WARGA TOLAK PEMBANGUNAN SPBG PT.PERTAMINA

Ciputat- Warga menolak pembangunan SPBG di Bukit,Kel Serua,Ciputat,Selasa (10/12)DT Ciputat- Warga menolak pembangunan SPBG di Bukit,Kel Serua,Ciputat,Selasa (10/12)DT

IMG01505-20131210-1415CIPUTAT - Pembangunan Stasiun Pengisian Bahan bakar Gas (SPBG) yang dilaksanakan oleh PT. Barata Indonesia selaku pemenang tender proyek milik PT. Pertamina - Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, menuai masalah penolakan warga Parung Benying dan warga Kampung Buaran, Kelurahan Serua, Kecamatan Ciputat Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Penolakan warga atas pembangunan SPBG diatas lahan seluas +/- 8.400 meter persegi tersebut karena berada pada kawasan padat penduduk. Disamping itu, pembangunan tersebut diduga kuat belum memiliki izin mendirikan bangunan (IMB) dari Instansi terkait. Bahkan, pihak pengurus Rukun Tetangga (RT), Rukun Warga (RW), pihak Pemerintahan Kelurahan Serua serta pihak Kecamatan Ciputat yang berdekatan dengan lokasi tersebut pun sama sekali tidak mengetahui adanya proyek nasional dari PT Pertamina - Ditjend Migas.

Tidak adanya sosialisasi kepada masyarakat dan pemerintahan setempat menjadi biang kemarahan warga di sekitar lokasi, dan warga bersikukuh menolak proyek tersebut.
Kemarahan warga pun semakin menjadi-jadi, ketika bangunan rumah warga mulai retak-retak karena getaran alat berat yang tengah melakukan penataan dan pemadatan tanah di dalam lokasi. Celakanya, tanah milik Marjuki, warga RT. 01/03 Parung Benying yang bersebelahan dengan pagar lokasi proyek, longsor seluas 8 meter x 3 meter.

Ketua RT.03/02 Kampung Buaran, Ciputat, Abdul Rahmah menjelaskan bahwa areal seluas +/- 8.400 meter tersebut, semula milik H. Tanlano dan dibangun kios-kios Pasar Mandiri Bukit Serua.

"Dalam perkembangannya, pasar tersebut kurang diminati para pedagang dan banyak kosong bertahun-tahun. Kemudian lahan itu diperjual-belikan seluas +/- 5.000 meter, dan bangunan yang ada diratakan. Namun tiba-tiba, ada kegiatan proyek SPBG, dan saya tidak tahu sama sekali," paparnya.  

Sementara itu, Camat Kecamatan Ciputat, Deden Juardi, seusai acara "Sosialiasi vs Demo Warga". tentang pembangunan SPBG, di aula Kantor Kelurahan Serua, Selasa (10/12)  menyatakan bahwa pihaknya pernah menerima surat pemberitahuan dari pihak developer, namun pihaknya belum mengeluarkan rekomendasi apapun terkait dengan proyek pembangunan SPBG di lokasi tersebut.

Deden juga menambahkan bahwa kehadirannya di Kelurahan merupakan undangan dari Kelurahan untuk acara sosialisasi proyek tersebut dari PT Pertamina - Ditjend Migas Kementerian Pertambangan dan Energi.

Hadir dalam acara tersebut, Dirjend Migas, Ahmad Wahyu Wardono, PT. Pertamina Engeenering, Rizami Ichwan Lubis, pihak developer PT Barata Indonesia, S. Joko Pamungkas, Kapolsek Ciputat, Kompol Burhanuddin, perwakilan Bappeda Tangsel, Bambang, Camat Ciputat, Deden Juardi, Lurah Serua, Makum Sagita, serta Sekretaris Kelurahan Serua, Saipul Bahri yang sekaligus menjadi mediator Sosialisasi versus Demo penolakan warga dengan PT. Pertamina. (red)

Go to top