Pulihkan Ekonomi UMKM, BI Perwakilan Banten Diskusi Webinar Dengan Platform

Pulihkan Ekonomi UMKM, BI Perwakilan Banten Diskusi Webinar Dengan Platform

Detakbanten.com, SERANG - Dalam rangka mendorong pertumbuhan UMKM sebagai sumber ekonomi baru, peningkatan digitalisasi UMKM, serta melebarkan akses UMKM di pasar global. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten menyelenggarakan Karya Kreatif Banten (KKB) 2020.

Hal itu dilakukan untuk pemulihan ekonomi pada masa pandemi COVID-19, bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah
(UMKM) terus beradaptasi untuk kembali berjaya.

Pada kegiatan inipun, tema yang diangkat adalah “Mewujudkan UMKM yang inovatif dan berdaya saing global melalui digitalisasi UMKM” dengan tagline “GO BEYOND UMKM BANTEN”.

Mengawali rangkaian KKB 2020, Kantor Perwakilan BI Banten menggelar seminar daring web-seminar atau webinar, dengan bekerja sama dengan Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA).

Webinar dibuka dengan sambutan, Kepala Perwakilan BI Banten, Erwin Soeriadimadja. Ia menyampaikan, bahwa terdapat 3 (tiga) butir key findings dalam penguatan UMKM kedepan.

Pertama, kata dia, penting bagi pelaku UMKM menjalankan usaha dengan orientasi bisnis yang kuat agar usaha mandiri dan tangguh.

Kedua, masih kata Erwin, perlunya peningkatan kapasitas SDM yang menguasai teknologi dan selalu inovatif, agar bisnis yang dijalankan memiliki daya saing, baik dari aspek branding, promosi, akses serta networking.

Ketiga, sambungnya, aspek pembiayaan UMKM memerlukan dukungan pembiayaan yang disesuaikan dengan skala pertumbuhannya.

"Maka itu, dukungan industri jasa keuangan mutlak diperlukan, tidak hanya financing tapi juga pendampingan agar usaha UMKM dapat tumbuh sehat. Terlebih, ketiga hal tersebut dapat menjadi modal bagi umkm untuk sustain dalam bisnis dan menembus pasar global. Bank Indonesia senantiasa melakukan fasilitasi, agar UMKM dapat berkembang menjadi suatu usaha yang produktif dan bankable," ungkap Erwin melalui Video Conference, Selasa(11/8/2020).

Sementara itu, Deputi Gubernur Bank Indonesia, Rosmaya Hadi menambahkan, bahwa terdapat blessing in disguise ditengah pandemi COVID-19 yang mengakselerasi adopsi teknologi digital dalam transaksi perekonomian.

Adopsi teknologi digital, dikatakan Rosmaya, secara luas telah dimanfaatkan customer maupun pelaku usaha (merchant) di berbagai sektor, termasuk
UMKM. Usaha yang dahulu mengandalkan transaksi offline, dan terbilang dipaksa keadaan untuk beralih ke pemanfaatan
platform e-commerce. Supaya dapat menjangkau online customer.

"Hal ini turut didukung oleh berbagai kebijakan Pemerintah, baik Pusat maupun Daerah. Berkepentingan dalam menjaga aktivitas perekonomian ditengah
pembatasan yang dilakukan," jelas Rosmaya Hadi.

Diketahui, pada Webinar itupun, turut di hadiri oleh, Budi Hanoto, Kepala Departemen Pengembangan UMKM dan Perlindungan Konsumen, Tabrani, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Banten. Tak ketinggalan, praktisi e-commerce Andreas, dan A. Pramaditya, Vice President Galeri Indonesia, Blibli.com, yang turut memberikan gambaran perkembangan UMKM di dunia digital.

Bahkan, Yudha Setiawan dari www.lazizaa.com, berserta Muh. Faqih Faturrachman SP (Daeng Faqih) pakar digital marketing turut mengikuti Webinar.

Menurut hasil dari Webinar itupun, para pelaku UMKM di Banten berpotensi berwirausaha di sektor digital sangatlah besar. Dikarenakan pengguna internet aktif di Indonesia terus meningkat, dan mencapai lebih dari 180 juta jiwa. Bahkan, Indonesia masuk dalam 20 negara dengan jumlah pengguna internet terbesar di dunia.

Jumlah yang sangat besar sebagai pasar potensial untuk ragam produk yang ditawarkan UMKM. Ini waktunya semua bergotong royong membantu UMKM sebagai salah satu kekuatan ekonomi Indonesia.

Go to top