Redaksi
detakbanten.com BANTEN - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mengapresiasi pertumbuhan bisnis luar biasa yang dicapai oleh PT Bank Pembangunan Daerah (Perseroda) Tbk atau Bank Banten dalam tiga tahun terakhir. Pertumbuhan positif mulai dari perkembangan laba sampai peningkatan jumlah aset dan Dana Pihak Ketiga atau DPK.
Apresiasi itu diungkapkan Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asda II) Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Banten Budi Santoso usai menghadiri perayaan HUT Bank Banten ke-10 yang dilaksanakan di Graha Bank Banten, Kota Serang, Rabu (29/7/2026).Pada momen itu, Budi mendapat kesempatan suapan pertama potongan tumpeng yang diberikan langsung oleh Komisaris Utama Bank Banten Hoirudin Hasibuan.
Menurut Budi, 10 tahun bukanlah waktu yang singkat dalam menjalankan sebuah proses bisnis keuangan. Oleh karena itu, atas segala capaian yang sudah diraih, jajaran Bank Banten harus tetap melakukan refleksi sebagai upaya untuk mengevaluasi agar ke depan Bank Banten bisa semakin melesat.
“HUT ini harus dijadikan momentum bagi seluruh jajaran Bank Banten untuk melakukan refleksi dan evaluasi guna pertumbuhan yang lebih baik lagi ke depannya,” katanya.
Budi melihat kinerja yang dilakukan oleh jajaran direksi, komisaris, dan seluruh pegawai Bank Banten selama ini sudah sangat luar biasa. Sehingga kerja keras itu kemudian berbuah manis dengan hasil yang cukup memuaskan.
“Itu merupakan kado luar biasa yang diberikan Bank Banten kepada Pemprov Banten sebagai Pemegang Saham Pengendali (PSP),” ujarnya.
Namun demikian, Budi mengingatkan seluruhnya agar tetap menjaga soliditas dan integritas. Kedua hal itu harus terus dipegang teguh dalam meningkatkan kinerja Bank Banten yang lebih baik lagi ke depannya.
“Integritas di dalamnya macam-macam, ada transparansi, akuntabilitas, kejujuran dan disiplin. Insya Allah, ke depan Bank Banten bisa melesat kuat dan hebat,” paparnya.
Direktur Utama (Dirut) Bank Banten Muhammad Busthami mengatakan, pencapaian kinerja keuangan Bank Banten sampai akhir Desember 2023 menjadi babak baru dalam sejarah dengan laba bersih sebesar Rp26,59 miliar dan perbaikan signifikan dari seluruh rasio keuangan. Capaian positif itu di tahun berikutnya kemudian terus mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan. Pada akhir tahun 2024 Bank Banten memperoleh laba bersih sebesar Rp39,33 miliar dan menjadi sebesar Rp52,53 miliar di akhir tahun 2025.
“Selanjutnya kinerja keuangan Bank Banten sampai akhir semester I atau sampai 30 Juni 2026 terus tumbuh dengan nilai total aset mencapai Rp10,4 triliun atau meningkat 21,91 persen dibandingkan posisi Juni 2025. Untuk kredit yang diberikan mencapai Rp5,9 triliun atau meningkat Rp1,8 triliun atau 43,25 persen,” jelasnya.
Hebatnya, lanjut Busthami, di tengah gonjang-ganjing geopolitik global, regional, dan nasional yang sangat mempengaruhi pasar likuiditas, Bank Banten berhasil mengumpulkan Dana Pihak Ketiga sebesar Rp6,8 triliun atau naik 15,48 persen dari posisi DPK di Juni 2025. Pencapaian tersebut berimbas pada peningkatan laba bersih yang luar biasa, dari sebesar Rp6,3 miliar di Juni 2025 menjadi Rp21,4 miliar di Juni 2026.
“NPL Gross membaik menjadi 4,38 persen dari yang semula masih 7,07 persen di Juni 2025. Rasio keuangan lain pun juga semakin menguat dan membaik,” imbuhnya.
Untuk itu, Busthami mengucapkan terima kasih atas bimbingan serta dukungan dari Gubernur Banten Andra Soni selaku PSP Bank Banten yang selama ini begitu tinggi perhatiannya untuk menjadikan Bank Banten semakin baik lagi dan memberikan kemanfaatan yang luas bagi masyarakat.
Menapaki usia yang ke-10 tahun, lanjut Busthami, Bank Banten mengukir sejumlah capaian positif yang cukup membanggakan. Pasalnya, satu dekade bagi jajaran direksi Bank Banten bukan hanya sebuah angka, tapi mengandung makna yang dalam tentang keberanian untuk memulai, ketangguhan menghadapi tantangan dan keyakinan untuk melangkah pasti menuju masa depan yang lebih baik.
“Perjalanan hidup Bank Banten selama 10 tahun telah membangunkan rasa memiliki dan tanggung jawab yang semakin kuat di antara sesama, yang kemudian menjadi energi dan sumber kekuatan bagi transformasi dan pertumbuhan,” ujarnya. (Zal)
detakbanten.com BANTEN - Gubernur Andra Soni secara resmi melepas empat delegasi Provinsi Banten yang akan bergabung dalam Gita Bahana Nusantara (GBN) 2026 di Kantor Gubernur Banten, KP3B, Curug, Kota Serang, Kamis (30/7/2026). Keempatnya akan menjadi bagian dari paduan suara nasional yang tampil pada Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Negara.
Empat putra-putri terbaik yang mewakili Provinsi Banten dalam GBN 2026 adalah Valentina Putri Larasati dan Maria Epifania Tirta Waro asal Kota Tangerang Selatan, Dany Ramadhana Efendi asal Kota Cilegon, serta Daniel Leonard Ginting asal Kota Tangerang. Pelepasan tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Provinsi Banten Tinawati Andra Soni.
Andra Soni menyampaikan rasa bangga atas terpilihnya empat generasi muda Banten yang akan membawa nama daerah di tingkat nasional. "Mereka adalah empat pemuda-pemudi delegasi Provinsi Banten yang akan menjadi bagian dari Gita Bahana Nusantara dan tampil sebagai paduan suara pada peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di Istana Negara,” ujar Andra Soni.
Sebelum melepas keberangkatan para delegasi, Andra Soni juga berkesempatan mendengarkan penampilan mereka secara langsung. “Tadi saya mendengar langsung mereka menyanyi. Suaranya bagus-bagus. Setiap provinsi diwakili empat peserta dan Alhamdulillah Banten mengirimkan putra-putri terbaik,” katanya.
Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta asal Banten yang telah mengikuti proses seleksi Gita Bahana Nusantara.
“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh anak-anak Banten yang telah berkontribusi mengikuti seleksi GBN. Kalian semua adalah kebanggaan Banten,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Rohendi menjelaskan, proses seleksi GBN diikuti oleh 32 peserta yang merupakan putra-putri terbaik dari delapan kabupaten dan kota di Provinsi Banten.
“Seluruh peserta seleksi berasal dari delapan kabupaten dan kota, masing-masing mengirimkan empat peserta sehingga total ada 32 orang. Seleksi dilakukan langsung oleh tim dari Istana bersama Kementerian Pendidikan, sehingga yang terpilih benar-benar sesuai dengan kualitas dan karakter jenis suara yang dibutuhkan,” ujar Rohendi.
Menurutnya, setelah dilepas dari Provinsi Banten, para delegasi akan mengikuti tahapan karantina sekaligus pelatihan intensif mulai Sabtu (1/8/2026). Selama masa tersebut mereka akan berlatih bersama peserta dari seluruh provinsi di Indonesia sebelum tampil pada rangkaian upacara kenegaraan di Istana Negara.
“Mereka akan bergabung dengan utusan dari seluruh Indonesia untuk menjalani karantina, latihan, hingga tampil pada rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI di Istana Negara. Kami berpesan agar mereka menjaga nama baik Banten selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan,” katanya.
Salah seorang delegasi asal Kota Tangerang, Daniel Leonard Ginting, mengaku bangga mendapat kesempatan mewakili Provinsi Banten pada ajang nasional tersebut.
“Jujur saya sangat senang bisa menjadi perwakilan Banten untuk tampil pada 17 Agustus nanti. Ini menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar bagi saya,” ujarnya.
Daniel mengatakan, sebelum memasuki masa karantina, seluruh peserta telah menjalani latihan secara daring selama lima hari. Selanjutnya mereka akan mengikuti karantina selama 19 hari yang diisi dengan latihan intensif bersama peserta dari berbagai provinsi.
“Selama ini kami latihan setiap hari, menjaga pola makan, dan menjaga kondisi suara agar tetap stabil dan maksimal saat tampil nanti,” katanya. (Zal)
detakbanten.com KAB.PANDEGLANG - Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah meminta guru meningkatkan kompetensinya dengan menguasai teknologi. Menurutnya, di era milenial dengan perkembangan teknologi saat ini, guru menghadapi tantangan yang berat.
Hal itu disampaikan Dimyati usai memberikan sambutan dan arahan pada Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan Tingkat Kabupaten Pandeglang di Hotel Horizon Pandeglang, Kamis (30/7/2026). Ia mengatakan kinerja guru semakin hari semakin bagus.
"Perkembangan teknologi sudah berhasil meningkatkan kinerja guru," katanya.
Meski demikian, Dimyati meminta guru untuk meningkatkan penguasaan terhadap teknologi. Semakin hari perkembangan teknologi semakin maju.
"Teknologi berkembang dengan cepat, guru pun harus bisa mengikuti perkembangan tersebut," katanya.
Selain itu, dalam sambutannya, Dimyati berpesan kepada guru untuk menjadi teladan bagi murid-muridnya dan masyarakat. Guru harus menjadi orang yang diteladani murid-muridnya dan masyarakat.
"Guru itu digugu dan ditiru," tandas Dimyati.
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Pandeglang Sutoto menjelaskan, Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan Tingkat Kabupaten Pandeglang diselenggarakan dalam rangka menjaring guru dan tenaga kependidikan untuk mengikuti Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Banten. Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 115 orang guru dan kepala sekolah dari seluruh kecamatan di wilayah kabupaten Pandeglang. Peserta berasal dari guru dan tenaga kependidikan jenjang Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
"Mereka mengikuti kegiatan untuk mendapatkan predikat guru dan tenaga kependidikan adaptif dan transformatif pada masing-masing jenjang," kata Sutoto.
Salah seorang peserta Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan Tingkat Kabupaten Pandeglang, Uju Juarsih (37 tahun), Kepala Sekolah TK Pembina Kecamatan Cibaliung mengatakan, keikutsertaannya dilandasi semangat untuk mengembangkan potensi dirinya dalam menjalankan kewajibannya sebagai guru. Banyak hal didapat dari kegiatan Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan tersebut.
"Banyak inovasi yang didapatkan di sini. Khususnya perkembangan teknologi yang bisa diaplikasikan di sekolah dan ditularkan kepada teman-teman sejawat," katanya.
Menurut Uju, keikutsertaan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengajar. Ia juga dapat menyampaikan inisiatifnya kepada teman-teman untuk memanfaatkan teknologi tanpa meninggalkan karakter dan jati diri lokal Pandeglang.
"Memanfaatkan teknologi yang sehari-hari dapat dipergunakan dalam proses belajar mengajar," katanya.
Menurut Uju, perkembangan teknologi bisa membawa masyarakat bersifat individualis. Ia pun menyuarakan dalam kegiatan tersebut untuk mempertahankan karakter lokal.
"Salah satunya budaya gotong royong yang mulai memudar, bisa dibangkitkan kembali dengan kemajuan teknologi," ujarnya. (Zal)
detakbanten.com KAB.TANGERANG - Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mendukung pengembangan industri kendaraan listrik (electric vehicle), termasuk sepeda motor listrik. Hal itu disampaikan Dimyati usai mendampingi Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja ke fasilitas produksi Tangkas Motor Listrik di PT Elesun, Kawasan Industri Cidurian, Jalan Unggul Pasir Bolang, Sentul, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, Kamis (30/7/2026).
"Saya baru saja dari Lembaga Administrasi Negara (LAN). Tadi yang dibahas adalah kepemimpinan yang adaptif dan ramah lingkungan. ada kaitan dengan motor listrik, ini kan adaptif sekali dan juga ramah lingkungan," katanya.
Menurut Dimyati, kendaraan listrik memiliki banyak keunggulan. Di antaranya tidak menimbulkan kebisingan, tidak menghasilkan emisi, serta lebih hemat dan efisien. Pengembangan kendaraan listrik juga menurutnya menjadi kebutuhan nasional, terutama di tengah tingginya harga bahan bakar minyak dan kondisi geopolitik global yang memengaruhi pasokan energi.
"Ini produk yang ramah lingkungan dan ini inovasi-inovasi baru yang terus tumbuh yang harus kita dukung," ujarnya.
Sementara itu, Founder dan CEO Tangkas Motor Listrik Agung Pamungkas atau yang akrab disapa Don Papank mengatakan, Indonesia telah memasuki era baru industri kendaraan listrik.
"Subsidi BBM sudah terlalu tinggi sampai 500 triliun setahun, ditambah dengan tambahan subsidi karena perang Iran kemarin 170 triliun setiap tahun, itu membuat beban negara kita sangat berat dan tidak ada negara yang mana pun yang kuat menanggung subsidi hampir 600 triliun dalam setahun," ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, Wagub Dimyati bersama Bupati Tangerang Maesyal Rasyid mendampingi wakil presiden meninjau secara langsung proses produksi kendaraan listrik, mulai dari pemaparan proses manufaktur, gudang suku cadang, area pengecatan, hingga perakitan kendaraan. Rombongan juga melihat sejumlah unit sepeda motor listrik yang siap dipasarkan. (Zal)
detakbanten.com TIGARAKSA - Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang lewat jaksa pengacara negara (JPN) menerima 80 Surat Kuasa Khusus (SKK) dari BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kabupaten Tangerang. Surat kuasa khsusus ini untuk pemulihan keuangan negara sebesar Rp247.937.141.
Surat kuasa diterima langsung Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang, Wahyudi Eko Husodo didampingi Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Kasi Datun) Eko Edi Purwanto.
Kata Wahyudi, pemberian Surat Kuasa Khusus merupakan bentuk pelimpahan kewenangan kepada Jaksa Pengacara Negara untuk mewakili BPJS Ketenagakerjaan. Terutama dalam hal penyelesaian permasalahan hukum di bidang perdata dan tata usaha negara. Khususnya dalam mendukung penegakan kepatuhan terhadap program jaminan sosial ketenagakerjaan.
"Kami akan memberikan pendampingan dan bantuan hukum secara optimal dalam penyelesaian perkara perdata dan tata usaha negara yang dikuasakan oleh BPJS Ketenagakerjaan. Harapannya, langkah ini dapat meningkatkan kepatuhan serta mendukung optimalisasi penyelenggaraan program jaminan sosial ketenagakerjaan," katanya, Jumat 31 Juli 2026.
Ia menambahkan, sinergi antara Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang dan BPJS Ketenagakerjaan merupakan bagian dari upaya bersama untuk memberikan kepastian hukum. Serta, menjaga hak-hak pekerja melalui penyelenggaraan program jaminan sosial yang lebih efektif.
"Kerja sama ini juga menjadi wujud komitmen bersama dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang baik, akuntabel, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," katanya.
detakbanten.com KOTA BANJAR-Stabilitas keamanan sebuah daerah tidak hanya ditentukan oleh kuatnya penegakan hukum, tetapi juga oleh solidnya komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Berangkat dari semangat itu, Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro, S.I.K., S.H., M.A.P., mengumpulkan seluruh kepala desa dan lurah se-Kecamatan Banjar dalam forum Ruang Riung Kamtibmas, Jumat (31/7/2026), sebagai langkah memperkuat sinergi menjaga kondusivitas wilayah sekaligus mengantisipasi dampak musim kemarau.
Bertempat di Kediaman Bunda Ikel, Dusun Jajawar Wetan, Desa Jajawar, kegiatan tersebut dihadiri Pejabat Utama Polres Banjar, Kapolsek Banjar, Camat Banjar, serta para kepala desa dan lurah se-Kecamatan Banjar. Forum berlangsung dalam suasana hangat dan terbuka, menghadirkan ruang diskusi yang tidak sekadar seremonial, tetapi menjadi wadah bertukar gagasan dan mencari solusi atas berbagai persoalan kamtibmas yang berkembang di tengah masyarakat.
Dalam arahannya, Kapolres Banjar menegaskan bahwa menjaga keamanan bukan semata menjadi tugas Polri. Menurutnya, keberhasilan menciptakan situasi yang aman dan kondusif membutuhkan keterlibatan seluruh elemen, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah desa dan kelurahan, TNI, tokoh masyarakat, hingga warga.
"Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Ketika komunikasi terbangun dengan baik dan semua pihak bergerak dalam satu tujuan, maka potensi gangguan kamtibmas dapat dicegah sejak dini," tegas Kapolres.
Kapolres juga mengajak seluruh peserta mendukung gerakan Jaga Rawat Jawa Barat, program yang digagas Polda Jawa Barat di bawah kepemimpinan Kapolda Jabar Irjen Pol. Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H. Program tersebut menitikberatkan pada penguatan kolaborasi lintas sektor guna menciptakan Jawa Barat yang aman, tertib, serta terbebas dari berbagai bentuk gangguan keamanan.
Dalam forum itu, Kapolres menyampaikan bahwa situasi kamtibmas di Kota Banjar saat ini relatif aman dan kondusif. Namun, kondisi tersebut harus terus dipelihara melalui deteksi dini dan komunikasi yang intensif hingga ke tingkat desa dan kelurahan. Karena itu, Polres Banjar akan mengoptimalkan kegiatan sambang siskamling sebagai upaya menghidupkan kembali budaya menjaga keamanan lingkungan secara bersama-sama.
Selain membahas keamanan, perhatian juga diarahkan pada potensi ancaman musim kemarau. Kapolres mengingatkan para kepala desa dan lurah untuk terus mengedukasi masyarakat agar tidak membakar sampah maupun melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran lahan dan permukiman. Ia juga memastikan Polres Banjar siap membantu masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih dengan berkoordinasi bersama pemerintah desa dan kelurahan.
Dialog berlangsung dinamis. Para kepala desa dan lurah menyampaikan berbagai kondisi di wilayahnya, mulai dari persoalan kamtibmas hingga dampak kemarau yang mulai dirasakan masyarakat. Seluruh masukan menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar memperkuat langkah kolaboratif antara kepolisian dan pemerintah di tingkat bawah.
Bagi Polres Banjar, Ruang Riung Kamtibmas bukan sekadar agenda silaturahmi, melainkan strategi membangun keamanan dari akar rumput. Melalui komunikasi yang terbuka, koordinasi yang cepat, dan sinergi yang semakin kuat, diharapkan setiap potensi gangguan dapat diantisipasi lebih awal sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan aman dan nyaman.
Komitmen itulah yang terus diperkuat Polres Banjar, bahwa menjaga keamanan tidak cukup dilakukan dari balik meja, melainkan harus hadir di tengah masyarakat, mendengar setiap persoalan, membangun kepercayaan, dan bekerja bersama seluruh elemen demi mewujudkan Kota Banjar yang tetap aman, damai, dan kondusif. **
detakbanten.com TANGERANG - Satlantas Polresta Tangerang terus melakukan berbagai upaya untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas. Salah satunya melalui Rapat Koordinasi Lintas Sektoral yang dilaksanakan di Aula Wiratama Bhayangkara Satlantas Polresta Tangerang, Senin (27/7/2026).
Kasat Lantas Polresta Tangerang Kompol Fery Octaviari Pratama mengatakan, angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten Tangerang masih tergolong tinggi. Khususnya angka fatalitas korban meninggal dunia.
"Oleh karena itu, diperlukan sinergi dan kolaborasi seluruh stakeholder dalam mewujudkan keselamatan berlalu lintas," kata Fery.
Dia melanjutkan, upaya tersebut dilaksanakan melalui langkah-langkah preventif. Antara lain pelaksanaan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, penegakan hukum secara konsisten, pengawasan terhadap truk sumbu tiga, penertiban penggunaan sepeda listrik sesuai ketentuan, hingga pembinaan Polisi Cilik (Pocil).
"Serta penyelenggaraan kegiatan kolaboratif secara berkelanjutan," ujarnya.
Fery berharap, melalui rapat tersebut kesepahaman pentingnya menjaga keselamatan semakin kuat. Sehingga upaya mewujudkan lalu lintas yang tertib dan aman dapat dilaksanakan secara kolaboratif oleh semua pihak.
Rapat tersebut dihadiri unsur Jasa Raharja serta organisasi perangkat daerah Kabupaten Tangerang di antaranya Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA), Dinas Kesehatan, dan Dinas Pendidikan.
detakbanten.com TANGERANG – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid bersama Gubernur Banten Andra Soni menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau di Desa Margasari dan Kelurahan Kadu Agung, Kecamatan Tigaraksa, Selasa (28/7/2026).
Bantuan tersebut merupakan langkah cepat Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama Pemerintah Provinsi Banten untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh pasokan air akibat musim kemarau yang berkepanjangan.
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian Gubernur Banten yang turun langsung meninjau lokasi sekaligus membawa bantuan air bersih bagi warga terdampak.
"Alhamdulillah, saya atas nama masyarakat Desa Margasari dan Kelurahan Kadu Agung, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang mengucapkan terima kasih atas kehadiran Pak Gubernur bersama Ibu yang sudah peduli terhadap kondisi masyarakat kami yang mengalami kekeringan dan membutuhkan air bersih," ujar Bupati Maesyal Rasyid.
Ia menjelaskan, sebagai penanganan jangka pendek distribusi air bersih akan terus dilakukan secara rutin melalui Perumda Tirta Kerta Raharja agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau. Untuk jangka panjang Pemkab Tangerang akan berkolaborasi dengan Pemprov Banten untuk membangun sumur bor agar masyarakat bisa mendapatkan air bersih .
"Pak Gubernur bersama PDAM Kabupaten Tangerang akan rutin mendistribusikan air bersih ke wilayah ini. Untuk jangka panjang, kami juga sudah berbagi tugas dengan Pemerintah Provinsi Banten. Nantinya ada pembangunan toren dan pengeboran sumur yang dikerjakan bersama agar tidak tumpang tindih. Yang paling penting, kebutuhan air bersih masyarakat dapat segera teratasi," ungkapnya.
Sementara itu, Gubernur Banten, Andra Soni mengatakan bahwa dirinya bersama Bupati Tangerang sengaja turun langsung meninjau sejumlah wilayah yang mengalami kekeringan sekaligus memastikan distribusi air bersih berjalan dengan baik.
"Hari ini saya bersama Pak Bupati mengunjungi beberapa wilayah yang mengalami kekeringan sambil membawa bantuan air bersih. Kami memastikan kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi melalui suplai rutin dari PDAM. Selain itu, kami juga sedang berupaya bersama Pemerintah Kabupaten Tangerang melakukan penelitian melalui ESDM untuk menentukan lokasi dan kedalaman pengeboran sumur sebagai solusi jangka panjang," ujar Andra Soni
Menurutnya, musim kemarau tahun ini merupakan salah satu yang paling panjang dan terik dalam beberapa dekade terakhir sehingga potensi kekeringan meningkat di berbagai daerah. Karena itu, ia meminta seluruh jajaran pemerintah kabupaten/kota di Provinsi Banten untuk terus memantau wilayah yang mengalami kekeringan agar kebutuhan dasar masyarakat, khususnya air minum, dapat terpenuhi.
Salah seorang warga Kelurahan Kadu Agung, Siti Juleha, mengaku bersyukur atas bantuan air bersih yang diberikan Pemerintah Kabupaten Tangerang dan Pemerintah Provinsi Banten. Pemerintah Kabupaten Tangerang juga sudah beberapa kali mengirimkan bantuan air bersih, bahkan dalam sehari bisa beberapa kali melalui Perumda Tirta Kerta Raharja.
"Alhamdulillah kami sangat senang mendapatkan bantuan air bersih. Saat musim kemarau ini kami memang mengalami kekeringan. Kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati Tangerang dan Pak Gubernur atas kepeduliannya kepada masyarakat," ucapnya.
detakbanten.com SERDANG BEDAGAI – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Serdang Bedagai (Sergai) berhasil mengamankan dua orang yang diduga sebagai pengedar serta seorang pembeli narkotika jenis sabu dalam penggerebekan di Dusun IV, Desa Martebing, Kecamatan Dolok Masihul.
Dalam penggerebekan tersebut, petugas turut mengamankan barang bukti berupa dua plastik klip transparan ukuran sedang dan satu plastik klip kecil yang diduga berisi sabu dengan berat bruto sekitar 1,8 gram.
Kasi Humas Polres Sergai, AKP Bringin Jaya, membenarkan keberhasilan Satresnarkoba Polres Sergai dalam mengungkap kasus tersebut.
Ia mengatakan penindakan itu merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat yang merasa resah terhadap aktivitas peredaran narkotika di Dusun IV, Desa Martebing.
"Benar, Sat Res Narkoba Polres Sergai telah mengamankan tiga orang laki-laki yang tertangkap tangan diduga sedang melakukan transaksi narkotika jenis sabu. Keberhasilan ini merupakan respon cepat atas informasi masyarakat.
Saat ini para terduga pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Sat Res Narkoba Polres Sergai untuk proses penyidikan lebih lanjut," ujar AKP Bringin Jaya, Rabu (29/7/2026).
Penangkapan dilakukan setelah petugas menerima informasi dari masyarakat mengenai maraknya dugaan transaksi narkotika di wilayah tersebut.
"Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Penyelidik Satresnarkoba Polres Sergai segera melakukan penyelidikan dan pemantauan di sekitar lokasi yang diduga kerap dijadikan tempat transaksi sabu," terangnya.
Setelah memperoleh informasi yang akurat, petugas langsung bergerak menuju sebuah rumah yang diduga milik seorang pria berinisial Dani alias Boneng.
Saat dilakukan penggerebekan, petugas mendapati tiga orang laki-laki yang diduga sedang melakukan transaksi narkotika jenis sabu. Ketiganya langsung diamankan bersama sejumlah barang bukti yang ditemukan di lokasi.
"Dari hasil interogasi awal, tersangka warga Sergai berinisial BSS (30) mengakui berperan sebagai penjual atau pengedar sabu di rumah tersebut. Sementara MRS (27) mengaku membantu BSS dalam menjalankan aktivitas penjualan narkotika," bilangnya.(ap).
Teks foto: Pengedar sabu asal Sergai ditangkap Polisi.
detakbanten.com BATU BARA – Tim SAR gabungan secara resmi menghentikan operasi pencarian terhadap Wanda (30), anak buah kapal (ABK) pukat jaring pari asal Desa Pantai Burung, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batu Bara, yang dilaporkan hilang setelah terjatuh ke laut saat melaut di perairan Selat Malaka, sekitar 10 mil dari Pulau Berhala.
Keputusan penghentian operasi SAR diambil setelah upaya pencarian selama lima hari tidak membuahkan hasil. Seluruh unsur SAR yang terlibat telah melakukan penyisiran secara maksimal, namun hingga hari terakhir korban belum berhasil ditemukan.
Kanit Markas Polairud Batu Bara, Ipda Hendrico P. Kaban, mengatakan, selama operasi berlangsung tim gabungan telah melakukan pencarian menggunakan Kapal Patroli KP II-2025 milik Polairud Pagurawan dengan metode yang sama di wilayah perairan Selat Malaka.
"Tidak hanya menyisir lokasi kejadian, tim SAR juga telah berkoordinasi dengan Vessel Traffic Service (VTS) SROP Tanjung Balai Asahan serta instansi terkait lainnya," ujarnya, Rabu (29/7/2026).
Ia menjelaskan, seluruh kapal yang melintas di sekitar lokasi kejadian diminta turut membantu melakukan pemantauan terhadap kemungkinan keberadaan korban.
"Hingga pukul 17.20 WIB, tim SAR gabungan belum berhasil menemukan korban. Berdasarkan hasil evaluasi bersama keluarga korban, pemilik kapal, serta seluruh potensi SAR yang terlibat, dan karena tidak adanya tanda-tanda korban ditemukan, maka disepakati operasi SAR dihentikan, diusulkan untuk ditutup, dan selanjutnya dilanjutkan dengan pemantauan," ungkap Ipda Hendrico.
Ia menambahkan, seluruh personel dari berbagai unsur SAR yang terlibat telah dikembalikan ke kesatuan masing-masing setelah operasi resmi ditutup.
Meski demikian, Polairud Pagurawan memastikan akan tetap melakukan pemantauan di wilayah perairan Selat Malaka. Koordinasi dengan para nelayan juga akan terus dilakukan apabila sewaktu-waktu ditemukan jasad di laut.
"Apabila ada nelayan atau kapal yang menemukan jasad di perairan, diharapkan segera melaporkannya kepada petugas agar dapat segera dilakukan evakuasi dan identifikasi untuk memastikan apakah jasad tersebut merupakan korban yang masih dalam pencarian," katanya.
Sementara itu, pihak keluarga mulai menerima kenyataan pahit atas belum ditemukannya Wanda. Atan (45), salah seorang keluarga korban, mengaku pasrah setelah seluruh proses pencarian dilakukan secara maksimal.
"Kami hanya bisa pasrah. Harapan kami semoga Wanda tetap bisa ditemukan agar dapat dibawa pulang dan dimakamkan secara layak," ungkapnya. (ap).
Teks foto: Tim SAR gabungan dengan keluarga korban sepakat menghentikan pencarian ABG pukat jaring pari yang hilang di selat Malaka.








































