Banjir Tak Pengaruhi Ketahanan Pangan di Banten

Sawah terendam di Provinsi Banten (bantenpos) Sawah terendam di Provinsi Banten (bantenpos)

detakbanten.com SERANG - Bencana banjir di sejumlah wilayah di Provinsi Banten dinilai tak akan mengganggu ketahanan pangan. Hal itu diungkapkan Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluh Provisi Banten Agus M Tauchid. Menurutnya, hanya sebagian kecil lahan pertanian yang terdendam banjir, maka stok ketahanan pangan tetap terjaga.

"Saya kira banjir di Banten saat ini tidak terlalu besar, saya punya keyakinan tidak akan berpengaruh terhadap ketahanan pangan dan target produksi padi di Banten," kata Agus M Tauchid di Serang, Jumat (13/2/2015).

Agus menjelaskan, bajir hanya merendam di bawah satu persen dari total luas areal pertanian di Banten. "Data jumlah pastinya ada di Dinas Pertanian dan Peterakan. Namun kami bisa memastikan, tidak akan lebih dari satu persen sawah yang terkena banjir," jelas Agus.

Selain itu, Agus memastikan potensi gagal panen ata puso terhadap sawah yang tersendam sangat kecil. "Mengingat usia tanam masih di bawah satu bulan, Kalaupun tanaman itu rusak, maka masih bisa diganti dengan tanaman yang baru," ujarnya.

Sementara berdasarkan data dari BPBD Provinsi Banten, banjir yang terjadi pada periode 1 Januari sampai 10 Februari 2015 tejadi di delapan kabupaten/kota di Banten meliputi 61 kecamatan dan 90 desa/kelurahan. Jumlah warga yang menjadi korban banjir tersebut sebanyak 11.388 Kepala Keluarga (KK) atau 18.944 jiwa termasuk 4.971 hektare sawah terendam dan 425,6 hektare lahan pertanian gagal tanam di 24 kecamatan di Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Tangerang, dan Kabupaten Serang.

Go to top