Polemik PBG Pool Taksi Green, Pilar: Kalau Mau Ugal-ugalan Jangan di Tangsel
detakbanten.com TANGSEL - Satpol PP Kota Tangerang Selatan akhirnya menindak tegas atas pelanggaran Pemanfaatan Bangunan Gedung (PBG) proyek pembangunan pool taksi Green di Ciater, Ciputa, Kota Tangsel dengan menyegel bangunan gardu listrik, Rabu (16/09/2026).
Penyegelan yang dilakukan oleh Satpol PP Kota Tangsel dibenarkan oleh Wakil Walikota Tangsel Pilar Saga Ichsan ketika dikonfirmasi terkait kegiatan penyegelan terhadap bangunan gardu listrik didalam proyek pembangunan pool taksi green.
"Iya betul pak, Seperti yang sudah dijadwalkan dari jumat lalu," ujarnya.
Pilar juga menegaskan bahwa Pemkot Tangsel akan lebih ketat mengeluarkan atau menerbitkan perijinan bukan berarti mempersulit jika semua regulasinya diikuti dengan benar.
"Kalau memang tidak memenuhi ya tidak bisa diberikan," tegasnya.
Ia juga menyampaikan komitmen dirinya dan Walikota Tangsel Benyamin Davnie, setiap pengajuan ijin wajib memenuhi unsur tehnis dan adminustrasi sesuai dengan persyaratan perijinan.
"Jangan sampai menjadi permasalahan dan merugikan masyarakat di kemudian hari, bisa jadi warisan buruk untuk kami," ungkap Pilar.
Pilar berharap segala pembangunan apa pun yang dilakukan di wilayah Kota Tangerang Selatan wajib mengikuti proses sesuai peraturan yang berlaku.
"Silahkan kalau mau ugal-ugalan di daerah lain aja, tapi jangan di Tangsel." Pungkasnya.
Andalalin Pembangunan Pool Taksi Green Harus Jadi Perhatian Khusus Pemkot Tangsel
detakbanten.com TANGSEL - Keberadaan pool taksi Green yang sedang dibangun di wilayah Ciater, Kota Tangerang Selatan mesti menjadi perhatian khusus oleh Pemkot Tangsel dalam memberikan perijinan terutama Analisa Dampak Lalu Lintas (Andalalin), karena keluar masuknya ribuan taksi nanti pasti ke arah jalan satu arah yaitu Jalan Ciater Raya.
Rekomendasi Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangsel yang merupakan rangkaian kegiatan kajian teknis mengenai dampak lalu lintas dari suatu rencana pembangunan pusat kegiatan, permukiman, atau infrastruktur, menjadi salah satu syarat wajib untuk mendapatkan Persetujuan Lingkungan dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).
Didalamnya, merupakan langkah untuk mengidentifikasi masalah lalu lintas, memperkirakan bangkitan kendaraan, serta merancang solusi atau rekayasa manajemen lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan di sekitar lokasi. Lalu, bagaimana menyiapkan rekayasa lalu lintas di kawasan dalam kesehariannya penuh kemacetan? Di sinilah pentingnya perencanaan rekayasa lalu lintas agar semua pihak tidak terganggu.
Karenanya, kaitannya dengan penetapan pemilihan lokasi pool taksi Green di kawasan Maruga, Kelurahan Serua, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Provinsi Banten, yang berada persis di simpul kemacetan lalu lintas dan daerah yang menjadi Kawasan Rawan Banjir, Tingkat Tinggi, Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP), di bawah Horizontal - Luar dan Kawasan Permukaan Kerucut, menjadi potensi masalah menjadi lebih kompleks di sekitarnya.
Untuk itu, pentingnya Detail Engineering Design (DED) dalam proyek sebagai dokumen perencanaan teknis yang berisi gambar kerja, spesifikasi material, perhitungan struktur, serta rincian biaya yang lengkap dan detail sebelum konstruksi dimulai. Dokumen ini berfungsi sebagai pedoman atau "kitab suci" utama bagi kontraktor di lapangan agar proses pembangunan berjalan sesuai standar, tepat ukuran, efisien, dan tidak salah perhitungan. Selain itu, penting untuk menjadi perhatian pelaku usaha adanya kesesuaian rencana _site plan_ yang diajukan dengan perencanaan Tata Ruang Tata Wilayah (RTRW) pemerintahan setempat. (Zal)
Warga Balaraja Siap Hadang Aksi Demontrasi dari LSM NKRI
detakbanten.com TANGERANG -- Warga Kelurahan Balaraja Kecamatan Balaraja melakukan aksi penghadangan dengan mengerahkan warga di kawasan industri PT Adis dan PT Pemi, menyusul akan adanya aksi demo dari LSM NKRI ke sejumlah perusahaan di kawasan Balaraja yang rencananya dilaksanakan pada Selasa (15/9/2026). Namun aksi dari LSM yang direncanakan pada hari ini Selasa (red ) batal.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dilapangan, puluhan warga Balaraja yang terdiri dari anggota LPM kelurahan Balaraja berjaga - jaga di ruko samping PT Adis, ketua LPM Sukanta kemudian melakukan orasi dihadapan warga dan mengajak kepada warga untuk menjaga lingkungan dan mendesak agar perusahaan untuk tidak takut jika ada LSM NKRI mengancam melakukan aksi demo.
"Kita jaga perusahaan di sini dari LSM NKRI, karena LSM NKRI datang kesini menakut- nakuti dan melakukan intimidasi perusahaan dengan cara melayangkan surat,"terang Sukanta.
Warga sambung Sukanta akan pasang badan jika LSM NKRi mencoba melakukan aksi demontrasi, dan warga warga siap untuk melawan, bahkan hari ini semua warga perwakilan dari RT masing- masing sudah kompak dan berjaga - jaga dan siap menghadang.
Sementara puluhan aparat dari kepolisian Sektor Balaraja dibantu dengan Satuan Polisi Pamong berjaga berjaga - jaga untuk mengamankan aksi, namun dari informasi yang beredar, LSM NKRI batal melakukan aksi demo, belum diketahui alasan pembatalan demo.
Tak Terima Limbahnya Diambil oleh LSM NKRI, Warga Geruduk PT Xin Yi Industrial
detakbanten.com TANGERANG -- Puluhan warga kampung Hawuan desa Tobat Kecamatan Balaraja melakukan aksi didepan gerbang PT Xin Yi Industrial pada Selasa (15/9/2026)
Aks yang dikawal oleh aparat Kepolisian Sektor Balaraja ini berjalan dengan tertib, warga yang menyuarakan aspirasinya meminta agar perusahaan meninjau keputusan sepihak dengan mengalihkan pengelolaan limbah ke LSM NKRI.
"Kita disini sepakat semua warga Balaraja akan menghadang pergerakan LSM NKRI yang tujuan utamanya ingin pengelolaan limbah, modusnya melayangkan surat kepada seluruh perusahaan,"terang Jamsari salah satu perwakilan aksi demo.
Dia menambahkan, warga telah 11 tahun lebih mengelola limbah di PT PT Xin Yi Industrial, padahal jelas perusahaan yang bergerak di bidang ruber sepatu ini berada di lokasi desa kami, dia menduga adanya permainan orang dalam sehingga memancing kemarahan warga sekitar perusahaan.
" Kami tidak akan tinggal diam, dan terus melakukan perlawanan, aksi kita tidak akan berhenti sampai hari ini saja, kami akan terus melakukan aksi sampai tuntutan kami dipenuhi,"ujarnya.
12 Kelompok Wira Usaha Baru Terima Bantuan dari Bupati Tangerang
detakbanten.com TANGERANG –Sebanyak 12 Kelompok Wira Usaha Baru (WUB) asal Kecamatan Panongan yang merupakan binaan Dinas Tenaga kerja Kabupaten Tangerang menerima bantuan mesin jahit , bantun tersebut diserahkan bupati Tangerang H Maesyal Rasyied di Aula Kantor Kecamatan Panongan.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid menekankan bahwa bantuan peralatan usaha yang diberikan pemerintah bukan sekadar bantuan, tetapi harus dimanfaatkan sebagai modal awal untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
“Bantuan peralatan usaha ini jangan hanya dilihat sebagai bantuan semata, melainkan sebagai modal awal untuk membangun kemandirian ekonomi. Saya berharap peralatan yang diterima dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya, dirawat, dan dipergunakan untuk meningkatkan produktivitas serta kualitas usaha secara berkelanjutan,” ujar Bupati Maesyal Rasyid
Ia berpesan kepada para wirausahawan baru penerima manfaat agar terus meningkatkan keterampilan dan melakukan inovasi agar usaha yang dijalankan mampu berkembang dan memiliki daya saing. Pelaku usaha barista didorong untuk mengolah kopi berkualitas dan menghadirkan produk yang mampu bersaing. Sementara pelaku usaha las listrik diingatkan untuk mengutamakan keselamatan kerja serta menjaga kualitas layanan, sedangkan kelompok usaha penjahit alas kaki diharapkan terus berkreasi untuk meningkatkan kualitas dan nilai jual produknya.
“Dengan semakin banyaknya masyarakat yang memiliki usaha dan penghasilan yang mandiri, perekonomian daerah kita akan semakin kuat. Ini sejalan dengan komitmen Pemkab Tangerang untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan berdaya saing,” tegasnya.
Lanjut dia, keberhasilan program pemberdayaan masyarakat tidak hanya bergantung pada bantuan pemerintah, tetapi juga pada kemauan penerima manfaaat untuk terus mengembangkan keterampilan, menjaga kualitas produk, membangun jejaring usaha, dan memanfaatkan peluang pasar yang ada
"Saya apresiasi kepada Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang beserta jajaran, Forkopimcam, serta Pemerintah Desa/Kelurahan yang telah mendukung pelaksanaan Program Wirausaha Baru tersebut," ujarnya.
Adapun bantuan tersebut diberikan kepada 12 kelompok WUB pada tiga bidang keahlian dengan rincian: 4 kelompok usaha las listrik dengan 16 penerima dari Desa Kadu Jaya, Kecamatan Curug, 4 kelompok usaha barista dengan 16 penerima dari Kelurahan Mekar Bakti, Kecamatan Panongan; serta 4 kelompok usaha menjahit alas kaki dengan 16 penerima dari Desa Sentul, Kecamatan Balaraja.
Bupati Tangerang Pantau Kegiatan Warung Tekan Inflasi
detakbanten.com TANGERANG — Pemerintah Kabupaten Tangerang terus menggencarkan upaya stabilisasi harga pangan serta pengendalian inflasi di daerah. Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, hadir secara langsung memantau pelaksanaan program Warung Tekan Inflasi (Warteksi) Gemilang Triwulan III Tahun 2026 yang diselenggarakan di wilayah Kecamatan Panongan, Selasa (15/8/2026).
Bupati Maesyal Rasyid, mengatakan Warteksi merupakan program rutin Pemerintah Kabupaten Tangerang yang dilaksanakan empat kali dalam setahun. Melihat tingginya animo masyarakat bahkan memunculkan permohonan agar frekuensi dapat ditambah dan jenis kebutuhan pokok yang dijual lebih bervariasi
“Alhamdulillah, kami bersama dengan Pak Asisten II, bersama dengan Bapak Kepala Dinas dan Staf Ahli, juga dengan Pak Camatnya, bahkan lurahnya juga hadir, untuk melaksanakan program tahunan, yaitu Warteksi atau Warung Tekan Inflasi tahun 2026. Kita laksanakan program ini setahun empat kali, dan tadi ada keinginan dari masyarakat supaya ditambah porsinya,” ujar Bupati Maesyal.
Melalui program tersebut, masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga jauh lebih terjangkau dibandingkan harga di pasaran. Delapan komoditas yang tersedia pada Warteksi Triwulan III tersebut meliputi:
Beras premium 2 kilogram: Rp7.000
Gula pasir: Rp12.000
Minyak goreng: Rp13.500
Bawang merah: Rp20.000
Bawang putih: Rp20.000
Cabai merah keriting: Rp25.000
Cabai rawit merah: Rp50.000
Cabai rawit hijau: Rp30.000
Bupati Maesyal menjelaskan, selisih harga tersebut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Beras premium 2 kilo yang harusnya dibeli masyarakat di pasaran Rp30.200, di sini hanya Rp7.000. Alhamdulillah, dengan program Warteksi ini bisa meringankan beban masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, delapan komoditas tersebut tersedia dengan stok yang mencukupi dan merupakan kebutuhan yang banyak diminati masyarakat. Ke depan, Pemerintah Kabupaten Tangerang juga akan mengupayakan penambahan variasi komoditas, seperti telur dan ayam potong, sesuai dengan aspirasi warga serta kemampuan keuangan daerah.
“Nanti kita usahakan di Triwulan IV bisa lebih bervariasi jenis kebutuhan pokok yang dijual oleh Warteksi ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Mudah-mudahan ini bisa berjalan sampai akhir tahun dan tahun berikutnya kita usahakan bisa bertambah sesuai kemampuan keuangan daerah,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tangerang, Resmiyati Marningsih, mengatakan pelaksanaan Warteksi Triwulan III Tahun 2026 digelar di dua lokasi, yakni Kecamatan Panongan dan Gerai Tangerang Gemilang. Menurutnya, antusiasme masyarakat sangat tinggi karena subsidi yang diberikan Pemerintah Daerah membuat harga delapan komoditas tersebut jauh lebih terjangkau.
“Antusias warga luar biasa. Masing-masing harga ini subsidi dari pemerintah daerah bervariasi, tapi cukup besar. Seperti beras premium cukup dibayar Rp3.500 perkilo, kami jual di sini 2 kilo, jadi cukup dibayar masyarakat Rp7.000 saja,” ujar Resmiyati.
Ia menjelaskan, program tersebut merupakan salah satu langkah Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam menjaga inflasi dan memastikan kebutuhan pokok tetap dapat dijangkau masyarakat. Selain membantu meringankan pengeluaran rumah tangga, Warteksi juga diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat melalui ketersediaan bahan pokok dengan harga yang stabil dan terjangkau.
“Harapannya adalah yang pertama terjadi kestabilan harga. Kita tujuannya adalah menjaga inflasi, jadi kita harapkan dengan kegiatan ini harga tetap stabil dan terjangkau, serta daya beli masyarakat meningkat. Artinya, masyarakat bisa membeli kebutuhan pokok delapan komoditi ini dengan harga murah,” pungkasnya.






































