Bangku dan Meja di SDN Ciputat 01 Banyak Yang Rusak, Siswa Belajar Diatas Ubin

Meja dan bangku rusak di SDN Ciputat 01. Meja dan bangku rusak di SDN Ciputat 01.

Detakbanten.com, TANGSEL - Siswa SDN Ciputat 01 sempat melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dengan cara lesehan alias belajar diatas ubin. Hal itu dikarenakan bangku dan meja di ruang kelas sekolah tersebut banyak yang rusak.

Rumli, guru kelas 6 SDN Ciputat 01, menjelaskan, pasca pandemi Covid-19, pemerintah sudah membolehkan semua sekolah melakukan PTM.

"Setelah adanya pandemi ini pelaksanaan belajar sebenarnya sudah seratus persen, cuma bangkunya kurang karena banyak yang rusak," katanya kepada wartawan, Kamis (12/5/2022).

Meski begitu, tidak semua kelas menggelar PTM dengan cara duduk di ubin, hanya beberapa kelas di lantai atas gedung sekolah tersebut. Siswa belajar diatas ubin dilakukan agar semua dapat belajar dan bertemu dengan guru secara langsung.

"Kalau sekarang mengantisipasinya untuk seratus persen itu ya lesehan dulu. Itu untuk yang kelas atas. Karena kalau digunakan dua shift itu lebih capek gurunya," ungkapnya.

Rumli menjelaskan, di sekolah SDN 01 Ciputat itu saat ini jumlah bangku dan meja yang mengalami kerusakan cukup banyak, yakni sekitar 150 unit.

"Bangku yang kurang ada lima lokal. Kelas atas rata-rata itu ada tujuh belas meja dan bangku, kalau muridnya ada dua puluh sembilankan, berarti kurang. Jadi kalau rata-rata ada tiga puluh, berarti total yang kurang sekitar seratus lima puluh bangku," jelasnya.

Dia bilang, terkait adanya kerusakan bangku dan meja sekolah yang rusak itu, saat ini kepala sekolah sudah melaporkan ke pihak terkait agar secepatnya mendapatkan bantuan.

"Kepala sekolah sudah mengajukan, cuma kan lama juga ya prosesnya," bebernya.

Rumli berharap saat tahun ajaran baru mendatang, bangku dan meja sekolah yang rusak itu sudah bisa diganti. Hal ini agar siswa yang mengikuti pendidikan dapat melaksanakan proses belajar dengan baik efektif.

"Mudah-mudahan sih nanti pas tahun ajaran baru sudah dapat kursi yang baru, agar siswa bisa belajar efektif." tandasnya. (Raf/Pai)

Go to top