Redaksi
detakbanten.com, KAB. TANGERANG - Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah mengajak para orang tua untuk mengenalkan olahraga catur kepada anak-anak guna meminimalkan ketergantungan terhadap gawai. Menurutnya, catur dapat mengasah kecerdasan, daya analisis, dan ketangkasan anak dalam menyusun strategi.
Hal tersebut disampaikan Wagub Dimyati saat menghadiri Liga Catur Percasi Kabupaten Tangerang Putaran Keempat Open Ngeround Non-Master di Kantor Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang, Minggu (20/9/2026).
Wagub Dimyati menilai, saat ini dunia anak-anak sangat rentan terpengaruh oleh media sosial dari gawai yang mereka mainkan setiap hari. Jika dibiarkan, kondisi tersebut dapat berdampak buruk pada tumbuh kembang anak, baik dalam jangka pendek maupun panjang.
"Ini adalah tanggung jawab kita bersama, termasuk para pengurus Percasi (Persatuan Catur Seluruh Indonesia), untuk memasyarakatkan olahraga catur ini sehingga semakin disenangi oleh semua kalangan," kata Wagub Dimyati.
Ia menambahkan, catur adalah olahraga yang mudah dan murah sehingga bisa dimainkan oleh siapa saja dan kapan saja. Oleh karena itu, Wagub Dimyati mendukung penuh berbagai ajang pembinaan atlet yang digelar oleh pengurus Percasi di tingkat kabupaten/kota.
"Apa yang dilakukan oleh pengurus Percasi Kabupaten Tangerang ini sudah bagus dan harus diikuti oleh pengurus di daerah lain dalam rangka mencari bibit-bibit atlet catur profesional," tuturnya.
Sementara itu, Ketua Percasi Kabupaten Tangerang Hendra menjelaskan, putaran keempat ini merupakan tahap akhir sebelum memasuki babak final pada putaran kelima dalam waktu dekat. Sebanyak 102 peserta mengikuti kompetisi putaran ini, dan jumlah tersebut diharapkan terus meningkat pada babak final nanti.
"Putaran (ngeround) yang kita laksanakan ini merupakan bentuk pembinaan sekaligus pencarian bibit atlet unggul untuk mengikuti berbagai ajang turnamen ke depan," ujar Hendra.
Hendra mengungkapkan, pihaknya saat ini tengah bersiap menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten yang akan digelar di Kota Tangerang Selatan pada 15–23 November 2026. Ajang olahraga terbesar di Banten tersebut akan mempertandingkan 60 cabang olahraga, termasuk catur.
"Kami bertekad cabang olahraga catur (Kabupaten Tangerang) bisa meraih hasil yang terbaik," ucapnya. (Zal)
detakbanten.com - Aparat Polresta Tangerang bergerak cepat mengamankan situasi setelah terjadi perbedaan pendapat antara sejumlah warga dan jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) di Kampung Periuk, Desa Mekarsari, Kecamatan Rajeg, Minggu (20/9/2026).
Setelah menerima informasi mengenai adanya perbedaan pendapat tersebut, personel Polresta Tangerang segera mendatangi lokasi untuk mengamankan situasi dan mencegah terjadinya gesekan.
Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mengatakan, kehadiran personel kepolisian merupakan langkah preventif untuk memastikan situasi tetap aman dan tidak berkembang menjadi konflik.
"Kami hadir untuk mengamankan situasi dan memastikan tidak terjadi hal-hal yang dapat mengganggu kamtibmas," kata Indra Waspada.
Dia menegaskan, personel kepolisian mengedepankan langkah persuasif dan mendorong agar persoalan yang ada diselesaikan melalui dialog. Setelah situasi berhasil diamankan, kemudian dilaksanakan musyawarah di kediaman salah seorang tokoh masyarakat Desa Mekarsari.
Musyawarah tersebut dihadiri Camat Rajeg Oman Apriaman, Ketua FKDM Rajeg Suparji Rustam beserta anggota, ketua lingkungan setempat, sejumlah tokoh agama, serta perwakilan pihak GKPI.
Dalam musyawarah tersebut disepakati sejumlah langkah sementara untuk menjaga situasi tetap kondusif. Persoalan tersebut selanjutnya akan dibahas melalui mediasi tingkat Kecamatan Rajeg.
Sementara menunggu proses mediasi, berdasarkan hasil musyawarah, lokasi kegiatan ibadah untuk sementara tidak digunakan dan dalam kondisi terkunci. Warga juga diminta tidak berkumpul di sekitar lokasi guna mencegah munculnya provokasi maupun potensi gesekan.
Indra Waspada kembali menegaskan, kepolisian mengedepankan langkah persuasif dan mengajak seluruh pihak menjaga ketenangan selama proses penyelesaian berlangsung. Dia juga menegaskan, negara menjamin hak setiap warga negara untuk beribadah sesuai keyakinan.
Dia pun mengimbau semua pihak untuk menahan diri, tidak melakukan tindakan yang dapat memicu keributan. Serta menghormati proses mediasi yang akan dilakukan di tingkat kecamatan.
"Yang paling utama adalah menjaga keamanan dan kerukunan masyarakat," katanya.
Indra Waspada juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas, termasuk video maupun potongan informasi mengenai kejadian yang beredar di media sosial.
"Apabila ada informasi yang beredar, kami berharap masyarakat tidak langsung mengambil kesimpulan," ujarnya.
Setelah musyawarah selesai, masing-masing pihak meninggalkan lokasi untuk mencegah kerumunan dan menjaga situasi tetap aman. Indra Waspada juga memastikan, situasi dalam keadaan aman dan kondusif.
Indra Waspada memastikan, pihaknya akan terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan unsur pemerintahan, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta pihak terkait lainnya guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
detakbanten.com BANTEN - Gubernur Banten Andra Soni memastikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten akan terus mendampingi dan menjaga komunikasi dengan keluarga delapan korban hilangnya kapal Arupadhatu I di perairan Selat Sunda. Pendampingan ini dipastikan tetap berlanjut meskipun operasi pencarian aktif oleh Tim SAR Gabungan nantinya dihentikan.
Gubernur Andra mengungkapkan, dari delapan orang yang berada di dalam kapal tersebut, enam di antaranya merupakan warga Banten. Hal ini dibuktikan melalui identitas Kartu Tanda Penduduk (KTP).
“Tentu kami akan berkoordinasi dengan pihak keluarga, karena yang paling dibutuhkan keluarga hari ini adalah dukungan dan kepastian informasi,” ujar Gubernur Andra di Carita, Kabupaten Pandeglang, Kamis (17/9/2026).
Menurut Gubernur Andra, Pemprov Banten memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan dukungan selama proses penanganan dan pemantauan berlangsung. Langkah ini menjadi wujud komitmen kemanusiaan pemerintah terhadap keluarga para korban.
Ia sangat memahami bahwa pihak keluarga masih menaruh harapan besar agar kedelapan orang yang hingga kini belum ditemukan dapat segera diketahui keberadaannya. Oleh karena itu, komunikasi menjadi bagian yang sangat krusial dalam pendampingan.
“Kita semua masih memelihara harapan bahwa kawan-kawan dan saudara-saudara kita ini masih bisa ditemukan. Kami akan terus membuka komunikasi untuk berkoordinasi dan menyampaikan setiap perkembangan dari berbagai pihak agar keluarga tidak kehilangan akses informasi,” tegas Gubernur Andra. (Zal)
detakbanten.com KOTA TANGSEL - Indonesia Median Foundation (IMF) menyelenggarakan Seri Ke-3 Kegiatan KOMPAS (Kritis, Online, Mandiri, Positif, Aman, Santun) di SMP Islam Al-Hikmah Kota Tangerang Selatan, Kamis (17/09). Hal ini didasari kekhawatiran generasi mendatang akan berhadapan dengan masalah yang rumit, mulai dari jebakan pinjaman online (pinjol) ilegal, kekerasan digital seperti penyebaran foto/video pribadi (revenge porn) dan pelecehan (child grooming) atau Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO), berita hoaks, hingga masalah mental akibat adiksi dan perundungan siber.
Untuk itu IMF menyelenggarakan program edukasi KOMPAS dengan tujuan untuk membantu meminimalkan persoalan tersebut dengan 3 komponen utama, yakni: pengawasan orang tua di rumah, bimbingan yang penuh empati dari guru di sekolah, dan penerapan aturan tegas dari pemerintah seperti Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 (PP Tunas) dengan kesadaran penuh para peserta didik dalam mengetahui hak dan kewajibannya di dunia digital.
IMF tidak sendiri, pihaknya menggandeng Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (Relawan TIK) dan Pandu Literasi Digital (Segmen Pendidikan dan Disabilitas) Kementerian Komunikasi Digital (Kemkomdigi) RI. Kegiatan yang bertemakan "Digital Resilience: Menyiapkan Pelajar Berdaya di Era Transformasi Digital" tersebut menghadirkan 3 (tiga) narasumber dari ketiga stakeholder. Kegiatan berjalan khidmat dan diikuti oleh 42 (empat puluh dua) peserta dari unsur perwakilan murid, guru dan tenaga kependidikan SMP Islam Al-Hikmah, serta peserta tamu dari Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Dihadirkannya peserta tamu dari mahasiswa tersebut diharapkan mereka akan memiliki program kemitraan literasi digital di desa binaannya nanti dan jadi agen perubahan untuk akselerasi peningkatan literasi digital masyarakat.
Mengawali kegiatan, dalam sambutannya, Kepala SMP Islam Al-Hikmah, Santi Kurniawati mengungkapkan rasa syukur karena sekolahnya menjadi lokus kegiatan KOMPAS yang digagas dari IMF ini.
"Saya bersyukur dan berterima kasih, dimana sekolah kami dijadikan tempat ketiga kegiatan KOMPAS dari IMF ini. Besar harapan kami bahwa melalui kegiatan ini meningkatkan kesadaran kami bersama untuk meningkatkan literasi digital sebagai upaya pencegahan fenomena penyalahgunaan digital saat ini. Dengan tema tersebut, semoga anak-anak peserta didik sekalian memiliki ketahanan digital (digital resilience) dalam menghadapi era digital di masa mendatang yang semakin pesat perkembangannya. Kepada tim yang hadir dari IMF, Relawan TIK Provinsi Banten, dan Pandu Literasi Digital Kemkomdigi, selamat datang dan kami mohon maaf bilamana ada kekurangan dalam jamuan kami", ungkap Santi.
Direktur Utama Indonesia Median Foundation, Yulia Pratami dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak sekolah atas sambutan hangatnya, dan pihaknya berharap kegiatan kolaboratif lainnya bisa dibangun dengan berbagai stakeholder yang hadir dalam kegiatan tersebut dengan momen dan lokus lainnya.
Ketiga narasumber yakni M. Akhsanul Akhlaq dari Pandu Literasi Digital Kemkomdigi Segmen Pendidikan dan Disabilitas, Ahmad Taufiq Jamaludin selaku Ketua Relawan TIK Provinsi Banten, serta Gilang Tresna Putra Anugrah dari IMF. Di sesi pertama, pria yang akrab disapa Akhsan ini, memberikan paparan utama dengan tema "Memahami dan Menghentikan Cyberbullying di Era Digital".
Akhsan mengungkapkan bahwa dalam penanganan perundungan siber (cyber bullying) memiliki salah solusi dalam 4 (empat) pilar pertahanan:
1. Keluarga sebagai garis pertahanan pertama, bertugas membangun komunikasi yang terbuka dengan anak.
2. Sekolah melakukan asesmen rutin, mengedukasi anak terkait cyberbullying, dan penyediaan bimbingan konseling sebagai ruang aman pelaporan di sekolah.
3. Pemerintah melakukan penegakan payung hukum, penyedian layanan darurat, dan kampanye literasi digital masyarakat.
4. Platform digital harus bertanggung jawab menciptakan algoritma yang aman, kontrol privasi, dan respons cepan terhadap aduan konten, sehingga daya dukung dalam pengentasan perundungan siber menjadi maksimal.
"Selanjutnya, pembelaan terhadap korban perundungan siber adalah dengan tidak diam, ikut laporkan, mendengar dan mendukung segala keresahan korban secara privat, menemani korban dalam melapor, membangun spontanitas untuk dapat mengamankan berbagai bentuk barang bukti, dan terakhir membangun awareness setiap anak agar mampu menangkis segala bentuk perundungan, mengabaikan, dan mengalihkannya, sehingga tidak berdampak kepada kesehatan mental anak serta keberanian melaporkan sehingga tidak ada lagi budaya perundungan di dunia pendidikan kita," ungkap Akhsan yang juga anggota Relawan TIK Provinsi DKI Jakarta.
Dalam sesi kedua, Taufiq Ketua Relawan TIK Provinsi Banten menekankan fondasi utama tentang 4 (Empat) Pilar Literasi Digital. Ia mengungkapkan bahwa pilar tersebut sangatlah penting dalam edukasi literasi digital agar mampu memetakan pemahaman tentang literasi digital.
"Kami berharap, ini menjadi bekal yang terus diingat. Empat pilar literasi digital yang terdiri Cakap Digital, Aman Digital, Budaya Digital, dan Etika Digital yang kemudian disingkat 'CABE' agar mudah diingat," papar Taufiq.
Ia mengibaratkan 4 pilar tersebut sebuah pohon buah yang terlindung dengan pagar dan komponen lainnya dengan akar yang kokoh ke dalam tanah.
"Maka 'Budaya Digital' seperti akarnya, nilai kebangsaan dan budaya positif dalam penggunaan teknologi digital harus dijaga dengan baik. Selanjutnya 'Etika' (Digital) menjadi nilai kehidupan seperti batang pohon, jika ia rusak, maka robohlah pohon tersebut. Lalu pagar dan pengaman pohon buah tersebut ibarat pilar 'Keamanan Digital', sehingga menjaga pohon agar bisa tumbuh dengan baik, terhindar dari hama yang dapat mematikan pohon. Terakhir, sebagai buahnya adalah 'Kecakapan Digital' atau digital skills yang memberikan nilai kompetensi digital kepada pengguna sehingga berdampak keuntungan dan kesejahteraan, salah satunya sektor finansial yang dipetik hasilnya," jelas Taufiq.
Materi ketiga disampaikan oleh Gilang dengan tema: "Bijak Bermedia Digital dan Penggunaan AI".
"Bijak bermedia digital salah satunya adalah mampu berpikir sebelum membuat konten atau pos suatu komentar, juga saring sebelum sharing konten atau informasi sehingga meminimalisir potensi penyebaran hoaks. Sedangkan dari sisi penggunaan AI murid dan guru bisa bersepakat dan membatasi penggunaanya hanya sebagai alat digital, sehingga secara etika penggunaan juga tidak menabrak hak kekayaan intelektual," papar Gilang.
Gilang pun mengingatkan bahwa AI juga berpotensi memberikan informasi yang keliru karena sumbernya dari konten data dan informasi yang terhubung dengan jaringan internet, sehingga bisa saja informasi hoaks dan tidak benar menjadi bagian dari informasi yang terjaring dan disajikan oleh AI kepada penggunanya.
Kegiatan ditutup dengan diskusi kelompok murid dan guru, membahas berbagai hal tentang mitigasi dan manajemen krisis apabila terjadi penyalahgunaan teknologi digital khususnya perundungan siber yang berdampak pada kesehatan mental. Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya dan membuat rencana aksi di sekolah untuk akselerasi pengembangan literasi digital dan pencegahan penyalahgunaannya.
Di tempat terpisah, Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan, Eka Andrias menyatakan dukungannya kegiatan seperti ini.
"Ini sangat bagus, mudah-mudahan kegiatan edukasi literasi digital seperti ini bisa diselenggarakan di seluruh SMP di Kota Tangerang Selatan, sehingga menjadi fondasi dalam menyukseskan program penetrasi Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) di Satuan Pendidikan Kota Tangerang Selatan," ungkap Eka usai memimpin Apel pagi.
Sebagai informasi, program literasi digital ini merupakan program Kemkomdigi RI di bawah Pusat Pengembangan (Pusbang) Literasi Digital, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemkomdigi RI yang dikepalai oleh Rizki Amelia. Pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat terus menggalakann kegiatan literasi digital di berbagai segmen sasaran yakni: Pemerintahan dan Lanjut Usia, Pendidikan dan Disabilitas, Pelaku Usaha dan Perempuan, serta Masyarakat Umum dan Anak. Berbagai stakeholder siap mendampingi dan mengawal kegiatan seperti ini salah satunya adalah Tim Pandu Literasi Digital yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, Indonesia Median Foundation melalui program KOMPAS, dan Relawan TIK Indonesia melalui program REGOS (Relawan TIK Goes to School) juga di Banten melalui branded program 'Gerebeg Digital'. (Zal)
detakbanten.com BANTEN - Gubernur Banten Andra Soni bersama Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Banten Tinawati Andra Soni menghadiri doa bersama dengan keluarga delapan korban hilang kontak kapal Arupadhatu I. Kegiatan tersebut berlangsung di salah satu penginapan di kawasan Carita, Kabupaten Pandeglang, Kamis (17/9/2026).
Doa bersama ini digelar sebagai bentuk dukungan moral dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten kepada keluarga korban. Kegiatan ini sekaligus memanjatkan permohonan kepada Tuhan agar segera diberikan petunjuk terkait keberadaan kelima jurnalis, dua anak buah kapal (ABK), dan seorang pemandu wisata yang hilang di perairan Selat Sunda.
Gubernur Andra menyampaikan, kehadirannya merupakan bentuk komitmen Pemprov Banten untuk terus mendampingi keluarga. Meski operasi pencarian aktif oleh Tim SAR telah resmi ditutup pada hari ke-10, ia memastikan pemantauan di perairan Selat Sunda akan terus berjalan.
“Pemantauan tetap dilakukan dan kami akan terus berkoordinasi dengan Tim SAR,” ujar Gubernur Andra.
Ia memastikan, Pemprov Banten akan proaktif meneruskan setiap perkembangan informasi dari Tim SAR maupun pihak terkait. Hal ini dilakukan agar keluarga korban selalu mendapatkan pembaruan informasi yang akurat dan tepat waktu.
“Sekecil apa pun informasi yang kami peroleh, akan segera kami sampaikan kepada keluarga,” katanya.
Gubernur Andra menegaskan, penghentian pencarian aktif bukan berarti harapan dan komunikasi terputus. Pihaknya berjanji akan mengawal setiap perkembangan di lapangan dan menjaga komunikasi intensif dengan berbagai pihak.
Suasana haru dan penuh harap menyelimuti kegiatan tersebut. Pemprov Banten berharap doa yang dipanjatkan dapat memberikan kekuatan bagi keluarga dan membuka jalan terbaik bagi para korban yang hingga kini masih dalam pencarian. (Zal)
detakbanten.com BANTEN - Gubernur Banten Andra Soni menghadiri Rapat Paripurna DPRD Provinsi Banten dengan agenda Kesepakatan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Pendapatan dan Belanja Daerah serta Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2026, Kamis (17/9/2026). Kesepakatan tersebut menjadi bagian proses penyesuaian kebijakan anggaran terhadap dinamika pembangunan dan kondisi fiskal Provinsi Banten.
Kesepakatan Perubahan KUA dan PPAS 2026 akan menjadi dasar pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Provinsi Banten Tahun Anggaran 2026. Andra Soni mengatakan bahwa dengan ditandatanganinya kesepakatan tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten bersama DPRD memiliki tanggung jawab sesuai fungsi dan kewenangan masing-masing. Khususnya, untuk mengawal pembangunan dalam rangka mencapai tujuan pembangunan daerah.
“Dengan ditandatanganinya kesepakatan ini, menjadi tanggung jawab bersama melalui fungsi dan kewenangannya masing-masing untuk mengawal pembangunan dalam rangka mencapai tujuan pembangunan,” kata Andra Soni.
Gubernur mengatakan ada sejumlah catatan penting yang telah dituangkan dalam berita acara kesepakatan yang akan ditindaklanjuti untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2026.
“Beberapa catatan penting yang tertuang dalam berita acara yang telah disampaikan dapat kami tindak lanjuti guna peningkatan kualitas pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2026,” katanya.
Dalam kesepakatan Perubahan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2026, pendapatan daerah Provinsi Banten disepakati berubah dari semula Rp10,08 triliun lebih menjadi Rp9,72 triliun lebih atau berkurang Rp363,91 miliar lebih. Sementara itu, belanja daerah berubah dari semula Rp10,04 triliun lebih menjadi Rp9,62 triliun lebih atau berkurang Rp414,74 miliar lebih.
Dengan perubahan pendapatan dan belanja tersebut, surplus daerah meningkat dari semula Rp42,95 miliar lebih menjadi Rp93,79 miliar lebih atau bertambah Rp50,83 miliar lebih. Surplus tersebut digunakan untuk menutup pembiayaan daerah.
Perubahan KUA dan PPAS 2026 disusun dengan berpedoman pada Peraturan Gubernur Banten Nomor 13 Tahun 2025 tentang Perubahan RKPD Tahun 2026. Tema pembangunan tetap mengacu pada Perkuatan Fondasi Pemerataan Kesejahteraan melalui Pendidikan Inklusif dan Infrastruktur Dasar Berkelanjutan.
Selanjutnya, Andra Soni juga menyampaikan kebijakan tersebut juga disinkronkan dengan tema Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2026. Yaitu, Kedaulatan Pangan dan Energi serta Ekonomi yang Produktif dan Inklusif, serta disinergikan dengan kebijakan pemerintah kabupaten atau kota se-Provinsi Banten.
Selain itu, Andra Soni mengatakan bahwa penyusunan Perubahan KUA dan PPAS 2026 merupakan respons terhadap dinamika permasalahan yang berkembang di daerah. Tapi dengan tetap memperhatikan prioritas nasional dan kebutuhan penanganan secara cepat.
"Penyesuaian anggaran juga dilakukan berdasarkan evaluasi terhadap kebijakan pendapatan, belanja dan pembiayaan daerah serta capaian target kinerja program dan kegiatan. Perubahan asumsi pendapatan, belanja dan pembiayaan tersebut selanjutnya berpengaruh terhadap struktur APBD Tahun Anggaran 2026," katanya.
Penyusunan Perubahan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2026 telah memedomani ketentuan peraturan perundang undangan. Antara lain, Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, Permendagri Nomor 77 Tahun 2020 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah, serta Permendagri Nomor 14 Tahun 2025 tentang Pedoman Penyusunan APBD Tahun Anggaran 2026.
Andra Soni menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Banten, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), serta seluruh perangkat daerah atas kerja sama dalam proses penyusunan Perubahan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2026.
Ia juga berharap kesepakatan tersebut dapat mendukung peningkatan kualitas pelaksanaan pembangunan sekaligus pelayanan kepada masyarakat. “Untuk itu, mari bersama-sama kita mengawal dan mengawasi pelaksanaan pembangunan di Provinsi Banten,” pungkasnya. (Zal)
detak.co.id KOTA SERANG - Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Banten Tinawati Andra Soni menekankan pentingnya membangun budaya sekolah yang aman, nyaman, dan sehat. Ini bisa diwujudkan melalui kolaborasi seluruh warga satuan pendidikan, mulai dari tenaga pendidik, siswa, hingga orang tua.
Hal itu disampaikan Tinawati Andra Soni usai meninjau sekaligus melakukan penilaian Lomba Sekolah Sehat Tingkat Provinsi Banten Tahun 2026 di SMA Negeri 6 Kota Serang, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Jumat (18/9/2026).
Menurut Tinawati, sekolah merupakan lingkungan yang dipercaya orang tua untuk menjadi tempat anak-anak tumbuh dan belajar. Oleh karena itu, kondisi lingkungan sekolah perlu mendapat perhatian bersama agar dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi peserta didik.
"Saya memiliki anak sekolah juga yang artinya saya menitipkan anak saya di sekolah. Tentu saja kita ingin memiliki lingkungan sekolah yang aman dan nyaman," ungkap Tinawati Andra Soni.
Selanjutnya, Tinawati Andra Soni mengatakan, setiap kunjungannya ke sejumlah sekolah selalu dimanfaatkan untuk mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang nyaman dan aman. Menurutnya, lingkungan sekolah memiliki peran dalam membentuk karakter anak.
"Apalagi sekolah adalah tempat yang kami percaya dan kami yakini bahwa di situlah anak-anak tumbuh dan belajar untuk menjadi karakter yang lebih kuat," katanya.
Meski demikian, Tinawati mengingatkan bahwa pendidikan pertama tetap dimulai dari lingkungan keluarga. Ia mengajak para orang tua untuk terus merangkul dan mendidik anak-anak dengan baik sejak dari rumah.
"Madrasah pertama, pendidikan pertama tetap di rumah," imbuhnya.
Tinawati juga mengajak orang tua untuk tidak hanya memilih sekolah yang baik bagi anak, tetapi turut membersamai proses pendidikan dan memastikan pendidikan berlangsung dengan baik.
Dalam kunjungan tersebut, Tinawati juga berinteraksi dengan sejumlah peserta didik dari luar daerah yang mengikuti program afirmasi pendidikan menengah. Ia menyebut keberadaan siswa dari berbagai daerah menunjukkan bahwa setiap anak Indonesia memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang berkeadilan.
"Artinya bahwa setiap anak Indonesia memiliki hak yang sama, memiliki pendidikan yang berkeadilan," jelasnya.
Lebih lanjut, Tinawati mengajak seluruh pihak untuk memulai budaya sekolah sehat dari langkah-langkah sederhana, terutama dari lingkungan keluarga. Menurutnya, orang tua perlu membangun komunikasi dengan anak dengan cara mendengarkan dan menanyakan kondisi mereka, termasuk bagaimana perasaan anak selama menjalani aktivitas di sekolah.
"Kita harus bisa mendengarkan anak, kita harus bisa membersamai anak kita, kemudian kita bertanya hal-hal sederhana, bagaimana di sekolah, bagaimana kegiatan mereka, terutama bagaimana perasaan mereka hari ini," katanya.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 6 Kota Serang Rohmat Wirandanubrata mengatakan, komitmen mewujudkan sekolah sehat harus dibangun secara bersama-sama oleh seluruh pemangku kepentingan di lingkungan sekolah.
Dikatakannya, penyamaan visi menjadi langkah penting untuk membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman bagi pembelajaran siswa, didukung sarana dan prasarana yang memadai.
"Komitmen untuk mewujudkan sekolah sehat itu harus dilakukan secara bersama-sama. Kita bangun juga penyamaan visi dari seluruh stakeholder yang ada di sekolah ini," ujar Rohmat.
Ia mengatakan, ketika komitmen dan rasa memiliki telah tumbuh di seluruh warga satuan pendidikan, berbagai program sekolah dapat berjalan dengan kesadaran bersama.
Salah satu upaya yang dilakukan SMA Negeri 6 Kota Serang adalah edukasi pengelolaan sampah melalui program Sataku dan Satamu, yang mengajarkan siswa untuk bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan dari aktivitas sehari-hari.
"Sataku, Satamu, mewujudkan sampah tanggung jawabmu, sampah tanggung jawabku. Itu mengedukasi anak-anak bagaimana anak itu punya tanggung jawab," katanya.
Selain itu, dirinya menyampaikan sekolah sehat memberikan banyak manfaat bagi siswa, guru, dan tenaga kependidikan. Lingkungan yang sehat tidak hanya mendukung kesehatan fisik, tetapi juga memberikan dukungan secara psikologis karena siswa belajar dalam lingkungan yang aman dan nyaman.
"Mereka juga akan diajarkan bagaimana mereka peduli pada kesehatan diri mereka sendiri dan lingkungan di mana mereka belajar," katanya. (Zal)
Timnas Menuju FIFA ASEAN Cup dengan Skuad yang Belum Ideal. Herdman: Kami Terus Pantau Pemain Cedera
detakbanten.com JAKARTA - Tmnas Indonesia menghadapi FIFA ASEAN Cup 2026 dengan tantangan yang tidak ringan. Persiapan skuad Garuda terganggu absennya sejumlah pemain karena cedera. Adrian Wibowo, Miliano Jonathans, dan Mees Hilgers dipastikan belum dapat memperkuat tim pada turnamen ini karena masih menjalani pemulihan.
Situasi tersebut membuat komposisi Timnas Indonesia belum sepenuhnya berada dalam kondisi ideal. Selain tiga nama yang telah dipastikan absen, kondisi Marselino Ferdinan, Sandy Walsh, Shayne Pattynama, dan Jay Idzes juga masih perlu dipantau. Karena itu, publik sebaiknya tidak membebani tim dengan ekspektasi berlebihan atau menganggap Indonesia akan tampil dengan kekuatan terbaik sejak awal turnamen.
"Kami sudah sangat dekat. Menurut saya, selalu ada kemungkinan muncul cedera di pekan-pekan terakhir pertandingan. Jadi, kami sebenarnya sudah memiliki gambaran skuad yang sangat jelas di pikiran kami," kata John Herdman di awal pekan ini di Jakarta.
"Tetapi beberapa cedera dalam beberapa hari terakhir menimbulkan kendala bagi kami. Karena itu, kami perlu mengevaluasi situasi dua atau tiga pemain dari akhir pekan kemarin, lalu kemudian finalisasinya," ujarnya menambahkan.
Fokus utama Timnas Indonesia saat ini adalah memastikan pemain yang tersedia berada dalam kondisi terbaik, membangun koordinasi antarlini, dan menyiapkan beberapa skenario permainan. Kedalaman skuad akan diuji, terutama ketika tim harus beradaptasi tanpa sejumlah pemain yang selama ini menjadi bagian penting dari rencana.
Dengan situasi tersebut, target yang paling realistis adalah melihat Timnas Indonesia tampil disiplin, kompetitif, dan berkembang dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya. Hasil tetap penting, tetapi proses adaptasi dan kemampuan pemain pelapis untuk mengambil tanggung jawab juga akan menjadi ukuran yang tidak kalah penting.
Dukungan publik tetap dibutuhkan, tetapi dukungan itu sebaiknya disertai kesabaran. Timnas Indonesia masih memiliki peluang untuk memberikan penampilan terbaik, namun perjalanan menuju hasil maksimal kali ini tidak akan mudah. Skuad Garuda perlu melewati turnamen secara bertahap, tanpa tekanan untuk selalu menang besar dan tanpa mengabaikan kondisi kesehatan pemain.
Dengan skuad yang belum lengkap, ekspektasi perlu dikelola secara realistis. Timnas Indonesia tidak datang dengan situasi paling ideal, tetapi tetap memiliki kesempatan untuk berjuang melalui kerja sama tim, kedisiplinan, dan kesiapan pemain yang dipercaya tampil. (Rls/Zal)
detakbanten.com TANGSEL- Palang Meriah Indonesia Kota Tangerang Selatan atau PMI Kota Tangsel mendistribusikan air bersih 16.000 liter air bersih dan 100 galon air minum kepada masyarakat terdampak kekeringan di Keranggan, Kecamatan Setu, Sabtu, 19 September 2026.
Aksi sosial itu sebagai aksi nyata dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Palang Merah Indonesia dengan tema Peduli, Bergerak dan Berdampak.
Ketua PMI Kota Tangsel Hj. Airin Rachmi Diany mengatakan, PMI hadir sejak 17 September 1945 satu bulan setelah Kemerdekaan Republik Indonesia.
"Kami merayakannya dengan kegiatan sosial, distribusi bantuan air bersih, cek kesehatan gratis, donor darah dan aksi sosial lainnya," kata Airin.
Diketahui, berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangsel, Kelurahan Keranggan menjadi salah satu wilayah paling terdampak kekeringan.
Airin berharap kegiatan peringatan HUT ke-81 PMI dapat memberikan manfaat untuk masyarakat. Terutama masyarakat yang saat ini terdampak kekeringan.
"Kami hanya mengisi dari apa yang sudah dilakukan Pemerintah Kota Tangsel dalam penanganan kekeringan dari Senin-Jumat. Sabtu-Minggunya dari kami, PMI Kota Tangsel," ungkap Airin.
"InsyaAllah kita akan lakukan sampai Desember. Selama tiga bulan kita akan salurkan air bersih di Keranggan dan semoga bisa membantu apa yang menjadi persoalan di lapangan, khususnya masyarakat di Keranggan," ungkap Airin.
HUT ke-81 PMI itu secara simbolis diperingati dengan potong tumpeng. Kegiatan turut dihadiri oleh Wakil Ketua PMI Kota Tangsel Tubagus Asep Nurdin serta jajaran pengurus dan PMI Kecamatan se-Tangsel.
Turut hadir juga Ketua DPRD Kota Tangsel Abdul Rasyid, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel dr. Allin Hendalin Mahdaniar, Camat Setu Bunga Pranatalia Putri, Kapolsek Cisauk AKP Agus Riyanto dan Lurah Keranggan serta RW dan RT setempat.
Aksi distribusi air bersih juga sudah dilakukan PMI Kota Tangsel sejak awal 2026. Distribusi bantuan air bersih dan logistik dilakukan di wilayah Cipeucang, Serpong dan masih berlangsung hingga saat ini.
Aksi kemanusiaan diperluas di wilayah terdampak musim kemarau ekstrim yang diperkirakan akan terjadi hingga awal 2027.
PMI Kota Tangsel juga terus konsisten memberikan layanan bantuan ambulance untuk gawat darurat, pelayanan donor darah serta aksi-aksi kemanusiaan lainnya. (Humas PMI Kota Tangsel)
detakbanten.com TANGSEL – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan mengusung semangat memperkuat persatuan dan meningkatkan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Kota Tangerang Selatan tersebut digelar di Batalyon Kavaleri 9/Satya Dharma Kala (Yonkav 9/SDK), Senin (17/8/2026), dan dipimpin oleh Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie.
Dalam sambutannya, Benyamin mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan peringatan kemerdekaan sebagai momentum untuk melanjutkan semangat, cita-cita, dan perjuangan para pahlawan melalui karya serta kontribusi sesuai dengan peran masing-masing.
Benyamin mengatakan, kemerdekaan yang diraih Indonesia 81 tahun lalu bukanlah hadiah, melainkan hasil perjuangan panjang dan pengorbanan para pahlawan.
“Sebagai generasi penerus, sudah menjadi kewajiban kita untuk melanjutkan semangat, cita-cita, dan perjuangan para pendahulu. Mengisi kemerdekaan bukan sekadar merayakannya, melainkan dengan sungguh-sungguh berikhtiar mewujudkan bangsa dan negara yang adil, makmur, maju, dan sejahtera,” ujar Benyamin.
Menurutnya, tema HUT ke-81 RI, “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, harus diterjemahkan melalui kerja nyata, termasuk di tingkat daerah.
Ia menilai, semangat tersebut dapat diwujudkan melalui persatuan dan kesepahaman di tengah keberagaman masyarakat. Karena itu, seluruh elemen masyarakat Tangsel diminta menyatukan langkah untuk mendorong kemajuan kota.
“Kedaulatan, keadilan, dan kemakmuran bukan hanya cita-cita nasional, tetapi juga harus kita hadirkan melalui kerja nyata di daerah. Sesuai dengan peran masing-masing, mari terus bersama-sama memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat dan kemajuan Kota Tangerang Selatan,” kata dia.
Benyamin juga menyampaikan sejumlah capaian Pemkot Tangsel yang menurutnya merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah dan masyarakat.
Sepanjang tahun ini, Tangsel meraih sejumlah penghargaan tingkat nasional, di antaranya penghargaan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) kategori kota terbaik tahun 2025, Universal Health Coverage (UHC) Award 2026 kategori madya, serta peringkat ketiga nasional berdasarkan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) 2025.
Selain itu, Tangsel meraih peringkat ketiga regional Jawa-Bali kategori penanggulangan kemiskinan dan percepatan penurunan stunting dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 dari Kementerian Dalam Negeri. Tangsel juga meraih peringkat kedua Sutami Awards 2025 kategori pembinaan dan pengawasan jasa konstruksi terbaik dari Kementerian Pekerjaan Umum.
Meski demikian, Benyamin menegaskan berbagai penghargaan tersebut bukan alasan untuk berhenti berbenah.
Menurutnya, masih terdapat sejumlah tantangan pembangunan yang harus diselesaikan, mulai dari sektor pendidikan dan kesehatan, infrastruktur, pengembangan ekonomi, perlindungan sosial, lingkungan, hingga pelayanan publik.
“Berbagai penghargaan tadi jelas merupakan hasil kerja bersama Pemerintah Kota dan seluruh elemen masyarakat Tangerang Selatan. Namun, masih ada sejumlah tantangan yang perlu kita tuntaskan,” ucapnya.
Pada kesempatan tersebut, Benyamin juga menyampaikan apresiasi kepada DPRD Kota Tangsel, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, pelaku usaha, akademisi, insan pers, komunitas, serta seluruh warga yang selama ini turut mendukung pembangunan daerah.
Ia juga mengapresiasi Batalyon Kavaleri 9/Satya Dharma Kala yang telah menyediakan fasilitas untuk pelaksanaan upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Kota Tangsel.
Menutup sambutannya, Benyamin mengajak masyarakat mengisi kemerdekaan dengan karya dan kontribusi sesuai dengan peran masing-masing. (ADV)



































