Jelang Larangan Mudik, Ratusan Ribu Orang Nyebrang Via Pelabuhan Merak

Jelang Larangan Mudik, Ratusan Ribu Orang Nyebrang Via Pelabuhan Merak

detakbanten.com Cilegon - Jelang Larangan Mudik, 110 Ribu Orang Nyebrang via Pelabuhan Merak ke Bakauheni
Antrean kendaraan yang ingin menyeberang dari Pelabuhan Merak, Banten, Minggu (2/5/2021).

Pemerintah melakukan larangan mudik pada 6 Mei sampai 17 Mei 2021 mendatang, membuat terjadinya lonjakan penumpang di Pelabuhan Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Merak.

Dari data yang berhasil dihimpun, selama 12 jam dari pukul 08.00 WIB sampai pukul 20.00 WIB, terjadi lonjakan pada Jumat, 30 Maret 2021 sebanyak 40.550 orang pejalan kaki dan yang berada di kendaraan angkutan umum.

Tercatat untuk pejalan kaki sebanyak 2.024 orang, diantaranya, pejalan kaki tercatat dewasa sebanyak 2.005 orang dewasa dan anak-anak tercatat 19 orang. Sementara dalam kendaraan umum sebanyak 38.526 orang.

Terjadi lonjakan 2 kali lipat, dibandingkan dengan hari sebelumnya, yakni Kamis 29 Mei 2021, tidak terlalu banyak aktifitas penyeberangan yakni total 28.251 orang pejalan kaki dan yang berada di kendaraan angkutan umum.

Tercatat dari data untuk pejalan kaki sebanyak 1.221 orang diantaranya, 1.201 orang pejalan kaki dewasa dan dan 20 orang pejalan kaki anak-anak. Sementara dalam kendaraan sebanyak 27.030 orang.

Sementara data pada Sabtu, 1 Mei 2021, tercatat dengan total pemudik mencapai 38.201 orang untuk pejalan kaki dan yang berada di dalam kendaraan angkutan umum.

Tercatat diantaranya 2.300 orang penumpang pejalan kaki, diantaranya 2.247 orang untuk pejalan kaki dewasa dan 53 orang untuk anak-anak. Sementara dalam kendaraan sebanyak 35.901 orang.

Seorang penumpang yang menyeberang via Pelabuhan Merak, Fajri, mengaku, jika dirinya sengaja memilih pulang ke kampung halamannya di Lampung Utara lebih awal guna menghindari diberlakukannya larangan mudik oleh pemerintah.

Alasannya, dirinya akan lebih sulit untuk bisa mudik jika larang mudik sudah diberlakukan. Sehingga dirinya enggan jika harus kembali tidak pulang kampung di momen perayaan Idul Fitri 1442 H mendatang.

"Iya mau mudik ke Way Kanan (Lampung), dari Bogor. Pulang sekarang karena kalau nanti (tanggal 6 - 17 Mei) kan sudah enggak boleh. Mau lebaran di kampung, tahun kemarin soalnya enggak pulang," ucapnya saat ditemui di Pelabuhan Merak.

Hal senada turut disampaikan penumpang lain, Nisyam. Diakui, jika dirinya nekat pulang kampung lebih awal sebelum pelarangan mudik berlaku.

Bahkan, dikatakan Nisyam, jika dirinya nekat pulang kampung lantaran menginginkan merayakan Idul Fitri bersama keluarga yang berada di tanah Sumatera. Meski menurutnya, jika tempatnya bekerja belum meliburkan para karyawannya.

"Sengaja pulang sekarang, tanggal 6 Mei sudah dilarang. Makanya pulang lebih awal biar bisa lebaran sama keluarga. Saya kerja di Tangerang, kalau cuti sih belum dikasih, tapi enggak apa-apalah, saya lebih mementingkan keluarga, apalagi ini momennya hari raya," ungkapnya.

Sementara itu, General Manager ASDP Merak Hasan Lessy membantah adanya lonjakan penumpang pada Jumat kemarin, menurutnya hal itu wajar karena bertepatan dengan libur akhir pekan.

"Bukan lonjakan penumpang itu mah, tapi standar aja seperti biasanya, karena kan libur weekand juga sekarang, jadi wajar," katanya.

Lessy tidak menampik adanya penambahan jumlah penumpang dibandingkan dengan hari sebelumnya. Namun pihaknya tidak bisa memprediksi banyaknya jumlah penumpang yang akan menyeberang.

"Tidak bisa di prediksi, karena kan aturan pemerintah adanya larangan mudik," katanya.

Hal itu diakui oleh Kapolres Cilegon Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Sigit Haryono, telah terjadi kepadatan lalu lintas pada Jumat malam sampai dengan pagi hari.

"Iya kemarin itu memang para pemudik, mengalami lonjakan. Namun arus lalu lintas masih dalam keadaan aman dan tidak terjadi kemacetan panjang dan lama," katanya kepada awak media pada Minggu dini hari.

Kedati begitu, lanjut Sigit, pihaknya masih melakukan antisipasi terhadap pemudik yang akan melakukan mudik sebelum pemberlakuan larangan mudik pada 6 Mei sampai 17 Mei 2021.

"Iya kita sudah lakukan antisipasi semuanya, dan kita sudah lakukan imbauan kepada masyarakat untuk tidak mudik, namun saat ini (dini hari-red) arus lalu lintas sepanjang jalan arteri dan tol masih terlihat ramai lancar," tutupnya. (man)

 

 

Go to top