Abuya Muhtadi Hadiri Peresmian Pesantren At Taubah Lapas Pemuda Kelas II A Tangerang

Peresmian Pesantren At Taubah Lapas Pemuda Kelas II A Tangerang Peresmian Pesantren At Taubah Lapas Pemuda Kelas II A Tangerang Ades

detakbanten.com KOTA TANGERANG - Buya Muhtadi Dimyati hadiri peresmian pesantren At - Taubah IV Blok B Lapas Pemuda Kelas II A Kota Tangerang dan penandatanganan MOU bersama Kepala divisi pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Ham beserta GP Anshor, Rabu (7/2/2018).

Kepala kantor (Kakanwil) Kementerian Hukum dan Ham Provinsi Banten, Ayub Suratman mengatakan, hari ini telah dilakukan penandatanganan MOU Gp Anshor dengan kepala divisi pemasyarakatan hukum dan ham provinsi Banten dan penanganan kasus narkoba untuk dilakukan terapi pembinaan spritual kepada warga binaan lapas di wilayah Banten.

"Pembinaan spritual tersebut dilakukan kepada warga binaan khususnya dalam keagamaan agar nanti saat kembali ketengah masyarakat bisa lebih baik dan menyadari kesalahannya," ujar Ayub usai penandatanganan MOU.

Menurut Ayub, dengan adanya mereka di lapas berarti para napi sudah sportif menjalani hukumannya. Dan kita harapkan mereka bisa menjadi santri yang baik. Dengan kehadiran GP Anshor juga diharapkan dapat membantu dalam membina warga binaan Lapas Pemuda Kelas II A Tangerang.

"Pondok pesantren sudah kita optimalkan di dalam lapas untuk dilakukan pembinaan keagamaan dan bisa kita lihat setiap waktu shalat, masjid kami penuh dengan warga binaan bahkan sampai tidak muat," tukas Ayub.

Sementara Ketua PW GP Anshor Provinsi Banten Ahmad Nuri memastikan siap membantu dan bersinergi dengan pemerintah dalam memberantas narkoba dengan melakukan pembinaan terhadap para napi dan akan mendistribusikan para ustad ke lapas - lapas se-provinsi Banten. "Kami hadir memberikan proses penyadaran modifikasi rehabilitasi lewat spritual dan dimensi keagamaan," kata Ahmad Nuri.

Nuri menambahkan, pembinaan yang dimaksud dimensi kemanusiaan keagamaan dengan ajaran ahli Sunnah Wal Jamaah. Dan yang terpenting adalah memberikan proses transformasi keagamaan secara lembut dan penuh cinta.

"Sehingga mereka dapat melaksanakan taubatnya dengan sungguh - sungguh, sehingga nanti di saat pulang ke rumah dan berada di tengah masyarakat bisa menjadi manusia yang bermanfaat," tandasnya.

Go to top