120 Warga Binaan Bebas melalui Remisi di HUT Ke-81 RI

detakbanten.com BANTEN - Sebanyak 120 orang warga binaan mendapatkan remisi umum II dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, memberikan bantuan pendamping kepada para warga binaan agar mereka siap menjalani kehidupan yang mandiri dan diterima kembali di tengah masyarakat.

“Sejalan dengan perayaan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, pemerintah memberikan remisi kepada warga binaan pemasyarakatan yang telah mengikuti pembinaan dengan baik,” ungkap Andra Soni pada Penyerahan Remisi Umum bagi Narapidana dan Pengurangan Masa Pidana Umum Bagi Anak Binaan dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA, Kota Serang, Senin (17/8/2026).

“Apresiasi kepada Kantor Wilayah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Provinsi Banten beserta seluruh jajaran lapas dan rutan atas dedikasi dalam melaksanakan pembinaan, menjaga keamanan, serta mempersiapkan warga binaan agar mampu kembali ke tengah masyarakat,” katanya menambahkan.

Menurut Andra Soni, remisi bukan hanya pengurangan masa menjalani pidana, tetapi bentuk penghargaan negara atas perubahan proses perilaku, kedisiplinan, dan kesungguhan untuk memperbaiki diri. Ia meminta para penerima remisi agar mempersiapkan diri untuk kembali ke masyarakat dengan menjalani hidup secara mandiri.

“Kepada seluruh warga binaan yang menerima remisi, agar mensyukuri kesempatan ini. Menjadikannya sebagai motivasi untuk terus mengikuti proses pembinaan dengan sungguh-sungguh, serta mempersiapkan diri untuk kembali ke tengah keluarga dan masyarakat sebagai pribadi mandiri, dan bertanggung jawab,” ungkapnya.

Andra Soni juga memberikan apresiasi kepada keluarga warga binaan yang terus memberikan dukungan dan doa. Dukungan dari keluarga sangat penting agar mereka terus merasa didampingi selama proses pembinaan.

“Selamat Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Mari kita terus menjaga persatuan, menjunjung Pancasila, dan bersama-sama membangun Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Banten Lili mengatakan, pemberian remisi pada momentum ini bukan semata mengurangi masa pidana. Remisi adalah bagian penting dari proses pembinaan yang telah menunjukkan perubahan positif selama menjalani proses pidana.

“Setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah dan memperbaiki diri,” tegasnya.

Lili juga memaparkan beberapa program pembinaan yang dilakukan di lembaga pemasyarakatan. Di antaranya melakukan pelatihan peternakan ayam petelur, pembuatan paving, pembuatan beton, pembuatan serbuk minuman jahe merah, serta kerajinan sepatu. Program itu diharapkan menjadi bekal keterampilan dan kepercayaan diri warga binaan untuk kembali ke masyarakat.

Sebagai informasi berdasarkan Keputusan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia dari 9.574 warga binaan di Provinsi Banten, sebanyak 6.002 warga binaan mendapatkan remisi umum I. Sebanyak 35 anak binaan mendapatkan pengurangan masa pidana umum I. Sebanyak 120 warga binaan mendapatkan remisi umum II atau langsung bebas. Serta satu anak binaan mendapatkan pengurangan masa pidana umum II.

Dalam kesempatan itu, Andra Soni juga mendapatkan cinderamata karya warga binaan berupa lukisan potret diri dan alat musik gitar. Gubernur juga berkesempatan meninjau galeri workshop warga binaan. (Zal)

Upacara HUT ke-81 RI di Tangsel, Julham Serukan Persatuan dan Kedaulatan Rakyat

detakbanten.com TANGSEL-Anggota DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Julham Firdaus, dipercaya menjadi inspektur upacara dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia (RI) yang digelar di Lapangan Sepak Bola Tiga Berlian, Kampung Pondok Sentul, Kelurahan Ciater, Kecamatan Serpong, Senin (17/8/2026).

Upacara yang berlangsung khidmat tersebut diikuti ratusan peserta dari berbagai unsur masyarakat. Mereka terdiri dari pelajar, tokoh masyarakat, ketua lingkungan, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan (ormas), serta sejumlah guru dari berbagai wilayah di Kecamatan Serpong.

Dalam amanatnya, Julham menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah mengikuti upacara peringatan HUT ke-81 RI. Politisi Partai Demokrat itu juga mengajak masyarakat untuk mengisi kemerdekaan dengan menjaga persatuan, demokrasi, serta kedaulatan rakyat.

"Sebagai perwakilan pemerintah Kota Tangsel, saya mengucapkan terima kasih sedalam-dalamnya kepada seluruh warga. Masyarakat dari tujuh kecamatan di Tangsel benar-benar menjaga demokrasi, menjaga kedaulatan, dan menjaga kebersamaan hingga kita bisa mengikuti upacara HUT ke-81 RI," kata Julham.

Menurutnya, memasuki usia 81 tahun kemerdekaan Indonesia, masyarakat harus mampu memberikan ruang bagi generasi muda dan lintas generasi untuk ikut menentukan masa depan daerah.

"Di usia yang sudah ke-81 tahun ini, waktunya Ibu Pertiwi tenang dan menikmati masa tuanya. Kita sebagai rakyat Indonesia, generasi muda dan lintas generasi, mari isi kemerdekaan ini dengan hati dan pikiran yang bersih," ungkapnya.

Julham juga menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan di Kota Tangsel. Ia menilai semangat kemerdekaan harus diwujudkan melalui pemerataan pelayanan, pendidikan, pekerjaan, serta kesejahteraan masyarakat.

Ia mengatakan, sejak memisahkan diri dari Kabupaten Tangerang dan menjadi daerah otonom, Tangsel memiliki tanggung jawab untuk memastikan manfaat pembangunan benar-benar dirasakan seluruh masyarakat.

"Percepatan pelayanan harus dirasakan secara merata di Kota Tangsel. Hak mendapatkan penghasilan, pekerjaan dan pendidikan harus merata dan tidak boleh tebang pilih. Hasil penghasilan harus kembali kepada masyarakat Tangsel. Itu salah satu cita-cita kita ketika memisahkan diri dari Kabupaten Tangerang," tegasnya.

Sebagai anggota DPRD Tangsel, Julham menyatakan akan berpegang teguh pada sumpah dan kode etik anggota DPRD untuk mengawal serta memperjuangkan aspirasi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan pesan khusus mengenai peran generasi muda dalam menentukan arah pembangunan Tangsel.

"Tidak ada rasa bangga dan haru di hati dan pikiran saya kecuali saya mewakili kaum pemuda lintas generasi. Pemuda Tangsel berhak mengelola aset Tangsel," ujarnya.

Julham menilai pembangunan tidak cukup hanya diwujudkan melalui program dan retorika. Menurutnya, setiap program harus benar-benar direalisasikan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Sudah cukup kita dengan retorika. Sudah cukup dengan program-program yang begitu baik dan bagus, tetapi minim realisasi," katanya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk terus memberikan dukungan kepada generasi muda asli Tangsel agar memiliki kesempatan memimpin dan mengelola daerahnya sendiri.

"Saya sebagai putra daerah asli Tangsel mengajak bapak dan ibu semua, doakan kami, beri kami jalan. Bahwa kami, putra-putri bapak dan ibu semua, bisa memimpin tanah kelahirannya sendiri," jelasnya.

Julham juga menyinggung makna kedaulatan rakyat. Menurutnya, kedaulatan harus dimaknai sebagai kesempatan masyarakat untuk ikut mengelola, merasakan, dan menikmati hasil pembangunan daerah.

"Tadi kita mendengar kata daulat. Daulat adalah bagaimana kembali kepada kita. Kita yang mengelola, kita yang merasakan dan kita yang menikmati," tuturnya.

Ia turut mengapresiasi para pemimpin Tangsel dari masa Airin Rachmi Diany hingga kepemimpinan Benyamin Davnie dan Pilar Saga Ichsan. Namun, Julham mengajak masyarakat untuk menatap masa depan dengan semangat perjuangan dan pikiran positif.

"Mulai dari tanah Kampung Pondok Sentul, Ciater, mari kita kibarkan perjuangan dengan semangat dan pikiran positif. Kita ambil kekuasaan Tangsel ke depan. Ini adalah daulat rakyat, ini adalah demokrasi," tegasnya.

Julham juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Tangsel yang berasal dari berbagai suku dan latar belakang. Menurutnya, keberagaman tersebut menjadi kekuatan dalam membangun Kota Tangsel.

"Kita berterima kasih kepada suku Jawa, Sunda, Aceh, Bali dan seluruh masyarakat yang ada di Tangsel. Mereka membawa ilmu, ciri khas, hati dan pikiran. Bagaimana ketika mereka menjadi warga Tangsel, mereka bisa berpartisipasi," ujarnya.

Rangkaian peringatan HUT ke-81 RI di Kampung Pondok Sentul kemudian ditutup dengan pemberian medali dan penghargaan kepada para petugas Paskibraka. Kegiatan dilanjutkan dengan jalan sehat bersama warga.

Caption : Julham Firdaus berikan piagam dan pengalungan kepada petugas Paskibraka usai melaksanakan pengibaran bendera pada peringatan HUT ke 81 RI di Lapangan Sepakbola Tiga Berlian, Ciater, Serpong.

DPRD Tangsel Soroti Perlindungan Pekerja Informal, Raperda Jaminan Sosial Disiapkan

DPRD Tangsel Soroti Perlindungan Pekerja Informal, Raperda Jaminan Sosial Disiapkan

detakbanten.com TANGSEL-DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mendorong penguatan perlindungan bagi pekerja rentan dan pekerja sektor informal melalui pembentukan Peraturan Daerah (Perda) tentang Penyelenggaraan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

Anggota DPRD Kota Tangsel, Ricky Yuanda Bastian, mengatakan Pemkot Tangsel selama ini telah menunjukkan komitmen dalam memberikan perlindungan sosial ketenagakerjaan, khususnya bagi masyarakat yang bekerja di sektor rentan dan informal.

Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui pembiayaan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan untuk program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

“Pemkot Tangsel sebelumnya telah menunjukkan komitmen dalam penyelenggaraan perlindungan sosial ketenagakerjaan, khususnya bagi pekerja rentan dan pekerja sektor informal,” kata Ricky saat menjelaskan Raperda Penyelenggaraan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di ruang rapat paripurna DPRD, Selasa (18/8/2026).

Selain pembiayaan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, Pemkot Tangsel juga mengembangkan Program Jaga Salira yang mengedepankan semangat gotong royong serta partisipasi masyarakat dan aparatur sipil negara dalam mendukung perlindungan pekerja rentan.

Upaya tersebut kemudian diperkuat melalui Peraturan Wali Kota Tangsel Nomor 6 Tahun 2025 tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi Pekerja Rentan dan Miskin.

Ricky menjelaskan, regulasi tersebut menjadi salah satu dasar Pemkot Tangsel dalam memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada masyarakat yang masuk kelompok pekerja rentan dan miskin.

Dalam pelaksanaannya, Pemkot Tangsel melalui Dinas Sosial telah melakukan pendataan dan verifikasi terhadap calon penerima manfaat. Hingga Agustus 2025, tercatat sebanyak 2.500 pekerja rentan telah menjadi penerima manfaat program jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Data tersebut menunjukkan bahwa Pemkot Tangsel telah memiliki pengalaman dan dasar pelaksanaan dalam memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada pekerja rentan,” ujarnya.

Meski demikian, DPRD menilai perkembangan kebutuhan masyarakat dan semakin kompleksnya persoalan ketenagakerjaan membutuhkan penguatan dari sisi regulasi.

Saat ini, penyelenggaraan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja rentan dan sektor informal masih mengacu pada peraturan wali kota. Karena itu, DPRD memandang perlu adanya regulasi dengan kedudukan hukum yang lebih kuat melalui Perda.

Menurut Ricky, Perda diperlukan untuk memberikan kepastian hukum sekaligus menjamin keberlanjutan program perlindungan sosial ketenagakerjaan di Kota Tangsel.

“Peningkatan status regulasi menjadi Peraturan Daerah diperlukan untuk memberikan kepastian hukum sekaligus menjamin keberlanjutan penyelenggaraan program jaminan sosial ketenagakerjaan di Kota Tangerang Selatan,” jelasnya.

Ia mengatakan, Perda memiliki posisi strategis karena dibentuk bersama oleh DPRD dan kepala daerah. Regulasi tersebut nantinya diharapkan mampu mengatur penyelenggaraan jaminan sosial ketenagakerjaan secara lebih komprehensif, terarah, dan terintegrasi.

DPRD juga menyoroti pentingnya memperluas cakupan kepesertaan. Kelompok pekerja rentan dan pekerja informal yang belum mendapatkan perlindungan diharapkan dapat terakomodasi melalui regulasi baru tersebut.

Selain perluasan kepesertaan, Raperda akan mengatur mekanisme pendataan dan verifikasi penerima manfaat. Hal itu dinilai penting agar program perlindungan pemerintah benar-benar diterima masyarakat yang memenuhi kriteria.

Aspek pembiayaan juga menjadi perhatian. Ricky menyebut mekanisme pembiayaan perlu diatur secara jelas agar pelaksanaan program memiliki dasar yang dapat dipertanggungjawabkan serta berjalan transparan.

“Perlu penguatan koordinasi antarperangkat daerah dalam penyelenggaraan program jaminan sosial ketenagakerjaan, termasuk pengawasan dan evaluasi agar pelaksanaannya efektif, transparan, dan akuntabel,” tuturnya.

DPRD berharap pembentukan Perda tersebut tidak berhenti pada aspek regulasi, tetapi menjadi instrumen untuk memperluas perlindungan bagi masyarakat pekerja. Dengan begitu, pekerja rentan dan sektor informal memiliki akses perlindungan yang lebih baik ketika menghadapi risiko kecelakaan kerja maupun kematian.

Ricky menegaskan, Raperda Penyelenggaraan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan merupakan bentuk ikhtiar bersama DPRD dan Pemkot Tangsel dalam memperkuat perlindungan sosial bagi masyarakat pekerja.

“Rancangan Peraturan Daerah ini disusun sebagai bentuk ikhtiar bersama antara DPRD dan Pemerintah Kota Tangerang Selatan dalam memperkuat perlindungan sosial bagi masyarakat pekerja,” katanya.

Ia menambahkan, pembahasan Raperda perlu dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Masukan dari pihak terkait dinilai penting agar regulasi yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan dapat diterapkan secara efektif.

Dengan adanya Perda nantinya, DPRD berharap penyelenggaraan jaminan sosial ketenagakerjaan di Tangsel memiliki sistem yang lebih kuat, tepat sasaran, terintegrasi, dan berkelanjutan. Regulasi tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan perlindungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pekerja di Tangsel.

 

Meriahkan HUT ke-81 RI di Banten, Warga dan Gubernur Andra Soni Balap Karung

detakbanten.com KAB. SERANG - Gubernur Banten Andra Soni ikut memeriahkan perlombaan balap karung dalam rangka HUT ke-81 Republik Indonesia (RI) yang dilaksanakan oleh masyarakat Kampung Cipicung, Desa Cisitu, Kecamatan Ciomas Kabupaten Serang, Senin (17/8/2026). Warga sangat antusias mengikuti dan menyaksikan perlombaan.

Masyarakat yang menyaksikan tampak begitu antusias melihat sosok pemimpin yang mau berbaur dan ikut berpartisipasi dalam perlombaan yang setiap tahun dilaksanakan itu. Sesekali mereka bersorak memberikan semangat kepada Gubernur Andra Soni saat ikut bertanding balap karung.

"Ini baru pertama kali Gubernur Banten ikut dalam perlombaan 17 Agustus yang kami laksanakan setiap tahunnya," kata salah satu warga bernama Aman (46).

Dalam kesempatan itu, Andra Soni memberikan sejumlah bingkisan hadiah perlombaan serta paket sembako kepada masyarakat setempat. Selain itu, Gubernur juga berjanji akan melakukan revitalisasi lapangan warga yang dipakai perlombaan setiap tahun tersebut.

"Masyarakat di sini kalau saya lihat sangat semangat dan kompak, meskipun kondisi lapangannya seadanya," katanya.

Andra Soni juga mengapresiasi atas kekompakan masyarakat. Menurutnya, kekompakan dan persatuan seperti ini harus terus dijaga dan tidak boleh ada pihak lain yang mencoba memecah belah masyarakat.

"Ini merupakan modal dasar kita dalam melakukan berbagai pembangunan," katanya.

Selain balap karung, sejumlah perlombaan tradisional juga diselenggarakan oleh panitia sejak tiga hari lalu, di antaranya estapet tepung, jaga air menggunakan kaki, joged balon dan joget kursi. (Zal)

PERUMDAM TKR: Aliran Air di Kosambi Barat Sudah Normal

PERUMDAM TKR: Aliran Air di Kosambi Barat Sudah Normal

detakbanten.com KABUPATEN TANGERANG, – Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Kerta Raharja (PERUMDAM TKR) Kabupaten Tangerang memastikan aliran air bersih di wilayah Kosambi Barat kini sudah kembali normal.

Kepastian tersebut disampaikan Direktur Utama PERUMDAM TKR, Sofyan Sapar yang turun langsung ke lokasi, setelah tim teknis PERUMDAM TKR melakukan serangkaian pemeriksaan dan penanganan secara intensif terhadap jaringan distribusi air di wilayah tersebut.

Meski aliran air telah kembali normal, tim teknik PERUMDAM TKR masih melakukan pemantauan di lapangan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tekanan air tetap stabil dan pelayanan kepada masyarakat berjalan dengan baik.

Sofyan mengatakan, peninjauan dilakukan untuk melihat perkembangan pemulihan sekaligus memastikan penanganan teknis berjalan maksimal.

Sofyan mengatakan, pemulihan layanan air bersih menjadi perhatian utama perusahaan.

Menurutnya, setelah aliran kembali normal, pemantauan jaringan tetap dilakukan untuk memastikan kondisi distribusi benar-benar stabil.

“Aliran air di Kosambi Barat saat ini sudah kembali normal. Namun, kami tidak berhenti sampai di sini. Tim teknik tetap melakukan pemantauan untuk memastikan tekanan dan distribusi air tetap stabil sampai ke pelanggan,” ujar Sofyan, Senin 17 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, pemantauan dilakukan sebagai langkah antisipasi apabila masih ditemukan penurunan tekanan atau gangguan distribusi pada titik tertentu.

“Kontinuitas pelayanan menjadi komitmen kami. Karena itu, jajaran direksi bersama tim teknis terus mengawal kondisi di lapangan agar pelayanan air bersih kepada masyarakat dapat berjalan optimal,” katanya.

Kehadiran jajaran direksi di lokasi juga menjadi bagian dari upaya PERUMDAM TKR memastikan proses pemulihan berjalan sesuai target dan kebutuhan masyarakat.

Sofyan menyampaikan apresiasi kepada pelanggan di Kosambi Barat yang telah bersabar selama proses penanganan berlangsung.

“Kami berterima kasih kepada masyarakat atas kesabaran dan dukungannya selama proses pemulihan. Kami akan terus berupaya menjaga kualitas dan kontinuitas pelayanan air bersih,” ujarnya.

PERUMDAM TKR memastikan tim teknis masih bersiaga dan melakukan monitoring jaringan secara berkala. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga agar aliran air tetap normal dan pelayanan kepada masyarakat tidak kembali terganggu. (Adv)

Rayakan Kemerdekaan RI Ke-81, Bupati Tangerang Tekankan Semangat Pengabdian Kepada Masyarakat dan Negara

detakbanten.com TANGERANG, – Dalam rangka memperingati hari Kemerdekaan Indonesia Ke-81 yang jatuh pada 17 Agustus, Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Tangerang menggelar rangkaian acara yang sarat makna. Mulai dari tasyakuran spiritual hingga upacara khidmat di pusat pemerintahan.

Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid tekankan momentum tersebut untuk memperkuat semangat pengabdian kepada masyarakat dan negara.

Rangkaian acara dimulai dari tasyakuran bersama masyarakat di Masjid Al-Amjad pada Jumat (14/8) lalu, upacara renungan suci di Taman Makam Pahlawan, Lengkong, Kecamatan Pagedangan, Sabtu (15/8) lalu, pekan olahraga pegawai (POP) hingga puncak upacara pengibaran duplikat Bendera Merah Putih di Lapangan Raden Aria Yudhanegara, Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Tangerang, Senin (17/8).

"Tentunya, itu semua kita lakukan sebagai ungkapan rasa syukur dan penghormatan atas perjuangan para pahlawan, yang telah rela memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dari penjajahan. Tanpa perjuangan mereka, tentunya kita belum tentu bisa merasakan kemerdekaan saat ini, " kata Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid saat memimpin upacara di Lapangan Raden Arya Maulana Yudhanegara, Senin (17/8).

Ia mengajak masyarakat melanjutkan perjuangan para pahlawan melalui kebaikan, menjaga kerukunan, meningkatkan kepedulian sosial, serta mendukung pembangunan daerah. Lanjut Rudi, pada Sabtu (15/8) lalu, upacara renungan suci yang digelar khidmat pukul 00.00 WIB di Taman Makam Pahlawan (TMP) Raden Arya Wangsakara, Kecamatan Pagedangan. Di lokasi itu terbaring 17 pahlawan (4 dari angkatan bersenjata dan 13 dari badan perjuangan).

" renungan suci menegaskan bahwa jasa para pahlawan tidak akan dilupakan. Prosesi dilanjutkan dengan mengheningkan cipta, menabur bunga, dan pembacaan doa yang dipimpin komandan upacara, " ungkapnya.

Pria yang akrab disapa Rudi Maesyal mengatakan, puncak peringatan berlangsung Senin (17/8/2026) pagi di Lapangan Raden Aria Yudhanegara. Dalam upacara pengibaran bendera merah putih yang menjadi kebanggaan Indonesia ini, dihadiri langsung oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala perangkat daerah, serta tokoh agama. Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Quran.

"Peringatan detik-detik Proklamasi ditandai sirine dan tembakan kehormatan sebanyak 17 kali, dilanjutkan pembacaan naskah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Mari kita berdoa sejenak, untuk mendoakan para pahlawan yang telah gugur membela Kemerdekaan Indonesia dan sudah sepatutnya kita bersyukur diberi kesempatan untuk tinggal di wilayah yang indah ini,” ujarnya.

Bupati menyatakan pelaksanaan upacara berjalan baik dan lancar. Momentum kemerdekaan, menurutnya, harus memperkuat semangat pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat. Ia menekankan semangat kemerdekaan diwujudkan melalui peningkatan kinerja dan kualitas pelayanan publik secara bertahap. Tanggung jawab itu, katanya, dipikul bersama mulai dari Forkopimda, perangkat daerah, hingga pemerintahan kecamatan, desa, dan kelurahan

“Alhamdulillah, pelaksanaan pengibaran bendera memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia berjalan baik dan lancar. Momentum ini menjadi semangat bagi kami untuk terus meningkatkan pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat secara maksimal. Semangat kemerdekaan harus terus kita kumandangkan di Kabupaten Tangerang, salah satunya melalui peningkatan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat. Kita bersama-sama melanjutkan perjuangan para pahlawan sesuai dengan perkembangan dan tantangan saat ini,” tegasnya.

Bupati juga mengajak seluruh masyarakat menumbuhkan rasa cinta tanah air serta mendoakan para pejuang. Ia mengapresiasi partisipasi masyarakat dalam perayaan, baik di tingkat kabupaten maupun lingkungan masing-masing, dan berharap semangat kebersamaan terus terjaga demi kemajuan serta kesejahteraan Kabupaten Tangerang.

“Kita semua mengenang dan mendoakan para pejuang serta pahlawan yang telah gugur membela dan memerdekakan Republik Indonesia. Semoga mereka senantiasa mendapatkan tempat yang mulia di sisi Allah SWT,” tuturnya.

Perayaan turut diwarnai penampilan Paduan Suara Gita Swara Tangerang Gemilang dan penyanyi solo yang menambah semarak suasana.

AKP Simon E Simatupang Ajak Grab Jadi Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas di Pematangsiantar

detakbanten.com  Pematangsiantar - Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Pematangsiantar terus memperkuat upaya membangun kesadaran masyarakat untuk menciptakan keamanan, ketertiban, dan keselamatan berlalu lintas.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan aksi keselamatan tertib berlalu lintas bersama mitra Grab yang digelar di depan Aspol, Jalan Sangnaualuh, Kelurahan Siopat Suhu, Kecamatan Siantar Timur, Kota Pematangsiantar.

Kasat Lantas Polres Pematangsiantar AKP Simon E. Simatupang mengatakan, edukasi tersebut merupakan bentuk kepedulian kepolisian terhadap keselamatan masyarakat, khususnya para pengemudi yang setiap hari beraktivitas di jalan raya.

“Pesan yang disampaikan tidak hanya berupa imbauan, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian polisi terhadap keselamatan masyarakat yang setiap hari beraktivitas di jalan raya,” ujarnya, Sabtu (15/8/2026).

Menurutnya, kehadiran polisi di tengah masyarakat bukan semata-mata untuk melakukan penindakan terhadap pelanggaran. Polisi juga memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan, perlindungan, pengayoman, serta edukasi kepada masyarakat.

“Polisi hadir bukan hanya untuk menindak pelanggaran, tetapi juga memberikan edukasi dan mengajak masyarakat bersama-sama menciptakan keselamatan berlalu lintas,” ungkap AKP Simon.

Dia menambahkan, para peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya menerapkan safety riding, mengenali berbagai potensi bahaya di jalan, serta menghindari tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

"Dalam kegiatan itu, personel Sat Lantas memberikan edukasi langsung kepada para pengemudi Grab di Pematangsiantar mengenai pentingnya tertib berlalu lintas dan keselamatan saat berkendara," tandasnya. (ap).

Teks foto: Kaeat Lantas Polres Pematangsiantar, AKP Simon E Simatupang menggelar edukasi keselamatan berlalu lintas dengan pengemudi Grab.

Murid TK Kemala Bhayangkari 09 Tanjungbalai Gelar Berbagai Perlombaan

detakbanten.com Tanjungbalai (Sumut)– Semangat menyambut Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-81 terpancar dari wajah anak-anak TK Kemala Bhayangkari 09 Tanjungbalai. Dengan mengenakan beragam pakaian adat dan kebudayaan, para murid meramaikan Pawai Karnaval Kemerdekaan yang berlangsung meriah pada Sabtu (15/8) pagi.

Pawai dimulai pukul 08.30 WIB dari halaman sekolah di Jalan Jendral Sudirman No. 51, Kecamatan Tanjungbalai Selatan. Rombongan menyusuri rute Jalan Jendral Sudirman menuju titik putar balik di area Pegadaian, melintasi Bundaran DPRD, hingga kembali dan finis di lokasi awal.

Acara ini dihadiri oleh perwakilan Ketua Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Tanjungbalai Ny. Rita E. Sidauruk, Kepala Sekolah Septira Wulandari Alja, M.AP., para jajaran pengurus Bhayangkari, tenaga pendidik, serta orang tua murid yang setia mendampingi putra-putrinya.

Kasubsi PIDM Sihumas Polres Tanjungbalai Ipda M. Ruslan, SIP menyampaikan bahwa Pawai karnaval ini tidak hanya menjadi wadah mengekspresikan kegembiraan anak-anak dalam menyambut HUT RI, tetapi juga untuk menanamkan rasa cinta tanah air sejak dini. Usai pawai, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai perlombaan khas kemerdekaan untuk para murid," ujarnya

Guna memastikan kenyamanan para peserta dan pengguna jalan lainnya, Polres Tanjungbalai menerjunkan personil untuk mengawal dan mengamankan seluruh rute jalannya pawai. Seluruh rangkaian acara berlangsung tertib, aman, dan penuh keceriaan.

Upaya Pulihkan Tekanan Air Terus Dilakukan, PERUMDAM TKR Lakukan Rekayasa Aliran Jaringan Perpipaan

Upaya Pulihkan Tekanan Air Terus Dilakukan, PERUMDAM TKR Lakukan Rekayasa Aliran Jaringan Perpipaan

detakbanten.com TANGERANG - PERUMDAM TKR (Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Kerta Raharja) Kabupaten Tangerang terus mempercepat proses pemulihan layanan air bersih di wilayah Kosambi, Kabupaten Tangerang. Tim teknik lapangan diterjunkan untuk melakukan serangkaian penanganan pada jaringan perpipaan untuk memulihkan aliran sekaligus meningkatkan tekanan air secara bertahap, Sabtu, 15 Agustus 2026.

Penanganan tersebut merupakan tindak lanjut atas gangguan aliran yang sebelumnya dirasakan sebagian pelanggan di wilayah Kosambi. Sejak menerima laporan dan hasil pemantauan di lapangan, PERUMDAM TKR melakukan pemeriksaan secara menyeluruh untuk mengetahui kondisi jaringan sekaligus menentukan langkah teknis selanjutnya.

Sejumlah pekerjaan dilakukan, mulai dari pengecekan valve jaringan perpipaan, pengukuran tekanan awal menggunakan pressure gauge, pelaksanaan test hole, hingga pengecekan aliran pada sejumlah titik jaringan. Tim juga melakukan rekayasa aliran jaringan perpipaan untuk membantu meningkatkan distribusi dan tekanan air menuju wilayah pelayanan terdampak.

Seluruh proses dilakukan secara bertahap dan terukur untuk memastikan pemulihan tidak hanya berlangsung sementara, tetapi dapat menjaga kestabilan distribusi air setelah proses normalisasi selesai.

Berdasarkan pemantauan terbaru di lapangan, air telah kembali mengalir ke wilayah terdampak. Meski demikian, tekanan air di beberapa titik masih berada dalam proses menuju kondisi normal seiring berlangsungnya penyesuaian aliran pada jaringan perpipaan.

PERUMDAM TKR memastikan tim teknik tetap berada di lapangan untuk memantau perkembangan tekanan dan kontinuitas aliran hingga kondisi pelayanan kembali stabil.

PERUMDAM TKR menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi selama proses penanganan. Perusahaan juga mengapresiasi kesabaran serta dukungan masyarakat selama tim melakukan pekerjaan teknis di lapangan.

Dalam proses penanganan, koordinasi turut dilakukan bersama tokoh masyarakat dan unsur wilayah setempat. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam mempercepat penyampaian informasi sekaligus membantu pemantauan kondisi pelayanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

PERUMDAM TKR berkomitmen untuk terus melakukan langkah-langkah teknis yang diperlukan hingga distribusi dan tekanan air kembali stabil. Pemantauan jaringan juga akan dilanjutkan sebagai bagian dari upaya menjaga keandalan pelayanan air bersih bagi masyarakat Kabupaten Tangerang.

Bupati Gerak Cepat Tangani RTLH Korban Puting Beliung di Gunung Kaler, LSM Lesim : Bukti Pemerintah Hadir

detakbanten.com TANGERANG — Respons cepat Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid dalam menangani rumah tidak layak huni (RTLH) milik warga Desa Gunung Kaler, Kecamatan Gunung Kaler, mendapat apresiasi dari Ketua Umum Lembaga Ilmu Hukum Indonesia Bersatu (Lesim), Mursalin.

Diketahui, kunjungan Bupati Maesyal Rasyid ke lokasi RTLH tersebut dilakukan usai dirinya melaksanakan monitoring dan evaluasi persiapan kunjungan kerja Presiden RI Prabowo Subianto yang dijadwalkan pada 15 Agustus 2026.
Sebelumnya, Bupati Tangerang bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan lintas sektoral melaksanakan rapat di Desa Patrasana, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang. Rapat tersebut membahas berbagai persiapan untuk memastikan rangkaian kunjungan kerja Presiden RI dapat berlangsung dengan lancar, tertib dan aman.

Usai agenda tersebut, Bupati Maesyal Rasyid kemudian melanjutkan kegiatan dengan meninjau langsung kondisi RTLH milik pasangan suami istri Rio Febriansyah dan Lelah di Desa Gunung Kaler yang mengalami kerusakan akibat diterjang angin puting beliung.

Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Tangerang tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Dalam kunjungan itu, Bupati didampingi Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang H. Iwan Firmansyah, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Bambang Sapto, Direktur Utama Perumdam, jajaran kecamatan hingga kepala desa.

Mursalin mengapresiasi langkah cepat Bupati Tangerang yang tetap menyempatkan diri melihat kondisi masyarakat setelah menjalankan agenda pemerintahan yang cukup padat.
Menurutnya, respons tersebut menunjukkan bahwa persoalan masyarakat tetap menjadi perhatian pemerintah daerah.

“Begitu menerima laporan dari teman-teman media mengenai kondisi RTLH di wilayah Gunung Kaler dan sekitarnya, Pak Bupati langsung merespons. Setelah melihat langsung kondisi warga, beliau segera memberikan instruksi agar rumah tersebut segera dibangun,” ujar Mursalin.

Ia menilai perhatian tersebut sangat berarti bagi keluarga Rio Febriansyah dan Lelah yang memiliki empat orang anak yang masih berusia kanak-kanak dan balita.

“Kondisinya memang sangat memprihatinkan. Mereka memiliki anak-anak yang masih kecil dan harus menghadapi kondisi rumah yang rusak akibat musibah. Karena itu, kehadiran pemerintah sangat dibutuhkan,” katanya.

Mursalin menegaskan, instruksi Bupati agar rumah tersebut segera dibangun kembali merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang membutuhkan.

“Pak Bupati tidak berpikir terlalu lama. Setelah melihat kondisi di lapangan, langsung memberikan instruksi agar segera dibangun sehingga pasangan suami istri ini bersama anak-anaknya dapat kembali menempati rumah yang layak, aman dan sehat,” tegasnya.

Ia berharap pembangunan RTLH tersebut dapat segera direalisasikan dan berjalan sesuai harapan, sehingga keluarga tersebut dapat menjalani kehidupan dengan lebih tenang dan nyaman.

“Ini bukan hanya soal membangun rumah, tetapi menyangkut kemanusiaan. Ketika masyarakat tertimpa musibah, pemerintah hadir memberikan solusi. Ini yang patut kita apresiasi,” pungkas Mursalin.

Respons cepat tersebut juga menjadi gambaran pentingnya sinergi antara masyarakat, media dan pemerintah. Informasi mengenai kondisi warga yang disampaikan melalui berbagai pihak dapat menjadi bahan bagi pemerintah untuk mengambil langkah penanganan secara cepat dan tepat.

Go to top