Semarak 42 Tahun Pondok Aren, Benyamin Ingatkan Masyarakat Soal Penyakit DBD

Wali Kota Benyamin Davnie bersama unsur Muspika Pondok Aren di lokasi Semarak 42 Tahun Kecamatan Pondok Aren. Wali Kota Benyamin Davnie bersama unsur Muspika Pondok Aren di lokasi Semarak 42 Tahun Kecamatan Pondok Aren.

detakbanten.com, TANGSEL-Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Benyamin Davnie meminta masyarakat mewaspadai penyebaran penyakit DBD yang sewaktu-waktu bisa terjadi pada musim penghujan seperti sekarang ini.

Benyamin katakan, musim pancaroba dan cuaca yang tak menentu, bisa saja berpotensi terjadinya penyebaran nyamuk Aedes Aegypti, sumber penyebab penyakit DBD atau demam berdarah dengue.

"Cuaca yang seperti ini, jentik nyamuk aedes aegypty sekarang sedang mulai banyak," ungkap Benyamin, saat membuka Semarak 42 Tahun Pondok Aren di halaman kecamatan setempat, Sabtu (9/12/2023).

Benyamin jelaskan, jumlah penderita akibat gigitan nyamuk aedes aegypti pada tahun 2023 ini, mengalami penurunan. Dia memperkirakan penderita DBD di Kota Tangsel berjumlah 431 orang. Dia bersukur dari jumlah tersebut, tidak ada kasus kematian yang disebabkan oleh DBD.

Dalam mengantiaipasi penyebaran DBD, Benyamin bilang seringkali masyarakat minta agar lingkungannya di fogging. Padahal fogging hanya bisa mengusir nyamuk aedes aegypti dewasa yang ada diluar rumah.

"Sementara jentik nyamuknya ada didalam rumah. Dibawah kulkas, dibawah dispenser dan sebagainya. Jentik nyamuk ini sukanya di air yang jernih, bukan di air yang kotor. Dalam beberapa hari, jentik ini akan menjadi nyamuk aedes aegypti yang sebabkan DBD," terang Benyamin.

Benyamin beberkan, dari 750an RW di Tangsel, baru ada 182 RW yang dinyatakan bebas dari jentik nyamuk dan mendapatkan sertifikasi bebas jentik dari Pokja Juru Pemantau Jentik (Jumantik) Kota Tangsel.

"Jadi, mari kita bersama-sama nanti, pak RW pak RT dan masyarakat, kita perangi jentik nyamuk yang menyebabkan demam berdarah," ujarnya.

 

 

Go to top