Dinkes Tangsel Perkuat Kolaborasi, Penyakit Tidak Menular Jadi Ancaman Utama

detakbanten.com TANGERANG SELATAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memperkuat kolaborasi lintas sektor melalui kegiatan Koordinasi Implementasi Jaringan Supervisi Fasilitator Layanan dan Program Kesehatan Keluarga dan Gizi dalam Rangka Komitmen Bersama Mitra Potensial, Rabu (29/7/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri berbagai mitra potensial, melibatkan berbagai unsur instansi pemerintah, organisasi profesi, akademisi/perguruan tinggi, organisasi masyarakat, DMI, Forum Kota Sehat, TP PKK, dunia usaha, hingga sektor swasta dan perbankan. Seluruh peserta menandatangani komitmen bersama sebagai bentuk penguatan sinergi dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan, dr. Allin Hendalin Mahdaniar, MKM menegaskan bahwa tantangan kesehatan saat ini semakin kompleks dan tidak mungkin diselesaikan oleh pemerintah daerah semata.

"Kalau bicara permasalahan kesehatan, di Indonesia maupun secara khusus di Tangerang Selatan, tantangannya sama. Penyakit menular masih ada, tetapi saat ini justru penyakit tidak menular menjadi penyebab terbesar dan membutuhkan perhatian serius," kata Allin.

Ia mengungkapkan, persoalan stunting masih menjadi tugas bersama. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting di Tangsel berada di angka 10,5 persen. Sementara berdasarkan data Surveilans Gizi dan Kesehatan Keluarga (Sigizi Kesga) angka stunting tercatat sebesar 0,8 persen.

Meski tergolong rendah, Allin menekankan bahwa setiap kasus stunting harus ditangani secara serius karena penyebabnya bersifat multidimensi.

"Stunting bukan hanya persoalan kesehatan. Penyebabnya kompleks sehingga penyelesaiannya juga harus melibatkan seluruh unsur, mulai dari pemerintah, masyarakat hingga dunia usaha," ujarnya.

Selain stunting, Dinkes Tangsel juga menyoroti tingginya kasus penyakit tidak menular. Hingga memasuki tahun kedua pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG), sebanyak 31,9 persen masyarakat Tangsel telah mengikuti pemeriksaan kesehatan, dan capaian skrining usia produktif sebanyak 52,95 persen.

Dari hasil skrining tersebut, pengendalian hipertensi baru mencapai 13,78 persen, sedangkan cakupan pelayanan hipertensi berada di angka 54,42 persen.

"Hipertensi menjadi faktor risiko utama penyakit jantung, stroke hingga gagal ginjal. Karena itu pengendaliannya harus menjadi gerakan bersama," tegasnya.

Sementara itu, capaian pelayanan diabetes melitus telah mencapai 56,32 persen. Dinkes juga terus mengembangkan layanan upaya berhenti merokok yang saat ini telah melayani 157 klien.

Menurut Allin, kebiasaan merokok tidak hanya meningkatkan risiko penyakit kronis, tetapi juga berkontribusi terhadap kasus stunting akibat paparan asap rokok pada ibu hamil dan balita.

Dalam kesempatan tersebut, Allin juga menyoroti penanganan tuberkulosis (TBC) yang masih menjadi tantangan besar. Tangsel menargetkan penemuan sebanyak 5.994 kasus TBC pada 2026 sebagai bagian dari upaya eliminasi penyakit tersebut.

"TBC adalah penyakit yang belum selesai. Banyak pasien yang sudah terdiagnosis tetapi tidak menyelesaikan pengobatan karena stigma. Akibatnya muncul resistensi obat dan penularan terus berlangsung," jelasnya.

Selain TBC, sepanjang 2026 Dinkes Tangsel mencatat penemuan 195 kasus baru kusta. Meski demikian, seluruh pasien disebut telah mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar.

Untuk penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), Tangsel mencatat capaian positif. Selama empat tahun berturut-turut angka kematian akibat DBD berhasil ditekan hingga nol, meskipun kasus masih ditemukan setiap tahunnya.

"Ini menunjukkan semakin baiknya kesadaran masyarakat untuk melakukan deteksi dini sekaligus kesiapan fasilitas kesehatan dalam memberikan pelayanan," kata Allin.

Menghadapi bonus demografi yang akan bergeser menuju masyarakat menua, Dinkes Tangsel juga mulai mempersiapkan layanan kesehatan lansia. Saat ini terdapat sekitar 174.423 lansia di Kota Tangsel yang menjadi sasaran berbagai program kesehatan agar tetap sehat, mandiri, dan produktif.

Tak hanya itu, Dinkes Tangsel juga mengembangkan inovasi pelayanan kesehatan integratif yang menggabungkan pelayanan medis konvensional dengan pelayanan kesehatan tradisional. Program tersebut telah diterapkan di RSUD Tangsel dan akan diperluas ke fasilitas kesehatan lainnya.

Salah satu inovasi unggulan adalah Ngider Sehat, yang kini dijalankan oleh 108 tenaga kesehatan terdiri atas dokter, bidan, dan perawat. Mereka secara aktif melakukan kunjungan dari rumah ke rumah untuk mendeteksi penyakit lebih dini, memberikan edukasi, serta memastikan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan secepat mungkin.

Menutup sambutannya, Allin mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat kolaborasi karena pembangunan kesehatan merupakan tanggung jawab bersama.

"Komitmen yang kita tandatangani hari ini bukan sekadar seremoni, tetapi janji bersama untuk bergerak dalam tujuan yang sama, yaitu meningkatkan angka harapan hidup, menurunkan angka kesakitan, dan mewujudkan masyarakat Tangerang Selatan yang sehat, produktif, serta berkualitas," pungkasnya. (Adv)

Bahaya Gigi Berlubang: Ancaman Serius yang Bisa Berujung Kematian

Bahaya Gigi Berlubang: Ancaman Serius yang Bisa Berujung Kematian

detakbanten.com Health – Gigi berlubang atau karies gigi merupakan masalah kesehatan gigi yang umum terjadi di Indonesia. Namun, kondisi ini tidak boleh dianggap sepele. Gigi berlubang yang tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan komplikasi serius, bahkan berujung pada kematian.

Kemenkes Sebut HMPV Sudah Masuk Indonesia, Sudah Menyebar Sejak 2001

Kemenkes Sebut HMPV Sudah Masuk Indonesia, Sudah Menyebar Sejak 2001

detakbanten.com Jakarta - Kementerian Kesehatan RI menyebut human metapneumovirus (hMPV) sudah teridentifikasi di Indonesia. Sejauh ini, kelompok anak menjadi usia yang banyak terpapar virus tersebut.

8 Latihan Efektif Mengecilkan Perut Buncit

8 Latihan Efektif Mengecilkan Perut Buncit

detakbanten.com Olahraga - Perut buncit tidak hanya mengganggu penampilan, tetapi juga meningkatkan risiko penyakit serius seperti diabetes dan stroke. Untuk mengatasi hal ini, selain menjaga pola makan, olahraga menjadi solusi yang efektif. Berikut adalah delapan latihan terbaik untuk membakar lemak perut yang dikutip dari Medicine Net.

Awas! Dokter Wanti-wanti Jika Sering Makan Seblak

Awas! Dokter Wanti-wanti Jika Sering Makan Seblak

detakbanten.com, HEATH - Seblak merupakan salah satu jajanan yang memiliki paduan cita rasa pedas dan gurih. Tidak mengherankan jika makanan yang identik dengan kuah ini menjadi salah satu makanan yang populer di semua kalangan, khususnya di anak muda.

Mendengkur Bisa Jadi Pertanda Serius, Berisiko Tinggi Picu Gagal Jantung

Mendengkur Bisa Jadi Pertanda Serius, Berisiko Tinggi Picu Gagal Jantung

detakbanten.com Kesehatan - Mendengkur sering dianggap sebagai gangguan tidur yang biasa dan tidak berbahaya. Namun, fakta medis menunjukkan bahwa kebiasaan ini dapat menjadi tanda kondisi serius yang memengaruhi kesehatan jantung, termasuk risiko gagal jantung.

Cegah Anemia dan Stunting, Pemkot Tangsel Gencarkan Program Tablet Tambah Darah ke Remaja Putri

Cegah Anemia dan Stunting, Pemkot Tangsel Gencarkan Program Tablet Tambah Darah ke Remaja Putri

detakbanten.com CIPUTAT - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus melaksanakan program pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) untuk remaja putri, ibu hamil, dan ibu nifas. Program ini bertujuan mencegah anemia serta mendukung penurunan angka stunting di wilayah Tangsel.

Tips Menjaga Kesehatan Mata agar Tetap Optimal

Tips Menjaga Kesehatan Mata agar Tetap Optimal

detakbanten.com WOOW – Mata adalah salah satu organ paling penting dalam tubuh yang sering kali kurang mendapatkan perhatian. Aktivitas sehari-hari seperti menatap layar komputer, ponsel, atau televisi dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko gangguan penglihatan.

Hari Kesehatan Nasional ke-60, Benyamin: Tangsel Gaungkan Komitmen Kota Sehat Bertaraf Internasional

Hari Kesehatan Nasional ke-60, Benyamin: Tangsel Gaungkan Komitmen Kota Sehat Bertaraf Internasional

detakbanten.com TANGSEL - Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie menegaskan pentingnya pelayanan kesehatan berbasis lingkungan sebagai prioritas utama untuk lima tahun ke depan, guna mencapai predikat Kota Sehat bahkan bertaraf internasional.

Dinkes Gelar Sosialisasi Peningkatan Kapasitas Kader Kesehatan

Dinkes Gelar Sosialisasi Peningkatan Kapasitas Kader Kesehatan

detakbanten.com, Tangerang Selatan - Memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-60, Dinas Kesehatan (Dinkes) menggelar sosialisasi peningkatan kapasitas kader kesehatan dalam upaya mengurangi penyakit berbasis lingkungan.

Go to top