Items filtered by date: Thursday, 30 July 2026

detakbanten.com BANTEN - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mengapresiasi pertumbuhan bisnis luar biasa yang dicapai oleh PT Bank Pembangunan Daerah (Perseroda) Tbk atau Bank Banten dalam tiga tahun terakhir. Pertumbuhan positif mulai dari perkembangan laba sampai peningkatan jumlah aset dan Dana Pihak Ketiga atau DPK.

Apresiasi itu diungkapkan Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asda II) Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Banten Budi Santoso usai menghadiri perayaan HUT Bank Banten ke-10 yang dilaksanakan di Graha Bank Banten, Kota Serang, Rabu (29/7/2026).Pada momen itu, Budi mendapat kesempatan suapan pertama potongan tumpeng yang diberikan langsung oleh Komisaris Utama Bank Banten Hoirudin Hasibuan.

Menurut Budi, 10 tahun bukanlah waktu yang singkat dalam menjalankan sebuah proses bisnis keuangan. Oleh karena itu, atas segala capaian yang sudah diraih, jajaran Bank Banten harus tetap melakukan refleksi sebagai upaya untuk mengevaluasi agar ke depan Bank Banten bisa semakin melesat.

“HUT ini harus dijadikan momentum bagi seluruh jajaran Bank Banten untuk melakukan refleksi dan evaluasi guna pertumbuhan yang lebih baik lagi ke depannya,” katanya.

Budi melihat kinerja yang dilakukan oleh jajaran direksi, komisaris, dan seluruh pegawai Bank Banten selama ini sudah sangat luar biasa. Sehingga kerja keras itu kemudian berbuah manis dengan hasil yang cukup memuaskan.

“Itu merupakan kado luar biasa yang diberikan Bank Banten kepada Pemprov Banten sebagai Pemegang Saham Pengendali (PSP),” ujarnya.

Namun demikian, Budi mengingatkan seluruhnya agar tetap menjaga soliditas dan integritas. Kedua hal itu harus terus dipegang teguh dalam meningkatkan kinerja Bank Banten yang lebih baik lagi ke depannya.

“Integritas di dalamnya macam-macam, ada transparansi, akuntabilitas, kejujuran dan disiplin. Insya Allah, ke depan Bank Banten bisa melesat kuat dan hebat,” paparnya.

Direktur Utama (Dirut) Bank Banten Muhammad Busthami mengatakan, pencapaian kinerja keuangan Bank Banten sampai akhir Desember 2023 menjadi babak baru dalam sejarah dengan laba bersih sebesar Rp26,59 miliar dan perbaikan signifikan dari seluruh rasio keuangan. Capaian positif itu di tahun berikutnya kemudian terus mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan. Pada akhir tahun 2024 Bank Banten memperoleh laba bersih sebesar Rp39,33 miliar dan menjadi sebesar Rp52,53 miliar di akhir tahun 2025.

“Selanjutnya kinerja keuangan Bank Banten sampai akhir semester I atau sampai 30 Juni 2026 terus tumbuh dengan nilai total aset mencapai Rp10,4 triliun atau meningkat 21,91 persen dibandingkan posisi Juni 2025. Untuk kredit yang diberikan mencapai Rp5,9 triliun atau meningkat Rp1,8 triliun atau 43,25 persen,” jelasnya.

Hebatnya, lanjut Busthami, di tengah gonjang-ganjing geopolitik global, regional, dan nasional yang sangat mempengaruhi pasar likuiditas, Bank Banten berhasil mengumpulkan Dana Pihak Ketiga sebesar Rp6,8 triliun atau naik 15,48 persen dari posisi DPK di Juni 2025. Pencapaian tersebut berimbas pada peningkatan laba bersih yang luar biasa, dari sebesar Rp6,3 miliar di Juni 2025 menjadi Rp21,4 miliar di Juni 2026.

“NPL Gross membaik menjadi 4,38 persen dari yang semula masih 7,07 persen di Juni 2025. Rasio keuangan lain pun juga semakin menguat dan membaik,” imbuhnya.

Untuk itu, Busthami mengucapkan terima kasih atas bimbingan serta dukungan dari Gubernur Banten Andra Soni selaku PSP Bank Banten yang selama ini begitu tinggi perhatiannya untuk menjadikan Bank Banten semakin baik lagi dan memberikan kemanfaatan yang luas bagi masyarakat.

Menapaki usia yang ke-10 tahun, lanjut Busthami, Bank Banten mengukir sejumlah capaian positif yang cukup membanggakan. Pasalnya, satu dekade bagi jajaran direksi Bank Banten bukan hanya sebuah angka, tapi mengandung makna yang dalam tentang keberanian untuk memulai, ketangguhan menghadapi tantangan dan keyakinan untuk melangkah pasti menuju masa depan yang lebih baik.

“Perjalanan hidup Bank Banten selama 10 tahun telah membangunkan rasa memiliki dan tanggung jawab yang semakin kuat di antara sesama, yang kemudian menjadi energi dan sumber kekuatan bagi transformasi dan pertumbuhan,” ujarnya. (Zal)

Published inBanten

detakbanten.com BANTEN - Gubernur Andra Soni secara resmi melepas empat delegasi Provinsi Banten yang akan bergabung dalam Gita Bahana Nusantara (GBN) 2026 di Kantor Gubernur Banten, KP3B, Curug, Kota Serang, Kamis (30/7/2026). Keempatnya akan menjadi bagian dari paduan suara nasional yang tampil pada Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Negara.

Empat putra-putri terbaik yang mewakili Provinsi Banten dalam GBN 2026 adalah Valentina Putri Larasati dan Maria Epifania Tirta Waro asal Kota Tangerang Selatan, Dany Ramadhana Efendi asal Kota Cilegon, serta Daniel Leonard Ginting asal Kota Tangerang. Pelepasan tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Provinsi Banten Tinawati Andra Soni.

Andra Soni menyampaikan rasa bangga atas terpilihnya empat generasi muda Banten yang akan membawa nama daerah di tingkat nasional. "Mereka adalah empat pemuda-pemudi delegasi Provinsi Banten yang akan menjadi bagian dari Gita Bahana Nusantara dan tampil sebagai paduan suara pada peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di Istana Negara,” ujar Andra Soni.

Sebelum melepas keberangkatan para delegasi, Andra Soni juga berkesempatan mendengarkan penampilan mereka secara langsung. “Tadi saya mendengar langsung mereka menyanyi. Suaranya bagus-bagus. Setiap provinsi diwakili empat peserta dan Alhamdulillah Banten mengirimkan putra-putri terbaik,” katanya.

Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta asal Banten yang telah mengikuti proses seleksi Gita Bahana Nusantara.

“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh anak-anak Banten yang telah berkontribusi mengikuti seleksi GBN. Kalian semua adalah kebanggaan Banten,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Rohendi menjelaskan, proses seleksi GBN diikuti oleh 32 peserta yang merupakan putra-putri terbaik dari delapan kabupaten dan kota di Provinsi Banten.

“Seluruh peserta seleksi berasal dari delapan kabupaten dan kota, masing-masing mengirimkan empat peserta sehingga total ada 32 orang. Seleksi dilakukan langsung oleh tim dari Istana bersama Kementerian Pendidikan, sehingga yang terpilih benar-benar sesuai dengan kualitas dan karakter jenis suara yang dibutuhkan,” ujar Rohendi.

Menurutnya, setelah dilepas dari Provinsi Banten, para delegasi akan mengikuti tahapan karantina sekaligus pelatihan intensif mulai Sabtu (1/8/2026). Selama masa tersebut mereka akan berlatih bersama peserta dari seluruh provinsi di Indonesia sebelum tampil pada rangkaian upacara kenegaraan di Istana Negara.

“Mereka akan bergabung dengan utusan dari seluruh Indonesia untuk menjalani karantina, latihan, hingga tampil pada rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI di Istana Negara. Kami berpesan agar mereka menjaga nama baik Banten selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan,” katanya.

Salah seorang delegasi asal Kota Tangerang, Daniel Leonard Ginting, mengaku bangga mendapat kesempatan mewakili Provinsi Banten pada ajang nasional tersebut.

“Jujur saya sangat senang bisa menjadi perwakilan Banten untuk tampil pada 17 Agustus nanti. Ini menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar bagi saya,” ujarnya.

Daniel mengatakan, sebelum memasuki masa karantina, seluruh peserta telah menjalani latihan secara daring selama lima hari. Selanjutnya mereka akan mengikuti karantina selama 19 hari yang diisi dengan latihan intensif bersama peserta dari berbagai provinsi.

“Selama ini kami latihan setiap hari, menjaga pola makan, dan menjaga kondisi suara agar tetap stabil dan maksimal saat tampil nanti,” katanya. (Zal)

Published inBanten

detakbanten.com KAB.PANDEGLANG - Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah meminta guru meningkatkan kompetensinya dengan menguasai teknologi. Menurutnya, di era milenial dengan perkembangan teknologi saat ini, guru menghadapi tantangan yang berat.

Hal itu disampaikan Dimyati usai memberikan sambutan dan arahan pada Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan Tingkat Kabupaten Pandeglang di Hotel Horizon Pandeglang, Kamis (30/7/2026). Ia mengatakan kinerja guru semakin hari semakin bagus.

"Perkembangan teknologi sudah berhasil meningkatkan kinerja guru," katanya.

Meski demikian, Dimyati meminta guru untuk meningkatkan penguasaan terhadap teknologi. Semakin hari perkembangan teknologi semakin maju.

"Teknologi berkembang dengan cepat, guru pun harus bisa mengikuti perkembangan tersebut," katanya.

Selain itu, dalam sambutannya, Dimyati berpesan kepada guru untuk menjadi teladan bagi murid-muridnya dan masyarakat. Guru harus menjadi orang yang diteladani murid-muridnya dan masyarakat.

"Guru itu digugu dan ditiru," tandas Dimyati.

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Pandeglang Sutoto menjelaskan, Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan Tingkat Kabupaten Pandeglang diselenggarakan dalam rangka menjaring guru dan tenaga kependidikan untuk mengikuti Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Banten. Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 115 orang guru dan kepala sekolah dari seluruh kecamatan di wilayah kabupaten Pandeglang. Peserta berasal dari guru dan tenaga kependidikan jenjang Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

"Mereka mengikuti kegiatan untuk mendapatkan predikat guru dan tenaga kependidikan adaptif dan transformatif pada masing-masing jenjang," kata Sutoto.

Salah seorang peserta Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan Tingkat Kabupaten Pandeglang, Uju Juarsih (37 tahun), Kepala Sekolah TK Pembina Kecamatan Cibaliung mengatakan, keikutsertaannya dilandasi semangat untuk mengembangkan potensi dirinya dalam menjalankan kewajibannya sebagai guru. Banyak hal didapat dari kegiatan Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan tersebut.

"Banyak inovasi yang didapatkan di sini. Khususnya perkembangan teknologi yang bisa diaplikasikan di sekolah dan ditularkan kepada teman-teman sejawat," katanya.

Menurut Uju, keikutsertaan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengajar. Ia juga dapat menyampaikan inisiatifnya kepada teman-teman untuk memanfaatkan teknologi tanpa meninggalkan karakter dan jati diri lokal Pandeglang.

"Memanfaatkan teknologi yang sehari-hari dapat dipergunakan dalam proses belajar mengajar," katanya.

Menurut Uju, perkembangan teknologi bisa membawa masyarakat bersifat individualis. Ia pun menyuarakan dalam kegiatan tersebut untuk mempertahankan karakter lokal.

"Salah satunya budaya gotong royong yang mulai memudar, bisa dibangkitkan kembali dengan kemajuan teknologi," ujarnya. (Zal)

Published inBanten
Go to top