Tandon Kampung Bulak Mulai Digarap, Faktor Cuaca Diprediksi Bakal Jadi Kendala

Proyek pengerjaan Tandon Kampung Bulak di Pondok Kacang Timur, Kecamatan Pondok Aren, Tangsel. Proyek pengerjaan Tandon Kampung Bulak di Pondok Kacang Timur, Kecamatan Pondok Aren, Tangsel.

detakbanten.com, TANGSEL-Proyek pembangunan tandon Kampung Bulak di Pondok Kacang Timur, Pondok Aren, Kota Tangsel, kini mulai digarap. Tak hanya tandon, dilokasi yang menjadi bulan-bulanan banjir itu, juga akan dibangun prasarana lain seperti pagar turap beton, turap batu kali, pemasangan U-ditch sekira 270 meter di tiap gang rumah warga, serta pembuatan rumah sumur pompa di sekitar area tandon.

Sedangkan anggaran yang digunakan untuk proyek antisipasi banjir kawasan Kampung Bulak dan Perumahan Pondok Maharta tersebut, yakni mencapai Rp 5, 4 lebih. Diambil dari APBD Kota Tangsel tahun anggaran 2022.

Pantauan dilokasi proyek prasarana kolam retensi dan turap Kampung Bulak, nampak sejumlah pekerja dari CV Bangun Daffa Jaya, tengah menancapkan batang-batang bambu dipinggir lahan yang akan dijadikan tandon. Sementara dua buah ekskavator sedang mengeruk lumpur yang ada di kolam tersebut.

Pelaksana proyek pembangunan tandon Kampung Bulak, Fera Saefulloh mengungkapkan, proses pengerjaan tandon Kampung Bulak tersebut, saat ini sudah berjalan hampir dua minggu. Sementara lahan yang akan dijadikan tandon, kurang lebih mencapai 830 meter dari luas lahan yang mencapai 1.500 meter persegi.

"Untuk tahap pertama ini, progresnya pengerjaannya baru mencapai 5 persen. Kita lakukan pengerukan lumpur dulu. Kita juga pasang bambu di pinggiran rumah warga, ini sebagai antisipasi untuk menahan agar tanahnya ngak longsor," kata Fera di lokasi, Rabu (14/9/2022).

Menurutnya, konstruksi tandon Kampung Bulak seluruhnya akan dilakukan pengecoran. Cor beton diantaranya dilakukan mulai dari lantai hingga dinding tandon. "Cor beton. Semuanya di cor beton, mulai dari dudukan besi di lantai hingga dindingnya, di cor beton semua," terangnya.

Fera menjelaskan, kondisi cuaca di Kota Tangsel yang kini sedang musim hujan, membuat proses pengerjaan tandon Kampung Bulak dilakukan secara ekstra time. Hal itu dilakukan mengingat lokasi yang akan dibangun tandon, rawan terjadi banjir.

"Kita kendalanya di cuaca, ini yang ngak bisa menjamin. Kita kerja dari pagi, tapi siangnya hujan. Tapi kita optimis kerja sesuai waktu, makanya kita mensiasatinya ketika cuaca cerah, kerja kita maksimalkan," ungkapnya.

Dia bilang, faktor cuaca juga sangat mempengaruhi proses pekerjaan pengerukan lumpur di lahan yang akan dijadikan tandon Kampung Bulak. Seperti banjir yang terjadi beberapa hari lalu, lumpur yang sudah di keruk dari kedalaman mencapai 2,5 meter tersebut, harus turun kembali akibat terjadi banjir.

"Faktor cuaca jadi kendala, apalagi ini kan daerah banjir. Seperti kemarin waktu banjir, hasil kerja kita hilang, lumpur yang sudah dikeruk turun lagi karena banjir. Mudah-mudahan cuacanya kembali bagus, agar target kerjanya sesuai jadwal," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) Kota Tangsel, Robby Cahyadi mengatakan, lahan untuk pembangunan tandon Kampung Bulak, merupakan hibah dari pengembang Jaya Real Property Bintaro. Sementara untuk pengerjaan konstruksi tandon, sepenuhnya berada di DSDAMBK Tangsel.

"Konstruksinya dari kita. Tanahnya hibah dari JRP Bintaro, rencananya 1000 meter persegi," kata Robby di Kecamatan Setu, Senin lalu, (20/6/2022).

Pembangunan tandon Kampung Bulak, Robby bilang, juga di dukung oleh PT JRP Bintaro. Terlebih Bintaro sudah menyerahkan tanahnya tersebut untuk di bangun tandon. Sedangkan anggaran untuk pembangunan konstruksi tandon itu, akan menggunakan APBD tahun ini.

"Anggaran pembangunannya mencapai 5,7 miliar, dari APBD tahun 2022," ujar dia. (Dra)

 

 

Go to top