Pasar Induk Rau Semrawut Dan Kumuh

detakserang.com - SERANG, Pasar Induk Rau (PIR) Serang kian kumuh dari hari ke hari. Kondisi ini akibat sampah sampah berserakan. Bahkan menumpuk bak gunung.

Kondisi itu makin parah arus lalu lintas menjadi macet. Karena banyak kendaraan yang melawan arus jalan serta ada penyempitan ruas jalur akkibat pedagang yang memenuhi trotoar luar PIR.

Keberadaan pedagang seharusnya menempati kios-kios di lingkungan PIR. Sebaliknya justru mereka membuka lapak dagangan di trotoar luar PIR. Sehingga masalah kebersihan lingkungan seperti sampah yang memenuhi kisaran luar maupun dalam pasar juga turut membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Serang kuwalahan menangani.

Hal tersebut terbukti menyusul suasana kumuh dan semrawut meski berulang kali Pemkot Serang melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan Dan Koprasi (Disperindagkop) Kota Serang membenahi PIR. Lokasi ini merupakan pusat perdagangan di Ibu Kota Provinsi Banten.

Kondisi demikian dikeluhkan banyak masyarakat Kota Serang yang kerap kali berbelanja di pasar ini. Menurut mereka, bagi para pengunjung pasar masalah kebersihan, kenyamanan, dan keamanan menjadi faktor penting. Seharusnya hal diperhatikan pengola pasar dan Pemkot Serang.

Dendy, pengunjung PIR mengeluhkan banyak sampah yang berserakan di jalan raya maupun areal dalam pasar. Dia juga mengeluhkan sulit memarkirkan kendaraan akibat angkutan umum yang memakirkan mobil sembarangan di tengah jalan.

"Ya gak nyaman kalo begini. di satu sisi, saya butuh. Di sisi lain, saya sebenarnya malas ke sini. Tiap jalan nginjek sampah, tiap jalan nginjek sampah," ungkapnya kepada detakserang.com, Kamis (8/5).

Sementara itu, Ibnu mengaku bau dari tempat pembuangan sampah liar sekitar PIR membuatnya malas berlama-lama mengantar keluarganya berbelanja di pasar ini.

"Di sini baunya campur aduk. Kalau buka istri yang minta, saya malas. Sampah berserakan di mana-mana. Macet, terus becek. Ya parahlah pokoknya," katanya.

Terkait hal ini belum ada rencana dari Pemerintah Kota Serang terkait penanganan terhadap sejumlah masalah yang ada di pasar ini.

« April 2020 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
    1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30      
Go to top