Isu Amandemen ke 5 UUD 1945 Disorot Mahasiswa, Tamsil Linrung Singgung Presidential Threshold

Anggota DPD RI Tamsil Linrung saat diskusi Narasi Rakyat Daerah yang digelar ICI, HPI dan IKAMI di Aula Kecamatan Ciputat, Tangsel, Sabtu (21/1/2022). Anggota DPD RI Tamsil Linrung saat diskusi Narasi Rakyat Daerah yang digelar ICI, HPI dan IKAMI di Aula Kecamatan Ciputat, Tangsel, Sabtu (21/1/2022).

detakbanten.com, TANGSEL-Kolaborasi Insan Cendekia Indonesia (ICI), Harapan Pemuda Indonesia (HPI) dan Ikatan Kekeluargaan Mahasiswa/Pelajar (IKAMI) baru saja menggelar diskusi Narasi Rakyat Daerah (NRD) bertajuk “Menyelaraskan Frekuensi Masyarakat dengan MPR Mengenai Wacana Amandemen ke-5 UUD 1945”.

Diskusi secara hybrid di Aula Kantor Kecamatan Ciputat, pada Sabtu (22/1/2022) itu, dihadiri Anggota DPD RI Tamsil Linrung, Kasubdit 2 Polri Bidang Politik Kombespol Agus Sutrisno, Kesbangpol Kota Tangsel Chairul Soleh, Kapolres Tangsel AKBP Sharly Sollu, Pakar Hukum Tata Negara Dr. Refly Harun, Direktur Juris Polis Institute Athari Farhani, Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tangsel Idral Mahdi, dan Wakil Ketua DPD KNPI Sulawesi Tenggara, Fahriyanto S. Mas’oamah.

Ketua Panitia NRD Muhamad Bukhari Muslim menjelaskan, latar belakang diadakannya kegiatan tersebut untuk mengukur sejauh mana informasi mengenai amandemen sampai ke masyarakat.

“Kami berharap adanya kegiatan Narasi Rakyat Daerah (NRD) ini dapat menjadi ruang dialog bagi masyarakat dan MPR mengenai wacana amandemen ke-5 UUD 45. Agar miskonsepsi-miskonsepsi yang ada bisa dihindari," kata Bukhari.

Direktur Insan Cendikia Indonesia (ICI) Nur Muhaimin menegaskan, agenda Narasi Rakyat Daerah (NRD) yang bertajuk amandemen ke-5 UUD 1945 ini, menjadi langkah awal bagi ICI dalam menapaki tahun 2022.

“Kegiatan ini merupakan kegiatan perdana Insan Cendekia Indonesia ICI di tahun 2022. Saya berharap ke depan, ICI dapat membuat kolaborasi dalam skala yang lebih besar bersama pemerintah dan lembaga lainnya yang dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat, baik di Tangsel maupun tingkat nasional dan internasional," ujar dia.

Pada kesempatan itu, keynote speaker NRD Tamsil Linrung mengapresiasi diskusi yang digelar ICI. Ia menilai kegiatan diskusi seperti ini sangat penting karena masyarakat berhak tahu tentang poin-poin yang terdapat dalam wacana amandemen ke-5 UUD 1945.

Menurutnya ada dua hal yang dianggap penting dalam isu amandemen ini, yakni terkait presidential threshold dan penguatan lembaga perwakilan. Tamsil mengatakan bahwa presidential threshold yang ada saat ini harus diturunkan hingga 0%.

“Perjuangan menurunkan presidential threshold ini penting untuk disuarakan demi merawat demokrasi Indonesia. Supaya setiap anak bangsa punya hak yang sama untuk maju dan mencegah masuknya campur tangan oligarki," tegasnya.

Dia juga mengajak kepada mahasiswa dan segenap elemen masyarakat untuk bersama-sama berjuang menyelematkan demokrasi Indonesia melalui penataan sistem presidential yang lebih baik. (Dra)

 

 

Go to top