Lagi-lagi Paripurna Raperda Molor Tiga Jam
SETU- Sidang paripurna yang digelar di gedung DPRD molor hingga tiga jam,Kondisi ini sangat disayangkan sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah(SKPD).Pada rapat paripurna, Senin (21/10) mendengar jawaban dari fraksiterkait tiga raperda yakni, Raperda Pendidikan Diniyah, Raperda CoorporateSocial Responsibility (CSR), dan Raperda penataan pedagang kaki lima.
erdasarkan penjadwalan dari Sekretaris DPRD, pembahasan agendatersebut dimulai pukul 09.00 WIB. Namun, pada kenyataannya molor dan barudimulai pukul 12.00 WIB.
Molornya rapat paripurna ini sangat disayangkan sejumlah kepala SKPD yangsudah datang sejak pukul 09.00 WIB. Lantaran, molornya menghambatkegiatan yang sudah di jadwalkan di masing-masing kantor SKPD.
"Undangannya jam 09.00 WIB. Saya datang jam 09.00 WIB. Tapi jam 10.30belum mulai juga," ungkap salah salah seorang SKPD yang namanya engganditulis.
Menurutnya molornya rapat sangat mengganggu agenda kegiatan yang dijadwalkannya pada hari itu. "Padahal, hari ini (kemarin-red) saya banyakkegiatan di kantor. Jadi ikutan molor dah kegiatannya," katanya.
Anggota DPRD Kota Tangsel Tb Irvanul Hakim menuturkan molornya rapat paripurna lantaran banyak berbagai kendala. Salah satunya,adanya agenda dengan partai. Sehingga jadwal rapat paripurna berbenturan dengan agenda partainya.
"Salah satunya ada agenda partai. Tetapi saya kan tetap hadir di rapat paripurna hari ini," ucap politisi Demokrat itu.
Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie menuturkan molornya rapat paripurna lantaran dirinya menunggu anggota DPRD untuk memulai pembahasan. "enggaklah, ga molor. Tadi saya memang pimpin rapat dulu.Memang undangannya jam 09.00 WIB. Kedepannya, saya sesuaikan dengan jadwal saya," terangnya.
Dalam rapat paripurna yang dipimpin Wakil Ketua I Ruhamaben, dibahas tiga usulan raperda inisiatif. Yakni Raperda Pendidikan Diniyah, RaperdaCoorporate Social Responsibility (CSR), dan Raperda penataan PedagangKaki Lima (PKL) dan dihadiri 39 dari 45 anggota DPRD. (def)
Dinasti Ratu Atut Lahirkan Ekonomi Rente
JAKARTA- Politik dinasti dinilai hanya melanggar norma dan etika dalam berpolitik. Selain itu, khususnya di Banten, politik dinasti Ratu Atut hanya menumbuhkan ekonomi rente yang didukung premanisme. “Jadi, dinasti ratu Atut melahirkan ekonomi rente ekonomi struktural, yang didukung paket premanisme, dan itu sudah dibangun sejak Orde Baru, ketika alm. Hasan Shohib menjadi jawara Banten,” kata Pengamat politik dari Universitas Mathlaul Anwar, Banten, Ali Nurdin di Jakarta, Senin,(21/10). DPD Godok Pola Rekrutmen Guru Profesional
JAKARTA- Dewan Perwakilan daerah (DPD) RI melalui Pansus Guru sedang menggodok proses rekrutmen mahasiswa calon guru, agar menghasilkan guru yang profesional di masa depan.Tabrakan Beruntun di Tol, Satibi Terjepit Truck
CIKUPA - Tabrakan beruntun terjadi di Jalan Tol Jakarta-Merak, KM 40, Senin (21/10). Sopir truck bernama Satibi terjepit kemudi setelah bagian kepala truck bernopol F8820F penyok.
Gara-gara Draf Masih Mentah,Dewan Tolak Raperda
TIGARAKSA - Ditundanya Raperda Perubahan Perda No 3 Tahun 2004 tentang Apotek Sumber Jaya, karena draf yang diajukan tidak lengkap. Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD) selaku pengusul raperda tidak menuntaskan pekerjanya.
Pemkot Kebobolan,PT.CKM Terancam di Bekukan
Setu- Perusahaan penyedia tenaga kerja PRT PT. Citra Kartini Mandiri (CKM) ternyata tidak tercatat di Disnakertrans Kota Tangsel. Perusahaan tersebut terancam dibekukan.
Hal tersebut dilontarkan Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie menyatakan jika PT CKM terbukti melakukan tindak pidana izin operasionalnya bakal dibekukan.
Dewan Tolak Raperda Perubahan Perda Apotik Sumber Jaya
TIGARAKSA - Rapat akhir pandangan fraksi DPRD Kabupaten Tangerang, tiga raperda digelar, Senin (21/10). Sembilan fraksi yang ada menolak penetapan Raperda perubahan Perda No 3 Tahun 2004 tentang Apotik Sumber Jaya.
" Curi Jam Kerja", Airin Besuk Suami
JAKARTA- Tersangka kasus dugaan suap Pilkada Lebak, Tubagus Chaeri Wardhana (Wawan) yang sudah ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendapat kunjungan lagi dari sang istri, Airin Rachmi Diany. "Iya besuk," kata Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany di Jakarta, Senin,(21/10).Seminar Jurnalistik Untuk Guru di Bogor
CIBINONG-Pentingnya wawasan jurnalistik bagi para guru di dunia pendidikan menjadi suatu kewajiban. Hal itu dikemukakan oleh Didi Kurnia, Anggota Badan Penasehat Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Bogor.
Polisi Temukan Titik Terang Pembunuhan Guru SMP
BOGOR- Penyelidikan kasus terbunuhnya Guru SMP di Bogor, menemukan titik terang. Pihak kepolisian telah mengantongi identitas pelaku yang mengarah kepada seseorang.




























