Dinilai Jadi Penggerak Ekonomi Warga, Syamsul Hariyanto Dorong Pengembangan Budidaya Jamur Crispy di Serpong
detakbanten.com TANGSEL-Anggota DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dari Fraksi PDI Perjuangan, Syamsul Hariyanto, mengunjungi lokasi budidaya jamur Crispy milik Mochamad Amri di Jalan Salem III, Kampung Serpong, Kecamatan Serpong, Rabu (5/8/2026).
Usaha budidaya jamur yang telah dirintis hampir tiga tahun itu dinilai memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan. Namun, hingga kini Amri mengaku usahanya masih minim pendampingan dan perhatian dari pemerintah daerah.
Amri mengatakan, saat ini dirinya masih membutuhkan pembinaan dan kesempatan belajar dari daerah lain agar hasil budidaya jamurnya dapat terus berkembang.
“Karena saya masih dalam tahap belajar, kalau ada ilmu atau pengalaman dari luar sebagai bahan studi banding tentu akan sangat bermanfaat bagi kami,” kata Amri.
Ia menjelaskan, hasil panen jamurnya dipasarkan ke pasar tradisional di wilayah Serpong dan pasar - pasar tradisional lainnya dengan harga berkisar Rp20.000 hingga Rp25.000 per kilogram. Dalam sehari, ia mampu memanen sekitar 8 hingga 10 kilogram jamur.
Saat ini Amri memiliki sekitar 1.000 bibit jamur. Jumlah tersebut dinilai belum mampu memenuhi tingginya permintaan pasar.
“Saat ini baru ada sekitar 1.000 bibit jamur. Padahal untuk memenuhi kebutuhan pasar yang cukup tinggi, minimal kami membutuhkan sekitar 5.000 bibit,” jelasnya.
Karena itu, Amri berharap pemerintah daerah dapat memberikan dukungan, terutama dalam pemenuhan bibit dan pendampingan usaha. Menurutnya, keterbatasan modal masih menjadi kendala utama untuk meningkatkan kapasitas produksi.
Menanggapi hal tersebut, Syamsul Hariyanto menilai budidaya jamur memiliki prospek yang baik sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat. Terlebih, usaha tersebut dijalankan oleh generasi muda yang dinilai mampu menjadi contoh bagi masyarakat lainnya.
“Budidaya jamur ini sangat bagus untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Apalagi yang menjalankannya adalah anak muda. Ini membuktikan bahwa sektor pertanian juga bisa menjadi peluang usaha yang menjanjikan,” kata Syamsul.
Ia memastikan akan menindaklanjuti aspirasi tersebut kepada Pemerintah Kota Tangerang Selatan, khususnya Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP), agar pelaku usaha budidaya jamur memperoleh pembinaan dan dukungan yang dibutuhkan.
Menurutnya, budidaya jamur tidak memerlukan lahan yang luas sehingga berpotensi dikembangkan oleh lebih banyak masyarakat apabila mendapat dukungan pemerintah.
“Pemerintah harus melihat potensi budidaya jamur sebagai upaya meningkatkan taraf hidup masyarakat. Dari usaha seperti ini, petani benar-benar bisa menggantungkan penghasilannya. Aspirasi ini akan kami tindak lanjuti dan menjadi masukan di Fraksi PDI Perjuangan DPRD Tangsel,” tegasnya.
PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang Mill Dampingi Enam Wilayah Binaan
detakbanten.com KOTA TANGSEL - PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang Mill unit usaha APP Group, kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian lingkungan melalui pembinaan Program Kampung Iklim (ProKlim). Pada tahun 2026, perusahaan mendampingi enam wilayah binaan yang mengikuti Verifikasi Lapangan Program Kampung Iklim (ProKlim) Tingkat Provinsi Banten sebagai bagian dari upaya memperkuat aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim berbasis masyarakat.
Enam wilayah binaan tersebut meliputi RW 013 Kelurahan Serua, RW 011 Kelurahan Ciater, RW 014 Kelurahan Pakujaya (Cluster Eldora), RW 003 Kelurahan Pondok Jagung Timur (Cluster Dahlia Loka), RW 006 Kelurahan Kademangan, serta RW 013 Kelurahan Pondok Jagung Timur. Pelaksanaan verifikasi dilakukan secara bertahap sesuai jadwal Tim Verifikasi Provinsi Banten.
Khusus pada Rabu, 5 Agustus 2026, Tim Verifikasi Lapangan Provinsi Banten melaksanakan penilaian secara bersamaan di dua wilayah binaan PT IKPP Tbk. Tangerang Mill, yaitu RW 014 Cluster Eldora, Kelurahan Pakujaya, dan RW 003 Cluster Dahlia Loka, Kelurahan Pondok Jagung Timur, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan.
Verifikasi lapangan ini merupakan bagian dari proses penilaian Pemerintah Provinsi Banten terhadap implementasi Program Kampung Iklim yang bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi dampak perubahan iklim melalui berbagai aksi nyata pelestarian lingkungan.
Camat Serpong Utara, Ma'mun, menyampaikan apresiasi atas semangat dan partisipasi masyarakat dalam menjalankan Program Kampung Iklim. Ia optimistis Cluster Eldora mampu meraih hasil terbaik pada penilaian tahun ini.
"Saya sangat optimis Cluster Eldora dapat memberikan yang terbaik. Apa yang telah dipaparkan menunjukkan komitmen masyarakat yang luar biasa dalam menjaga lingkungan. Semangat kebersamaan, gotong royong, dan partisipasi aktif warga menjadi modal utama keberhasilan Program Kampung Iklim di wilayah ini," ujarnya.
Sementara itu, Kholisul Fatikhin, Sustainability Head PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang Mill mengatakan, bahwa perusahaan terus berkomitmen membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
"PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang Mill terus membangun sinergi dengan pemerintah, mulai dari tingkat dinas, kecamatan, kelurahan hingga masyarakat dalam mendukung berbagai program pelestarian lingkungan. Program pembinaan ProKlim telah kami jalankan sejak tahun 2021. Alhamdulillah, beberapa wilayah binaan telah berhasil memperoleh pengakuan dari Kementerian Lingkungan Hidup. Hal tersebut menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperluas pendampingan agar semakin banyak kawasan mampu menerapkan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan," ujar Kholisul.
Ia menambahkan bahwa Program Kampung Iklim bukan sekadar ajang penilaian, tetapi merupakan media edukasi dan pemberdayaan masyarakat agar mampu membangun budaya peduli lingkungan.
"Ketika lingkungan menjadi bersih, nyaman, aman, dan lestari, manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat. Karena itu, ProKlim terus didorong sebagai motivasi agar masyarakat semakin aktif mengelola lingkungan secara mandiri dan berkelanjutan," tambahnya.
Ketua RW 14 Cluster Eldora, Abdul Rahman, menyampaikan optimismenya bahwa wilayah yang dipimpinnya mampu memperoleh hasil terbaik dalam proses verifikasi lapangan tahun ini.
Menurutnya, keikutsertaan RW 14 dalam Program Kampung Iklim merupakan bentuk komitmen seluruh warga dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan ketahanan terhadap dampak perubahan iklim.
Berbagai kegiatan telah dilaksanakan secara konsisten melalui semangat gotong royong, di antaranya penghijauan lingkungan, pengelolaan sampah berbasis prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), budidaya tanaman pangan dan hortikultura, konservasi air, pemanfaatan lahan pekarangan, pengembangan Kelompok Wanita Tani (KWT), budidaya perikanan, serta berbagai kegiatan edukasi lingkungan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Pendampingan terhadap enam wilayah binaan ini merupakan wujud nyata komitmen PT IKPP Tbk. Tangerang Mill dalam mendukung Program Kampung Iklim sebagai bagian dari implementasi tanggung jawab sosial perusahaan di bidang lingkungan. Melalui sinergi bersama Pemerintah Provinsi Banten, Pemerintah Kota Tangerang Selatan, pemerintah kecamatan, kelurahan, serta masyarakat, perusahaan berharap seluruh wilayah binaan mampu menjadi contoh pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan dan meraih hasil terbaik pada Program Kampung Iklim.
Ke depan, PT IKPP Tbk. Tangerang Mill akan terus memperkuat pendampingan kepada masyarakat melalui berbagai program pelestarian lingkungan yang inovatif, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas sekaligus mendukung target pembangunan berkelanjutan dan penguatan ketahanan masyarakat terhadap perubahan iklim. (Red)
Buka Diklat Paskibraka, Wagub Dimyati Tekankan Soal Disiplin, Kepemimpinan, dan Prestasi Akademik
detakbanten.com KAB. PANDEGLANG - Wakil Gubernur (Wagub) Achmad Dimyati Natakusumah menekankan pentingnya keseimbangan antara disiplin, kepemimpinan, dan prestasi akademik kepada para calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Banten. Menurutnya, menjadi anggota Paskibraka harus diiringi dengan capaian akademik sebagai bekal menjadi pemimpin masa depan.
"Saudara sudah sukses menjadi Paskibraka. Bahkan ada yang menjadi Paskibraka tingkat nasional. Tapi, ingat, saudara juga harus sukses dalam prestasi akademik," kata Dimyati dalam sambutannya pada Pembukaan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kompi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia 2026 di Aula Bougenville Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Banten, Pandeglang, Selasa (4/8/2026).
Dimyati mengucapkan selamat kepada seluruh peserta yang telah berhasil lolos seleksi menjadi calon anggota Paskibraka tingkat Provinsi Banten. Menurutnya, menjadi anggota Paskibraka bukan hanya mendapat kehormatan mengibarkan Sang Merah Putih.
"Tetapi, menjadi proses pembentukan karakter, kedisiplinan, serta jiwa kepemimpinan," katanya.
Ia menegaskan, Paskibraka adalah para calon pemimpin. Untuk itu, selama mengikuti Diklat, para peserta akan ditempa untuk memiliki dedikasi, disiplin, semangat persatuan, kebersamaan, dan kekompakan sebagai bekal dalam kehidupan bermasyarakat maupun di masa depan. Diklat bertujuan membentuk pemimpin yang amanah, pemimpin yang baik, pemimpin yang berintegritas.
"Oleh sebab itu, jaga nama baik. Jaga perilaku. Jaga almamater saudara. Insya Allah saudara ke depan akan sukses," katanya.
Dimyati juga mengingatkan agar para peserta tetap memprioritaskan pendidikan formal. Menurutnya, prestasi sebagai anggota Paskibraka harus berjalan seiring dengan keberhasilan di bidang akademik.
"Jangan sampai sukses di bidang Paskibraka, tetapi tertinggal di bidang akademik. Keduanya harus berjalan beriringan agar menjadi generasi yang unggul dan siap menjadi pemimpin di masa depan," pesannya.
Sebagai informasi, kegiatan ini diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Banten. Diklat berlangsung pada 4 hingga 16 Agustus 2026. Peserta Diklat berjumlah 50 orang, terdiri atas 26 putra dan 24 putri. Mereka adalah calon pengibar bendera pada upacara penaikan dan penurunan bendera HUT Ke-81 Republik Indonesia Tingkat Provinsi Banten.
Pembukaan dilakukan dengan penyematan tanda peserta oleh Wagub Dimyati Natakusuma. Hadir dalam acara pembukaan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Banten, perwakilan Polda Banten, Polda Metro Jaya, perwakilan Korem 064/Maulana Yusuf Banten, serta pelatih Paskibraka Tahun 2026. (Zal)































