Detak Banten - Tangsel Menjangkau Dunia

Putra Porciba Singkirkan Golok Setan Melalui Titik Putih

detakbanten.com TANGSEL-Putra Porciba dari Cipete, Kota Tangerang, menjadi tim terakhir yang memastikan tiket ke babak perempat final Pakujaya Cup XI 2026 setelah menang adu penalti 5-3 atas rivalnya, Golok Setan dari Jurang Mangu Timur, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Tinawati Andra Soni dan Pengusaha Kuliner Indonesia Kolaborasi Populerkan Pangan Lokal Banten

Tinawati Andra Soni dan Pengusaha Kuliner Indonesia Kolaborasi Populerkan Pangan Lokal Banten

detak.co.id, BANTEN – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Banten Tinawati Andra Soni dan DPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Culinari Indonesian (HCI) berkolaborasi untuk mempopulerkan kuliner berbahan pangan lokal Banten. HCI beranggotakan para pengusaha kuliner dan para chef ini berkomitmen mengembangkan kuliner berbahan pangan lokal dari tanah jawara.

Wagub Banten Dimyati: Tradisi Ngadu Bedug Harus Tetap Bergema di Tengah Perubahan Zaman

Wagub Banten Dimyati: Tradisi Ngadu Bedug Harus Tetap Bergema di Tengah Perubahan Zaman

detakbanten.com KAB. PANDEGLANG – Wakil Gubernur Achmad Dimyati Natakusumah menegaskan tradisi Ngadu Bedug sebagai tradisi masyarakat Pandeglang harus dilestarikan sebagai identitas budaya masyarakat di tengah arus modernisasi. Hal itu disampaikannya saat membuka Gebrag Ngadu Bedug 2026 di Alun-alun Pandeglang, Jumat (29/5/2026).

 

Acara tersebut dihadiri ribuan warga yang memadati Alun-alun Kabupaten Pandeglang. Acara budaya yang berlangsung pada 29–31 Mei 2026 tersebut kembali masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) selama dua tahun berturut-turut.

Mengusung tema “Tang Ting Tung Dong, Warna Bunyi dalam Jerami”, Gebrag Ngadu Bedug 2026 menjadi ajang pertemuan para komposer nusantara, seniman, komunitas budaya, dan pelaku ekonomi kreatif dalam sebuah perayaan budaya yang meriah dan berdaya saing.

Dalam sambutan saat membuka acara, Dimyati mengapresiasi sanggar seni dan Kampung Bedug yang selama ini konsisten menjaga tradisi budaya di Pandeglang. Menurutnya, tradisi ini merupakan simbol identitas daerah yang dikenal sebagai wilayah religius, daerah seribu ulama dan sejuta santri.

“Kalau tidak kita pertahankan, identitas kita bisa hilang. Bedug adalah salah satu identitas budaya yang harus terus kita jaga,” ujarnya.

 

Ia menilai, tantangan pelestarian budaya semakin besar seiring perkembangan zaman. Karena itu, tradisi Ngadu Bedug harus terus diwariskan kepada generasi muda agar tetap hidup di tengah masyarakat.

Dimyati juga menyebut keberhasilan Gebrag Ngadu Bedug kembali masuk KEN sebagai prestasi penting bagi Kabupaten Pandeglang dan Provinsi Banten. Ia menegaskan status tersebut harus dijaga melalui penyelenggaraan yang berkelanjutan setiap tahun.

“Karena sudah masuk KEN, event ini tidak boleh berhenti. Harus terus dilaksanakan dan dikembangkan setiap tahun,” tegasnya.

Ketua Asosiasi Seniman Bedug Kabupaten Pandeglang Endang Suhendar mengatakan, Gebrag Ngadu Bedug lahir dari tradisi masyarakat yang telah diwariskan lintas generasi. Menurutnya, bedug bukan sekadar alat musik, melainkan media komunikasi dan bagian dari kehidupan sosial masyarakat Pandeglang.

 

“Bedug bukan sekadar alat bunyi. Ia adalah bahasa kampung yang diwariskan lintas generasi,” katanya.

Sebanyak 20 Kampung Bedug dari berbagai wilayah di Pandeglang turut berpartisipasi dalam ajang ini. Selain menjadi sarana pelestarian budaya, kegiatan tersebut juga memberi dampak ekonomi bagi masyarakat melalui pergerakan UMKM, perdagangan, ekonomi kreatif dan sektor pariwisata lokal.

Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang pembukaan acara. Salah satunya Mardatillah Nabila (16), pelajar asal Kadulisung, yang datang bersama teman-temannya setelah mengetahui informasi kegiatan melalui media sosial.

“Ingin tahu budaya kita. Awalnya tahu di media sosial, akhirnya penasaran jadi datang nonton. Jadi nambah ilmu pengetahuan juga,” kata Nabila.

Semangat menjaga tradisi juga ditunjukkan peserta dari Kampung Cilaja. Koordinator kelompok, Mustori (40), mengatakan persiapan menghadapi Gebrag Ngadu Bedug 2026 dilakukan jauh hari melalui latihan rutin yang diperpadat menjelang perlombaan.

 

“Persiapan yang padat sekitar satu bulan. Sebelumnya kami latihan rutin seminggu sekali, lalu menjelang event latihan hampir setiap hari,” ujarnya.

Menurut Mustori, tradisi bedug di Kampung Cilaja awalnya digunakan untuk kegiatan keagamaan di masjid, terutama saat Ramadan dan malam takbiran, sebelum berkembang menjadi kesenian budaya masyarakat.

“Awalnya bedug digunakan untuk kegiatan keagamaan, sekarang berkembang menjadi kesenian dan kebudayaan masyarakat,” katanya.

Saat ini kelompok bedug Kampung Cilaja diperkuat sekitar 35 personel yang terdiri dari 20 perempuan dan 15 laki-laki. Regenerasi terus dilakukan dengan melibatkan berbagai kelompok usia agar tradisi tersebut tetap lestari.

Mustori juga mengungkapkan tingginya dukungan masyarakat dalam menjaga tradisi bedug.

 

“Dukungan masyarakat luar biasa. Dari bapak-bapak, ibu-ibu sampai renaja dan anak-anak sangat antusias mengikuti kegiatan bedug di kampung kami,” tuturnya.

Ia mengaku bangga atas capaian Kampung Cilaja yang berhasil meraih Juara I Gebrag Ngadu Bedug 2025. Prestasi tersebut menjadi motivasi bagi seluruh anggota untuk terus berlatih dan mempertahankan warisan budaya leluhur.

“Alhamdulillah, tahun 2025 Kampung Cilaja meraih Juara 1. Prestasi itu menjadi motivasi bagi kami untuk terus berlatih dan mempertahankan tradisi bedug sebagai warisan budaya masyarakat,” ujar Mustori.

Pembukaan Gebrag Ngadu Bedug 2026 turut dihadiri Komisaris Utama Indonesia Tourism Development Corporation Irna Narulita, Asisten Deputi Pemasaran KEN Kementerian Pariwisata Erwita Dianti, serta Bupati Pandeglang Dewi Setiani.

Selama tiga hari pelaksanaan, dentuman bedug dari berbagai kampung di Pandeglang akan terus menggema sebagai simbol bahwa tradisi warisan leluhur tersebut tetap hidup, berkembang, dan relevan di tengah masyarakat modern. (Zal)

Tembok Kokoh Itu Bernama Gondang, Penjaga Takdir Sedulur Bertahan di Pakujaya Cup

Tembok Kokoh Itu Bernama Gondang, Penjaga Takdir Sedulur Bertahan di Pakujaya Cup

TANGSEL, detakbanten.com – Penjaga gawang Sedulur FC, Gondang, tampil sebagai pahlawan kemenangan tim asal Cirebon, Jawa Barat, saat memastikan tiket babak 16 besar Pakujaya Cup XI 2026. Bermain di Stadion Mini Pakujaya, Serpong Utara, Selasa (19/5/2026), Gondang menjadi tembok terakhir yang tak tergoyahkan di bawah mistar.

Operasi Saber 2026, BNN Ungkap Kasus di Berbagai Wilayah Indonesia

Operasi Saber 2026, BNN Ungkap Kasus di Berbagai Wilayah Indonesia

detakbanten.com JAKARTA – Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) berhasil mengungkap sejumlah kasus tindak pidana narkotika melalui Operasi Sapu Bersih Narkoba (Ops. Saber Bersinar) yang dilaksanakan di berbagai wilayah Indonesia, meliputi Sumatera Utara, Kalimantan Timur, Jakarta, Sumatera Barat, Aceh, Sulawesi, Jawa Timur, Riau, hingga Kepulauan Riau. Pengungkapan tersebut merupakan hasil sinergi BNN RI bersama Kepolisian Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta instansi terkait lainnya dalam upaya pemberantasan jaringan peredaran gelap narkotika nasional maupun lintas negara.

Viral “Pocong” Diduga Modus Kejahatan, Polresta Tangerang Tingkatkan Patroli

Viral “Pocong” Diduga Modus Kejahatan, Polresta Tangerang Tingkatkan Patroli

TANGERANG, detakbanten.com — Polresta Tangerang merespons teror “pocong” di sejumlah wilayah yang viral beredar di media sosial. Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mengimbau masyarakat tetap waspada namun tetap tenang dan tidak panik.

Satpol PP Diminta Tegas Tertibkan Warung Remang – Remang Berkedok Cafe

detakbanten.com TANGERANG — Pasca penggerudukan Cafe Sopo Sanggar di kawasan Puspemkab Tangerang Tigaraksa pada Selasa (12/5/2026) malam , Satpol PP diminta tertibkan seluruh tempat hiburan malam berkedok cafe di wilayah Kabupaten Tangerang, hal tersebut dikatakan ketua komisi 1 DPRD Kabupaten Tangerang Bimo Mahfudz fudianto kepada media.

Diduga Jadi sarang Maksiat, Warga Geruduk Cafe di Kawasan Pemkab Tangerang

Diduga Jadi sarang Maksiat, Warga Geruduk Cafe di Kawasan Pemkab Tangerang

detakbanten.com TANGERANG– – Ratusan warga Kecamatan Tigaraksa Kabupaten Tangerang Banten menggerduk Cafe Sopo Sanggar di kawasan Puspemkab Tangerang di Tigaraksa Selasa malam (12/5/2026) sekira pukul 21.00 WIB, cafe yang disinyalir menjadi tempat hiburan malam (THM), tersebut dinilai meresahkan warga sekitar.

Kapolresta Tangerang Pastikan Warung Diduga Sediakan Hiburan dan Miras di Kawasan Pemda Akan Dibongkar

Kapolresta Tangerang Pastikan Warung Diduga Sediakan Hiburan dan Miras di Kawasan Pemda Akan Dibongkar

detakbanten.com TANGERANG — Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah memastikan akan membongkar warung atau kafe yang diduga menyediakan layanan hiburan serta menjual minuman keras (miras) di kawasan Puspemkab Tangerang.

Alma FC Tak Terbendung, Permalukan Allstar Pakujaya 3 Gol Tanpa Balas

Alma FC Tak Terbendung, Permalukan Allstar Pakujaya 3 Gol Tanpa Balas

detakbanten.com TANGSEL-Alma FC tampil perkasa usai menundukkan Allstar Pakujaya dengan skor telak 3-0 pada lanjutan babak 32 besar Pakujaya Cup XI 2026 di Stadion Mini Pakujaya, Selasa (12/5/2026).

Go to top