Warga Jelupang Ini Alih Profesi dari Driver Online menjadi Penjual Nasi Kebuli, Ceritanya Bisa Jadi Inspirasi

Warga Jelupang Ini Alih Profesi dari Driver Online menjadi Penjual Nasi Kebuli, Ceritanya Bisa Jadi Inspirasi

detakbanten.com, TANGSEL – Efek pandemi covid-19 yang berkelanjutan membuat sebagian orang harus berfikir cerdas untuk mempertahankan perekonomiannya. Sebab, dengan adanya dampak tersebut tak sedikit orang harus rela kehilangan pekerjaan.

Salah satunya seperti yang dialami oleh Budiyanto, warga Jelupang, Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan ini. Saat berbincang dengan wartawan, Budiyanto mengaku bahwa dirinya tengah berjuang banting stir dari profesi sebelumnya driver online menjadi pedagang nasi kebuli.

Menurutnya, alih profesi itu dilakukan lantaran ditinggal para pelanggan jasanya gara-gara takut keluar rumah karena Corona atau covid-19, Senin (25/1/2021).

Meski demikian, guna menjaga roda perekonomiannya agar bisa bertahan di tengah masa pandemi yang belum jelas akhirnya, pria yang mengaku politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu terpaksa harus alih profesi.

“Saya cari peluang, dan kepikiran coba usaha nasi kebuli. Apalagi saya jual nasi kebuli di bawah harga pasaran, saya optimis banyak yang akan beli,” terang Budiyanto kepada wartawan.

Pria yang akrab disapa Budi ini menjelaskan, menu nasi kebuli yang dijualnya memiliki lauk beraneka ragam. Seperti nasi kebuli dengan lauk telor, tempe dan tahu dia banderol dengan harga Rp10. 000. Kemudian untuk menu nasi kebuli ayam, tempe, dan tahu dihargai Rp15. 000.

Salah satu pelanggan yang berhasil dijumpai wartawan, Mahbub mengaku cukup puas dengan nasi kebuli yang dijual Budiyanto. Pria yang mengaku warga Nusa Indah Loka, Paku Jaya, itu tampak memuji rasa nasi kebuli bikinan Budi.

“Rasanya enak, pas di lidah dan harganya itu cukup pas di kantong. Meski hargaurah, tapi rasanya ini enak,” kata Mahbub.

Dengan demikian, kisah banting stir atau alih profesi disaat masa pandemi yang dialami Budiyanto, bisa menjadi salah satu solusi menjaga roda perekonomian keluarga. Meski tak sedikit masyarakat yang mengalaminya, namun cerita Budiyanto bisa menjadi inspirasi.

 

 

Go to top