Soal Dugaan Penyerobotan Tanah, Kades Cikasungka Angkat Bicara

Soal Dugaan Penyerobotan Tanah, Kades Cikasungka Angkat Bicara

Detakbanten.com, TANGERANG -- Kepala desa Cikasungka Kecamatan Solear Kabupaten Tangerang Banten Muhamad Supriyadi menyikapi terkait persoalan tanah milik warga kampung Pasir Ceuri RT 06 RW 01 Desa Cikasungka yang berisial MT bin RRM (83), tanah tersebut diduga diserobot oleh oknum dan dijual ke pihak perumahan.

Kades Cikasungka Muhamad Supriyadi mengaku tidak mengetahui ihwal tanah tersebut, bahkan tidak mengetahui sebagian lahan tersebut dijual kepada warga berinisial TN bin ZK.

"Jujur saya baru tau kalau ada TN bin ZK dalam masalah ini, fisik tersebut sudah nggak ada patok, sudah nggak ada tandanya, jadi kalau klaim mengklaim itu wajar saja, namun dalam hal ini, tanah tersebut ternyata dikuasai orang lain, digarap oleh orang lain, kenapa baru dipertanyakan sekarang," ungkap Muhamad Supriyadi saat ditemui, Jumat (2/9/2022).

Kendati demikian, selaku kepala desa, ia akan berupaya mencarikan solusi dengan berdialog, duduk bersama untuk membuka data, tentunya kata pria yang kerap disapa Upi ini, di desa pun memiliki data.

Bagaimana pun, sambung dia, persoalan yang besar bisa menjadi kecil dan yang kecil menjadi hilang atau selesai.

"Saya akan berusaha menyelesaikan persoalan terhadap warga saya, ayo kita duduk bareng, kita akan lihat data di desa," ungkap pria yang kerap disapa Upi ini.

Menurut Upi, sesuai dengan dokumentasi yang ada bahwa Marta sudah melakukan transaksi penjualan kepada pihak pengembang. Namun dia tidak tau ihwal tanah yang dijual kepada keluarga TN bin ZK.

"Saya akan berkoordinasi dengan pihak pengembang maupun juga pihak yang melakukan pembebasan tanah, saya akan mengumpulkan keterangan dari semua pihak, terkait apa dan bagaimana persoalan tersebut harus singkron," terangnya.

Terpisah, MRY selaku kuasa MT bin RRM mengatakan, bila terbukti hal ini menggunakan alas hak orang lain maupun alas hak atas nama RB bin RNM, maka secara administrasi dokumen tersebut cacat demi hukum.

"Pihak ahli waris mempertanyakan sebagian tanah tersebut, bila terbukti ada pihak yang bermain serta ikut menandatangani surat surat tersebut, terlebih sampai menjadi sertifikat, itu artinya adanya korporasi atau persekongkolan dan itu bisa terjerat pasal 385 yang merugikan atau menghilangkan hak orang lain," tegas MRY.

Menurut MRY, penyelesaian terhadap persoalan seperti itu, harus memperlihatkan data data yang di tanda tangani semua pihak, keterangan waris, kuasa waris, surat keterangan tidak sengketa dan juga keterangan riwayat tanah yang di tanda tangani penjual dan pembeli serta pejabat setempat dan PPAT Kecamatan.

"Hal seperti ini tidak bisa main main, bisa urusan pidana," tegasnya.

Diketahui, pemilik tanah tersebut atas nama RB bin RNM yang tercatat pada Klasiran tahun 1976, dengan letter C nomor 34 Persil 85. D III. Dengan luas 0662 Dasaire atau 6620 meter persegi, dengan NOP 36.19.012.001.007.0213 0. (Day/Han).

 

 

Go to top