Oppo Reno5 Plus Siap Dirilis, Berikut Harga dan Spesifikasinya
Detakbanten.com TEKNOLOGI,- Setelah sebelumnya sukses meluncurkan Reno 5 dan Reno 5 Pro, Oppo resmi memperkenalkan Reno 5 Pro Plus sebagai varian smartphone flagship terbarunya.
Hadir dengan membawa fitur mumpuni, Oppo Reno5 Pro+ 5G dipasarkan di Tiongkok dengan harga 3.999 yuan atau setara Rp 8.7 juta rupiah untuk varian
Hadir sebagai smartphone high-end, Oppo Reno5 Pro Plus ditanami chipset Snapdragon 865 yang merupakan chipset Qualcomm tertinggi ditahun ini dengan RAM 8 GB atau 12 GB, serta memori internal 128 GB dan 256 GB dan tidak ada tambahan slot MicroSD untuk memperluas area penyimpanan.
Melansir laman Gizmochina, minggu (27/12), Smartphone ini hadir dengan layar berukuran 6,55 inci berjenis AMOLED. Memiliki refresh rate 90Hz, serta memiliki tingkat kecerahan hingga 1.100 nits.
Dari segi kamera, Oppo Reno 5 Plus Pro ditanami kamera Selfie sebesar 32 MP yang terletak di Punch hole sebelah kiri atas. Dibagian belakang Smartphone ini dibekali dengan kamera belakang 50 MP Sony IMX766 , 13MP telephoto, 16MP ultra-wide, dan 2MP untuk macro
Untuk kapasitas baterainya 4.500 mAh yang sudah dilengkapi dengan teknologi pengisian daya cepat SuperVOOC 2.0 65W. Sementara sistem operasinya mengandalkan ColorOS 11 yang berbasis Android 11 dan sudah memiliki NFC.
Tertimpa Dump Truk, Warga Lampung Meninggal di Serpong
detakbanten.com, TANGSEL - Nahas menimpa M. Rizaludin Thoyib (22). Mahasiswa asal Lampung tersebut diketahui tewas usai tertimpa dump truk dalam kecelakaan di lampu traffic light Jalan Raya Serpong, Pakualam, Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Informasi yang berhasil dihimpun detakbanten.com dari kepolisian setempat menyampaikan, kecelakaan mau tersebut terjadi tepat di lampu traffic light pertigaan Gading Serpong, pada Minggu (27/12/2020) kemarin sekira pukul 23:00 WIB.
Usut punya usut, awal mula kecelakaan maut itu terjadi ketika dump truk B 9308 TYT yang dikemudikan oleh Haetomi (22) melaju kencang dari Serpong menuju Kota Tangerang.
Sesampainya di simpang traffic light Gading Serpong, dump truk yang dikemudikan warga Bogor itu berusaha menghindari mobil didepannya lantaran berhenti karena traffic light menunjukkan lampu merah.
Tiba-tiba pengemudi truk membanting stir untuk menghindari benturan, akan tetapi saat melewati mobil tersebut dump truk pecah ban dan membentur pembatas jalan.
Lantaran itu, truk terguling dan menimpa Rizaludin bersama motor beat nya saat berhenti di traffic light. Akibat tertimpa dump truk tersebut Rizaludin meninggal dunia.
Kanit Laka Lantas Polres Tangerang Selatan, Iptu Dhady kepada wartawan mengatakan, peristiwa maut tersebut berawal ketika truk yang dikemudikan pria berinisial H melaju dari arah Serpong, Tangerang Selatan, menuju Kota Tangerang.
Saat tiba di sebuah traffic light, pengemudi truk mencoba menghindari kendaraan minibus yang berhenti dikarenakan lampu rambu lalu lintas tengah merah.
"Pengemudi menghindari kendaraan lain, kemudian dari sisi kiri setelah melewati kendaraan minibus yang berada di depannya, pengemudi tiba-tiba membanting stir ke kanan lalu pecah ban bagian kanan belakang," kata Dhady saat dikonfirmasi wartawan, Senin (28/12/2020).
Dalam peristiwa tersebut, guna perkembangan lebih lanjut, kini polisi telah mengamankan pengemudi dump truk B 9308 TYT untuk dilakukan pemeriksaan terkait adanya kecelakaan yang menewaskan salah satu korban meninggal dunia.
Kekerasan Fisik dan Digital Terhadap Wartawan Hingga Pilkada Serentak
detakbanten.com Jakarta - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat mengeluarkan catatan akhir tahun sebagai bentuk refleksi untuk menyongsong masa depan yang lebih baik. Dalam rilis yang diterima redaksi, PWI menyoroti beberapa hal yang terjadi selama Tahun 2020 seperti merebaknya Covid-19 yang turut berimbas pada perusahaan pers dan para wartawan di Indonesia.
Pelaksanaan Pilkada serentak 2020, kekerasan fisik kepada wartawan yang masih terjadi seperti pemukulan, pengeroyokan dan perampasan alat kerja serta penghapusan paksa hasil liputan, yang dilakukan aparat penegak hukum maupun peserta demo.
Dalam keterangan tertulisnya yang di tanda tangani oleh Ketua Umum Atal S Depari dan Sekjen Mirza Zulhadi, PWI juga menyoroti terjadinya kekerasan baru pada era digital saat ini terhadpa wartawan seperti doxing yakni membuka data pribadi wartawan dan keluarganya di media sosial. PWI terus menghimbau pelaku yang merasa terganggu dengan karya jurnalistik, seharusnya menggunakan hak jawab sebagaimana diatur dalam UU No 40 tahun 1999 tentang Pers.
“Selain itu PWI menyesalkan terjadinya peretasan situs. Mereka yang tidak senang atas pemberitaan menggunakan hacker untuk membobol pertahanan website sebuah media atau meretas data pribadi wartawan. PWI berharap aparat hukum mengusut tuntas kasus tersebut agar tidak terulang lagi,” kata Ketua Umum PWI Atal S Depari, Senin, (28/12)
PWI mengucapkan terima kasih kepada para pihak yang tetap menjaga kemerdekaan pers dengan berpedoman kepada UU No 40 tahun 1999 tentang Pers dan peraturan perundang-udangan tentang pers lainnya, dalam menyelesaikan persoalan terkait kasus-kasus pers.
Selain itu melalui Masyarakat Pemantau Pemilu (Mappilu) PWI melakukan survei kepada wartawan di 34provinsi di Indonesia yang menghasilkan kesimpulan, bahwa sebagian besar wartawan mendukung Pilkada serentak 2020, tetap berlangsung 9 Desember namun dengan sejumlah catatan, terutama terkait penegakan protokol kesehatan. Secara umum pelaksanaan pilkada juga dinilai berjalan dengan baik.
“PWI mengucapkan terima kasih kepada wartawan, perusahaan pers, dan semua komponen bangsa lainnya yang telah mengawal proses demokrasi yaitu Pilkada Serentak 2020 sehingga secara umum bisa berlangsung lancar, demokratis, sehat, dan berbudaya,” ujar Atal.
Ditegaskannya, media yang secara terus menerus mengingatkan para pihak untuk patuh terhadap protokol kesehatan, gerakan 3M, telah berdampak positif terhadap penyelenggaraan pilkada sehingga tidak menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.
PWI juga mengucapkan terima kasih kepada perusahaan pers yang tetap mempekerjakan wartawan meski dalam kondisi sulit. Kepada para wartawan, PWI berharap agar terus meningkatkan profesionalisme dan patuh menjalankan UU, Kode Etik Jurnalistik, dan Kode Perilaku Wartawan.
Terakhir, dalam catatan akhir tahunnya, PWI menyerukan kepada semua pihak untuk terus berupaya menjaga keberlangsungan kehidupan pers yang merupakan pilar demokrasi. Keberadaan pers sebagai fourth estate, kekuatan keempat, pada era demokrasi ini sangat penting untuk mewujudkan pemerintahan yang akuntabel, bersih, transparan, dan terhindar dari praktik kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN). Menyelamatkan kehidupan pers berarti ikut menyelamatkan kehidupan demokrasi di Indonesia demi masa depan kehidupan bangsa yang lebih baik dan demi kesejahteraan rakyat Indonesia.


































