Kenduri Festival Kembali Digelar, Angkat Tema “Seba Pondok Karya” untuk Lestarikan Budaya dan Dukung UMKM
detakbanten.com TANGSEL – Kenduri Festival Volume 3 kembali digelar sebagai ruang pelestarian budaya sekaligus penguatan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan UMKM lokal. Mengusung tema “Seba Pondok Karya”, festival ini akan menghadirkan berbagai pertunjukan budaya, kegiatan edukatif, dan bazar UMKM yang dapat dinikmati masyarakat pada Sabtu (4/7/2026) mendatang.
Kepala Divisi Humas Kenduri Festival Volume 3, Angga Suhanda, mengatakan penyelenggaraan festival untuk ketiga kalinya merupakan respons atas tingginya antusiasme masyarakat pada dua penyelenggaraan sebelumnya.
“Kami kembali mengadakan Kenduri Festival untuk ketiga kalinya karena kegiatan ini selalu mendapat sambutan dan antusiasme yang sangat positif dari masyarakat,” ujar Angga, Kamis (18/6/2026).
Tema “Seba Pondok Karya” dipilih karena terinspirasi dari nilai-nilai luhur Tradisi Seba Baduy yang mengajarkan rasa syukur kepada Tuhan, penghormatan terhadap alam, semangat gotong royong, serta pentingnya menjaga hubungan antarsesama.
Menurut Angga, nilai-nilai tersebut tetap relevan di tengah perkembangan zaman dan diharapkan dapat menginspirasi generasi muda agar tidak melupakan akar budaya bangsa.
“Festival ini tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi media untuk memperkenalkan nilai kebersamaan, rasa syukur, pelestarian lingkungan, serta penghormatan terhadap tradisi dan budaya Nusantara,” jelasnya.
Selain mengangkat aspek budaya, Kenduri Festival Volume 3 juga diharapkan memberikan dampak nyata bagi perekonomian masyarakat. Puluhan pelaku UMKM akan dilibatkan untuk mempromosikan berbagai produk lokal, mulai dari kuliner khas Nusantara hingga produk ekonomi kreatif.
“Kami berharap Kenduri Festival dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, baik secara sosial, budaya, maupun ekonomi,” ucapnya.
Seluruh rangkaian kegiatan akan dipublikasikan melalui berbagai platform media sosial, didukung dokumentasi foto, video, hingga siaran langsung untuk menjangkau generasi muda di era digital.
“Melalui penyelenggaraan yang berkelanjutan, kami berharap nilai-nilai budaya dan kearifan lokal dapat menjadi inspirasi dalam kehidupan sehari-hari, tetap relevan bagi generasi masa kini, serta terus diwariskan kepada generasi berikutnya,” katanya.
Selama festival berlangsung, masyarakat dapat menikmati beragam pertunjukan seni dan budaya, karnaval, penampilan komunitas budaya, bazar UMKM, aneka kuliner Nusantara, hingga berbagai kegiatan edukatif yang mengangkat nilai pelestarian budaya dan lingkungan.
Angga mengajak seluruh masyarakat untuk hadir dan menjadi bagian dari Kenduri Festival Volume 3 yang akan digelar di Lapangan Al-Azhar Bintaro, Pondok Karya, mulai pukul 07.00 WIB hingga selesai.
“Mari bersama-sama menjadikan festival ini sebagai wadah mempererat persaudaraan, mendukung UMKM lokal, melestarikan budaya dan kearifan lokal yang menjadi identitas bangsa, serta menjadi kebanggaan bersama yang memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat,” tuturnya.
Pimpin Apel Hari Kesadaran Nasional, Sekda Bambang Ingatkan ASN Tangsel Jaga Integritas dan Profesionalisme
detakbanten.com TANGSEL – Sekretaris Daerah Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Bambang Noertjahjo, mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) Tangsel untuk terus memperkuat integritas, profesionalisme, dan disiplin kerja sebagai fondasi dalam membangun kepercayaan publik terhadap pemerintah.
Hal tersebut disampaikan Bambang saat memimpin Apel Hari Kesadaran Nasional bulan Juni 2026 yang berlangsung di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang Selatan (Puspemkot Tangsel), Rabu (17/6/2026).
Menurutnya, Hari Kesadaran Nasional tidak hanya menjadi agenda rutin bulanan, tetapi juga momentum penting untuk memperkuat komitmen pengabdian, tanggung jawab, dan semangat melayani masyarakat bagi seluruh ASN.
Bambang menekankan empat dimensi kesadaran yang harus dimiliki setiap ASN. Pertama, kesadaran diri sebagai representasi pemerintah di mata masyarakat. Kedua, kesadaran terhadap tugas dan fungsi sesuai jabatan masing-masing.
Ketiga, kesadaran bahwa setiap tanggung jawab yang dijalankan bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada pimpinan, masyarakat, dan Tuhan Yang Maha Esa. Keempat, kesadaran akan tujuan bersama dalam mewujudkan Kota Tangerang Selatan yang unggul, inklusif, inovatif, kolaboratif, dan lestari.
"Kepercayaan publik kepada pemerintah dibangun dari hal-hal sederhana yang kita lakukan setiap hari, mulai dari kedisiplinan waktu, etika dalam melayani, hingga kemampuan menyelesaikan pekerjaan secara profesional," ujar Bambang.
Apel Hari Kesadaran Nasional bulan Juni ini juga bertepatan dengan berakhirnya semester pertama tahun 2026. Karena itu, Bambang meminta seluruh perangkat daerah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap capaian kinerja, serapan anggaran, serta indikator pelayanan publik yang telah berjalan selama enam bulan terakhir.
Menurutnya, evaluasi tersebut penting sebagai dasar untuk mempercepat pelaksanaan program dan kegiatan pada semester kedua agar target pembangunan dan pelayanan publik dapat tercapai secara optimal.
"Jangan sampai kita terlena dengan rutinitas administrasi, sementara target pembangunan belum tercapai secara maksimal. Semester kedua harus menjadi momentum percepatan. Apa yang masih tertinggal harus segera dikejar dan apa yang sudah baik harus terus ditingkatkan kualitasnya," tegasnya.
Bambang juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh ASN yang telah menunjukkan dedikasi dan kinerja dalam menjalankan tugas. Menurutnya, berbagai penghargaan dan prestasi yang diraih pemerintah daerah harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Ia menegaskan bahwa penghargaan dan prestasi bukanlah tujuan akhir. Tolok ukur utama keberhasilan pemerintah adalah sejauh mana kehadirannya mampu memberikan manfaat nyata, meningkatkan kesejahteraan, serta menghadirkan pelayanan yang berkualitas bagi masyarakat.
Memasuki semester kedua tahun 2026, Bambang mengajak seluruh jajaran Pemerintah Kota Tangerang Selatan untuk menjaga semangat kerja, meningkatkan produktivitas, memperkuat integritas, dan memastikan setiap program berjalan dengan penuh tanggung jawab serta dedikasi sebagai abdi negara dan abdi masyarakat.
"Melalui momentum Hari Kesadaran Nasional ini, mari kita terus memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik, bekerja secara profesional, serta menjaga integritas demi mewujudkan Tangsel yang semakin maju dan melayani," pungkasnya. (Adv)
Benyamin Ajak Warga Tangsel Dukung Sensus Ekonomi 2026, Berikan Data yang Akurat
detakbanten.com TANGSEL – Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, mengajak seluruh masyarakat untuk menyambut dan mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tangerang Selatan. Ia meminta warga memberikan informasi yang akurat dan sesuai kondisi sebenarnya kepada petugas sensus yang akan melakukan pendataan secara langsung.
Benyamin menyampaikan bahwa dirinya telah lebih dahulu mengikuti pendataan Sensus Ekonomi 2026. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk turut berpartisipasi aktif demi mendukung tersedianya data ekonomi yang akurat.
"Saya sudah didata dalam rangka Sensus Ekonomi Tahun 2026," ujarnya pada Selasa (16/6/2026).
Sensus Ekonomi 2026 merupakan kegiatan nasional yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia. Pendataan ini menyasar rumah tangga, pelaku usaha, hingga pelaku UMKM dengan tujuan menghimpun data ekonomi yang akurat sebagai dasar perencanaan pembangunan nasional.
Karena itu, Benyamin berharap masyarakat dapat menerima dengan baik kehadiran petugas sensus yang datang ke rumah maupun tempat usaha mereka. Menurutnya, keterbukaan dalam memberikan informasi akan membantu menghasilkan data yang lebih valid dan bermanfaat.
"Tolong diterima apabila ada petugas Sensus Ekonomi dari Badan Pusat Statistik Tangerang Selatan datang ke rumah Ibu dan Bapak. Berikan informasi yang akurat, apa adanya, tidak ada yang ditutupi karena tidak ada kepentingan lain selain pelaksanaan sensus ekonomi," katanya.
Ia menegaskan bahwa seluruh data yang dikumpulkan dalam kegiatan ini digunakan untuk kepentingan statistik dan perencanaan pembangunan. Oleh sebab itu, masyarakat tidak perlu ragu untuk memberikan informasi yang benar kepada petugas yang bertugas.
Partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat, mulai dari rumah tangga, pelaku usaha, hingga UMKM, menjadi kunci keberhasilan Sensus Ekonomi 2026. Dengan data yang lengkap dan akurat, pemerintah dapat memperoleh gambaran kondisi ekonomi yang sebenarnya sehingga berbagai program pembangunan dapat disusun secara lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. (Adv)


































