100 Personil Gabungan Amankan Pilkades Rancaiyuh

Sekretaris Panitia Pilkades Rancaiyuh Sutrisno Sekretaris Panitia Pilkades Rancaiyuh Sutrisno Dayat

detakbanten.com KAB. TANGERANG - Sekitar 100 personel gabungan diterjunkan dalam pengamanan pemilihan kepala desa (Pilkades) Rancaiyuh, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang. Ini disebabkan desa tersebut berada dalam urutan kedua tertinggi sebagai daerah rawan konflik setelah Desa Cijeruk, Kecamatan Mekarbaru.

Tim pengamanan juga dibantu oleh dua peleton Brimob Polda Banten. Diketahui, Pilkades Rancaiyuh akan diikuti sebanyak 9.879 daftar pemilih tetap (DPT). Selain itu, ada dua kandidat yang bertarung yakni Sugiono dan Suherman. Keduanya merupakan tokoh berpengaruh dan memiliki massanya sendiri. Kandidat Sugiono merupakan petahana sebelumnya. Potensi gesekan lainnya adalah markas kedua kubu ini saling berdekatan hanya berjarak 100 meter.

Kapolsek Panongan AKP Trisno Tahan Uji mengatakan, para personel akan ditempatkan di sejumlah titik vital yakni kantor kepala desa, empat tempat pemungutan suara (TPS) dan markas kubu masing-masing calon. Guna pengamanan, lokasi TPS disentralisir pada satu lokasi yakni lapangan Kampung Garudug yang juga menjadi lokasi kampanye kandidat calon kades.

"Pusat konsenterasi massa kedua kubu saling berdekatan. Ini yang menjadi indikator mengapa desa ini menjadi prioritas pengamanan," terangnya saat apel pengamanan kampanye pilkades di Balai Desa Rancaiyuh, Senin (21/8/2017).

Meski demikian, sambung Trisno, hingga kini kondisi desa relatif kondusif. "Alhamdulillah, masih adem saja mas," katanya,

 Hal senada disampaikan Pj Kades Rancaiyuh Khudori. Dikatakannya, ada keuntungan sendiri desanya menjadi salah satu zona merah pilkades. Itu berarti, lewat pengamanan aparat yang berlapis, keresahan masyarakat akan timbulnya konflik mulai berkurang. "Saya apresiasi langkah polisi yang cepat merespons masalah ini. Kalau pun ada konflik, masyarakat juga yang rugi," terangnya.

Dalam hal distribusi logistik, Sekretaris Panitia Pilkades Rancaiyuh Sutrisno menjelaskan, pekerjaan pelipatan surat suara telah selesai 90 persen. "Sudah ada 7.500 surat suara yang selesai kami lipat. Rencananya pada H-2, semua logistik sudah selesai," terangnya.

Disinggung mengenai anggaran yang sudah terserap, Sutrisno menyebutkan hingga H-7 pilkades, dana yang dihabiskan mencapai Rp191 juta. Hampir 80 persen anggarannya diserap pada belanja logistik seperti surat dan bilik suara serta pendirian TPS.

"Anggaran paling besar adalah pembelian alat scan barcode atau data optik pada surat panggilan. Untuk satu unit mesin beserta komputernya mencapai Rp40-50 juta mas," tandasnya.

 

 

Go to top