Items filtered by date: Wednesday, 26 August 2026

detakbanten.com TANGERANG SELATAN – Sejumlah calon jemaah umrah melaporkan pengelola PT Solusi Baitullah Indonesia, Yunita alias Ummah ke Polres Tangerang Selatan terkait dugaan penipuan dan perbuatan curang setelah keberangkatan umrah yang telah mereka persiapkan dinyatakan gagal.

Laporan tersebut dibuat oleh salah satu jemaah, Dendy Pradana, di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Tangerang Selatan, Senin (24/8/2026). Berdasarkan Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL), laporan tercatat dengan nomor LP/B/2668/VIII/2026/SPKT/POLRES TANGERANG SELATAN/POLDA METRO JAYA.

Dalam surat tersebut, Dendy melaporkan dugaan tindak pidana penipuan/perbuatan curang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 492 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dan/atau Pasal 486 KUHP. Terlapor tercantum atas nama Noor Yunita Setiawati, SPD.

Kepada wartawan, Dendy mengatakan persoalan bermula ketika dirinya bersama keluarga dan sejumlah kerabat mendaftar perjalanan umrah melalui PT Solusi Baitullah Indonesia. Dari kelompok yang dibawanya, terdapat sekitar 14 orang yang hingga kini belum mendapatkan pengembalian dana.

“Dari keluarga kami sendiri ada 10 orang, kemudian ada kerabat sekitar empat orang. Kalau dari kami saja, totalnya sekitar Rp512 juta,” ujar Dendy, Senin (24/8/2026).

Menurut Dendy, pihak travel sebelumnya menyatakan mampu memberangkatkan para jemaah. Namun menjelang keberangkatan, pihak travel menyampaikan tidak sanggup memenuhi biaya penerbangan yang disebut mengalami kenaikan.

Rencana keberangkatan seharusnya dilakukan pada 11 Juli 2026. Namun, dua hari sebelum jadwal tersebut, jemaah mendapat informasi bahwa keberangkatan tidak dapat dilakukan.

“Dinyatakan tidak bisa berangkat tanggal 9, sementara kami harus berangkat tanggal 11. Jadi sangat mepet. Saat itu mereka menyampaikan tidak sanggup membayar biaya penerbangan sekitar Rp350 juta lebih kepada pihak Garuda,” katanya.

Dendy menilai persoalan tersebut semestinya dibicarakan bersama para jemaah apabila memang terdapat kendala biaya penerbangan. Terlebih, menurut dia, pembayaran dari jemaah telah dilakukan secara lunas.

“Kami bayarnya langsung cash, dalam waktu tiga hari sudah lunas. Ketika ada kenaikan, seharusnya semua jemaah dipanggil dan dibicarakan bagaimana solusinya. Ini tidak ada,” ungkapnya.

Ia juga menyebut hingga mendekati jadwal keberangkatan, tiket dan visa umrah belum diterbitkan. Para jemaah kemudian berulang kali mendatangi kediaman pengelola travel untuk meminta kepastian.

“Kami setiap hari datang hampir seminggu. Pulang sampai jam satu malam, besoknya balik lagi. Kami masih berusaha bagaimana caranya supaya tetap bisa berangkat, termasuk mencari tiket,” tutur Dendy.

Setelah keberangkatan dipastikan batal, para jemaah meminta pengembalian seluruh dana yang telah dibayarkan. Menurut Dendy, pihak travel sempat membuat surat kesanggupan pengembalian uang dengan batas waktu tertentu. Namun, hingga 24 Agustus 2026, dana tersebut disebut belum dikembalikan.

“Sudah ada surat perjanjian pengembalian uang. Bukti transfer juga lengkap. Ketika gagal memberangkatkan, travel membuat surat akan mengembalikan sampai batas waktu tertentu. Kemudian meminta tambahan waktu lagi sekitar 10 hari. Kami sudah menyanggupi, tetapi sampai sekarang belum ada pengembalian,” jelasnya.

Karena tidak memperoleh kepastian, Dendy bersama para jemaah akhirnya memilih menempuh jalur hukum.

“Kami sudah mencoba musyawarah secara kekeluargaan. Karena sudah terlalu lama dan kami merasa tidak ada iktikad baik, akhirnya kami melaporkan ke kepolisian supaya persoalan ini menjadi jelas,” ujarnya.

Klaim 90 Jemaah

Dendy juga mengungkapkan adanya informasi dari pihak pengelola travel mengenai jumlah jemaah yang terdampak mencapai sekitar 90 orang. Namun, menurutnya, para jemaah tersebut belum pernah dikumpulkan dalam satu forum sehingga dirinya belum dapat memastikan jumlah tersebut.

“Angka 90 itu berdasarkan pengakuan dari CEO. Kami sendiri belum pernah dikumpulkan semuanya. Ada informasi sekitar 60 dari kementerian, 28 dari umum, dan 14 dari kelompok kami. Tapi kami belum pernah bertemu dengan kelompok lainnya,” katanya.

Ia berharap aparat kepolisian dapat menelusuri lebih jauh jumlah jemaah yang sebenarnya terdampak serta aliran dana yang telah diterima pihak travel.

Dendy juga mengaku kecewa karena kegagalan keberangkatan tersebut bukan hanya berdampak secara finansial, tetapi juga secara emosional bagi keluarga yang telah lama menabung untuk menjalankan ibadah umrah bersama.

“Orang tua kami dari Sulawesi kami panggil ke sini untuk umrah. Kami patungan dan menabung supaya bisa berangkat bersama. Siapa yang tidak kecewa ketika sudah mempersiapkan semuanya, tetapi dua hari sebelum berangkat justru dinyatakan batal,” katanya.

Ia menegaskan tujuan pelaporan bukan semata-mata untuk mencari keuntungan, melainkan agar dana jemaah dapat dikembalikan dan persoalan tersebut memperoleh kejelasan hukum.

“Kami tidak ingin mempersulit atau mencari masalah. Kami hanya ingin uang dikembalikan semuanya dan persoalan ini jelas,” tegas Dendy.

Selain itu, Dendy berharap proses laporan yang telah diterima SPKT Polres Tangerang Selatan dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum.

“Kami berharap laporan ini dikawal dan diproses, sehingga tidak ada lagi masyarakat yang mengalami kejadian seperti kami,” pungkasnya.

Hingga berita ini ditulis, keterangan mengenai laporan tersebut berasal dari pihak pelapor dan dokumen penerimaan laporan kepolisian. Belum terdapat keterangan dari pihak PT Solusi Baitullah Indonesia maupun Noor Yunita Setiawati mengenai tudingan tersebut. Proses hukum dan pembuktian selanjutnya menjadi kewenangan aparat penegak hukum.

Published inKriminal

detakbanten.com Tanjungbalai (Sumut)– Polres Tanjungbalai melalui Bagian Sumber Daya Manusia (Bag SDM) menggelar kegiatan sosialisasi Program Paham AI bagi para siswa di SMA Negeri 2 Kota Tanjungbalai pada Senin (24/8) pagi.

Kegiatan pelatihan teknologi cerdas berbasis digital ini dipimpin oleh personel Bag SDM Briptu Feri Sipayung bersama personel Si Humas Briptu Frans J. Sitompul. Program ini dirancang untuk mengenalkan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan secara positif dan produktif kepada para pelajar di tingkat SMA sederajat

Kasubsi PIDM Sihumas Polres Tanjungbalai Ipda M. Ruslan, SIP menyampaikan bahwa kepolisian tidak hanya fokus pada pemeliharaan keamanan, tetapi juga aktif mendukung literasi digital dan peningkatan kualitas pendidikan generasi muda di Kota Tanjungbalai.

"Melalui sosialisasi ini, para siswa dibimbing untuk memanfaatkan platform digital pembelajaran Senopatiacademy.id. Mereka mempelajari dasar-dasar pemanfaatan kecerdasan buatan, mengikuti sesi interaktif empat modul utama, hingga mencoba fitur permainan edukatif Cerita Jeda di Lab AI," ujarnya

Rangkaian kegiatan diawali dengan pendaftaran akun secara mandiri, dilanjutkan pemahaman materi, uji kemampuan awal (pre-test), dan uji kemampuan akhir (post-test). Pelatihan yang berlangsung interaktif ini disambut hangat dan penuh antusiasme oleh peserta didik.

Sebanyak 25 siswa SMAN 2 Tanjungbalai yang mengikuti rangkaian sosialisasi tersebut dinyatakan berhasil menyelesaikan seluruh materi pelatihan dan berhak mendapatkan sertifikat kelulusan resmi.

Published inSumatera

detakbanten.com Tanjungbalai (Sumut)– Dalam rangka mendukung penuh program Asta Cita Presiden Republik Indonesia di bidang penguatan ketahanan pangan nasional, Polsek Sei Tualang Raso Polres Tanjung Balai menunjukkan aksi nyata di tengah masyarakat.

Kapolsek Sei Tualang Raso, IPTU Syafrizal, S.Sos., bersama jajaran anggotanya turun langsung membantu kelompok tani lokal mengolah hasil panen jagung di Halaman Mako Polsek Sei Tualang Raso, Lingkungan V, Kelurahan Sei Raja, Kecamatan Sei Tualang Raso.

Dalam kegiatan humanis tersebut, personel Polsek Sei Tualang Raso bahu-membahu bersama para petani melakukan proses penjemuran hingga pemipilan jagung hasil panen dengan total bobot diperkirakan mencapai 7 ton.

Kasubsi PIDM Sihumas Polres Tanjungbalai Ipda M. Ruslan, SIP menyampaikan bahwa keterlibatan Kepolisian dalam pengolahan pascapanen ini bertujuan untuk memastikan kualitas hasil tani warga tetap terjaga dengan baik.

Proses penjemuran yang optimal sangat penting untuk menurunkan kadar air sehingga jagung terhindar dari penyakit racun/toksin jamur sebelum nantinya dimasukkan ke dalam karung dan digiling untuk diproduksi.

"Langkah ini merupakan wujud komitmen Polri yang berintegritas dan humanis dalam melayani masyarakat, sekaligus menjadi bentuk dukungan konkret terhadap program Asta Cita Presiden RI untuk mewujudkan swasembada pangan. Kami ingin memastikan para petani tidak berjuang sendirian dari masa tanam hingga pengolahan hasil panen," ujarnya.

Hasil panen dari petani di kumpulkan di Polsek lanjut pemipilan dan penjemuran dan untuk memenuhi kadar 14% dari ketentuan Bulog. Kehadiran dan bantuan dari Polsek Sei Tualang Raso ini mendapat apresiasi hangat dari kelompok tani setempat.

Para petani mengaku sangat terbantu, terutama dalam mempercepat proses pengeringan dan pengemasan jagung agar terhindar dari risiko hujan, sehingga jagung yang dihasilkan memiliki daya jual dan kualitas unggulan.

Published inSumatera

detakbanten.com Tanjungbalai (Sumut)- Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (Diskanla) Sumut mengalokasikan anggaran sekitar Rp14,81 miliar untuk pengadaan berbagai peralatan dan sarana penunjang bagi kelompok nelayan pada 2026.

Bantuan tersebut mencakup berbagai jenis peralatan dengan jumlah puluhan hingga ribuan unit yang akan disalurkan kepada kelompok nelayan di sejumlah kabupaten/kota di Sumatera Utara.

Daerah penerima bantuan meliputi Kabupaten Langkat, Kota Medan, Kabupaten Serdang Bedagai, Kabupaten Batubara, Kabupaten Asahan, Kota Tanjungbalai, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Kabupaten Labuhanbatu, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kota Sibolga, Kabupaten Nias Utara, hingga Kabupaten Nias Selatan.

Hari ini, Senin (24/8/2026) Pemerintah Kota Tanjungbalai menerima bantuan Alat Tangkap Ikan Jaring Insang kepada sejumlah nelayan yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUB) Nelayan yang ada di Kecamatan Telum Nibung.

Penyerahan bantuan dari Pemprovsu melalui Diskanla Provsu diserahkan langsung kepada KUB Harapan Jaya, KUB Maju Bersama, KUB Nelayan Berkah, KUB Nelayan Maju dan KUB Sejahtera sebanyak 292 unit

Wali Kota Tanjungbalai diwakili Kadis Perikanan, Pangan dan Pertanian drh Muslim mengucapkan terimakasih atas perhatian dan dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara kepada Pemko Tanjungbalai khususnya kepada para nelayan.

"Bantuan tersebut bukan sekadar penyerahan barang, melainkan bentuk nyata perhatian Pemprovsu terhadap nasib nelayan di Kota Tanjungbalai," jelasnya

Muslim juga mengatakan hal ini juga bagian dukungan Pemprovsu dalam pelaksanaan kawasan perikanan tangkap di Kota Tanjungbalai yang berlokasi di Kelurahan Beting Kuala Kapias, Kelurahan Kapias Pulau Buaya, Kelurahan Perjuangan, Kel Sei Merbau Kota dan Kelurahan Pematang Pasir

"Program tersebut merupakan bagian dari Program Strategis Daerah (PSD) Nomor 20 Gubernur Sumatera Utara yang berfokus pada pengembangan kawasan unggulan perikanan tangkap salah satunya di Kota Tanjungbalai, " tambahnya

Dalam kesempatan tersebut, Muslim mengingatkan pesan bapak Wali Kota kepada para ketua dan anggota kelompok nelayan penerima bantuan agar menjaga, merawat, dan memanfaatkan sarana perikanan yang telah diberikan secara bersama-sama guna meningkatkan hasil tangkapan. Bantuan ini adalah amanah pemerintah dan negara untuk masyarakat yang membutuhkan. Mari jaga amanah ini dengan baik," tegasnya.

Semoga kolaborasi ini dapat terus terjalin. Terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat sejak verifikasi calon penerima hingga pengawalan program ini sampai ke tangan masyarakat para nelayan kita, pungkasnya.

Published inSumatera

detakbanten.com KAB. TANGERANG - Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Banten Tinawati Andra Soni menekankan pentingnya membangun dan menjaga budaya sehat di lingkungan sekolah. Ini adalah bagian dari upaya menciptakan generasi yang berkarakter dan berprestasi.

Hal tersebut disampaikan Tinawati saat melakukan kunjungan ke SMA Negeri 2 Tangerang dalam rangka penilaian Lomba Sekolah Sehat (LSS) 2026 tingkat Provinsi Banten, Senin (24/8/2026). Dalam kunjungan tersebut, Tinawati bersama jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan meninjau secara langsung implementasi budaya sekolah sehat, aman, dan nyaman yang diterapkan di SMA Negeri 2 Tangerang.

Tinawati mengatakan, pelaksanaan LSS bukan sekadar untuk mencari sekolah terbaik. Ini adalah upaya bersama dalam memastikan budaya sehat dapat diterapkan secara konsisten dan berkelanjutan di lingkungan sekolah.

"Ini bukan sekadar mencari pemenang ya, kami di sini juga ingin memitigasi seluruh sekolah untuk budaya sehat kemudian daya nyaman, yaitu terutama BSAN yang memang ini adalah program yang digagas oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dan Provinsi Banten merupakan pionir atau pelopor yang melaksanakan implementasi tersebut," ungkap Tinawati.

Menurutnya, budaya sehat di sekolah memiliki keterkaitan erat dengan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pendidikan, kesehatan, olahraga, sains dan teknologi yang merupakan bagian penting dalam membangun generasi masa depan.

"Ini sebetulnya bagaimana menjaga konsistensi daripada sekolah itu sendiri, budaya sehat. Apalagi ada program cek kesehatan gratis yang merupakan program prioritas dari pemerintah pusat," katanya.

Saat meninjau SMA Negeri 2 Tangerang, Tinawati mengapresiasi pelaksanaan budaya sehat, aman, dan nyaman yang telah berjalan dengan baik. Ia berharap praktik baik tersebut dapat terus dipertahankan dan menjadi contoh bagi sekolah lainnya.

"Ya mudah-mudahan ini bisa berkelanjutan, bisa dilaksanakan terus kemudian ini juga menjadi contoh untuk sekolah-sekolah lain yang berada di Kota Tangerang," imbuhnya.

Selain budaya sehat, Tinawati menilai lingkungan sekolah juga harus menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi peserta didik. Salah satunya melalui penguatan pendidikan karakter dan pencegahan perundungan atau perundungan.

Menurutnya, kecerdasan anak tidak hanya dapat diukur dari kemampuan intelektual atau IQ, tetapi juga dari kemampuan emosional dan karakter dalam berinteraksi dengan lingkungan.

"Bagaimana anak juga diajarkan untuk saling menghargai sesama temannya di sekolah, biar bagaimanapun mereka adalah duta-duta anti-perundungan terutama," jelasnya.

Tinawati menambahkan, pendidikan karakter harus dibangun secara bersama-sama, baik oleh keluarga maupun sekolah. Penguatan pendidikan karakter dan budaya sehat sangat penting, sehingga diharapkan nantinya anak dapat sehat secara fisik dan kuat secara mental.

"Jadi pendidikan karakter itu juga penting. Salah satu penunjang ketahanan bangsa adalah anak-anak yang kuat secara mental," tuturnya.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 2 Tangerang Kukuh Wahyudi mengatakan, penerapan pola sekolah sehat, aman, nyaman, berkarakter dan berprestasi telah menjadi program yang dijalankan sejak dirinya dipercaya sebagai kepala sekolah pada 2017.

“Memang kami ingin menjadikan sekolah kita menjadi sekolah yang aman, nyaman buat anak didik kita,” ujarnya.

Menurutnya, lingkungan sekolah harus mampu membuat peserta didik merasa betah dan menjadikan sekolah sebagai rumah kedua yang dapat memberikan inspirasi bagi masa depan mereka.

Kukuh menegaskan, upaya mewujudkan sekolah sehat, aman, nyaman, berkarakter dan berprestasi merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya, kolaborasi seluruh pihak menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung tumbuh kembang peserta didik.

“Sekolah sehat, aman, nyaman, berkarakter dan berprestasi ini adalah bagian dari kita semuanya. Dari kita untuk kita, ke depan juga masa depannya untuk kita semuanya,” ujarnya. (Zal)

Published inBanten
Go to top