Airin Penuhi Janjinya Untuk Pengerukan kali Ciputat

Airin saat sidak pengerjaan pengerukan kali ciputat, sabtu (25/10). Airin saat sidak pengerjaan pengerukan kali ciputat, sabtu (25/10).

detaktangsel.comCIPUTAT - Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany, usai hadiri festival Situ Bungur, lakukan sidak pengerjaan pengerukan Kali Ciputat yang membelah perumahan Ciputat Baru, Sabtu (25/10).

Pengerukan yang dikerjakan oleh Dinas Bina Marga dan SDA Kota Tangsel adalah dalam upaya penanganan menghadapi musim penghujan.

Pada musim penghujan perumahan Ciputat Baru sering terjadi banjir, pada tahun lalu banjir yang terjadi sangatlah besar, hingga mencapai hampir satu meter, Pengerukan Kali Ciputat ini merupakan tindak lanjut saat itu Airin bersama rombongan Wakil Gubernur mengunjungi warga ketika PEMILU 9 April. Kala itu warga dengan sepontan meminta agar Wali Kota melakukan pengerukan kali Ciputat. Permintaan warga tersebut dipenuhi Airin.

"Kita keruk. Endapan lumpur di Kali Ciputat ini sangat tinggi hingga mencapai 2 meter,dan sungai yang menyempit kita lebarkan yang kami keruk ini panjangnya mencapai dua kilometer, pengerjaan ini merupakan penanganan darurat bukan bersifat proyek semua dikerjakan oleh Bina Marga dan SDA kita manfaatkan yang ada sebelum terjadi musim hujan". Ungkap Airin dilokasi pengerukan.

Selanjutnya Kali yang ada di daerah Pondok Pucung juga akan dikeruk, sungai Cibenda di Reni Jaya Pamulang, salah satunya adalah membongkar jembatan yang melintasi kali, karena Air limpahan dari Depok yang melintasi kali terhambat oleh rendahnya bangunan jembatan, dengan meninggikan jembatan.

Dan membongkar bangunan yang banyak menjorok ke kali. ketika dikonfirmasi Ade Sufrizal, Kabid SDA Kota Tangsel mengatakan, Pengerjaan pengerukan dibeberapa kali/sungai yang ada di tangsel semua dikerjakan oleh Bina marga dan SDA Kota Tangsel.

"Kami memanfaatkan peralatan yang dimiliki oleh SDA, jd ini bukan proyek." Ungkapnya.

Penanganan banjir di Kota Tangsel tidak hanya membenahi saluran drainase dan memperbaikinya, namun lebih kepada perilaku warga di bantaran kali sehingga tidak mempersempit saluran air, juga membuang sampah ke sungai dan kali sehingga terjadi sumbatan oleh sampah.

Go to top