IJTI Banten Gelar Diskusi " Menakar Komitmen Caleg "

IJTI Banten Gelar Diskusi " Menakar Komitmen Caleg "

detakSerang.com- BANTEN, Janji-janji Calon Legeslatif,sebelum terpilih menjadi wakil rakyat,Banyak di umbar para Caleg,selain janji-janji manis,berbagai program kesejahteraan rakyak selalu di koar-koar,berbagai janji,dan program kesejahteraan rakyat,menjadi salah satu strategi caleg, untuk memikat simpatik pemilih.

Janji-janji dan program yang selalu di koar-koarkan,para caleg saat berkampaye begitu mudah terlupakan saat sudah menjabat anggota legeslatif. Senin(24/3/15)

Untuk mengetahui Komitmen para calon wakil rakyat,Ikatan jurnalitis Televisi Indonesia Banten (IJTI), serta mahasiswa menggelar diskusi bersama beberapa caleg dari partai politik,dengan mengambil tema "Menakar Komitmen Caleg" dengan narasumber Agus Wisas (PDI-P), Fahmi Hakim.

Dalam diskusi terbuka, yang di berlangsung di kantor IJTI Banten,juga di hadiri berbagai media cetak,elektronik lokal dan nasional,diskusi yang di awali, dengan pemaparan seberapa besar komitmen caleg,memegang janji rakyat,setelah terpilih, karena masyarakat sekarang sudah banyak yang tidak terpengaruh dengan jargon-jargon caleg.

Menjawab berbagai pertanyaan dari rekan media dan Mahasiswa, Fahmi Hakim,Caleg Golkar,salah satu Narasumber,dalam diskusinya mengatakan "Masyarakat sekarang ini, menginginkan setuhaan sebuah karya nyata dari para Caleg,bukan sekedar jargon janji, caleg era sekarang harus memiliki figur pribadi yang berdeda dan tegas.

"Kepercayaan masyarakat,ke Partai politik turun derastis dengan berbagai kasus korupsi yang di lakukan Partai politik, angka kepercayaan masyarakat hanya mencapai 20 persen,saat ini masyarakat membutuhkan sosok figur caleg pribadi, yang berdeda dan bisa bersentuhan langsung dengan masyarakat".Tegasnya

Saat ini rakyat kangen dengan, "slogan Presiden Soeharto, piye kabare,enak jaman ku to", jargon yang beredar di masyarakat, yang memiliki makna,tuntutan kesejahteraan,kemakmuran,seperti jaman Suharto.Terang Fahmi Hakim ke rekan media.

Mungkin kurang lebih seperti jargon Soeharto yang akan saya pakai dalam maju ke Caleg ini. " Saya berani maju lagi, karena saya punya komitmen, akan Meneruskan proses program pembangunan,dengan wujud kenyataan sprot kongkrit untuk rakyat", dan saya tidak akan janji janji. Pungkasnya(Mow)

Go to top