Hikmah Dibalik Musibah, Jarin Korban Kebakaran di Mauk Sembuh dari Sakit

Hikmah Dibalik Musibah, Jarin Korban Kebakaran di Mauk Sembuh dari Sakit

Detakbanten.com, MAUK -- Kebakaran yang menghabiskan lima rumah di Kampung Gunung, RT.05/01 Desa Gunung Sari, Kecamatan Mauk pada Minggu, 27 Desember 2020 silam sebuah musibah ujian kepada Korban.

Namun perlu diketahui oleh kita bersama bahwasanya disetiap musibah ada hikmah yang dapat kita ambil.

Seperti yang di alami Jarin (50) begitu namanya dipanggil, salah satu korban kebakaran rumah di Kampung Gunung, Desa Gunung Sari, Kecamatan Mauk. Sebuah peristiwa yang fenomenal di alami Jarin  pada saat terjadi kebakaran pada Minggu, 27 Desember 2020 sekitar jam 7.00 Wib pagi dirinya sedang berada dirumah bersama dua keponakan nya yang masih kecil-kecil.

Pada saat itu diketahui Jarin  sedang mengeluh sakit nyeri di tulang belakangnya dan pergelangan kaki bagian kirinya yang menyebabkan dirinya tak bisa berjalan.

"Mulanya sakit saya ini pada saat saya mengangkat gabah di pabrik gabah di belakang rumah, tiba-tiba kaki bagian kiri saya sakit seperti kejetit gitu (otot terjepit-red), pas dari situlah saya tak bisa berjalan rasanya sakit banget, rasa sakit nya ga nahan terus menerus” ujar Jarin yang kesehariannya bekerja sebagai petani

Lanjut Jarin mengatakan, lama semakin lama rasa sakit di bagian kaki sangat terasa, seketika itu dirinya langsung berobat ke tukang urut. Penjelasan dari tukang urut bahwa Jarin mengalami syaraf kejepit. Dengan keterbatasan ekonomi beban hidup semakin bertambah membuat dirinya kepikiran dengan penyakitnya, apa lagi setelah dirinya mendengar, saat ada kerabatnya yang memberi tahu bahwa ia mengalami stroke ringan.

”Mau berobat medis ke dokter ga punya duit, terpaksa berobat urut saja, saya hanya bisa duduk saja di rumah tak bisa bekerja lagi,” Ungkap jarin 

Tiba-tiba sebuah peristiwa terjadi pada Minggu (27/12/2020) pukul 07.00 Wib pagi telah terjadi kebakaran rumah yang menimpa dirinya bersama rumah keluarga nya yang berdempetan. Saat itu, ia tengah bersantai di depan rumah sambil mengurut kakinya yang sakit. Sementara, asap hitam sudah mengepung di dalam kamarnya. Teriakkan para tetangga membuatnya panik.

Ia masih mendengar samar-samar adiknya Sahrudin berteriak mencari dua anaknya yang tak terlihat dalam kebakaran tersebut. Padahal, dua keponakannya masih asyik menonton televisi di ruang tengah. Menghiraukan rasa sakit di kakinya, Jarin tiba-tiba langsung bangkit. Dengan sekejap, ia menggendong dua keponakannya ke luar dari kobaran api yang sudah besar.

”Saya bawa Arul (keponakan saya -red) dan adiknya dari ruang tengah. Saya waktu itu sontak panik harus menyelamatkan kedua keponakan saya. dengan reflek saya terbangun lari menggendong kedua keponakan saya keluar rumah hingga jauh menyelamatkan keponakan saya dari kobaran api," Terang nya

Sesampai jauh dari rumah kebakaran bersama keponakan nya Jarin langsung terduduk lemas karena sok dengan kejadian rumahnya yang terbakar. Seketika itu dirinya sadar jika dirinya bisa berjalan bahkan berlari mengendong keponakan nya

"nggak merasa sakit, yang penting keponakan saya selamat,” Ucapnya saat ditemui, Selasa, 12/1/2021

Dari kejadian ini, kita semakin banyak belajar seberapa besar kedahsyatan Allah SWT kepada hambanya yang terpuji. Ketika sakit, Jarin semakin memperbanyak doa dan memohon pertolongan supaya diangkat penyakit oleh Allah SWT merupakan bagian yang tak terpisahkan dari seorang hamba yang terpuji, hingga akhirnya Jarin sembuh di saat yang tak terduga.

Go to top