Pemkot Tangsel Gelar Upacara HUT ke-81 RI, Perkuat Semangat Persatuan
detakbanten.com TANGSEL – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan mengusung semangat memperkuat persatuan dan meningkatkan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Kota Tangerang Selatan tersebut digelar di Batalyon Kavaleri 9/Satya Dharma Kala (Yonkav 9/SDK), Senin (17/8/2026), dan dipimpin oleh Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie.
Dalam sambutannya, Benyamin mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan peringatan kemerdekaan sebagai momentum untuk melanjutkan semangat, cita-cita, dan perjuangan para pahlawan melalui karya serta kontribusi sesuai dengan peran masing-masing.
Benyamin mengatakan, kemerdekaan yang diraih Indonesia 81 tahun lalu bukanlah hadiah, melainkan hasil perjuangan panjang dan pengorbanan para pahlawan.
“Sebagai generasi penerus, sudah menjadi kewajiban kita untuk melanjutkan semangat, cita-cita, dan perjuangan para pendahulu. Mengisi kemerdekaan bukan sekadar merayakannya, melainkan dengan sungguh-sungguh berikhtiar mewujudkan bangsa dan negara yang adil, makmur, maju, dan sejahtera,” ujar Benyamin.
Menurutnya, tema HUT ke-81 RI, “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, harus diterjemahkan melalui kerja nyata, termasuk di tingkat daerah.
Ia menilai, semangat tersebut dapat diwujudkan melalui persatuan dan kesepahaman di tengah keberagaman masyarakat. Karena itu, seluruh elemen masyarakat Tangsel diminta menyatukan langkah untuk mendorong kemajuan kota.
“Kedaulatan, keadilan, dan kemakmuran bukan hanya cita-cita nasional, tetapi juga harus kita hadirkan melalui kerja nyata di daerah. Sesuai dengan peran masing-masing, mari terus bersama-sama memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat dan kemajuan Kota Tangerang Selatan,” kata dia.
Benyamin juga menyampaikan sejumlah capaian Pemkot Tangsel yang menurutnya merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah dan masyarakat.
Sepanjang tahun ini, Tangsel meraih sejumlah penghargaan tingkat nasional, di antaranya penghargaan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) kategori kota terbaik tahun 2025, Universal Health Coverage (UHC) Award 2026 kategori madya, serta peringkat ketiga nasional berdasarkan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) 2025.
Selain itu, Tangsel meraih peringkat ketiga regional Jawa-Bali kategori penanggulangan kemiskinan dan percepatan penurunan stunting dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 dari Kementerian Dalam Negeri. Tangsel juga meraih peringkat kedua Sutami Awards 2025 kategori pembinaan dan pengawasan jasa konstruksi terbaik dari Kementerian Pekerjaan Umum.
Meski demikian, Benyamin menegaskan berbagai penghargaan tersebut bukan alasan untuk berhenti berbenah.
Menurutnya, masih terdapat sejumlah tantangan pembangunan yang harus diselesaikan, mulai dari sektor pendidikan dan kesehatan, infrastruktur, pengembangan ekonomi, perlindungan sosial, lingkungan, hingga pelayanan publik.
“Berbagai penghargaan tadi jelas merupakan hasil kerja bersama Pemerintah Kota dan seluruh elemen masyarakat Tangerang Selatan. Namun, masih ada sejumlah tantangan yang perlu kita tuntaskan,” ucapnya.
Pada kesempatan tersebut, Benyamin juga menyampaikan apresiasi kepada DPRD Kota Tangsel, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, pelaku usaha, akademisi, insan pers, komunitas, serta seluruh warga yang selama ini turut mendukung pembangunan daerah.
Ia juga mengapresiasi Batalyon Kavaleri 9/Satya Dharma Kala yang telah menyediakan fasilitas untuk pelaksanaan upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Kota Tangsel.
Menutup sambutannya, Benyamin mengajak masyarakat mengisi kemerdekaan dengan karya dan kontribusi sesuai dengan peran masing-masing. (ADV)
Sungai Cisadane Surut Bukan Hambatan, PERUMAM TKR Pacu Strategi Jaga Produksi Air Bersih
detakbanten.com Tangerang, – Air Sungai Cisadane yang dimanfaatkan oleh PERUMDAM TKR (Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Kerta Raharja) Kabupaten Tangerang sebagai sumber air baku pada beberapa Instalasi Pengolahan Air (IPA) mengalami penurunan debit akibat musim kemarau panjang. Penurunan debit air yang terjadi di beberapa sumber air baku seperti Sungai Cimenceuri juga mempengaruhi pendistribusian air bersih yang ke pelanggan.
Faktor perubahan cuaca serta iklim ditengarai menjadi salah satu penyebab berkurangnya jumlah pasokan air yang kini menurun drastis, dan sampai saat curah hujan masih sangat minim. ini bukan masalah teknis, melainkan karena faktor alam, keadaan ini juga disebabkan oleh efek dari badai El-Nino yang hingga saat ini belum juga berhenti.
Di tengah kondisi tersebut, PERUMDAM TKR terus melakukan berbagai langkah antisipatif untuk menjaga keberlangsungan produksi dan pelayanan air bersih kepada masyarakat.
Optimalisasi pengolahan terus dilakukan dengan menyesuaikan kondisi ketersediaan air baku, disertai pemantauan secara berkala pada sumber-sumber air yang dimanfaatkan sebagai penopang operasional pengolahan air.
Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen PERUMDAM TKR dalam menjaga akses air bersih bagi masyarakat Kabupaten Tangerang di tengah tantangan musim kemarau. Meski penurunan debit air baku berdampak terhadap kapasitas produksi di sejumlah instalasi, PERUMDAM TKR terus mengoptimalkan sistem pengolahan dan distribusi agar dampaknya terhadap pelanggan dapat diminimalisir, salah satunya dengan melakukan pengerukan kanal dan pendalaman saluran menuju intake di masing-masing IPA agar air dapat terus mensuplai kebutuhan air baku.
Sebagai komitmen dalam memberikan pelayanan yang terbaik, PERUMDAM juga mengirimkan bantuan air bersih melalui armada tangki.
Sejumlah wilayah pelayanan yang turut terdampak antara lain, Teluknaga, Tigaraksa, CitraRaya, Serpong, Mauk, Kresek dan Kronjo. Wilayah-wilayah tersebut memanfaatkan sumber air baku Sungai Cisadane, Sungai Cimanceuri maupun Sungai Cidurian yang saat ini mengalami penurunan debit akibat kondisi kemarau.
PERUMDAM TKR juga terus memantau perkembangan kondisi sumber air baku serta melakukan langkah mitigasi sesuai kebutuhan dan kondisi di lapangan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan proses produksi tetap berlangsung sekaligus menjaga kontinuitas pelayanan air bersih kepada masyarakat semaksimal mungkin.
PERUMDAM TKR mengimbau pelanggan untuk menggunakan air secara bijak dan sesuai kebutuhan selama musim kemarau berlangsung. Partisipasi masyarakat dalam melakukan penghematan air menjadi bagian penting untuk bersama-sama menjaga ketersediaan air bersih di tengah kondisi sumber air baku yang mengalami penurunan.
Kemarau Tak Hentikan Pelayanan, PERUMDAM TKR Salurkan Tangki Air Bersih untuk Masyarakat
detakbanten.com Tangerang,– Pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat terdampak kekeringan akibat musim kemarau terus dilakukan oleh PERUMDAM TKR (Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Kerta Raharja) Kabupaten Tangerang dengan menyiagakan armada mobil tangki air bersih. Armada tersebut disiagakan di Instalasi Pengolahan Air (IPA) terdekat dari wilayah terdampak untuk membantu pendistribusian air bersih kepada masyarakat yang mengajukan bantuan akibat kekeringan.
Lebih dari 5 unit mobil tangki dengan kapasitas sekitar 5.000 liter air bersih disiagakan untuk menjangkau masyarakat yang mengalami kekurangan air. Armada tersebut ditempatkan pada sejumlah IPA terdekat agar pendistribusian dapat dilakukan lebih cepat ke wilayah terdampak kekeringan. Hingga Senin, 7 September 2026, distribusi air bersih telah dilakukan ke sejumlah wilayah di Kabupaten Tangerang, di antaranya Tigaraksa, Teluknaga, Mauk, Kresek, Kronjo, dan Serpong.
Bantuan juga menjangkau Curug dan Pakuhaji, meski sejumlah lokasi yang membutuhkan bantuan tersebut berada di luar cakupan pelayanan PERUMDAM TKR. Langkah itu dilakukan sebagai bagian dari respons terhadap kebutuhan dasar masyarakat di tengah kondisi kekeringan.
Penyaluran melalui mobil tangki menjadi salah satu langkah yang ditempuh PERUMDAM TKR ketika kondisi sumber air baku belum memungkinkan pelayanan berjalan secara optimal. Penurunan debit terjadi pada sejumlah sungai yang menjadi sumber air baku, antara lain Sungai Cisadane, Cidurian, dan Cimanceuri.
Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap proses produksi dan distribusi air yang sangat bergantung pada ketersediaan debit air baku. Meski menghadapi keterbatasan akibat faktor alam, PERUMDAM TKR tetap berupaya mempertahankan pelayanan kepada masyarakat, dengan mendistribusikan air bersih menggunakan mobil tangki menjadi jalur pelayanan alternatif bagi wilayah yang mengalami kekurangan suplai.
Direktur Utama PERUMDAM TKR mengungkapkan bahwa musim kemarau dan menurunnya debit air baku menjadi tantangan bagi pelayanan.
Ia mengatakan “kami tetap berkomitmen memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat melalui optimalisasi produksi, termasuk penyiagaan mobil tangki di wilayah terdampak, setiap hari kami pantau kondisi dilapangan, kami juga berkoordinasi dengan FORKOPIMDA Kabupaten Tangerang untuk penanganan daerah-daerah yang membutuhkan bantuan air bersih selama kekeringan berlangsung”.
Sementara itu, berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak musim kemarau tahun ini diprediksi terjadi pada Agustus 2026 dan di sebagian wilayah berlanjut hingga September 2026. Kondisi tersebut sejalan dengan Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis BMKG Dasarian I September 2026 yang menempatkan Kabupaten Tangerang dalam kategori “Awas” kekeringan meteorologis.
PERUMDAM TKR akan terus memantau kondisi sumber air baku dan mengoptimalkan langkah penanganan di lapangan. Selama kondisi kekeringan berlangsung, armada tangki air bersih akan tetap disiagakan sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan akses air bersih bagi masyarakat. (Adv)
PERUMDAM TKR: Aliran Air di Kosambi Barat Sudah Normal
detakbanten.com KABUPATEN TANGERANG, – Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Kerta Raharja (PERUMDAM TKR) Kabupaten Tangerang memastikan aliran air bersih di wilayah Kosambi Barat kini sudah kembali normal.
Kepastian tersebut disampaikan Direktur Utama PERUMDAM TKR, Sofyan Sapar yang turun langsung ke lokasi, setelah tim teknis PERUMDAM TKR melakukan serangkaian pemeriksaan dan penanganan secara intensif terhadap jaringan distribusi air di wilayah tersebut.
Meski aliran air telah kembali normal, tim teknik PERUMDAM TKR masih melakukan pemantauan di lapangan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tekanan air tetap stabil dan pelayanan kepada masyarakat berjalan dengan baik.
Sofyan mengatakan, peninjauan dilakukan untuk melihat perkembangan pemulihan sekaligus memastikan penanganan teknis berjalan maksimal.
Sofyan mengatakan, pemulihan layanan air bersih menjadi perhatian utama perusahaan.
Menurutnya, setelah aliran kembali normal, pemantauan jaringan tetap dilakukan untuk memastikan kondisi distribusi benar-benar stabil.
“Aliran air di Kosambi Barat saat ini sudah kembali normal. Namun, kami tidak berhenti sampai di sini. Tim teknik tetap melakukan pemantauan untuk memastikan tekanan dan distribusi air tetap stabil sampai ke pelanggan,” ujar Sofyan, Senin 17 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, pemantauan dilakukan sebagai langkah antisipasi apabila masih ditemukan penurunan tekanan atau gangguan distribusi pada titik tertentu.
“Kontinuitas pelayanan menjadi komitmen kami. Karena itu, jajaran direksi bersama tim teknis terus mengawal kondisi di lapangan agar pelayanan air bersih kepada masyarakat dapat berjalan optimal,” katanya.
Kehadiran jajaran direksi di lokasi juga menjadi bagian dari upaya PERUMDAM TKR memastikan proses pemulihan berjalan sesuai target dan kebutuhan masyarakat.
Sofyan menyampaikan apresiasi kepada pelanggan di Kosambi Barat yang telah bersabar selama proses penanganan berlangsung.
“Kami berterima kasih kepada masyarakat atas kesabaran dan dukungannya selama proses pemulihan. Kami akan terus berupaya menjaga kualitas dan kontinuitas pelayanan air bersih,” ujarnya.
PERUMDAM TKR memastikan tim teknis masih bersiaga dan melakukan monitoring jaringan secara berkala. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga agar aliran air tetap normal dan pelayanan kepada masyarakat tidak kembali terganggu. (Adv)
Rayakan Kemerdekaan RI Ke-81, Bupati Tangerang Tekankan Semangat Pengabdian Kepada Masyarakat dan Negara
detakbanten.com TANGERANG, – Dalam rangka memperingati hari Kemerdekaan Indonesia Ke-81 yang jatuh pada 17 Agustus, Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Tangerang menggelar rangkaian acara yang sarat makna. Mulai dari tasyakuran spiritual hingga upacara khidmat di pusat pemerintahan.
Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid tekankan momentum tersebut untuk memperkuat semangat pengabdian kepada masyarakat dan negara.
Rangkaian acara dimulai dari tasyakuran bersama masyarakat di Masjid Al-Amjad pada Jumat (14/8) lalu, upacara renungan suci di Taman Makam Pahlawan, Lengkong, Kecamatan Pagedangan, Sabtu (15/8) lalu, pekan olahraga pegawai (POP) hingga puncak upacara pengibaran duplikat Bendera Merah Putih di Lapangan Raden Aria Yudhanegara, Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Tangerang, Senin (17/8).
"Tentunya, itu semua kita lakukan sebagai ungkapan rasa syukur dan penghormatan atas perjuangan para pahlawan, yang telah rela memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dari penjajahan. Tanpa perjuangan mereka, tentunya kita belum tentu bisa merasakan kemerdekaan saat ini, " kata Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid saat memimpin upacara di Lapangan Raden Arya Maulana Yudhanegara, Senin (17/8).
Ia mengajak masyarakat melanjutkan perjuangan para pahlawan melalui kebaikan, menjaga kerukunan, meningkatkan kepedulian sosial, serta mendukung pembangunan daerah. Lanjut Rudi, pada Sabtu (15/8) lalu, upacara renungan suci yang digelar khidmat pukul 00.00 WIB di Taman Makam Pahlawan (TMP) Raden Arya Wangsakara, Kecamatan Pagedangan. Di lokasi itu terbaring 17 pahlawan (4 dari angkatan bersenjata dan 13 dari badan perjuangan).
" renungan suci menegaskan bahwa jasa para pahlawan tidak akan dilupakan. Prosesi dilanjutkan dengan mengheningkan cipta, menabur bunga, dan pembacaan doa yang dipimpin komandan upacara, " ungkapnya.
Pria yang akrab disapa Rudi Maesyal mengatakan, puncak peringatan berlangsung Senin (17/8/2026) pagi di Lapangan Raden Aria Yudhanegara. Dalam upacara pengibaran bendera merah putih yang menjadi kebanggaan Indonesia ini, dihadiri langsung oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala perangkat daerah, serta tokoh agama. Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Quran.
"Peringatan detik-detik Proklamasi ditandai sirine dan tembakan kehormatan sebanyak 17 kali, dilanjutkan pembacaan naskah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Mari kita berdoa sejenak, untuk mendoakan para pahlawan yang telah gugur membela Kemerdekaan Indonesia dan sudah sepatutnya kita bersyukur diberi kesempatan untuk tinggal di wilayah yang indah ini,” ujarnya.
Bupati menyatakan pelaksanaan upacara berjalan baik dan lancar. Momentum kemerdekaan, menurutnya, harus memperkuat semangat pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat. Ia menekankan semangat kemerdekaan diwujudkan melalui peningkatan kinerja dan kualitas pelayanan publik secara bertahap. Tanggung jawab itu, katanya, dipikul bersama mulai dari Forkopimda, perangkat daerah, hingga pemerintahan kecamatan, desa, dan kelurahan
“Alhamdulillah, pelaksanaan pengibaran bendera memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia berjalan baik dan lancar. Momentum ini menjadi semangat bagi kami untuk terus meningkatkan pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat secara maksimal. Semangat kemerdekaan harus terus kita kumandangkan di Kabupaten Tangerang, salah satunya melalui peningkatan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat. Kita bersama-sama melanjutkan perjuangan para pahlawan sesuai dengan perkembangan dan tantangan saat ini,” tegasnya.
Bupati juga mengajak seluruh masyarakat menumbuhkan rasa cinta tanah air serta mendoakan para pejuang. Ia mengapresiasi partisipasi masyarakat dalam perayaan, baik di tingkat kabupaten maupun lingkungan masing-masing, dan berharap semangat kebersamaan terus terjaga demi kemajuan serta kesejahteraan Kabupaten Tangerang.
“Kita semua mengenang dan mendoakan para pejuang serta pahlawan yang telah gugur membela dan memerdekakan Republik Indonesia. Semoga mereka senantiasa mendapatkan tempat yang mulia di sisi Allah SWT,” tuturnya.
Perayaan turut diwarnai penampilan Paduan Suara Gita Swara Tangerang Gemilang dan penyanyi solo yang menambah semarak suasana.
Dinkes Tangsel Perkuat Kolaborasi, Penyakit Tidak Menular Jadi Ancaman Utama
detakbanten.com TANGERANG SELATAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memperkuat kolaborasi lintas sektor melalui kegiatan Koordinasi Implementasi Jaringan Supervisi Fasilitator Layanan dan Program Kesehatan Keluarga dan Gizi dalam Rangka Komitmen Bersama Mitra Potensial, Rabu (29/7/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri berbagai mitra potensial, melibatkan berbagai unsur instansi pemerintah, organisasi profesi, akademisi/perguruan tinggi, organisasi masyarakat, DMI, Forum Kota Sehat, TP PKK, dunia usaha, hingga sektor swasta dan perbankan. Seluruh peserta menandatangani komitmen bersama sebagai bentuk penguatan sinergi dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan, dr. Allin Hendalin Mahdaniar, MKM menegaskan bahwa tantangan kesehatan saat ini semakin kompleks dan tidak mungkin diselesaikan oleh pemerintah daerah semata.
"Kalau bicara permasalahan kesehatan, di Indonesia maupun secara khusus di Tangerang Selatan, tantangannya sama. Penyakit menular masih ada, tetapi saat ini justru penyakit tidak menular menjadi penyebab terbesar dan membutuhkan perhatian serius," kata Allin.
Ia mengungkapkan, persoalan stunting masih menjadi tugas bersama. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting di Tangsel berada di angka 10,5 persen. Sementara berdasarkan data Surveilans Gizi dan Kesehatan Keluarga (Sigizi Kesga) angka stunting tercatat sebesar 0,8 persen.
Meski tergolong rendah, Allin menekankan bahwa setiap kasus stunting harus ditangani secara serius karena penyebabnya bersifat multidimensi.
"Stunting bukan hanya persoalan kesehatan. Penyebabnya kompleks sehingga penyelesaiannya juga harus melibatkan seluruh unsur, mulai dari pemerintah, masyarakat hingga dunia usaha," ujarnya.
Selain stunting, Dinkes Tangsel juga menyoroti tingginya kasus penyakit tidak menular. Hingga memasuki tahun kedua pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG), sebanyak 31,9 persen masyarakat Tangsel telah mengikuti pemeriksaan kesehatan, dan capaian skrining usia produktif sebanyak 52,95 persen.
Dari hasil skrining tersebut, pengendalian hipertensi baru mencapai 13,78 persen, sedangkan cakupan pelayanan hipertensi berada di angka 54,42 persen.
"Hipertensi menjadi faktor risiko utama penyakit jantung, stroke hingga gagal ginjal. Karena itu pengendaliannya harus menjadi gerakan bersama," tegasnya.
Sementara itu, capaian pelayanan diabetes melitus telah mencapai 56,32 persen. Dinkes juga terus mengembangkan layanan upaya berhenti merokok yang saat ini telah melayani 157 klien.
Menurut Allin, kebiasaan merokok tidak hanya meningkatkan risiko penyakit kronis, tetapi juga berkontribusi terhadap kasus stunting akibat paparan asap rokok pada ibu hamil dan balita.
Dalam kesempatan tersebut, Allin juga menyoroti penanganan tuberkulosis (TBC) yang masih menjadi tantangan besar. Tangsel menargetkan penemuan sebanyak 5.994 kasus TBC pada 2026 sebagai bagian dari upaya eliminasi penyakit tersebut.
"TBC adalah penyakit yang belum selesai. Banyak pasien yang sudah terdiagnosis tetapi tidak menyelesaikan pengobatan karena stigma. Akibatnya muncul resistensi obat dan penularan terus berlangsung," jelasnya.
Selain TBC, sepanjang 2026 Dinkes Tangsel mencatat penemuan 195 kasus baru kusta. Meski demikian, seluruh pasien disebut telah mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar.
Untuk penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), Tangsel mencatat capaian positif. Selama empat tahun berturut-turut angka kematian akibat DBD berhasil ditekan hingga nol, meskipun kasus masih ditemukan setiap tahunnya.
"Ini menunjukkan semakin baiknya kesadaran masyarakat untuk melakukan deteksi dini sekaligus kesiapan fasilitas kesehatan dalam memberikan pelayanan," kata Allin.
Menghadapi bonus demografi yang akan bergeser menuju masyarakat menua, Dinkes Tangsel juga mulai mempersiapkan layanan kesehatan lansia. Saat ini terdapat sekitar 174.423 lansia di Kota Tangsel yang menjadi sasaran berbagai program kesehatan agar tetap sehat, mandiri, dan produktif.
Tak hanya itu, Dinkes Tangsel juga mengembangkan inovasi pelayanan kesehatan integratif yang menggabungkan pelayanan medis konvensional dengan pelayanan kesehatan tradisional. Program tersebut telah diterapkan di RSUD Tangsel dan akan diperluas ke fasilitas kesehatan lainnya.
Salah satu inovasi unggulan adalah Ngider Sehat, yang kini dijalankan oleh 108 tenaga kesehatan terdiri atas dokter, bidan, dan perawat. Mereka secara aktif melakukan kunjungan dari rumah ke rumah untuk mendeteksi penyakit lebih dini, memberikan edukasi, serta memastikan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan secepat mungkin.
Menutup sambutannya, Allin mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat kolaborasi karena pembangunan kesehatan merupakan tanggung jawab bersama.
"Komitmen yang kita tandatangani hari ini bukan sekadar seremoni, tetapi janji bersama untuk bergerak dalam tujuan yang sama, yaitu meningkatkan angka harapan hidup, menurunkan angka kesakitan, dan mewujudkan masyarakat Tangerang Selatan yang sehat, produktif, serta berkualitas," pungkasnya. (Adv)
PERUMDAM TKR Perkuat Dukungan Penanganan Kebakaran TPA Jatiwaringin melalui Penyediaan Air
detakbanten.com TANGERANG - Proses pemadaman kebakaran yang melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, hingga saat ini masih terus berlangsung. Sebagai upaya mempercepat penanganan musibah tersebut, Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Kerta Raharja (PERUMDAM TKR) Kabupaten Tangerang bergerak cepat memberikan dukungan untuk memastikan ketersediaan suplai air di lokasi kejadian.
Sebagai respons atas tanggap darurat bencana, PERUMDAM TKR telah menerjunkan sebanyak 10 unit mobil tangki air bersih, Selasa, 7 Juli 2026. Seluruh armada tersebut disiagakan secara penuh (standby) di sekitar lokasi untuk membantu menyuplai kebutuhan air bagi tim pemadam kebakaran (Damkar).
Tak hanya mengerahkan bantuan armada tangki, PERUMDAM TKR juga mengambil langkah strategis untuk memastikan kelancaran operasional pemadaman. Agar memudahkan petugas Damkar mendapatkan suplai air dengan cepat, PERUMDAM TKR telah membuka akses Washout (WO) atau titik pengurasan jaringan pipa yang berlokasi paling dekat dengan titik kejadian.
Pembukaan jalur WO ini agar mobil pemadam tidak perlu menempuh jarak jauh untuk melakukan pengisian ulang tangki. Dengan begitu, diharapkan tim pemadam dapat mengakses air dengan lebih mudah, sehingga proses pemadaman dan pendinginan area kebakaran bisa berjalan lebih efektif dan efisien.
Menjaga stabilitas ketersediaan air di sekitar lokasi kebakaran merupakan prioritas utama yang harus didahulukan, mengingat kondisi di lapangan akibat material TPA yang mudah terbakar. Kesiagaan PERUMDAM TKR untuk terus hadir dan bersinergi dengan berbagai pihak terkait di TPA Jatiwaringin diharapkan dapat menjadi dukungan nyata dalam percepatan penanganan kebakaran.
Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen PERUMDAM TKR yang tidak hanya berfokus pada pelayanan distribusi air bersih masyarakat, tetapi juga responsif dalam penanggulangan bencana di wilayah Kabupaten Tangerang. PERUMDAM TKR juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, petugas pemadam kebakaran, dan pihak terkait lainnya agar dukungan air di lapangan dapat tersalurkan dengan baik. (Adv)
PERUMDAM TKR Berikan Pemasangan Sambungan Langganan Gratis sebagai Bentuk Kepedulian Warga Terdampak Kebakaran TPA Jatiwaringin
detakbanten.com TANGERANG — Selain mendukung percepatan pemulihan bencana kebakaran TPA Jatiwaringin berupa bantuan air tangki dan penyediaan supply air, PERUMDAM Tirta Kerta Raharja Kabupaten Tangerang juga memberikan bantuan berupa program Pemasangan Sambungan Langganan (SL) gratis kepada warga di sekitar lokasi terdampak.
Program ini menjadi salah satu bentuk komitmen dari Bupati Tangerang serta PERUMDAM TKR dalam membantu pemulihan akses air bersih bagi masyarakat. Mengingat kondisi di sekitar TPA Jatiwaringin masih belum sepenuhnya kembali normal, ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan penting yang harus dipenuhi, khususnya bagi warga yang terdampak langsung oleh kejadian tersebut.
Melalui program pemasangan Sambungan Langganan gratis ini, Sebagai BUMD Air Minum terbaik nasional tujuh tahun berturut-turut, PERUMDAM TKR berupaya memberikan kemudahan bagi warga untuk mendapatkan akses air bersih yang lebih aman, layak, dan sehat. Tidak hanya memberikan Sambungan Langganan (SL) gratis, PERUMDAM TKR juga membebaskan rekening tagihan air selama 3 bulan setelah SL teraktivasi. Hal tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat dalam masa pemulihan pascakebakaran.
Untuk mengikuti program tersebut, warga terdampak cukup menyiapkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebagai persyaratan administrasi. Selanjutnya, petugas PERUMDAM TKR akan melakukan pendataan dan proses lebih lanjut agar pemasangan sambungan air bersih dapat segera diberikan kepada warga yang berhak menerima bantuan.
Selain memberikan Sambungan Langganan gratis dan pembebasan rekening air selama 3 (tiga) bulan, sebagai kepedulian kepada masyakarat PERUMDAM TKR bersama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang juga turut membantu dengan memberikan bantuan berupa paket sembako dan peralatan kesehatan. Solidaritas sosial ini sangat krusial bagi korban yang terdampak bencana karena dapat memenuhi mencegah kelaparan, meringankan beban ekonomi dan psikologis, serta dapat mempercepat pemulihan kondisi.
Pemberian program ini menjadi bagian dari upaya PERUMDAM TKR untuk terus hadir di tengah masyarakat Kabupaten Tangerang, khususnya dalam situasi bencana. PERUMDAM TKR berharap bantuan pemasangan sambungan langganan gratis ini dapat memberikan manfaat nyata bagi warga terdampak serta mendukung proses pemulihan masyarakat di sekitar TPA Jatiwaringin. (Adv)
Kenduri Festival Kembali Digelar, Angkat Tema “Seba Pondok Karya” untuk Lestarikan Budaya dan Dukung UMKM
detakbanten.com TANGSEL – Kenduri Festival Volume 3 kembali digelar sebagai ruang pelestarian budaya sekaligus penguatan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan UMKM lokal. Mengusung tema “Seba Pondok Karya”, festival ini akan menghadirkan berbagai pertunjukan budaya, kegiatan edukatif, dan bazar UMKM yang dapat dinikmati masyarakat pada Sabtu (4/7/2026) mendatang.
Kepala Divisi Humas Kenduri Festival Volume 3, Angga Suhanda, mengatakan penyelenggaraan festival untuk ketiga kalinya merupakan respons atas tingginya antusiasme masyarakat pada dua penyelenggaraan sebelumnya.
“Kami kembali mengadakan Kenduri Festival untuk ketiga kalinya karena kegiatan ini selalu mendapat sambutan dan antusiasme yang sangat positif dari masyarakat,” ujar Angga, Kamis (18/6/2026).
Tema “Seba Pondok Karya” dipilih karena terinspirasi dari nilai-nilai luhur Tradisi Seba Baduy yang mengajarkan rasa syukur kepada Tuhan, penghormatan terhadap alam, semangat gotong royong, serta pentingnya menjaga hubungan antarsesama.
Menurut Angga, nilai-nilai tersebut tetap relevan di tengah perkembangan zaman dan diharapkan dapat menginspirasi generasi muda agar tidak melupakan akar budaya bangsa.
“Festival ini tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi media untuk memperkenalkan nilai kebersamaan, rasa syukur, pelestarian lingkungan, serta penghormatan terhadap tradisi dan budaya Nusantara,” jelasnya.
Selain mengangkat aspek budaya, Kenduri Festival Volume 3 juga diharapkan memberikan dampak nyata bagi perekonomian masyarakat. Puluhan pelaku UMKM akan dilibatkan untuk mempromosikan berbagai produk lokal, mulai dari kuliner khas Nusantara hingga produk ekonomi kreatif.
“Kami berharap Kenduri Festival dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, baik secara sosial, budaya, maupun ekonomi,” ucapnya.
Seluruh rangkaian kegiatan akan dipublikasikan melalui berbagai platform media sosial, didukung dokumentasi foto, video, hingga siaran langsung untuk menjangkau generasi muda di era digital.
“Melalui penyelenggaraan yang berkelanjutan, kami berharap nilai-nilai budaya dan kearifan lokal dapat menjadi inspirasi dalam kehidupan sehari-hari, tetap relevan bagi generasi masa kini, serta terus diwariskan kepada generasi berikutnya,” katanya.
Selama festival berlangsung, masyarakat dapat menikmati beragam pertunjukan seni dan budaya, karnaval, penampilan komunitas budaya, bazar UMKM, aneka kuliner Nusantara, hingga berbagai kegiatan edukatif yang mengangkat nilai pelestarian budaya dan lingkungan.
Angga mengajak seluruh masyarakat untuk hadir dan menjadi bagian dari Kenduri Festival Volume 3 yang akan digelar di Lapangan Al-Azhar Bintaro, Pondok Karya, mulai pukul 07.00 WIB hingga selesai.
“Mari bersama-sama menjadikan festival ini sebagai wadah mempererat persaudaraan, mendukung UMKM lokal, melestarikan budaya dan kearifan lokal yang menjadi identitas bangsa, serta menjadi kebanggaan bersama yang memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat,” tuturnya.
Pimpin Apel Hari Kesadaran Nasional, Sekda Bambang Ingatkan ASN Tangsel Jaga Integritas dan Profesionalisme
detakbanten.com TANGSEL – Sekretaris Daerah Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Bambang Noertjahjo, mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) Tangsel untuk terus memperkuat integritas, profesionalisme, dan disiplin kerja sebagai fondasi dalam membangun kepercayaan publik terhadap pemerintah.
Hal tersebut disampaikan Bambang saat memimpin Apel Hari Kesadaran Nasional bulan Juni 2026 yang berlangsung di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang Selatan (Puspemkot Tangsel), Rabu (17/6/2026).
Menurutnya, Hari Kesadaran Nasional tidak hanya menjadi agenda rutin bulanan, tetapi juga momentum penting untuk memperkuat komitmen pengabdian, tanggung jawab, dan semangat melayani masyarakat bagi seluruh ASN.
Bambang menekankan empat dimensi kesadaran yang harus dimiliki setiap ASN. Pertama, kesadaran diri sebagai representasi pemerintah di mata masyarakat. Kedua, kesadaran terhadap tugas dan fungsi sesuai jabatan masing-masing.
Ketiga, kesadaran bahwa setiap tanggung jawab yang dijalankan bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada pimpinan, masyarakat, dan Tuhan Yang Maha Esa. Keempat, kesadaran akan tujuan bersama dalam mewujudkan Kota Tangerang Selatan yang unggul, inklusif, inovatif, kolaboratif, dan lestari.
"Kepercayaan publik kepada pemerintah dibangun dari hal-hal sederhana yang kita lakukan setiap hari, mulai dari kedisiplinan waktu, etika dalam melayani, hingga kemampuan menyelesaikan pekerjaan secara profesional," ujar Bambang.
Apel Hari Kesadaran Nasional bulan Juni ini juga bertepatan dengan berakhirnya semester pertama tahun 2026. Karena itu, Bambang meminta seluruh perangkat daerah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap capaian kinerja, serapan anggaran, serta indikator pelayanan publik yang telah berjalan selama enam bulan terakhir.
Menurutnya, evaluasi tersebut penting sebagai dasar untuk mempercepat pelaksanaan program dan kegiatan pada semester kedua agar target pembangunan dan pelayanan publik dapat tercapai secara optimal.
"Jangan sampai kita terlena dengan rutinitas administrasi, sementara target pembangunan belum tercapai secara maksimal. Semester kedua harus menjadi momentum percepatan. Apa yang masih tertinggal harus segera dikejar dan apa yang sudah baik harus terus ditingkatkan kualitasnya," tegasnya.
Bambang juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh ASN yang telah menunjukkan dedikasi dan kinerja dalam menjalankan tugas. Menurutnya, berbagai penghargaan dan prestasi yang diraih pemerintah daerah harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Ia menegaskan bahwa penghargaan dan prestasi bukanlah tujuan akhir. Tolok ukur utama keberhasilan pemerintah adalah sejauh mana kehadirannya mampu memberikan manfaat nyata, meningkatkan kesejahteraan, serta menghadirkan pelayanan yang berkualitas bagi masyarakat.
Memasuki semester kedua tahun 2026, Bambang mengajak seluruh jajaran Pemerintah Kota Tangerang Selatan untuk menjaga semangat kerja, meningkatkan produktivitas, memperkuat integritas, dan memastikan setiap program berjalan dengan penuh tanggung jawab serta dedikasi sebagai abdi negara dan abdi masyarakat.
"Melalui momentum Hari Kesadaran Nasional ini, mari kita terus memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik, bekerja secara profesional, serta menjaga integritas demi mewujudkan Tangsel yang semakin maju dan melayani," pungkasnya. (Adv)
























