Ada Kesan Semrawut di Area Tugu Pamulang Tangsel, Begini Kata Pendiri Kampus Unpam

Tugu Pamulang dengan segala kondisi yang ada di kawasan tersebut. Tugu Pamulang dengan segala kondisi yang ada di kawasan tersebut.

detakbanten.com, TANGSEL - Tugu Pamulang di Kota Tangsel baru saja diresmikan oleh Gubermur Banten Wahidin Halim. Namun di sekitar tempat berdirinya tugu tersebut, terdapat ragam aneka tempat usaha. Mulai dari usaha dagang makanan, bengkel motor, toko modern, dan berbagai usaha lainnya.

Pantauan dilokasi sekitar tugu senilai Rp 700 juta tersebut, arus lalulintas yang melintas di bunderan Pamulang tak pernah sepi. Sementara pada bagian lainnya, nampak bentangan kabel saling menjuntai dari tiang satu ke tiang lainnya hingga menimbulkan kesan semrawut.

Kesan kawasan sekitar Tugu Pamulang semrawut, juga diungkapkan oleh pemilik yayasan Sasmita Jaya Pamulang, Darsono. Pendiri Universitas Pamulang (Unpam) itu menyebutkan, untuk menambah estetika kawasan tugu, harus ada penataan di wilayah terutama di Pamulang.

"Ini yang kelihatannya semrawut, kumuh, padahal di belakangnya ada kampus yang besar. Kemudian tugu kita juga sekarang kan sudah indah, ngak kaya kemarin. Barangkali lebih baik background dibelakangnya juga tertata rapi, indah, sesuai filosofi Tangsel yang cerdas dan religius," kata Darsono di Pamulang, Sabtu (8/2/2022).

Untuk mewujudkan filosofi Tangsel tersebut, Darsono juga mengaku akan berkontribusi untuk bersama-sama menata kawasan sekitar Tugu Pamulang. Menurutnya, Tangsel harus siap menyongsong perkembangan kota terlebih dengan adanya migrasi yang luar biasa di Kota Tangsel.

"Tentunya fasilitas dan infrastrukturnya itu kan harus tertata juga," ungkapnya.

Bahkan dalam mendukung penataan wilayah Pamulang agar sesuai dengan estetika kota, Darsono akan menyerahkan lahan yang berada di depan kampus Unpam untuk di serahkan ke Pemkot Tangsel sebagai sarana Fasos-Fasum bagi masyarakat. Bahkan, untuk pembebasannya, dia pun siap membantu untuk biaya pembebasannya.

"(Rencananya) kita serahkan ke pemkot aja. Jadi kita hanya membantu untuk pembiayaan pembebasannya aja. Dan kita usulkan untuk taman kota, nanti yang ngatur sepenuhnya adalah Pemda. Jadi bukan milik saya, tapi milik Pemda. Jadi benar-benar kita serahkan untuk fasum, karena tidak sesuai dengan situasi sekarang," pungkasnya. (Dra)

 

 

Go to top