Kantor Dewan Nyaris Melompong

Kantor Dewan Nyaris Melompong

detakserang.com- CILEGON - Anggota dewan yang menjadi penghimpun aspirasi tidak seperti cerminan wakil rakyat yang dibanggakan. Bagaimana tidak, satu hari sebelum penyelenggaraan Pemilu, 9 April 2014, kantor kosong melompong.

Semestinya kantor dewan dipenuhi pakar pembela aspirasi rakyat. Dari 35 anggota dewan, hanya lima orang ngantor.

Hal ini disampaikan Ketua DPRD Kota Cilegon Arif Rivai Madawi saat ditemui awak media, Selasa (8/4).

"90 persen anggota dewan tidak hadir. Hanya ada 5 orang anggota dewan yang hadir hari ini, " tuturnya.

Selama proses pemilu berlangsung, ia menjelaskan, beberapa anggota dewan sudah menunjukkan etikad yang tidak baik. Mereka jarang ngantor. Bahkan, beberapa agenda yang dijadwalkan menjadi tertunda lantaran 80 persen anggota dewan juga turut menjadi calon legislatif.

"Kalau dibilang hampir 80 persen anggota dewan mencaleg lagi. Dari sini, kita bisa lihat kalau ada beberapa agenda yang masih tertunda. Misalnya, agenda anggaran perubahan dan LPJ juga tertunda. Belum lagi agenda pansus yang belum terselesaikan," katanya.

Saat ditanya terkait sanksi yang diberikan kepada anggota dewan yang tidak hadir masuk kantor, Arif menjawab, Badan Kehormatan yang semestinya menjalankan fungsi sebagai badan pengontrol bilamana terdapat anggota yang melanggar etika. Selama badan ini dibentuk belum memberikan kontribusi yang berarti untuk mengarah perilaku anggota dewan yang lebih baik.

"Badan Kehormatan berfungsi mengawasi. Kinerja Badan ini datar-datar saja. Kalau saya bilang juga tidak berperan efektif. Semestinya kode etik yang disepakati dapat memberikan teguran kepada anggota dewan yang melanggar kode etik seperti ini," tambahnya.

Arif menyarankan masyarakat agar memilih calon anggota legislatif secara selektif. Berdasarkan pengalaman, ia tak menjamin anggota dewan yang akan terpilih nanti akan dapat mengubah perilaku tidak baik yang kerap dipertontonkan ke masayarakat. Apalagi namanya kalau tidak hadir seperti ini, masyarakat bisa menilai sendiri.

Ia berharap masayarakat dapat memilih wakil rakyat yang tepat, benar, dan pandai. Bukan saja piawai berpolitik, melainkan bisa jadi cermin buat masayarakat. 

Go to top