Items filtered by date: Wednesday, 30 September 2026

detakbanten.com KUBU RAYA - Pemkab Kubu Raya menyiapkan kerja sama business to business (B2B) antara Perumdam Tirta Raya dan Perumdam Tirta Kerta Raharja (TKR) Kabupaten Tangerang untuk memperluas layanan air minum.

Sebagai langkah awal, Pemkab Kubu Raya melakukan kaji tiru ke Perumdam TKR di Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (30/9). Kunjungan yang dipimpin Bupati Kubu Raya Sujiwo itu membahas pengelolaan perusahaan daerah dan penerapan skema B2B dalam pengembangan layanan air minum.

Sujiwo mengatakan, pengalaman Perumdam TKR akan menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun pola kerja sama yang sesuai dengan kebutuhan Kubu Raya. Menurutnya, kerja sama tersebut harus dikaji secara menyeluruh sebelum dijalankan.

“Perumdam Tirta Raya akan melakukan business to business. Tentunya sebelum berjalan, sebelum running, kita mesti mendapatkan informasi dan kajian-kajian secara komprehensif,” kata Sujiwo.

Dia meminta Perumdam Tirta Raya tidak terburu-buru menjalankan kerja sama. Setiap aspek perlu dipelajari agar pola yang diterapkan dapat mendukung keberlangsungan perusahaan sekaligus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Namanya juga ini kaji terap. Kita mengkaji di sini, yang baik kita akan terapkan di sana,” ujarnya.

Menurut Sujiwo, pengembangan layanan air minum tidak semata-mata berkaitan dengan bisnis perusahaan daerah. Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang berkaitan langsung dengan pelayanan publik.

Dia menyebutkan, berdasarkan survei sebelum dirinya dilantik sebagai bupati, sebanyak 53 persen masyarakat Kubu Raya menginginkan persoalan pelayanan air bersih ditangani dengan baik.

Karena itu, Sujiwo menekankan keseimbangan antara orientasi bisnis dan fungsi sosial Perumdam Tirta Raya. Perusahaan daerah tetap harus menjaga kesehatan usaha, tetapi pelayanan kepada masyarakat tidak boleh diabaikan.

“Kalau bicara usaha, maka profit yang diprioritaskan. Tapi ingat, ketika menyangkut kepentingan umum, di situ ada masalah sosial. Maka selain profit oriented, ada social oriented. Ini yang harus betul-betul balance,” tegasnya.

Sebagai tindak lanjut, Pemkab Kubu Raya menyiapkan perjanjian kerja sama atau nota kesepahaman (MoU) antara Perumdam Tirta Raya dan Perumdam TKR. Jajaran Perumdam TKR juga akan diundang ke Kubu Raya untuk melanjutkan pembahasan.

Direktur Utama Perumdam TKR Kabupaten Tangerang Sofyan Safar menyambut baik rencana kerja sama tersebut. Pihaknya siap mendampingi Perumdam Tirta Raya dalam proses pengembangan kerja sama. Namun, Sofyan mengingatkan setiap tahapan kerja sama tetap harus mengikuti ketentuan yang berlaku.

“Mudah-mudahan kerja sama ini nanti membuahkan hasil dan juga harus compliance dengan aturan yang berlaku,” katanya. (Adv)

Published inAdvetorial

detakbanten.com KUBU RAYA - Bupati Kubu Raya, Sujiwo melakukan kunjungan kerja sekaligus kaji tiru pengelolaan air bersih ke Perumdam Tirta Kerta Raharja (TKR) Tangerang, Banten, Rabu, 30 September 2026. Kunjungan tersebut dilakukan untuk mempelajari keberhasilan pengelolaan perusahaan daerah air minum, khususnya dalam menjalin kerja sama bisnis dengan pihak swasta.

Dalam kunjungan tersebut, Sujiwo didampingi Direktur Perumdam Tirta Raya, Asisten Bupati, Kepala Bappedalitbang, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta sejumlah anggota DPRD Kabupaten Kubu Raya.

Sujiwo mengatakan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Kubu Raya untuk memperkuat pengelolaan Perumdam Tirta Raya melalui penerapan model kerja sama business to business (B2B) yang telah berhasil diterapkan Perumdam TKR.

Menurutnya, berbagai pengalaman dan informasi yang diperoleh dalam kunjungan tersebut akan menjadi bahan kajian sebelum Perumdam Tirta Raya menjalankan kerja sama serupa.

“Kami melakukan kunjungan ini bukan untuk jalan-jalan tanpa tujuan, tetapi untuk studi tiru ke Perumdam terbaik se-Indonesia. Banyak ilmu dan informasi yang dapat kami bawa pulang untuk diterapkan di Perumdam Tirta Raya,” ujar Sujiwo.

Ia menegaskan, sebelum kerja sama B2B direalisasikan, Perumdam Tirta Raya perlu melakukan kajian secara komprehensif, baik dari sisi teknis, bisnis maupun aspek regulasi. Hal tersebut penting agar kerja sama yang dijalankan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi perusahaan dan masyarakat.

Sujiwo juga mengingatkan bahwa pengelolaan air bersih tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan. Sebagai perusahaan daerah yang bergerak di bidang pelayanan publik, Perumdam Tirta Raya harus mampu menyeimbangkan kepentingan bisnis dengan tanggung jawab sosial.

Ia mengungkapkan, berdasarkan survei yang dilakukan sebelum dirinya dilantik menjadi Bupati Kubu Raya, sebanyak 53 persen masyarakat menginginkan peningkatan pelayanan air bersih.

“Persoalan air bersih merupakan persoalan yang sangat mendasar. Hak untuk mendapatkan air bersih diatur oleh konstitusi dan merupakan hak dasar rakyat. Maka, ketika kita mengelola perusahaan daerah air minum, memang harus berpikir tentang usaha. Namun, ketika menyangkut kepentingan umum, ada persoalan sosial yang harus diperhatikan,” tegasnya.

Menurut Sujiwo, orientasi keuntungan (profit oriented) dan orientasi sosial (social oriented) harus berjalan seimbang. Dengan demikian, Perumdam Tirta Raya tidak hanya mampu mengembangkan usahanya, tetapi juga meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Ia berharap hasil kaji tiru di Perumdam TKR Tangerang dapat menjadi acuan bagi Perumdam Tirta Raya dalam mengambil langkah konkret dan strategis untuk merealisasikan kerja sama dengan pihak swasta.

Sujiwo juga menyampaikan rencana penyusunan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) antara Perumdam Tirta Raya dan Perumdam TKR Tangerang. Sebagai tindak lanjut, pihaknya akan mengundang Direktur Utama Perumdam TKR, Sofyan Sapar, beserta jajaran untuk berkunjung ke Kabupaten Kubu Raya.

Sementara itu, Direktur Utama Perumdam Tirta Kerta Raharja Tangerang, Sofyan Sapar, menyambut baik kunjungan kerja Pemerintah Kabupaten Kubu Raya tersebut.

Ia mengatakan, kunjungan itu menjadi kesempatan untuk berbagi pengalaman mengenai penerapan kerja sama business to business atau public private partnership antara pemerintah dan pihak swasta, khususnya dalam meningkatkan cakupan pelayanan air bersih.

“Kami bersedia mendampingi kerja sama dengan Perumdam Tirta Raya bersama Pak Direktur dan Pak Bupati selaku Kuasa Pemilik Modal. Mudah-mudahan kerja sama ini nantinya membuahkan hasil dan tetap mematuhi seluruh aturan yang berlaku,” ujar Sofyan.

Melalui kegiatan kaji tiru tersebut, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya berharap Perumdam Tirta Raya dapat mengadopsi praktik pengelolaan yang sesuai dengan kebutuhan daerah, sehingga rencana kerja sama yang akan dilaksanakan mampu meningkatkan cakupan dan kualitas pelayanan air bersih bagi masyarakat. (Adv)

Published inAdvetorial

Go to top