13.000 Jiwa Diselamatkan, Penyelundupan Cartridge Vape Isi Etomidate Berhasil Digagalkan

detakbanten.com BATAM - Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai berhasil membongkar jaringan penyelundupan narkotika internasional yang menyelundupkan cartridge vape berisi cairan etomidate dari Malaysia melalui jalur laut di Kota Batam, Kepulauan Riau. Dalam operasi gabungan yang dilakukan di empat lokasi pada Selasa (28/7), Tim Gabungan mengamankan enam orang tersangka beserta sejumlah barang bukti narkotika.

Pengungkapan kasus ini berawal dari informasi intelijen terkait masuknya barang ilegal melalui jalur laut. Berdasarkan informasi tersebut, petugas melakukan penggerebekan di empat lokasi berbeda dan mengamankan enam tersangka berinisial BAP, ED, NC, TFS, AJ, dan DA. Sementara itu, dua warga negara asing berinisial SL dan WKC yang diduga sebagai pemasok utama masih dalam pengejaran.

Modus yang digunakan sindikat ini tergolong baru. Mereka menyelundupkan cairan serta cartridge vape berisi etomidate asal Malaysia melalui jalur "pelabuhan tikus". Untuk menghindari deteksi petugas, barang tersebut disembunyikan di dalam kemasan makanan ringan. Cartridge vape juga dikemas ulang menggunakan alat press plastik sehingga menyerupai produk makanan ringan.

"Ini bentuk penyamaran yang sangat rapi. Tujuannya jelas, untuk mengelabui petugas dan diedarkan ke masyarakat umum, khususnya anak muda," ujar Deputi Pemberantasan BNN RI, Irjen. Pol. Dr. Aswin Sipayung, S.I.K., M.H.

Dari operasi tersebut, petugas menyita 170 cartridge vape berisi cairan etomidate, 12 botol vial etomidate, 1.076,18 gram serbuk MDMA, 50 gram sabu, 10 butir ekstasi, 86 butir happy five, 25,6 gram ketamin, serta 88 unit perangkat vape dan peralatan pengemasan. BNN memperkirakan pengungkapan kasus ini telah menyelamatkan sekitar 13.964 jiwa dari potensi penyalahgunaan narkotika, dengan total nilai ekonomi barang bukti yang disita ditaksir mencapai Rp5,1 miliar.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Undang-Undang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal pidana mati atau penjara seumur hidup. BNN juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap peredaran vape dan cairan vape yang tidak jelas asal-usulnya karena etomidate merupakan zat yang dilarang dan berbahaya, yang dapat menyebabkan hilangnya kesadaran secara tiba-tiba hingga berisiko fatal.

BNN bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menegaskan akan terus memperkuat pengawasan di wilayah perbatasan dan pelabuhan untuk memutus rantai peredaran narkotika. (Zal)


#warondrugsforhumanity
*BIRO HUMAS DAN PROTOKOL BNN*

Peringati HANI 2026, BNN Tegaskan Komitmen Membangun Generasi Emas

Peringati HANI 2026, BNN Tegaskan Komitmen Membangun Generasi Emas

detakbanten.com BOGOR - Badan Narkotika Nasional (BNN) memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2026 di Balai Besar Rehabilitasi BNN, Bogor, Jawa Barat, pada Kamis (23/7). Mengusung tema "Membangun Generasi Sehat, Cerdas, dan Kuat Melalui Gerakan ANANDA BERSINAR Menuju Indonesia Emas 2045", peringatan HANI 2026 menjadi momentum untuk mempertegas komitmen pemerintah bersama seluruh elemen bangsa dalam melindungi dan membangun generasi yang unggul serta berdaya saing sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

Peringatan HANI yang secara global diperingati setiap 26 Juni, pada tahun ini diselaraskan dengan peringatan Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli 2026. Momentum tersebut menegaskan bahwa perlindungan anak dari ancaman penyalahgunaan narkotika merupakan investasi strategis bagi masa depan bangsa. Sejalan dengan hal tersebut, BNN terus menguatkan Gerakan ANANDA BERSINAR (Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkotika) sebagai gerakan nasional yang menempatkan anak sebagai pusat perhatian dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika melalui penguatan peran keluarga, satuan pendidikan, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.

Sebagai wujud nyata komitmen pemerintah dalam memperkuat perlindungan anak dari ancaman narkotika, pada Puncak Peringatan HANI 2026 secara resmi diluncurkan Gerakan ANANDA BERSINAR oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia, Djamari Chaniago, bersama Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto, dengan didampingi oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas, Menteri Ekonomi Kreatif, Kepala Staf Presiden RI, Wakil Jaksa Agung RI, Kepala BPJPH, dan Kabareskrim POLRI. Peluncuran gerakan nasional tersebut menjadi tonggak penguatan kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem yang aman dan bebas dari narkotika bagi anak Indonesia melalui sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, keluarga, satuan pendidikan, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.

Melalui Gerakan ANANDA BERSINAR, BNN mengedepankan pendekatan pencegahan yang komprehensif dan berkelanjutan dengan menanamkan nilai-nilai hidup sehat, karakter positif, serta ketahanan diri anak sejak usia dini. Gerakan ini diwujudkan melalui berbagai program edukasi, kampanye, dan pemberdayaan yang mendukung tumbuh kembang anak agar terhindar dari penyalahgunaan narkotika.

Sebagai bentuk nyata komitmen negara dalam memerangi kejahatan narkotika, Puncak Peringatan HANI 2026 turut diisi dengan pemusnahan barang bukti narkotika hasil pengungkapan kasus oleh BNN yang dilakukan secara simbolis oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia, Kepala BNN RI, beserta jajaran Menteri kabinet Merah Putih yang hadir dalam Peringatan HANI 2026. Kegiatan tersebut menjadi simbol ketegasan negara dalam memutus mata rantai peredaran gelap narkotika sekaligus memastikan barang bukti yang berhasil disita dimusnahkan secara akuntabel sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pada kesempatan yang sama, BNN juga menampilkan hasil pengungkapan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang berasal dari kejahatan narkotika senilai Rp165 miliar. Pengungkapan TPPU tersebut menjadi bukti bahwa pemberantasan narkotika tidak hanya berfokus pada penangkapan pelaku dan penyitaan barang bukti, tetapi juga menyasar aliran dana serta aset hasil kejahatan guna memutus sumber pendanaan jaringan narkotika. Dengan mengedepankan strategi follow the money, BNN terus memperkuat upaya memiskinkan sindikat narkotika sebagai bagian dari pemberantasan yang menyeluruh.

Melalui peringatan HANI Tahun 2026, BNN menegaskan bahwa perang melawan narkotika merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan sinergi seluruh elemen bangsa. Penguatan upaya pencegahan melalui Gerakan ANANDA BERSINAR yang diiringi dengan penegakan hukum secara tegas, termasuk pemiskinan sindikat melalui pengungkapan TPPU, menjadi strategi yang saling melengkapi dalam melindungi masyarakat dari ancaman narkotika. Dengan kolaborasi pemerintah, keluarga, dunia pendidikan, dunia usaha, media, komunitas, dan masyarakat, BNN optimistis Indonesia mampu mencetak generasi unggul yang menjadi penggerak kemajuan bangsa sekaligus mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045. (Zal)


#warondrugsforhumanity
*BIRO HUMAS DAN PROTOKOL BNN*

Operasi Saber 2026, BNN Ungkap Kasus di Berbagai Wilayah Indonesia

Operasi Saber 2026, BNN Ungkap Kasus di Berbagai Wilayah Indonesia

detakbanten.com JAKARTA – Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) berhasil mengungkap sejumlah kasus tindak pidana narkotika melalui Operasi Sapu Bersih Narkoba (Ops. Saber Bersinar) yang dilaksanakan di berbagai wilayah Indonesia, meliputi Sumatera Utara, Kalimantan Timur, Jakarta, Sumatera Barat, Aceh, Sulawesi, Jawa Timur, Riau, hingga Kepulauan Riau. Pengungkapan tersebut merupakan hasil sinergi BNN RI bersama Kepolisian Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta instansi terkait lainnya dalam upaya pemberantasan jaringan peredaran gelap narkotika nasional maupun lintas negara.

Terima Kunjungan BNN Provinsi Banten, Gubernur Andra Soni Sebut Upaya Tingkatkan Kesadaran  Bahaya Narkotika

Terima Kunjungan BNN Provinsi Banten, Gubernur Andra Soni Sebut Upaya Tingkatkan Kesadaran Bahaya Narkotika

KOTA SERANG, detakbanten.com - Gubernur Banten Andra Soni menerima kunjungan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Banten di Ruang Kerja Gubernur, KP3B Curug, Kota Serang, Kamis (17/4/2025). Bahas sinergi dan kolaborasi untuk menekan angka peredaran dan penggunaan narkotika di kalangan generasi muda.

BNN Pusat Amankan Empat Tersangka Warga Tanjungbalai

BNN Pusat Amankan Empat Tersangka Warga Tanjungbalai

detakbanten.com Tanjungbalai (Sumut)- Badan Narkotika Nasional (BNN) mengamankan empat tersangka warga Tanjungbalai dan melakukan penggerebekan di dua lokasi di Kota Tanjungbalai, Kamis (23/1/2025).

Koordinator Rehabilitasi BNN Kota Tangsel, drg. Vinna Tauria.

Gegara Narkoba, 23 Orang Warga Pamulang Jalani Rehab di BNN Tangsel, Kapok?

detakbanten.com, TANGSEL-Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), mencatat ada 23 orang dari Kecamatan Pamulang, menjadi korban penyalahgunaan narkotika pada tahun 2023 ini.

Soal Anak Buahnya Ditangkap, Kepala Rutan Jambe Angkat Bicara

Soal Anak Buahnya Ditangkap, Kepala Rutan Jambe Angkat Bicara

Detakbanten.com TANGERANG – Kepala Rumah Tahanan Jambe / (Rutan) Kelas I Tangerang, angkat Akhmad Zaenal Fikri bicara terkait anak buahnya yang terlibat peredaran narkoba jenis ganja, Akhmad Zaenal Fikri berkomitmen untuk mealkukan evaluasi dan penguatan kepada seluruh jajarannya.

BNN Babel Musnahkan Barang Bukti Narkotika Jenis Ganja Sebanyak 15,7 Kg

BNN Babel Musnahkan Barang Bukti Narkotika Jenis Ganja Sebanyak 15,7 Kg

Detakbanten.com, BABEL - Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), memusnahkan barang bukti narkotika jenis Ganja sebanyak 15,7 kilogram, Selasa (31/1/23).

Ini Kata BNN Tangsel: Pecandu Narkoba Tidak Bisa Sembuh, Hanya Pulih

Ini Kata BNN Tangsel: Pecandu Narkoba Tidak Bisa Sembuh, Hanya Pulih

detakbanten.com, TANGSEL - Pecandu narkoba dimungkinkan tidak akan pernah sembuh walaupun sudah mendapat perawatan rehabilitasi.

Kepala BNN Tangsel, Renny Puspita

HANI 2022, BNN Tangsel Sebut Harapannya

detakbanten.com, TANGSEL - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tangerang Selatan mengadakan acara peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) di Kantor Pemerintahan Kota Tangerang Selatan.

Go to top