerajinan ini bisa memberikan pendapatan kepada masyarakat setempat dan pastinya roda perekonomian di rakyat ini bisa berjalan," imbuhnya
Ketua Balai Adat Keariaan Tangerang Rd. Ali Akipin mengucapkan terima kasih atas dukungan dan bantuan Bupati Tangerang dan seluruh jajarannya serta seluruh pihak yang telah membantu terlaksananya kegiatan Festival Kampung Budaya Kemuning.
"Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu. Semoga ilmu yang didapat pada kegiatan ini bisa bermanfaat dan mudah-mudahan membatik bisa menjadi alternatif untuk usaha ke depan terima kasih juga pada teman-teman UMKM yang sudah menamaikan acara ini," ujar Ali
detakbanten.com KOTA TANGERANG - - Sebanyak 350 warga Komplek Pondok Lakah Permai, Kelurahan Paninggilan, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang secara berbondong-bondong dengan antusias mengikuti Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten di halaman Masjid Baiturrahman, Senin (27/7/2026). Melalui program ini, masyarakat menjadi terbantu karena pelayanan kesehatan menjadi semakin dekat dan gratis sehingga masyarakat bisa lebih bijak terhadap kondisi kesehatan.
Yanuar (42), warga penerima manfaat mengungkapkan, dengan Program CKG ini, dirinya bisa lebih intens melakukan pemeriksaan seperti tensi darah, mata, dan lainnya tanpa dipungut biaya sepeser pun. Apalagi, dalam waktu dekat ia berencana akan melakukan rontgen. Sehingga dengan dilakukan pemeriksaan dasar, proses rontgen nanti bisa lebih cepat.
“Kami sangat terbantu. Mudah-mudahan Program CKG seperti ini bisa rutin dilaksanakan sampai tingkat RW,” katanya.
Hal yang sama juga dikatakan warga bernama Dwi Seno (64). Dwi menilai banyak manfaat yang dirasakan masyarakat dengan adanya Program CKG ini. Terutama masyarakat menjadi lebih peduli lagi terhadap kesehatannya karena pelayanan kesehatan gratis semakin dekat dan mudah dijangkau.
“Saya baru pertama kali ikut CKG ini, biasanya langsung ke RS. Tapi ternyata lebih baik periksa ke sini dulu,” ujarnya.
Melalui CKG ini, Dwi juga bisa melakukan pemeriksaan seperti yang ia lakukan di rumah sakit. Misalnya, pemeriksaan kolesterol, tekanan darah, gula darah, dan lainnya.
“Ini bagus sekali. Artinya dengan program ini pemerintah benar-benar hadir membantu masyarakat,” katanya.
Untuk menyukseskan program strategis Presiden Prabowo Subianto itu, Pemprov Banten melalui kebijakan Gubernur Banten Andra Soni menjalankan Program CKG di 253 puskesmas, seluruh lembaga pendidikan dari tingkat SD sampai SMA sederajat, serta layanan Telemedicine Mobile yang mendatangi desa-desa dan komunitas khusus seperti masyarakat Baduy.
Menurut Andra Soni, seluruh pemangku kepentingan di Provinsi Banten bahu-membahu dalam menyukseskan Program CKG ini. Berkat kerja sama semua pihak, capaian CKG di Provinsi Banten saat ini menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia.
“Kota Tangerang menjadi daerah yang tertinggi capaiannya di Provinsi Banten mencapai 43 persen dari target yang diberikan sebesar 46 persen,” katanya.
Pada kesempatan itu, Andra Soni juga mengajak kepada seluruh masyarakat untuk memanfaatkan program ini dalam rangka mitigasi penyakit yang diderita. Kalaupun memang harus diakui sebagian dari masyarakat masih merasa khawatir untuk melakukan pengecekan kesehatan. Makanya, Andra Soni meminta kekhawatiran itu tidak lagi terjadi.
“Termasuk cek kesehatan mata bisa dilakukan di sini dari beberapa mitra,” katanya.
Andra Soni juga memastikan, jika diperlukan penanganan lanjutan, masyarakat dapat datang ke rumah sakit pemerintah secara gratis. Apalagi rumah sakit di Provinsi Banten sudah menerapkan Universal Health Coverage (UHC).
“Jadi bapak dan ibu tidak perlu khawatir kalau tidak punya BPJS-nya, karena tetap akan ditangani dengan baik,” imbuhnya.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti menambahkan, untuk mencapai target yang telah ditetapkan pemerintah pusat itu pihaknya mengerahkan seluruh organisasi kesehatan di Provinsi Banten dan setiap hari layanan ini terus berjalan di berbagai titik.
“Di tempat ini kita targetkan 350 orang untuk usia produktif. Sementara untuk sekolah kita memiliki agenda tersendiri,” katanya.
Sementara, Wali Kota Tangerang Sachrudin mengatakan, jika Program CKG yang dilaksanakan Pemprov Banten di wilayahnya itu merupakan bentuk komitmen yang terus memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik bagi masyarakat. "Karena ini memang yang sangat dibutuhkan masyarakat,” pungkasnya. (Zal)
detakbanten.com SERDANG BEDAGA – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Serdang Bedagai (Sergai) akan memberlakukan penindakan pelanggaran lalu lintas melalui tilang manual sebagai upaya meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas dan menekan angka kecelakaan di jalan raya.
Kasat Lantas Polres Sergai, AKP Gokma W. Silitonga, mengatakan pihaknya terlebih dahulu melaksanakan tahapan sosialisasi kepada masyarakat sebelum penindakan diberlakukan. Sosialisasi dilakukan mulai Senin (27/7/2026) hingga Juli (30/7/2026) melalui media sosial maupun secara langsung kepada para pengendara.
"Kegiatan ini merupakan langkah preventif dan represif untuk menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah hukum Polres Serdang Bedagai," ujar AKP Gokma, Senin (27/7/2026).
Menurutnya, sosialisasi tidak hanya menyasar pengendara sepeda motor dan mobil, tetapi juga sopir angkutan umum, pengemudi becak bermotor, serta masyarakat yang beraktivitas di jalan raya.
Selain itu, personel Satlantas juga akan memberikan edukasi di sekolah-sekolah dan pasar tradisional guna meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya tertib berlalu lintas.
AKP Gokma menegaskan, mulai Kamis (30/7/2026) Satlantas Polres Sergai akan melakukan penindakan tilang manual terhadap pelanggaran yang terlihat secara kasat mata oleh petugas saat melaksanakan patroli, hunting system, strong point, maupun razia gabungan bersama instansi terkait.
Namun demikian, petugas tidak diperbolehkan melaksanakan razia khusus lalu lintas atau razia stasioner.
Adapun pelanggaran yang menjadi prioritas penindakan karena dinilai berpotensi menimbulkan fatalitas kecelakaan, antara lain:
- Melawan arus lalu lintas.
- Berboncengan lebih dari satu orang pada sepeda motor.
- Tidak menggunakan helm berstandar SNI.
- Menerobos lampu lalu lintas (traffic light).
- Menggunakan knalpot brong.
- Menggunakan telepon genggam saat berkendara.
- Melakukan aksi balap liar.
Selain itu, petugas juga akan menindak pengendara mobil yang tidak menggunakan sabuk pengaman, serta mengingatkan seluruh pengguna jalan agar mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan batas kecepatan yang telah ditetapkan.
AKP Gokma menegaskan bahwa kegiatan tilang manual bukan bertujuan mencari kesalahan masyarakat, melainkan sebagai bentuk edukasi agar seluruh pengguna jalan semakin sadar akan pentingnya keselamatan berlalu lintas.
"Kami mengimbau masyarakat untuk selalu melengkapi surat-surat kendaraan, memastikan kondisi kendaraan layak jalan, menggunakan helm SNI bagi pengendara sepeda motor, memakai sabuk pengaman bagi pengemudi mobil, serta tidak menggunakan telepon genggam saat berkendara. Keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama," tegasnya.
Ia berharap, melalui sosialisasi dan penindakan yang dilakukan secara humanis dan profesional, tingkat kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas semakin meningkat sehingga angka pelanggaran maupun kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten Sergai dapat terus ditekan.(ap).
Teks Foto: Kasat Lantas Polres Serdang Bedagai, AKP Gokma W. Silitonga memberikan himbauan kepada pengemudi betor.
detakbanten.com TANGSEL -Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Boy Jumalolo, memastikan Kasatresnarkoba Polres Tangerang Selatan, AKP Pardiman, tidak terlibat dalam kasus dugaan peredaran narkotika yang tengah ditangani Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri.
Boy menegaskan, AKP Pardiman juga tidak ditangkap oleh Bareskrim Polri sebagaimana informasi yang sempat beredar.
"Jadi memang Kasatresnarkoba itu tidak terlibat, karena yang bersangkutan kami perintahkan untuk menjadi saksi ke Bareskrim saat oknum berinisial DD ditangkap," ujar AKBP Boy Jumalolo kepada awak media, Senin (27/7/2026).
Ia kembali menegaskan bahwa AKP Pardiman tidak memiliki keterlibatan dalam perkara tersebut.
"Jadi AKP Pardiman itu tidak ditangkap dan tidak terlibat," tegasnya.
Menurut Boy, pemeriksaan terhadap AKP Pardiman oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Metro Jaya dilakukan dalam kapasitasnya sebagai Kasatresnarkoba yang memiliki tanggung jawab melakukan pengawasan terhadap anggotanya.
"Yang bersangkutan diperiksa Propam Polda Metro Jaya karena dirinya sebagai Kasatresnarkoba dan memiliki fungsi pengawasan terhadap anggota," jelasnya.
Kapolres menambahkan, Polres Tangerang Selatan tetap berkomitmen mendukung langkah tegas Polda Metro Jaya dalam memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, termasuk melakukan penindakan terhadap anggota yang terbukti melanggar hukum.
"Kami tetap tegas memberantas narkoba sesuai arahan Bapak Kapolda Metro Jaya," pungkas Boy.








































