Detak Banten - Berita Pemerintahan

Bansos PKH & BPNT Cair Sekaligus 3 Bulan di Tangerang! Ini Rincian Nominal dan Cara Penyalurannya

detakbanten.com, KOTA TANGERANG - PT Pos Indonesia Cabang Kota Tangerang menyalurkan bantuan sosial (Bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) periode Januari-Maret 2026.

Penyaluran yang menyasar ribuan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di 11 Kelurahan se-Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Banten ini dikawal ketat oleh Koordinator Tenagga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Senin (30/03/2026).

Koordinator TKSK Pinang, Mumu Rohimu mengungkapkan, bahwa proses pencairan tahap pertama di tahun 2026 di Kecamatan Pinang dilakukan di 11 Kelurahan dengan cara langsung dan dor to dor bagi KPM yang sedang sakit.

"​Hari ini tengah berlangsung penyaluran bansos PKH dan BPNT untuk periode Januari hingga Maret 2026 [tahap satu]. Kami dibantu oleh rekan-rekan Pekerja Sosial Masyarakat [PSM] agar prosesnya berjalan tertib dan tepat sasaran," ujar pria yang akrab disapa Jaro Mumu.

Selain penyalurannya secara langsung, kata Mumu, selain secara langsung di masing-masing Kelurahan, petugas juga melakukan penyaluran dengan cara dor to dor bagi keluarga penerima manfaat yang sedang sakit atau tidak bisa datang karena kendala lain seperti usia.

"Selain secara langsung, penyaluran juga dilakukan secara dor to dor bagi KPM yang sedang sakit atau adanya kendala lain sepeti usia yang menyebabkan tidak dapat berjalan ke lokasi pengambilan," ungkapnya.

Mengenai besaran bantuan, Mumu menyebutkan bahwa nominal yang diterima para KPM bervariasi. Untuk bantuan BPNT, setiap KPM menerima uang tunai sebesar Rp 600.000 untuk alokasi tiga bulan sekaligus (Januari, Februari, dan Maret).

​Sementara itu, untuk bantuan PKH, nominalnya disesuaikan dengan kategori atau indeks komponen keluarga. Untuk kategori pendidikan, siswa Sekolah Dasar (SD) menerima Rp 225.000, siswa SMP sebesar Rp 375.000, dan siswa SMA sebesar Rp 500.000.

​Bantuan dengan nominal yang lebih besar diberikan kepada kategori khusus, yakni Penyandang Disabilitas Berat dan Lansia di atas usia 60 tahun yang masing-masing menerima Rp 600.000. Sedangkan untuk kategori Anak Usia Dini (0-6 tahun) serta Ibu Hamil atau Nifas, bantuan yang disalurkan mencapai Rp 750.000.

“​Dengan tuntasnya penyaluran ini, diharapkan dana bantuan tersebut dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokok serta menunjang pendidikan anak sekolah di wilayah Sagaranten dan sekitarnya,” pungkasnya.(Cep)

Gubernur Banten Andra Soni Perintahkan ASN Hemat Energi Ketat! Ini Dampaknya bagi Kinerja dan Pelayanan Publik

Gubernur Banten Andra Soni Perintahkan ASN Hemat Energi Ketat! Ini Dampaknya bagi Kinerja dan Pelayanan Publik

detakbanten.com, BANTEN - Gubernur Banten Andra Soni menginstruksikan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten untuk menerapkan efisiensi energi secara ketat. Langkah ini diambil sebagai respons atas kondisi ketidakpastian global yang berdampak pada fluktuasi harga energi.

Instruksi tersebut disampaikan Andra Soni saat memimpin apel gabungan sekaligus halalbihalal bersama ASN di Lapangan Kantor Gubernur Banten, KP3B Curug, Kota Serang, Senin (30/3/2026). Ia menekankan bahwa penghematan penggunaan listrik dan air di lingkungan perkantoran harus menjadi perhatian serius.

"Sesuai dengan apa yang bisa kita lakukan, salah satunya adalah penghematan penggunaan air dan listrik," ujar Andra Soni di hadapan ribuan pegawai.

Budaya Hemat Energi

Andra menyoroti kebiasaan kecil yang sering diabaikan, seperti membiarkan lampu atau perangkat elektronik tetap menyala saat ruangan tidak digunakan. Menurutnya, perilaku diskonstruktif tersebut harus segera dihentikan.

"Saat meninggalkan ruangan, (listrik) harus dimatikan. Hal-hal sederhana seperti itu yang harus kita biasakan. Listrik itu digunakan untuk kepentingan masyarakat dan menunjang pekerjaan, bukan untuk pemborosan," tegasnya.

Ia menambahkan bahwa budaya hemat energi seharusnya tidak hanya dilakukan saat terjadi krisis, tetapi harus menjadi etos kerja sehari-hari. Meski demikian, ia meminta agar penggunaan energi tetap dilakukan secara proporsional sesuai kebutuhan operasional pelayanan publik.

Pemetaan Kerja Fleksibel

Selain efisiensi energi, Gubernur juga memerintahkan seluruh perangkat daerah untuk mulai memetakan jenis pekerjaan yang dapat dijalankan secara fleksibel (fleksibilitas kerja). Langkah ini didorong melalui penguatan sistem kerja berbasis digital tanpa mengurangi kualitas layanan kepada masyarakat.

"Saya minta dilakukan pemetaan jenis pekerjaan yang dapat dilakukan secara fleksibel dan penguatan sistem kerja digital. Namun, saya pastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal. Kinerja tidak boleh menurun dalam kondisi apa pun," imbuhnya.

Momen Kembali Beraktivitas

Apel gabungan ini menandai hari pertama ASN Pemprov Banten kembali bekerja secara penuh di kantor. Sebelumnya, para pegawai sempat menerapkan sistem Work From Anywhere (WFA) selama tiga hari pascalebaran.

Usai apel, suasana hangat menyelimuti Lapangan Kantor Gubernur Banten. Gubernur Andra Soni didampingi Wakil Gubernur Achmad Dimyati Natakusumah dan Sekretaris Daerah Deden Apriandhi tampak bersalaman dengan para ASN sebagai bagian dari tradisi halalbihalal Idulfitri 1447 H.

Banten Darurat Sampah? Ini Langkah Cepat Pemerintah Ubah Ribuan Ton Sampah Jadi Listrik

detakbanten.com, SERANG,– Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid menghadiri kegiatan bersama Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol yang digelar di Aula KP3B Serang, Jumat (27/3/26).

Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemerintah Provinsi Banten dengan Pemerintah Kota Serang, Kota Cilegon, dan Kabupaten Serang tentang Penyelenggaraan Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL), serta dilanjutkan dengan Rapat Percepatan PSEL untuk wilayah Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Tangerang,Maesyal Rasyid menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota dalam percepatan penanganan sampah. Menurut dia, permasalahan sampah merupakan tantangan bersama yang harus ditangani secara kolaboratif dan terintegrasi

“Pemerintah Kabupaten Tangerang sangat mendukung dan siap berkolaborasi dalam percepatan program pengelolaan sampah menjadi energi listrik ini sebagai solusi jangka panjang yang berkelanjutan,” ujar Bupati Maesyal Rasyid

Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang terus berkomitmen untuk memenuhi seluruh persyaratan yang diperlukan, baik dari sisi administrasi maupun kesiapan lokasi, agar pelaksanaan program PSEL dapat segera berjalan.

“Kami juga siap mempercepat proses yang masih berjalan, termasuk penyelesaian administrasi. Harapannya, program ini dapat segera terealisasi sehingga mampu mengurangi beban sampah sekaligus memberikan manfaat energi bagi masyarakat,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Bupati juga menekankan pentingnya pengelolaan sampah dari hulu yang terintegrasi dan peningkatan kesadaran masyarakat dalam membuang dan memilah sampah

“Selain pembangunan sarana dan prasarana, edukasi kepada masyarakat untuk tidak buang sampah sembarangan dab memilah sampah organik dan anorganik juga menjadi kunci keberhasilan. Dengan begitu, pengelolaan sampah akan lebih efektif dan efisien,” jelasnya.

Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol, menyampaikan bahwa kolaborasi antara daerah di Provinsi Banten, khususnya Serang Raya Cilegon dan Tangerang Raya, merupakan langkah strategis dalam menyelesaikan persoalan sampah secara nasional.

“Dua kawasan ini berkontribusi lebih dari 5.000 ton sampah perhari yang akan diselesaikan melalui fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik. Ini merupakan langkah konkret dalam mendukung target nasional penyelesaian sampah,” ujar Hanif

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah pusat telah menargetkan percepatan penyelesaian berbagai persyaratan administrasi dan teknis dalam waktu singkat, sehingga proses pembangunan fasilitas PSEL dapat segera direalisasikan.

Sementara itu, Gubernur Banten, Andra Soni menegaskan bahwa permasalahan sampah merupakan isu serius yang harus ditangani secara bersama-sama dan berkelanjutan, bukan hanya pemerintah dan masyarakat namun juga dunia usaha atau pihak swasta lainnya

“Setiap masyarakat di Banten memproduksi sekitar 0,7 kilogram sampah perhari. Dengan jumlah penduduk yang besar, ini menjadi tantangan yang harus segera kita selesaikan melalui sistem pengelolaan yang modern dan terpadu,” ungkapnya.

Ia berharap program pengolahan sampah menjadi energi listrik dapat segera terealisasi, sehingga pemerintah daerah dapat lebih fokus pada pengelolaan sampah dari hulu, termasuk edukasi dan pembinaan masyarakat.

"Saya berharap program ini dapat terealisasi secepatnya, sehingga pemerintah daerah pun dapat lebih fokus dalam penanganan sampah, termasuk edukasi dan pembinaan kepada masyarakat," ujarnya

Go to top