Detak Banten - Detak Berita Terkini Seketika Menjangkau Dunia

Reiner Calmund Sarankan Xabi Alonso Tidak Buru-buru Terima Tawaran Melatih Liverpool

detakbanten.com BOLA -- Mantan CEO Bayer Leverkusen, Reiner Calmund, memberikan saran kepada Xabi Alonso agar tidak tergesa-gesa menerima tawaran untuk melatih Liverpool.

Barcelona Terancam Gagal Rekrut Thomas Tuchel sebagai Pelatih Baru

Barcelona Terancam Gagal Rekrut Thomas Tuchel sebagai Pelatih Baru

detakbanten.com BOLA -- Barcelona menghadapi kendala dalam upaya merekrut pelatih baru setelah Xavi Hernandez dengan melirik Thomas Tuchel.

Pecah Rekor, Suara Caleg PDI Perjuangan Kholid Ismail Terbanyak Se-Kab Tangerang

detakbanten.com TANGERANG -- KPU Kabupaten Tangerang telah resmi melakukan rapat pleno pada 6 Maret 2024 lalu, berdasarkan rekapitulasi perhitungan suara,  caleg Asal PDI Perjuangan pada Dapil 3 Kholid Ismail melejit hingga mencapai 22.896. Capaian suara yang diraih oleh pria yang saat ini menjabat sebagai ketua DPRD Kabupaten Tangerang ini merupakan bukti ketokohan Kholid Ismail di wilayah Pantura yang meliputi Kecamatan Teluknaga, Kecamatan Kosambi, Kecamatan Pakuhaji, Kecamatan Sepatan dan Kecamatan Sepatan Timur.

Sepuluh Warga Ditemukan Meninggal Dunia Dampak Banjir dan Longsor di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat

Sepuluh Warga Ditemukan Meninggal Dunia Dampak Banjir dan Longsor di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat

detakbanten.com – Sepuluh orang warga ditemukan meninggal dunia dampak dari bencana banjir dan longsor di Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatra Barat.

Banjir Rendam Kota Padang, Ribuan Warga Terdampak; Ketinggian Air Lebih 1 Meter

Banjir Rendam Kota Padang, Ribuan Warga Terdampak; Ketinggian Air Lebih 1 Meter

detakbanten.com - Lebih dari 8.000 warga Kota Padang, Provinsi Sumatra Barat, terdampak banjir yang terjadi sejak Kamis 07 Maret 2024.

 Ilustrasi.

Siap-siap! Sanksi Tegas bagi Dokter Berpromosi Produk di Medsos

Detakbanten.com, JAKARTA – Belum lama ini, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyatakan bahwa para dokter influencer dilarang promosi produk produk kecantikan dan kesehatan apa pun di media sosial. Sebab, berkaitan dengan pelanggaran kode etik kedokteran.

Go to top