Ratusan Pemanah Unjuk Gigi

Ratusan Pemanah Unjuk Gigi

detakbanten.com SERANG – sebanyak 136 pemanah se-Banten, ambil bagian di kejuaraan panahan level provinsi bertajuk ‘Walikota Cup Serang I’ yang berlangsung mulai hari ini sampai dua hari kedepan, di Stadion Maulana Yusuf, Ciceri, Kota Serang.

136 atlet tersebut, berasal dari enam perwakilan pengurus cabang (Pengcab) Persatuan Panahan Seluruh Indonesia (Perpani) yang ada di Banten (minum  Kota Tangerang dan Pandeglang). Selain itu, ada beberapa peserta yang berasal dari Sulawesi Utara.

 

Ketua Pelaksana Walikota Cup Serang I, Upik Ade Safitri mengatakan, kejuaraan tersebut diselenggarakan untuk melakukan pembinaan terhadap atlet pelajar. “Selama ini kan, kejuaraan untuk tingkat pelajar masih minim. Nah, kali ini kami gelar dari tingkat SD sampai SMA. Termasuk umum juga ada kok,” papar Upik.

 

Upik berharap, dari kejuaraan ini, bisa lahir atlet bibit unggul yang nantinya mampu mengharumkan nama Banten sampai kancah internasional. “Mudah-mudahan, semuanya bisa berjalan sesuai harapan,” ucapnya.

 

Terpisah, Ketua Umum KONI Kota Serang, Deni Arisandi menyambut baik adanya kegiatan tersebut. Pasalnya, regenerasi atlet panahan di banten, diakuinya masih minim.

 

“Kita kesulitan mencari atlet panahan. Saya harap, atlet yang ikut serta di ajang ini, bisa dibina dengan maksimal,” kata Deni.

 

Selain itu, Deni pun berpesan kepada seluruh atlet agar menjunjung tiggi sportivitas saaat bertanding. Jangan sampai, karena ingin menang tapi menghalalkan segala cara. “Itu sama sekali tidak mencerminkan patriot olahraga,” jelasnya. 

Sérén Taun adalah ritual tahunan yang telah menjadi kalender pariwisata Provinsi Banten. Tergolong katagori wisata budaya, yang secara leading sektor difasilitasi oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Banten.

 

Menurut Henriana Harta salah seorang penggiat Kasepuhan Banten Kidul yang juga Sekretaris Panitia Sérén Taun 2015 mengatakan; bahwa Sérén Taun atau serah taun  merupakan salah satu ritual yang dilakukan oleh Masyarakat Kasepuhan Cisungsang yang berada di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Ritual ini merupakan ungkapan rasa syukur kepada Yang Maha Kuasa setelah panen padi dilaksanakan. Sérén Taun  merupakan akhir dan awal kegiatan sosial masyarakat adat Kasepuhan Cisungsang. Disebut akhir, karena pada ritual Sérén Taun  seluruh Masyarakat Adat Kasepuhan Cisungsang memberikan laporan aktivitasnya selama setahun ke belakang; disebut pula sebagai awal, karena pada ritual ini Kepala Adat (Abah Usep Suyatma Sr.) memberikan wejangan-wejangan dan bekal untuk aktivitas setahun ke depan.

 

https://kebudayaanindonesia.net/media/images/upload/culture/Seren%20Taun%20Cisungsang-2_34_1438333074.jpgRitual ini juga merupakan ajang silaturahmi antara anggota masyarakat kasepuhan dengan Ketua Adat, di mana masyarakat Kasepuhan melaporkan kegiatan selama setahun kepada Kepala Adat (ABAH). Sérén Taun  melibatkan seluruh masyarakat Kasepuhan yang dipimpin oleh Kepala Adat (Abah). Setelah menentukan Waktu pelaksanaan ritual, kemudian Abah mengundang para penasehat, perangkat Kasepuhan dan para Rendangan (perwakilan Masyarakat adat), tokoh agama, tokoh pemuda, pemerintah desa, kecamatan, kepolisian dan menyampaikan rangkaian kegiatan yang dimaksud.

https://kebudayaanindonesia.net/media/images/upload/culture/Seren%20Taun%20Cisungsang-3_28_1438333083.jpg

Ritual Adat Sérén Taun  yang dilaksanakan selama 7 hari 7 malam, bertempat di IMAH GEDE, yaitu tempat kediaman Abah, diisi dengan berbagai kegiatan dan ritual adat. Ritual Adat Sérén Taun  juga merupakan puncak siklus dari Tradisi Masyarakat Kasepuhan Cisungsang dalam proses pengolahan, menanam, memelihara, menyimpan dan menghargai Padi (dalam kepercayaan Masyarakat Kasepuhan Cisungsang, Padi diposisikan sebagai Dewi Sri). 

https://kebudayaanindonesia.net/media/images/upload/culture/Seren%20Taun%20Cisungsang-5_77_1438333102.jpgRangkaian Ritual Sérén Taun  :

- Rasul Pare di Leuit

- Bubuka

- Pantun Tradisional

- Balik Taun Rendangan

- Ngareremokeun

- Upacara Adat Sérén Taun

- Rasul Sérén Taun

- Panadaran

- Panutup 

 

Kasepuhan Cisungsang berada di Desa Cisungsang  kecamatan CibeberKabupaten LebakBantenIndonesia. Desa ini berada 165 km dari Kota Rangkasbitung ke arah selatan, dan ditempuh dalam waktu 5 jam. Desa ini sebelah  Utaraberbatasan dengan Desa Kujangsari, Selatan dengan  Desa Cikadu, Baratdengan Desa Citorek KidulHegarmanah, dan Kujangjaya, sedangkan sebelah Timur            berbatasan dengan Desa Situmulya dan Kabupaten Sukabumi

 

Sérén Taun tahun 2015 ini dilaksanakan pada tanggal 31 Agustus sampai dengan tanggal 6 September 2015, dihadiri oleh Gubernur Banten beserta Forum Pimpinan Daerah Provinsi Banten; Bupati dan jajaran pemerintah Kabupaten Lebak, Forum Pimpinan Daerah Kabupaten Lebak serta para undangan lainnya.

Go to top