Pabrik Oplosan Gas 50 kg Digrebek

Penggerebekan Pabrik Gas Oplosan Penggerebekan Pabrik Gas Oplosan

detaktangsel.com- BOGOR, Jajaran Polresta Bogor Kota berhasil membongkar gudang besar pengoplosan gas 50 kg, di Kelurahan Ciluar, Kecamatan Bogor utara, Senin Selasa.  

IMG-20140113-00050 copy

Hal itu terungkap berkat pengembangan di lapangan, dimana sebelumnya, ditangkap supir agen gas yang sedang mengedarkan gas 50 kg ke restoran-restoran yang ada di Bogor.

Dengan hasil penangkapan itu, di waktu yang sama jajaran polres Bogor Kota langsung melakukan pengembangan, dimana aparat keplisian mendatangi agen gas yang memasok gas 50 kg tersebut di Jalan mayor oking RT 3/1, desa citereup, Kecamatan Citeureup,  no, 11, dari sana dikembangkan ke lokasi pabrik oplosan dan ditemukan kurang lebih 4700 tabung gas berbagai jenis mulai gas 3 kg, 12 kg dan 50 kg.   

"Pengungkapan ini dari pengembangan supir truk gas yang ditangkap sebelumnya di jalan," ujar Kapolres Bogor kota AKBP Bahtiar Ujang Purnama, di TKP, kemarin.

Ia mengatakan, penggerebekan yang dilakukan oleh jajarannya berdasarkan hasil lidik sebelumnya, di TKP ditemukan ribuan tabung gas dan alat selang atau regulator untuk alat penyuntikan dari tabung gas 3 kg ke 12 dan 50 kg. Tak hanya itu, ratusan segel regulator yang diduga di buat sendiri serta 1 truk berisi es balok.

Dari hasil penggerebakan diamankan empat pelaku, yakni Okky sebagai pemilik agen gas, TN karyawan, BN agen gas dan IR supir truk yang diamankan sebelumnya. "Kita akan terus kembangkan kasus ini lebih lanjut dengan mengorek keterangan dari pelaku," ungkapnya.

Ditambahkannya, lokasi ini sebelumnya memang dijadikan tempat yang sama sebagai pabrik pengoplosan gas. Dan biasanya, mereka menggunakan kembali karena dianggap aman. "Tapi kita terus intai, dan ternyata benar lokasi ini digunakan kembali jadi pengoplosan gas," ungkapnya.

Ia akan berkoordinasi  dengan Migas dan jajaran pemkot Bogor terkait kegiatan serupa, karena hal ini merugikan masyarakat karena dilapangan kesulitan mendapatkan gas 3 kg.      

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Bogor Kota AKP Condro Sasongko mengatakan, gas ini dipasarkan untuk restoran dan hotel di kawasan Bogor.   

"Satu agen dipasok 20 tabung perdua hari, dan di tkp ada 8 truk besar berisi gas 50 dan 3 kilogram," terangnya.

Dikatakannya, untuk kisaran keuntungan, setiap tabung diperkirakan Rp150-200 ribu.  Untuk mengelabui aparat, keberadaan pabrik gas itu di dalam gudang tepung tapioka. Dan di dalam pabrik terpasang 36 CCTV untuk pemantauan. (rul)

 

 

Go to top