PLT GUBERNUR BANTEN MEMBUKA SEMINAR NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA

PLT GUBERNUR BANTEN MEMBUKA SEMINAR NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA

detakbanten.comCILEGON - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Banten H. Rano Karno membuka Seminar Nasional Penanggulangan Bencana bertempat di Hotel Mangkuputra Kota Cilegon, Selasa (02/11). Seminar ini hasil kerjasama BPBD Banten dengan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Serang mengundang nara sumber Sekertaris Utama (Sestama bnpb, Kepala Badan Geologi ini akan mengupas bencana yang diakibatkan kegagalan teknologi Industri .

H. Rano karno melalui sambutannya menyampaikan bahwa seminar ini merupakan wujud nyata dan upaya Pemprov Banten atas kekhawatiran akan terjadinya bencana alam di wilayah Banten. Menurut nya seminar semacam ini sangat penting diadakan bagi Banten terutama untuk menyadarkan masyarakat yang berada di wilayah Banten yang bisa kapan saja dilanda bencana karena letak wilayah banten tepat di jalur rawan bencana tsunami maupun wilayah banten pesisir terutama Anyer Cilegon dan merak yang telah berdiri industri-industeri yang menggunakan bahan berbahaya/beracun dalam proses produksinya.

Selain itu potensi bencana lain di Banten yaitu selat sunda yang merupakan pertemuan lempeng Indo-Asia dengan lempeng Indo Australia yang apabila terjadi pergeseran kedua lempeng tersebut dapat mengakibatkan megatrust atau gempa bumi yang sangat dahsyat Plt Gubernur juga mengakui bahwa penanggulangan bencana ini sudah merupakan suatu kewajiban pemda, masyarakat dan dunia usaha. Oleh karena itu pemprov Banten berusaha mempersiapkan tentang segala kemungkinan bahkan kemungkinan terburuk sekalipun.

"Penanggulangan bencana merupakan kebutuhan karena pada dasarnya bencana akan menimpa kepada masyarakat yang tidak siap" katanya.

Oleh karena itu menurutnya dengan diseminarkannya pencegegahan bencana akibat gagal teknologi industeri ini agar kita semua belajar untuk dapat mengenali deteksi bencana yang dapat terjadi di sekitar kita dengan sedini mungkin baik yang diakibatkan faktor alam maupun non alam atau mungkin akibat ulah manusia.

Sementara itu Ino S. Rawita dalam laporannya menerangkan melalui kegiatan seminar ini diharapkn jadi solusi bagi antisipasi penanggulangan bencana akibat kegagalan teknologi industri. Menurut laporan Ino di Banten terdeteksi ada 12 risiko bencana alam dan salah satunya adalah bencana yang diakibatkan kegagalan teknologi industri mengingat di wilayah Banten terapat 19 kawasan industeri yang tersebar di 8 kab/kota.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah ini juga mengungkap pemerintah Provinsi Banten sedang menggodok dan mempersiapkan satu Perda terkait penanggulangan bencana di wilayahnya.

Ino S. Rawita mengharapkan dengan seminar ini dapat mengoptimalkan segala potensi yang ada dalam menanggulangi bencana alam secara umum, pengurangan resiko bencana terutama yang disebabkan gagal teknologi industeri, serta bertujuan meningkatkan kewaspadaan bagi aparatur maupun masyarakat agar sadar akan bencana.

Seminar ini mengundang 300 orang peserta terdiri dari Kementrian, SKPD Prov Dan Kab Kota, BPBD se-Banten, serta undangan perwakilan dari 6 provinsi yakni Jateng, Jatim, Provinsi DKI, Lampung, DIY dan Banten.

Go to top