Detak Banten - Detak Berita Tangerang Seketika Menjangkau Dunia

Pemkab Tangerang Mulai Bangun Ruas Jalan Sepatan Pakuhaji Sepanjang 2,98 KM

detakbanten.com TANGERANG - Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid meninjau pengerjaan ruas jalan gardu tanah merah tepatnya di Kelurahan Pakuhaji, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Rabu (1/4/2026).

Bansos PKH & BPNT Cair Sekaligus 3 Bulan di Tangerang! Ini Rincian Nominal dan Cara Penyalurannya

Bansos PKH & BPNT Cair Sekaligus 3 Bulan di Tangerang! Ini Rincian Nominal dan Cara Penyalurannya

detakbanten.com, KOTA TANGERANG - PT Pos Indonesia Cabang Kota Tangerang menyalurkan bantuan sosial (Bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) periode Januari-Maret 2026.

Penyaluran yang menyasar ribuan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di 11 Kelurahan se-Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Banten ini dikawal ketat oleh Koordinator Tenagga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Senin (30/03/2026).

Koordinator TKSK Pinang, Mumu Rohimu mengungkapkan, bahwa proses pencairan tahap pertama di tahun 2026 di Kecamatan Pinang dilakukan di 11 Kelurahan dengan cara langsung dan dor to dor bagi KPM yang sedang sakit.

"​Hari ini tengah berlangsung penyaluran bansos PKH dan BPNT untuk periode Januari hingga Maret 2026 [tahap satu]. Kami dibantu oleh rekan-rekan Pekerja Sosial Masyarakat [PSM] agar prosesnya berjalan tertib dan tepat sasaran," ujar pria yang akrab disapa Jaro Mumu.

Selain penyalurannya secara langsung, kata Mumu, selain secara langsung di masing-masing Kelurahan, petugas juga melakukan penyaluran dengan cara dor to dor bagi keluarga penerima manfaat yang sedang sakit atau tidak bisa datang karena kendala lain seperti usia.

"Selain secara langsung, penyaluran juga dilakukan secara dor to dor bagi KPM yang sedang sakit atau adanya kendala lain sepeti usia yang menyebabkan tidak dapat berjalan ke lokasi pengambilan," ungkapnya.

Mengenai besaran bantuan, Mumu menyebutkan bahwa nominal yang diterima para KPM bervariasi. Untuk bantuan BPNT, setiap KPM menerima uang tunai sebesar Rp 600.000 untuk alokasi tiga bulan sekaligus (Januari, Februari, dan Maret).

​Sementara itu, untuk bantuan PKH, nominalnya disesuaikan dengan kategori atau indeks komponen keluarga. Untuk kategori pendidikan, siswa Sekolah Dasar (SD) menerima Rp 225.000, siswa SMP sebesar Rp 375.000, dan siswa SMA sebesar Rp 500.000.

​Bantuan dengan nominal yang lebih besar diberikan kepada kategori khusus, yakni Penyandang Disabilitas Berat dan Lansia di atas usia 60 tahun yang masing-masing menerima Rp 600.000. Sedangkan untuk kategori Anak Usia Dini (0-6 tahun) serta Ibu Hamil atau Nifas, bantuan yang disalurkan mencapai Rp 750.000.

“​Dengan tuntasnya penyaluran ini, diharapkan dana bantuan tersebut dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokok serta menunjang pendidikan anak sekolah di wilayah Sagaranten dan sekitarnya,” pungkasnya.(Cep)

Banten Darurat Sampah? Ini Langkah Cepat Pemerintah Ubah Ribuan Ton Sampah Jadi Listrik

Banten Darurat Sampah? Ini Langkah Cepat Pemerintah Ubah Ribuan Ton Sampah Jadi Listrik

detakbanten.com, SERANG,– Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid menghadiri kegiatan bersama Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol yang digelar di Aula KP3B Serang, Jumat (27/3/26).

Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemerintah Provinsi Banten dengan Pemerintah Kota Serang, Kota Cilegon, dan Kabupaten Serang tentang Penyelenggaraan Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL), serta dilanjutkan dengan Rapat Percepatan PSEL untuk wilayah Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Tangerang,Maesyal Rasyid menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota dalam percepatan penanganan sampah. Menurut dia, permasalahan sampah merupakan tantangan bersama yang harus ditangani secara kolaboratif dan terintegrasi

“Pemerintah Kabupaten Tangerang sangat mendukung dan siap berkolaborasi dalam percepatan program pengelolaan sampah menjadi energi listrik ini sebagai solusi jangka panjang yang berkelanjutan,” ujar Bupati Maesyal Rasyid

Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang terus berkomitmen untuk memenuhi seluruh persyaratan yang diperlukan, baik dari sisi administrasi maupun kesiapan lokasi, agar pelaksanaan program PSEL dapat segera berjalan.

“Kami juga siap mempercepat proses yang masih berjalan, termasuk penyelesaian administrasi. Harapannya, program ini dapat segera terealisasi sehingga mampu mengurangi beban sampah sekaligus memberikan manfaat energi bagi masyarakat,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Bupati juga menekankan pentingnya pengelolaan sampah dari hulu yang terintegrasi dan peningkatan kesadaran masyarakat dalam membuang dan memilah sampah

“Selain pembangunan sarana dan prasarana, edukasi kepada masyarakat untuk tidak buang sampah sembarangan dab memilah sampah organik dan anorganik juga menjadi kunci keberhasilan. Dengan begitu, pengelolaan sampah akan lebih efektif dan efisien,” jelasnya.

Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol, menyampaikan bahwa kolaborasi antara daerah di Provinsi Banten, khususnya Serang Raya Cilegon dan Tangerang Raya, merupakan langkah strategis dalam menyelesaikan persoalan sampah secara nasional.

“Dua kawasan ini berkontribusi lebih dari 5.000 ton sampah perhari yang akan diselesaikan melalui fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik. Ini merupakan langkah konkret dalam mendukung target nasional penyelesaian sampah,” ujar Hanif

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah pusat telah menargetkan percepatan penyelesaian berbagai persyaratan administrasi dan teknis dalam waktu singkat, sehingga proses pembangunan fasilitas PSEL dapat segera direalisasikan.

Sementara itu, Gubernur Banten, Andra Soni menegaskan bahwa permasalahan sampah merupakan isu serius yang harus ditangani secara bersama-sama dan berkelanjutan, bukan hanya pemerintah dan masyarakat namun juga dunia usaha atau pihak swasta lainnya

“Setiap masyarakat di Banten memproduksi sekitar 0,7 kilogram sampah perhari. Dengan jumlah penduduk yang besar, ini menjadi tantangan yang harus segera kita selesaikan melalui sistem pengelolaan yang modern dan terpadu,” ungkapnya.

Ia berharap program pengolahan sampah menjadi energi listrik dapat segera terealisasi, sehingga pemerintah daerah dapat lebih fokus pada pengelolaan sampah dari hulu, termasuk edukasi dan pembinaan masyarakat.

"Saya berharap program ini dapat terealisasi secepatnya, sehingga pemerintah daerah pun dapat lebih fokus dalam penanganan sampah, termasuk edukasi dan pembinaan kepada masyarakat," ujarnya

Bupati Tangerang Pantau Disdukcapil, Layanan KTP & KK Tetap Lancar Pasca Idulfitri!

detakbanten.com, TANGERANG - Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid melakukan pemantauan langsung terhadap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penyelenggara layanan publik pasca libur Hari Raya Idulfitri, khususnya di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) dan beberapa OPD lainnya, Rabu, (25/3/26).

Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyi bersama Sekretaris Daerah, Asisten III, serta jajaran Badan Kepegawaian Daerah (BKD) menegaskan bahwa tinjuannya tersebut guna memastikan OPD yang bersentuhan langsung dengan masyarakat tetap berjalan optimal.

“Hari ini setelah kita halal bihalal, saya bersama Pak Sekda dan jajaran datang ke Disdukcapil untuk melihat langsung pelayanan. Alhamdulillah, pelayanan tetap berjalan meskipun sebagian besar layanan KTP dan KK sudah dilaksanakan di kecamatan, sehingga keluhan masyarakat semakin berkurang,” ujar Bupati Maesyal Rasyid

Dia menjelaskan bahwa sejumlah layanan strategis masih dipusatkan di Disdukcapil, di antaranya: perbaikan data KTP seperti kesalahan nama atau tanggal lahir, layanan perpindahan antar daerah, serta pencatatan sipil seperti pernikahan non-muslim, akta perceraian dan pelayanan untuk Warga Negara Asing (WNA)

Bupati juga mengapresiasi terobosan Disdukcapil yang telah mendistribusikan pelayanan administrasi kependudukan ke tingkat kecamatan. Menurutnya, langkah efektif tersebut merupakan upaya nyata untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Pelayanan KTP sekarang sudah banyak dilakukan di kecamatan. Hanya untuk blanko KTP elektronik memang tetap menjadi kewenangan Dukcapil karena harus terintegrasi dengan database pusat. Alhamdulillah stok blanko hingga Desember aman dan didistribusikan rutin setiap minggu ke kecamatan,” jelasnya.

Dia menyebut, berdasarkan data Disducapil, jumlah wajib KTP di Kabupaten Tangerang, saat ini mencapai sekitar 2,5 juta jiwa. Sebanyak 99 persen telah terlayani, sementara sisa 1 persen atau sekitar 25 ribu penduduk masih dalam proses pelayanan di tingkat kecamatan.

“Artinya bukan tidak dilayani, tetapi sedang diproses di kecamatan. Ini menunjukkan komitmen kita dalam meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Selajutnya, terkait sistem kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) pasca libur lebaran, Bupati menyampaikan bahwa sebagian ASN masih menerapkan skema Work From Anywhere (WFA) dan Work From Home (WFH) secara terbatas.

“Mulai hari ini, untuk dinas yang tidak langsung bersentuhan dengan pelayanan masyarakat, diberlakukan 50 persen WFA/WFH. Sementara OPD yang bersentuhan langsung dengan masyarakat seperti Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, rumah sakit, puskesmas, BPBD, DLH, dan Satpol PP tetap bekerja 100 persen,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa meskipun terdapat kebijakan kerja fleksibel, pelayanan publik tetap menjadi prioritas utama dan harus berjalan tanpa gangguan.

“Pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan. Bahkan di kecamatan dengan jumlah wajib KTP yang tinggi, pelayanan tetap dibuka hingga Sabtu malam pada minggu pertama dan ketiga setiap bulannya,” pungkasnya.

Sungai Meluap, Ratusan Rumah Di Perum GAS Sukadiri Banjir

Sungai Meluap, Ratusan Rumah Di Perum GAS Sukadiri Banjir

detakbanten.com, TANGERANG -- Ratusan rumah di perumahan Graha Arta Sepatan ( GAS) Desa Gintung Kecamatan Sukadiri Kabupaten Tangerang Banten mendadak banjir pada Minggu (8/3/2026) akibat meluapnya sungai Cirarab di wilayah tersebut, hujan yang terus mengguyur selama 24 jam tersebut mengakibatkan rumah terendam hingga sedengkul orang dewasa.

Warga Perumahan Graha Arta Sepatan (GAS) Ardi mengatakan, hujan deras yang tidak terhenti mengakibatkan sungai Cirarab meluap dan air langsung memasuki rumah di Perumahan GAS desa Gintung Kecamatan Sukadiri, warga terkejut apalagi saat ini warga sedang melakukan puasa Ramadhan.

" Kami berharap agar dinas terkait atau pihak dari aparat kecamatan atau desa melihat kondisi warga Perumahan GAS,"terang Ardi saat dihubungi wartawan, Senin ( 9/3/2026).

Sementara pantauan dilapangan, selain itu banjir juga melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Tangerang diantaranya, Kelurahan Bencongan Kecamatan Kelapa Dua, Desa Margasari, Desa Cisereh, Desa Pasir Bolang Kecamatan Tigaraksa, Perumahan Mutiara Tanjakan Desa Tanjakan, Perumahan Villagio Residence Desa Jambu Karya, Perumahan Royal Residence Desa Sukatani Kecamatan Rajeg.

Selain itu Desa Pasillian Kecamatan Kronjo, Perumahan Villa Tomang Desa Gelam Jaya Kecamatan Pasar Kemis, perumahan Prima Desa Karet Kecamatan Sepatan, Ponpes Modern Subulussalam Desa Kresek , Desa Pasir Ampo Kecamatan Kresek, Desa Sindang Panon Kecamatan Sindang Jaya, perumahan Samawa Desa Jati Mulya Kecamatan Sepatan Timur, perumahan Di Desa Kadu Jaya Kecamatan Curug, Perumahan Taman cikande dan kampung parung ceuri desa cikande, serta Kampung babakan dan kampung kaman desa pasir Gintung Kecamatan Jayanti.

Go to top