Items filtered by date: Wednesday, 05 August 2026
Terima Kunjungan Danlanal Baru, Gubernur Banten Andra Soni Siap Tingkatkan Kolaborasi
detakbanten.com BANTEN - Gubernur Banten Andra Soni menerima kunjungan Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banten yang baru Letkol Laut (P) Wawan Subagyo Mardani di selasar Rumah Dinas (Rumdin) Gubernur Banten, Kota Serang, Rabu (5/8/2026).
Letkol Laut (P) Wawan Subagyo Mardani secara resmi menggantikan pejabat sebelumnya Kolonel Laut (P) Catur Yogiantoro. Prosesi serah terima jabatan dipimpin langsung oleh Komandan Kodaeral III Laksamana Muda TNI Uki Prasetia di Selasar Mako Kodaeral III Jakarta, Kamis (16/07/2026) lalu.
Andra Soni mengungkapkan, kolaborasi antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dengan Danlanal Banten selama ini terjalin sangat harmonis, baik formal maupun informal. Apalagi, Danlanal Banten mempunyai peranan strategis dalam menjaga stabilitas dan keamanan ruang laut di wilayah Banten.
"Saya mewakili Pemprov Banten siap meningkatkan kolaborasi untuk bersama-sama menjaga stabilitas keamanan di Provinsi Banten, sehingga perekonomian masyarakat berjalan baik begitu juga dengan iklim investasi," katanya.
Andra Soni juga mengucapkan terima kasih kepada Kolonel Laut (P) Catur Yogiantoro atas pengabdiannya selama bertugas di Provinsi Banten. Kemudian kepada Letkol Laut (P) Wawan Subagyo Mardani, Andra Soni mengucapkan selamat datang di Provinsi Banten.
"Kita terus berkolaborasi untuk kemajuan daerah" pungkasnya. (Zal)
Fraksi PDI Perjuangan : Pemusnahan Obat Keras Selamatkan Ribuan Generasi Muda Tangsel
detakbanten.com TANGSEL-Jutaan butir obat keras golongan daftar G dari berbagai merek dimusnahkan oleh jajaran Kepolisian Resor (Polres) Tangerang Selatan (Tangsel) menggunakan mesin insinerator di Mapolsek Serpong, Selasa (4/8/2026).
Langkah tersebut mendapat apresiasi dari Anggota DPRD Kota Tangsel Fraksi PDI Perjuangan, Syamsul Hariyanto. Menurutnya, pemusnahan obat keras daftar G merupakan bentuk keseriusan aparat dalam melindungi masyarakat, terutama kalangan remaja, dari penyalahgunaan obat-obatan berbahaya.
“Kami sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan pihak kepolisian, terutama Polres Tangsel dan Polsek Serpong, yang telah memusnahkan obat-obatan keras yang dilarang beredar tersebut,” kata Atul, sapaan Syamsul Hariyanto di Gedung DPRD Tangsel, Rabu (5/8/2026).
Ia menilai, pemusnahan jutaan butir obat keras daftar G menjadi bukti nyata komitmen kepolisian dalam mencegah peredaran obat-obatan berbahaya yang dapat merusak masa depan generasi muda.
“Ini sudah menyelamatkan ribuan generasi muda Tangsel. Kita semua tahu dampak penyalahgunaan obat-obatan ini sangat merusak generasi muda,” ujarnya.
Atul juga meminta pengawasan terhadap peredaran obat keras daftar G terus diperketat. Menurutnya, upaya pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, tetapi juga memerlukan dukungan seluruh elemen masyarakat.
“Kami di DPRD Tangsel sangat mendukung langkah preventif yang dilakukan semua pihak. Mari bersama-sama melindungi generasi muda Tangsel agar tumbuh sehat dan terbebas dari penyalahgunaan obat-obatan,” tegasnya.
Seperti diketahui, Polres Tangsel musnahkan barang bukti sebanyak 46 juta butir obat keras daftar G dari berbagai merek. Barang bukti tersebut merupakan hasil pengungkapan kasus yang dilakukan Unit Reskrim Polsek Serpong pada April 2026.
Kapolres Tangsel, AKBP Boy Jumalolo menegaskan komitmennya untuk menindak tegas seluruh pelaku penyalahgunaan narkoba maupun peredaran obat keras daftar G, termasuk apabila pelakunya merupakan anggota Polri.
“Terlebih apabila pelakunya anggota Polri, kami tidak akan memberikan perlakuan khusus. Akan kami tindak tegas sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegas Boy.
Kapolres juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam memberantas peredaran narkoba dan obat-obatan berbahaya.
“Saya meminta kepada seluruh masyarakat, apabila melihat, mendengar, atau mengetahui adanya peredaran narkoba maupun obat keras daftar G, agar segera melaporkannya kepada kantor kepolisian terdekat atau melalui layanan Kepolisian 110,” pungkasnya. (Dra)
KLH Didesak Sidak Pengelolaan Limbah di PT PEMI Balaraja
detakbanten.com TANGERANG -- Kementrian Lingkungan Hidup ( KLH) Didesak untuk melakukan inspeksi mendadak ( Sidak) terhadap limbah produksi PT PEMI Balaraja, menyusul kisruhnya pengelolaan limbah pada perusahaan PEMI di Balaraja tersebut, hal tersebut dikatakan aktivis lingkungan lembaga Swadaya Masyarakat asal Balaraja H Retno Juarno.
"Dengan kisruhnya pengelolaan limbah produksi PT PEMI , akan berdampak terhadap limbah, baik limbah domestik maupun limbah B3, karena dari informasi yang ada, kulit tembaga mengandung bahan limbah B3,"terang H Retno.
Retno menambahkan, seharusnya management PT PEMI transparan dalam melakukan kerjasama dengan pihak ketiga, apalagi berkaitan dengan pengelolaan limbah, jangan sampai ada permasalahan pencemaran, karena kesalahan prosedur pengelolaan limbah akan berbuntut pada pidana, sesuai dengan undang-undang lingkungan hidup, dirinya mendesak kepada Kementrian lingkungan hidup ( KLH) untuk mengecek sejauh mana pengelolaan limbah di PT PEMI.
"Kami berharap agar Kementrian lingkungan hidup bisa turun ke PT PEMI untuk mengetahui sejauhmana pengelolaan limbah PT PEMi dikelola dengan baik apa tidak, cek pihak pemegan SPK nya, apakah memiliki perizinan pengelolaan limbah B3 atau tidak,"tandasnya .
Dinilai Jadi Penggerak Ekonomi Warga, Syamsul Hariyanto Dorong Pengembangan Budidaya Jamur Crispy di Serpong
detakbanten.com TANGSEL-Anggota DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dari Fraksi PDI Perjuangan, Syamsul Hariyanto, mengunjungi lokasi budidaya jamur Crispy milik Mochamad Amri di Jalan Salem III, Kampung Serpong, Kecamatan Serpong, Rabu (5/8/2026).
Usaha budidaya jamur yang telah dirintis hampir tiga tahun itu dinilai memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan. Namun, hingga kini Amri mengaku usahanya masih minim pendampingan dan perhatian dari pemerintah daerah.
Amri mengatakan, saat ini dirinya masih membutuhkan pembinaan dan kesempatan belajar dari daerah lain agar hasil budidaya jamurnya dapat terus berkembang.
“Karena saya masih dalam tahap belajar, kalau ada ilmu atau pengalaman dari luar sebagai bahan studi banding tentu akan sangat bermanfaat bagi kami,” kata Amri.
Ia menjelaskan, hasil panen jamurnya dipasarkan ke pasar tradisional di wilayah Serpong dan pasar - pasar tradisional lainnya dengan harga berkisar Rp20.000 hingga Rp25.000 per kilogram. Dalam sehari, ia mampu memanen sekitar 8 hingga 10 kilogram jamur.
Saat ini Amri memiliki sekitar 1.000 bibit jamur. Jumlah tersebut dinilai belum mampu memenuhi tingginya permintaan pasar.
“Saat ini baru ada sekitar 1.000 bibit jamur. Padahal untuk memenuhi kebutuhan pasar yang cukup tinggi, minimal kami membutuhkan sekitar 5.000 bibit,” jelasnya.
Karena itu, Amri berharap pemerintah daerah dapat memberikan dukungan, terutama dalam pemenuhan bibit dan pendampingan usaha. Menurutnya, keterbatasan modal masih menjadi kendala utama untuk meningkatkan kapasitas produksi.
Menanggapi hal tersebut, Syamsul Hariyanto menilai budidaya jamur memiliki prospek yang baik sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat. Terlebih, usaha tersebut dijalankan oleh generasi muda yang dinilai mampu menjadi contoh bagi masyarakat lainnya.
“Budidaya jamur ini sangat bagus untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Apalagi yang menjalankannya adalah anak muda. Ini membuktikan bahwa sektor pertanian juga bisa menjadi peluang usaha yang menjanjikan,” kata Syamsul.
Ia memastikan akan menindaklanjuti aspirasi tersebut kepada Pemerintah Kota Tangerang Selatan, khususnya Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP), agar pelaku usaha budidaya jamur memperoleh pembinaan dan dukungan yang dibutuhkan.
Menurutnya, budidaya jamur tidak memerlukan lahan yang luas sehingga berpotensi dikembangkan oleh lebih banyak masyarakat apabila mendapat dukungan pemerintah.
“Pemerintah harus melihat potensi budidaya jamur sebagai upaya meningkatkan taraf hidup masyarakat. Dari usaha seperti ini, petani benar-benar bisa menggantungkan penghasilannya. Aspirasi ini akan kami tindak lanjuti dan menjadi masukan di Fraksi PDI Perjuangan DPRD Tangsel,” tegasnya.
PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang Mill Dampingi Enam Wilayah Binaan
detakbanten.com KOTA TANGSEL - PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang Mill unit usaha APP Group, kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian lingkungan melalui pembinaan Program Kampung Iklim (ProKlim). Pada tahun 2026, perusahaan mendampingi enam wilayah binaan yang mengikuti Verifikasi Lapangan Program Kampung Iklim (ProKlim) Tingkat Provinsi Banten sebagai bagian dari upaya memperkuat aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim berbasis masyarakat.
Enam wilayah binaan tersebut meliputi RW 013 Kelurahan Serua, RW 011 Kelurahan Ciater, RW 014 Kelurahan Pakujaya (Cluster Eldora), RW 003 Kelurahan Pondok Jagung Timur (Cluster Dahlia Loka), RW 006 Kelurahan Kademangan, serta RW 013 Kelurahan Pondok Jagung Timur. Pelaksanaan verifikasi dilakukan secara bertahap sesuai jadwal Tim Verifikasi Provinsi Banten.
Khusus pada Rabu, 5 Agustus 2026, Tim Verifikasi Lapangan Provinsi Banten melaksanakan penilaian secara bersamaan di dua wilayah binaan PT IKPP Tbk. Tangerang Mill, yaitu RW 014 Cluster Eldora, Kelurahan Pakujaya, dan RW 003 Cluster Dahlia Loka, Kelurahan Pondok Jagung Timur, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan.
Verifikasi lapangan ini merupakan bagian dari proses penilaian Pemerintah Provinsi Banten terhadap implementasi Program Kampung Iklim yang bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi dampak perubahan iklim melalui berbagai aksi nyata pelestarian lingkungan.
Camat Serpong Utara, Ma'mun, menyampaikan apresiasi atas semangat dan partisipasi masyarakat dalam menjalankan Program Kampung Iklim. Ia optimistis Cluster Eldora mampu meraih hasil terbaik pada penilaian tahun ini.
"Saya sangat optimis Cluster Eldora dapat memberikan yang terbaik. Apa yang telah dipaparkan menunjukkan komitmen masyarakat yang luar biasa dalam menjaga lingkungan. Semangat kebersamaan, gotong royong, dan partisipasi aktif warga menjadi modal utama keberhasilan Program Kampung Iklim di wilayah ini," ujarnya.
Sementara itu, Kholisul Fatikhin, Sustainability Head PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang Mill mengatakan, bahwa perusahaan terus berkomitmen membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
"PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang Mill terus membangun sinergi dengan pemerintah, mulai dari tingkat dinas, kecamatan, kelurahan hingga masyarakat dalam mendukung berbagai program pelestarian lingkungan. Program pembinaan ProKlim telah kami jalankan sejak tahun 2021. Alhamdulillah, beberapa wilayah binaan telah berhasil memperoleh pengakuan dari Kementerian Lingkungan Hidup. Hal tersebut menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperluas pendampingan agar semakin banyak kawasan mampu menerapkan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan," ujar Kholisul.
Ia menambahkan bahwa Program Kampung Iklim bukan sekadar ajang penilaian, tetapi merupakan media edukasi dan pemberdayaan masyarakat agar mampu membangun budaya peduli lingkungan.
"Ketika lingkungan menjadi bersih, nyaman, aman, dan lestari, manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat. Karena itu, ProKlim terus didorong sebagai motivasi agar masyarakat semakin aktif mengelola lingkungan secara mandiri dan berkelanjutan," tambahnya.
Ketua RW 14 Cluster Eldora, Abdul Rahman, menyampaikan optimismenya bahwa wilayah yang dipimpinnya mampu memperoleh hasil terbaik dalam proses verifikasi lapangan tahun ini.
Menurutnya, keikutsertaan RW 14 dalam Program Kampung Iklim merupakan bentuk komitmen seluruh warga dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan ketahanan terhadap dampak perubahan iklim.
Berbagai kegiatan telah dilaksanakan secara konsisten melalui semangat gotong royong, di antaranya penghijauan lingkungan, pengelolaan sampah berbasis prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), budidaya tanaman pangan dan hortikultura, konservasi air, pemanfaatan lahan pekarangan, pengembangan Kelompok Wanita Tani (KWT), budidaya perikanan, serta berbagai kegiatan edukasi lingkungan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Pendampingan terhadap enam wilayah binaan ini merupakan wujud nyata komitmen PT IKPP Tbk. Tangerang Mill dalam mendukung Program Kampung Iklim sebagai bagian dari implementasi tanggung jawab sosial perusahaan di bidang lingkungan. Melalui sinergi bersama Pemerintah Provinsi Banten, Pemerintah Kota Tangerang Selatan, pemerintah kecamatan, kelurahan, serta masyarakat, perusahaan berharap seluruh wilayah binaan mampu menjadi contoh pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan dan meraih hasil terbaik pada Program Kampung Iklim.
Ke depan, PT IKPP Tbk. Tangerang Mill akan terus memperkuat pendampingan kepada masyarakat melalui berbagai program pelestarian lingkungan yang inovatif, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas sekaligus mendukung target pembangunan berkelanjutan dan penguatan ketahanan masyarakat terhadap perubahan iklim. (Red)




































