Pemberangkatan Transmigrasi dari Kab Serang Ditunda Hingga Tahun Depan

Kepala Bidang (Kabid) Transmigrasi pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) kabupaten Serang Program Dadi Suryadi Kepala Bidang (Kabid) Transmigrasi pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) kabupaten Serang Program Dadi Suryadi

detakbanten.com SERANG - Kepala Bidang (Kabid) Transmigrasi pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Serang Dadi Suryadi mengatakan perpindahan penduduk (transmigrasi) pada tahun 2015 tidak ada pemberangkatan, pemberangkatannya kemungkinan pada tahun depan. Hal tersebut dikarenakan dampak dari restrukturisasi organisasi ditubuh Kementerian Pusat.

"Kemungkinan pemberangkatan transmigrasi untuk tahun ini dibarengkan pemberangkatan tahun depan, salah satu daerah di Banten, khususnya kabupaten Serang, yang terkena dampak dari perpindahan penduduk tersebut dikarenakan banyaknya penduduk luar daerah berbondong-bondong datang untuk bekerja di pabrik yang ada di kabupaten Serang yang merupakan kawasan industri. Untuk penduduk di Serang paling banyak ada di dua lokasi, Bojonegara dan sekitarnya, kemudian di area Cikande," Kata Kepala Bidang (Kabid) Transmigrasi pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) kabupaten Serang Program Dadi Suryadi, Selasa (19/05/2015)

Lebih Lanjut Dadi mengatakan, dari data yang di peroleh, masyarakat di kabupaten Serang ada sekitar 390 kepala keluarga yang mendaftar ikut program transmigrasi, dengan berbagai alasan. Namun yang paling utama tentu alasan ekonomi, dengan banyaknya penduduk yang masuk ke kabupaten Serang, mau tak mau masyarakat pribumi kena imbasnya.

"Hal tersebut diperkuat dengan angka pengangguran yang masih tinggi. Yang disayangkan, kendati peminatnya banyak, kuota untuk provinsi Banten khususnya kabupaten Serang tak memadai. Dari data yang diperoleh dua tahun belakangan, kabupaten Serang hanya mendapat kuota 11 sampai 20 kk saja pertahunnya. "Yang paling parah tahun 2014, kuota untuk kabupaten Serang hanya 5 kk saja," jelasnya.

Lebih lanjut Dadi menjelaskan, adanya program transmigrasi ini juga kadang bermasalah. Lokasi tujuan yang tidak sesuai dengan keinginan peserta, membuat beberapa dari mereka memilih pulang kampung. Sedangkan tujuan transmigrasi dalam kurun waktu dua tahun ke belakang, ialah pulau Kalimantan dan Sulawesi, yang notabene masih minim penduduk. Pada umumnya, masyarakat yang ikut program transmigrasi dari kabupaten Serang mayoritas dari kecamatan Ciomas dan Padarincang.

"Saya berharap masyarakat yang ingin mengikuti program transmigrasi harus benar-benar serius dan tidak main - main. Tahun ini yang mendaftar dari Mancak Lebak wangi dan Binuang. Kemarinnya kita sudah sosialisasi dengan peserta 68 orang dari Kesos dan ketua forum Sekdes masing-masing dari 29 kecamatan se kabupaten Serang," harapnya.

 

 

Go to top