Pasien Covid 19 Melonjak, PKS Banten Layangkan Surat untuk Gubernur

Ketua Fraksi PKS Banten, Juheni M Rois dan Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Provinsi Banten, Gembong R Sumedi Ketua Fraksi PKS Banten, Juheni M Rois dan Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Provinsi Banten, Gembong R Sumedi

Detakbanten.com, Serang - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Banten melayangkan surat terbuka kepada Gubernur Banten, Wahidin Halim (WH) untuk ikutserta dalam menangani pasien covid-19.

Surat terbuka teruntuk orang nomor 1 di Banten itupun, berisikan kesedian tempat untuk pasien covid-19. Terlebih, rumah sakit di Banten sudah dipenuhi oleh pasien covid-19.

"Kita dari fraksi PKS Banten secara resmi sudah mengirim surat terbuka untuk Bapak Gubernur Banten sejak tanggal 9 Juli 2021, dan hingga kini tanggal 13 Juli 2021 belum ada jawaban," kata Ketua Fraksi PKS Banten, Juheni M Rois saat konfrensi pers dengan awak media, di ruang Fraksi PKS, DPRD Banten, Selasa 7 Juli 2021.

Menurutnya, Gubernur Banten terkesan abai dengan para pasien covid-19. Terbukti, kata dia, tidak ada langkah kongkrit untuk mengatasi pasien yang terus bertambah.

"Bapak Gubernur gesit dong geraknya, jangan lambat. Kan Pemprov Banten ini punya call center, banyak loh yang insoman. Jangan sampai Inalillahi lagi yang muncul pada notif Handphone. Kami ingin mendorong agar Bapak Gubernur Responsif, dan kalau sudah tidak bisa jadi pemimpin lebih baik mundur," tegasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Provinsi Banten, Gembong R Sumedi menambahkan, saat ini adalah masa yang sangat luar biasa, sehingga perlu langkah luar biasa dari Gubernur Banten.

"Ayolah Pak Gubernur terhormat, buatlah terobosan agar masyarakat butuh oksigen masuk RS. Karena kalau kelamaan, banyak masyarakat yang berguguran," jelasnya.

Gembong juga mengakui, PKS saja sudah bisa membuat tempat isoman, dan telah dijadikan percontohan di Tangerang. Bahkan, sambungnya, fasilitas lengkap, mulai dari oksigen, perawatan, hingga logistik disiapkan.

"Walaupun kapasitas kecil, paling mentok hanya 20 orang saja. Masa iya, sekelas Pemprov Banten tak dapat hadir untuk para pasien covid-19, dan tak dapat dioptimalkan. Bapak Gubernur jangan kebanyak guling-guling di lapangan," tandasnya.(Aden)

 

 

Go to top