Kompol HE Sidauruk Tekankan Integritas dan Tanggungjawab
detakbanten.com Tanjungbalai (Sumut)— Polres Tanjungbalai menggelar apel pagi personel di halaman Markas Polres Tanjungbalai, Senin (14/9) pukul 08.00 WIB.
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kabag SDM Polres Tanjungbalai, Kompol HE Sidauruk, S.H., M.H., mewakili Kapolres Tanjungbalai AKBP Welman Feri, S.I.K., M.I.K. Apel ini diikuti oleh seluruh jajaran Pejabat Utama (PJU), perwira, serta personel dan ASN di lingkungan Polres Tanjungbalai.
Dalam arahannya, Kompol HE Sidauruk menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh anggota atas dedikasi mereka dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (sitkamtibmas) di Kota Tanjungbalai agar tetap aman dan kondusif.
Beberapa poin penting yang ditekankan dalam apel tersebut antara lain Seluruh personel diminta untuk terus menjaga nama baik institusi Polri, khususnya Polres Tanjungbalai, serta merawat kepercayaan masyarakat.
Pimpinan memberikan apresiasi atas kontribusi personel dalam penyelesaian pembangunan Jembatan Merah Putih serta partisipasi aktif dalam program ketahanan pangan.
Melalui apel pagi ini, Polres Tanjungbalai menegaskan komitmen jajarannya untuk terus berpegang pada prinsip pelayanan yang berintegritas dan humanis dalam melayani masyarakat.
Panen Singkong Kualitas Super, Gubernur Andra Soni Jamin Kepastian Pasar dan Infrastruktur Desa
detakbanten.com KAB. LEBAK - Gubernur Banten Andra Soni, melakukan penanaman sekaligus panen raya singkong di Desa Sangiangjaya, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, pada Kamis (10/9/2026). Panen raya perdana di lahan seluas tujuh hektare yang dikelola masyarakat tersebut menghasilkan singkong berkualitas super, yang didukung dengan adanya kepastian pembeli siaga (offtaker) serta nilai jual tinggi.
Demi menjaga agar siklus pertanian tersebut berjalan berkesinambungan, Gubernur Andra berkomitmen untuk memperbaiki akses jalan sebagai penunjang utama. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten juga akan mempermudah akses pupuk bersubsidi serta memberikan kepastian pasar dengan harga yang kompetitif bagi para petani.
Kepala Desa Sangiangjaya, Usep Pahlaludin, mengapresiasi langkah cepat dan komitmen Gubernur Andra Soni dalam meningkatkan produktivitas hasil pertanian serta kesejahteraan petani di desanya.
Menurut Usep, komitmen tersebut menjadi motivasi bagi warga untuk lebih giat menanam dan merawat tanaman singkong hingga masa panen. Ia mengakui, selama ini warga kerap membiarkan tanaman singkong tanpa perawatan dan pemupukan yang maksimal lantaran khawatir harga jualnya anjlok dan ketiadaan offtaker.
"Namun, setelah ada komitmen dari Gubernur dan dibuktikan langsung dengan hadirnya offtaker, warga di sini menjadi semakin bersemangat menanam singkong," ungkap Usep.
Selain itu, lanjut Usep, Gubernur Banten juga menyerahkan bantuan berupa traktor dan mesin pompa air guna menunjang operasional pertanian. Bantuan tersebut diyakini mampu mempercepat proses penanaman singkong di desanya.
Di sisi lain, Gubernur Andra mengaku bangga atas inisiatif masyarakat Desa Sangiangjaya. Menurutnya, di tengah berbagai keterbatasan, para petani tetap menjaga asa bahwa melalui usaha yang sungguh-sungguh dan kolaborasi antarpihak, taraf hidup mereka dapat meningkat.
"Para petani senang karena setelah panen, singkong mereka langsung diangkut oleh truk yang sudah menunggu," ujar Gubernur Andra.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Gubernur Banten Andra Soni yang telah dua kali berkunjung dan selalu disambut antusias oleh warga Desa Sangiangjaya—menegaskan bahwa Pemprov Banten akan segera memperbaiki akses jalan menuju sentra pertanian tersebut. Hal ini diharapkan tidak hanya mendongkrak perekonomian warga, tetapi juga mempermudah akses pendidikan dan kesehatan.
"Untuk tahap awal, kami akan perbaiki sepanjang satu kilometer terlebih dahulu. Nanti pada tahun berikutnya akan kami lanjutkan," jelasnya.
Turut hadir dalam acara tersebut, Anggota Komisi IV DPR RI, Arif Rahman. Ia mengungkapkan bahwa dari total sekitar 1.134 hektare lahan di Desa Sangiangjaya, sebagian besar di antaranya masih berstatus kawasan hutan milik negara. Saat ini, pihaknya tengah memperjuangkan agar lahan tersebut dapat dikelola oleh masyarakat melalui program Presiden Prabowo Subianto, yakni Kawasan Hutan dengan Pengelolaan Khusus (KHDPK).
"Saya ingin daerah ini menjadi lahan KHDPK pertama yang ditetapkan oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto," tutur Arif.
Ia menilai, luasnya lahan yang tersedia menjadi potensi baru untuk memperkuat ketahanan pangan daerah dan nasional. Ke depan, kawasan ini diproyeksikan menjadi sentra pertanian dan peternakan yang terintegrasi dengan fasilitas pengolahannya.
"Apalagi tadi Bapak Gubernur juga telah berkomitmen untuk membangun aksesibilitas agar kawasan ini menjadi jauh lebih baik," pungkasnya.
Gubernur Andra Soni Ikut Langsung Pencarian 5 Jurnalis Bersama Tim SAR di di Selat Sunda
detakbanten.com KOTA CILEGON - Gubernur Banten Andra Soni ikut langsung proses pencarian lima jurnalis dan tiga awak speedboat yang hilang kontak pada Senin (7/9) lalu saat melakukan peliputan Anak Gunung Krakatau. Gubernur bersama Tim SAR Gabungan menggunakan KN SAR 247 Tetuka dari Pelabuhan Ciwandan, Kota Cilegon, Jumat (11/9/2026) pagi.
"Setelah empat jam perjalanan kita telah mendekati lokasi dan ini masih di area yang aman artinya di luar 3 KM dari Gunung Anak Krakatau. Ini kita sedang memutari Pulau Rakata," ungkap Andra Soni.
Pada kesempatan itu, Andra Soni juga menunjukkan Pulau Rakata Besar dan Gunung Anak Krakatau dari dalam kapal yang dinaikinya bersama Tim SAR Gabungan.
"Itu Rakata Besar dan itu yang ada siluetnya itu Gunung Anak Krakatau," katanya.
Selanjutnya, Andra Soni juga menyampaikan Tim SAR Gabungan yang berada di kapal RIB 02 tengah melakukan penyisiran di Pulau Sertung yang tidak jauh dari Gunung Krakatau.
"Kita memberikan dukungan kepada RIB 02 yang sedang menuju Pulau Sertung yang sedang melakukan penyisiran," ujarnya.
Puluhan Jurnalis Berdoa Bersama untuk 5 Wartawan yang Hilang Kontak Saat Liputan GAK
detakbanten.com Tangsel - Puluhan jurnalis dari Pewarta Foto Indonesia (PFI), Persatuan Wartawan Indonesia Kota Tangerang Selatan (PWI Tangsel), dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Tangerang menggelar doa bersama untuk 5 teman wartawan dan 3 awak kapal yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).
Doa bersama dilaksanakan di Islamic Center Baiturrahim Serpong, Jumat 11 September 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh keluarga Donal Husni, Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan, Ketua Umum PFI Dwi Pambudo, Ketua PWI Kota Tangsel Ahmad Eko Nursanto, dan Koordinator Wilayah IJTI Tangerang Ahmad Baihaqi.
Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan mengucapkan turut prihatin atas musibah yang dialami kawan kawan jurnalis dan awak kapal yang saat ini dalam kondisi pencarian.
“Kami hanya bisa sampaikan keprihatinan tentu mendoakan bersama sama, kami juga menawarkan apabila ada hal hal yang dibutuhkan InsyaAllah kami bantu secara maksimal,” ujarnya.
Pilar mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendoakan para jurnalis dan awak kapal yang sedang dalam kondisi pencarian agar segera ditemukan dalam kondisi selamat sehat walafiat tidak ada kekurangan satu apapun.
“Karena keluarga nya menunggu menanti, InsyaAllah di hari Jumat penuh berkah ini mudah mudahan allah SWT mendengar doa kita,” jelasnya.
Kemudian, Ketua Umum PFI, Dwi Pambudo mengungkapkan, pihaknya sebagai profesi berharap kepada masyarakat untuk doa dan dukungannya.
“Terlebih lagi kita mengetahui keluarga rekan kami, yaitu Mas Donal Husni bersama empat kawan, Bagus dari Antara, Arie Basuki dari Merdeka, Yudhis Pramoto dari iNews, dan Firdaus dari Anadolu,” ungkapnya.
“Semoga dari sini kita tetap terus berdoa, dan tolong doakan kami juga. Teman-teman pers juga selalu memantau, memberi perkembangan, sampai memberi pendampingan kepada keluarga, walaupun ada teman-teman juga yang sudah menjadi tanggung jawab bersama media,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua PWI Kota Tangsel, Ahmad Eko Nursanto mengatakan, pihaknya dari profesi jurnalitik terus bersama-sama mendoakan 5 teman dan sahabat yang hilang kontak agar segera ditemukan dalam keadaan sehat walafiat.
“Mohon bantu doakan kepada teman dan sahabat kita 5 jurnalis dan 3 awak kapal agar segera ditemukan, dan balik ke keluarga dalam kondisi yang sehat walafiat,” tutupnya.
Diketahui, 5 jurnalis yang hilang kontak adalah:
1) M. Bagus Khoirunnas (Antara)
2) Arie Basuki (Merdeka)
3) Yudistiro Pranoto (Inews)
4) Firdaus Wajidi (Anadolu)
5) Donal Husni (Freelance)
Dan 3 awak kapal:
1) Warta bin Fulan
2) Sukarman bin Fulan
3) Heriyanto bin Fulan
Lepas Kafilah MTQ Nasional, Sekda Banten Deden Ajak Doakan Jurnalis Hilang Kontak di Krakatau
detakbanten.com SEMARANG - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten Deden Apriandhi resmi melepas kafilah Provinsi Banten untuk berlaga pada Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XXXI Tingkat Nasional 2026 di Semarang, Jawa Tengah. Dalam pelepasannya, ia mengingatkan para peserta untuk senantiasa menjaga kesehatan, kekompakan, dan fokus selama perlombaan.
Pelepasan tersebut dirangkaikan dengan penutupan kegiatan Pemusatan Latihan (Training Center) kafilah Banten yang digelar di Le Dian Hotel, Kota Serang, Kamis (10/9/2026).
Deden menuturkan, situasi perlombaan yang memakan waktu hingga 10 hari tentu akan sangat berbeda dengan atmosfer saat masa latihan. Oleh karena itu, kedisiplinan menjadi hal yang krusial, terutama bagi peserta yang masih berusia remaja.
"Kalian nanti di sana akan melaksanakan perlombaan 10 hari dan situasinya pasti berbeda dengan tempat latihan. Pesan saya, jaga kekompakan, keselamatan, dan tentu jaga kesehatan. Jangan tidur larut malam, istirahatlah sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan," tegas Deden.
Ia menekankan bahwa ajang tingkat nasional menuntut keseriusan dan konsentrasi tinggi dari tiap perwakilan daerah. Terkait target capaian, Deden berharap kafilah Banten dapat membawa pulang hasil yang terbaik, meski hal yang paling utama adalah memberikan penampilan maksimal tanpa merasa terbebani.
"Semua pasti berharap yang terbaik, termasuk kami dari para pengurus dan pembina LPTQ (Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an). Namun, yang terpenting pertama adalah anak-anak fokus, konsentrasi, kemudian menampilkan yang terbaik. Hasilnya nanti sepenuhnya bergantung pada penilaian dewan juri," ujarnya.
Doa untuk Jurnalis yang Hilang Kontak
Di sela-sela acara pelepasan tersebut, Deden turut mengajak seluruh kafilah, pengurus LPTQ Provinsi Banten, serta tamu undangan untuk menundukkan kepala sejenak. Ia memimpin doa untuk lima jurnalis dan tiga kru kapal yang dilaporkan hilang kontak saat akan melakukan peliputan di kawasan Gunung Anak Krakatau.
"Mari kita bersama-sama mendoakan agar lima orang jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak saat akan melakukan peliputan Gunung Anak Krakatau dapat segera ditemukan dalam keadaan sehat dan selamat," pungkas Deden.
Diduga Abaikan Ijin PBG, Proyek Pool Taksi Green Tetap Dibangun
detakbanten.com CIPUTAT - Kota Tangerang Selatan yang dideklarasikan sebagai kota perdagangan dan jasa, sekaligus juga menjadi daerah pemukiman penduduk dengan sebaran Ruang Terbuka Hijau (RTH) 30 persen, dalam perkembangannya justru banyak hal yang diabaikan akibat kepentingan-kepentingan bisnis itu sendiri.
Secara kasat mata banyak terlihat pelanggaran saat kegiatan pembangunan dilakukan tidak memiliki PBG. Dan, saat dikonfirmasi ke para pihak menyatakan kebenaran tidak memiliki ijin. Bahkan, beberapa ditemukan, sudah dilakukan teguran dan pemasangan plang segel oleh dinas terkait, namun pembangunan jalan terus.
Maraknya bangunan tanpa ijin/dan atau Pemanfaatan Bangunan Gedung (PBG), termasuk juga pada tahap awalnya dalam pengerjaan 'cut and fill, yakni proses pengerjaan tanah atau galian dan urug untuk meratakan permukaan tanah sesuai dengan ketinggian atau elevasi yang diinginkan sebelum proyek konstruksi dimulai tersebut mengundang keprihatinan banyak pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat dari berbagai unsur.
Terakhir, sebagaimana juga dirilis media, bahwa Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, mengancam akan menahan izin lanjutan proyek pembangunan pool Taksi Green SM di Jalan Raya Ciater, Serua, Ciputat (dekat kawasan Maruga). Karena proyek tersebut berjalan sebelum perizinannya lengkap.
Proyek kedapatan mulai dibangun meskipun dokumen Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) belum rampung. Di sisi lain, lumpur dari area proyek meluber ke badan Jalan Raya Ciater, membuat jalanan menjadi licin dan membahayakan pengguna jalan serta memicu protes warga.
Wakil Wali Kota melakukan sidak langsung dan menegaskan bahwa seluruh aturan serta izin harus dipenuhi terlebih dahulu oleh pihak pengembang sebelum melanjutkan pembangunan. (Zal
PT Indah Kiat Pulp & Paper Tangerang Mill Dukung Kolaborasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Mandiri Menuju Zero Waste 2028
detakbanten.com Tangerang – *PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (IKPP) Tangerang Mill, salah satu unit usaha APP Group*, terus memperkuat komitmennya dalam mendukung upaya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Hal tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (DPP INKALINDO) terkait kolaborasi pengelolaan sampah rumah tangga secara mandiri untuk mewujudkan Zero Waste Tahun 2028.
Penandatanganan MoU tersebut dilaksanakan pada Jumat (11/9/2026) di Grand Serpong Hotel. Kolaborasi ini menjadi salah satu langkah strategis dalam mendorong peningkatan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari sumbernya, khususnya di tingkat rumah tangga.
*Head of Sustainability PT IKPP Tangerang Mill, Kholisul Fatikhin*, mengatakan bahwa persoalan sampah membutuhkan keterlibatan dan kolaborasi dari seluruh pihak, baik pemerintah, dunia usaha, organisasi, maupun masyarakat.
«“Pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama. Upaya tersebut harus dimulai dari tingkat rumah tangga, karena dari sanalah sebagian besar sampah berasal. Dengan adanya kolaborasi ini, kami berharap dapat mendorong masyarakat untuk lebih peduli dan mampu mengelola sampah secara mandiri,” ujar Kholisul.»
Menurutnya, pengelolaan sampah dari sumber merupakan bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat. Tidak hanya mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir, tetapi juga dapat memberikan nilai tambah apabila sampah dikelola dan dimanfaatkan dengan baik.
“Semangat menuju Zero Waste 2028 tentunya tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi dan kolaborasi yang berkelanjutan agar upaya pengurangan dan pengelolaan sampah dapat berjalan secara konsisten,” tambahnya.
Sebagai bagian dari APP Group, PT IKPP Tangerang Mill terus mendorong berbagai inisiatif yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Kolaborasi bersama INKALINDO ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah nyata dalam memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Melalui kolaborasi tersebut, PT IKPP Tangerang Mill berharap dapat turut memberikan kontribusi nyata dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah secara mandiri sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang lebih berkelanjutan.
Kolaborasi antara dunia usaha dan berbagai pemangku kepentingan ini diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam memperkuat gerakan pengelolaan sampah dari sumbernya serta mempercepat terwujudnya Zero Waste 2028.
Sungai Cisadane Surut Bukan Hambatan, PERUMAM TKR Pacu Strategi Jaga Produksi Air Bersih
detakbanten.com Tangerang, – Air Sungai Cisadane yang dimanfaatkan oleh PERUMDAM TKR (Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Kerta Raharja) Kabupaten Tangerang sebagai sumber air baku pada beberapa Instalasi Pengolahan Air (IPA) mengalami penurunan debit akibat musim kemarau panjang. Penurunan debit air yang terjadi di beberapa sumber air baku seperti Sungai Cimenceuri juga mempengaruhi pendistribusian air bersih yang ke pelanggan.
Faktor perubahan cuaca serta iklim ditengarai menjadi salah satu penyebab berkurangnya jumlah pasokan air yang kini menurun drastis, dan sampai saat curah hujan masih sangat minim. ini bukan masalah teknis, melainkan karena faktor alam, keadaan ini juga disebabkan oleh efek dari badai El-Nino yang hingga saat ini belum juga berhenti.
Di tengah kondisi tersebut, PERUMDAM TKR terus melakukan berbagai langkah antisipatif untuk menjaga keberlangsungan produksi dan pelayanan air bersih kepada masyarakat.
Optimalisasi pengolahan terus dilakukan dengan menyesuaikan kondisi ketersediaan air baku, disertai pemantauan secara berkala pada sumber-sumber air yang dimanfaatkan sebagai penopang operasional pengolahan air.
Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen PERUMDAM TKR dalam menjaga akses air bersih bagi masyarakat Kabupaten Tangerang di tengah tantangan musim kemarau. Meski penurunan debit air baku berdampak terhadap kapasitas produksi di sejumlah instalasi, PERUMDAM TKR terus mengoptimalkan sistem pengolahan dan distribusi agar dampaknya terhadap pelanggan dapat diminimalisir, salah satunya dengan melakukan pengerukan kanal dan pendalaman saluran menuju intake di masing-masing IPA agar air dapat terus mensuplai kebutuhan air baku.
Sebagai komitmen dalam memberikan pelayanan yang terbaik, PERUMDAM juga mengirimkan bantuan air bersih melalui armada tangki.
Sejumlah wilayah pelayanan yang turut terdampak antara lain, Teluknaga, Tigaraksa, CitraRaya, Serpong, Mauk, Kresek dan Kronjo. Wilayah-wilayah tersebut memanfaatkan sumber air baku Sungai Cisadane, Sungai Cimanceuri maupun Sungai Cidurian yang saat ini mengalami penurunan debit akibat kondisi kemarau.
PERUMDAM TKR juga terus memantau perkembangan kondisi sumber air baku serta melakukan langkah mitigasi sesuai kebutuhan dan kondisi di lapangan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan proses produksi tetap berlangsung sekaligus menjaga kontinuitas pelayanan air bersih kepada masyarakat semaksimal mungkin.
PERUMDAM TKR mengimbau pelanggan untuk menggunakan air secara bijak dan sesuai kebutuhan selama musim kemarau berlangsung. Partisipasi masyarakat dalam melakukan penghematan air menjadi bagian penting untuk bersama-sama menjaga ketersediaan air bersih di tengah kondisi sumber air baku yang mengalami penurunan.
Kemarau Tak Hentikan Pelayanan, PERUMDAM TKR Salurkan Tangki Air Bersih untuk Masyarakat
detakbanten.com Tangerang,– Pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat terdampak kekeringan akibat musim kemarau terus dilakukan oleh PERUMDAM TKR (Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Kerta Raharja) Kabupaten Tangerang dengan menyiagakan armada mobil tangki air bersih. Armada tersebut disiagakan di Instalasi Pengolahan Air (IPA) terdekat dari wilayah terdampak untuk membantu pendistribusian air bersih kepada masyarakat yang mengajukan bantuan akibat kekeringan.
Lebih dari 5 unit mobil tangki dengan kapasitas sekitar 5.000 liter air bersih disiagakan untuk menjangkau masyarakat yang mengalami kekurangan air. Armada tersebut ditempatkan pada sejumlah IPA terdekat agar pendistribusian dapat dilakukan lebih cepat ke wilayah terdampak kekeringan. Hingga Senin, 7 September 2026, distribusi air bersih telah dilakukan ke sejumlah wilayah di Kabupaten Tangerang, di antaranya Tigaraksa, Teluknaga, Mauk, Kresek, Kronjo, dan Serpong.
Bantuan juga menjangkau Curug dan Pakuhaji, meski sejumlah lokasi yang membutuhkan bantuan tersebut berada di luar cakupan pelayanan PERUMDAM TKR. Langkah itu dilakukan sebagai bagian dari respons terhadap kebutuhan dasar masyarakat di tengah kondisi kekeringan.
Penyaluran melalui mobil tangki menjadi salah satu langkah yang ditempuh PERUMDAM TKR ketika kondisi sumber air baku belum memungkinkan pelayanan berjalan secara optimal. Penurunan debit terjadi pada sejumlah sungai yang menjadi sumber air baku, antara lain Sungai Cisadane, Cidurian, dan Cimanceuri.
Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap proses produksi dan distribusi air yang sangat bergantung pada ketersediaan debit air baku. Meski menghadapi keterbatasan akibat faktor alam, PERUMDAM TKR tetap berupaya mempertahankan pelayanan kepada masyarakat, dengan mendistribusikan air bersih menggunakan mobil tangki menjadi jalur pelayanan alternatif bagi wilayah yang mengalami kekurangan suplai.
Direktur Utama PERUMDAM TKR mengungkapkan bahwa musim kemarau dan menurunnya debit air baku menjadi tantangan bagi pelayanan.
Ia mengatakan “kami tetap berkomitmen memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat melalui optimalisasi produksi, termasuk penyiagaan mobil tangki di wilayah terdampak, setiap hari kami pantau kondisi dilapangan, kami juga berkoordinasi dengan FORKOPIMDA Kabupaten Tangerang untuk penanganan daerah-daerah yang membutuhkan bantuan air bersih selama kekeringan berlangsung”.
Sementara itu, berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak musim kemarau tahun ini diprediksi terjadi pada Agustus 2026 dan di sebagian wilayah berlanjut hingga September 2026. Kondisi tersebut sejalan dengan Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis BMKG Dasarian I September 2026 yang menempatkan Kabupaten Tangerang dalam kategori “Awas” kekeringan meteorologis.
PERUMDAM TKR akan terus memantau kondisi sumber air baku dan mengoptimalkan langkah penanganan di lapangan. Selama kondisi kekeringan berlangsung, armada tangki air bersih akan tetap disiagakan sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan akses air bersih bagi masyarakat. (Adv)
Gubernur Andra Soni Sinergi dengan APERSI untuk Penuhi Kebutuhuan Rumah Masyarakat
detakbanten.com BANTEN - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten memperkuat sinergi dengan pengembang perumahan guna memenuhi kebutuhan rumah, khususnya bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Upaya ini diwujudkan melalui kolaborasi dengan Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (DPD APERSI) Banten.
"Alhamdulillah, hari ini kami menerima audiensi dengan DPD Apersi Banten," ujar Gubernur Banten, Andra Soni, di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Selasa (8/9/2026).
Audiensi tersebut membahas berbagai isu terkait perumahan dan permukiman. Gubernur Andra soni menekankan bahwa penyediaan perumahan merupakan tugas pemerintah yang membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.
"Banyak hal yang disampaikan, tetapi intinya adalah harapan kita untuk saling bersinergi. Perumahan dan permukiman ini menjadi salah satu tugas penting pemerintah," tambahnya.
Gubernur Andra soni menjelaskan, angka kebutuhan rumah (backlog) di Banten masih cukup tinggi. Hal ini tak lepas dari posisi Banten sebagai wilayah urban.
Persoalan ini, lanjutnya, menjadi pekerjaan rumah bersama. Pemprov Banten berharap pemerintah pusat segera memberikan kepastian terkait aturan Lahan Sawah Dilindungi (LSD). Kepastian ini krusial mengingat Banten merupakan kawasan permukiman penyangga ibu kota.
"Kami sepakat untuk saling bersinergi, mendukung, dan bersama-sama menciptakan iklim industri perumahan dan permukiman di Provinsi Banten yang lebih baik ke depannya," tegas Andra soni.
Sementara itu, Ketua DPD Apersi Banten, Anto Distanto, menyatakan bahwa audiensi ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama dalam menyediakan perumahan bagi MBR.
"Semoga ke depan kita bisa lebih bersinergi di tingkat kabupaten/kota," kata Anto. (Zal)










































