Sempat Hilang dari Pasaran, Harga Tahu Tempe Merangkak Naik di Pasar Ciputat

Foto/Doni Foto/Doni

detakbanten.com, TANGSEL - Harga tahu dan tempe kini mulai merangkak naik, meski makanan bergizi yang berbahan dasar kedelai tersebut sempat hilang tiga hari dari pasaran, Senin (4/1/2021).

Diberitakan sebelumnya, sejumlah pengrajin tahu dan tempe Se- Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi) melakukan aksi mogok produksi. Aksi mogok tersebut dipicu lantaran harga kedelai naik hingga 35 persen.

Sementara, pantauan detakbanten.com di Pasar Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), tampak sejumlah pedagang tahu dan tempe masih belum melakukan aktivitasnya berdagang. Namun terdapat salah satu pedagang yang sudah beraktivitas menjual makanan bergizi dari bahan dasar kedelai tersebut.

Salah satu pedagang tahu dan tempe yang berhasil dijumpai wartawan, Ndari (30) mengaku sudah mulai menjual tahu dan tempe usai aksi demo mogok produksi. Menurut Ndari, harga tahu dan tempe kali ini terpaksa naik.

"Iya, hari ini mulai berdagang mas. Soalnya kemarin pada demo dan susah cari tahu dan tempe, sekarang saya sudah berdagang. Kalau harganya sih naik Rp 1000 rupiah ya mas, seperti yang harga Rp 5000 jadi Rp 6000 dan harga yang biasanya Rp 10000 jadi Rp 11000 rupiah," terang Ndari saat dijumpai detakbanten.com di Pasar Ciputat, Tangerang Selatan.

Terpisah, Wijaya (48), pengusaha warteg di Ciputat, pun mengaku terpaksa selama tiga hari dirinya tidak menyediakan tahu dan tempe di warungnya. Hal itu lantaran tahu dan tempe hilang dari pasaran.

"Tiga hari saya tidak memasak tahu dan tempe, soalnya bahannya tidak ada. Tahu tempe kemarin hilang dipasaran, tapi sekarang saya belum ngecek ke pasar. Kalau ada nanti pasti saya beli itu," kata Wijaya.

Informasi yang berhasil dihimpun detakbanten.com menyampaikan, para pengrajin tahu tempe sempat mogok produksi lantaran kenaikan harga kedelai yang mencapai Rp 9000 hingga Rp 9500 rupiah per kilogramnya.

Aksi tersebut dilakukan para pengrajin tahu tempe untuk meminta perhatian pemerintah pusat agar harga kedelai distabilkan kembali seperti semula dengan dikelola oleh badan urusan logistik (Bulog).

 

 

Go to top