Nasib...Belum Digaji, Utang Honorer Numpuk

Nasib...Belum Digaji, Utang Honorer Numpuk

detaktangsel.com - PONDOK AREN, Gara-gara APBD 2014 terlambat mencair akhirnya menimbulkan dampak ke mana-mana. Tidak hanya roda pembangunan di Tangerang Selatan (Tangsel) mengalami stagnasi. Bahkan, napas kalangan tenaga honorer sudah ngos-ngosan.

Para tenaga honorer harus menerima kenyataan pahit. Apa mau dikata, mereka belum menerima honor selama tiga bulan.

Tenaga honorer, terutama mereka yang mengabdi di kecamatan-kecamatan di kota hasil pemekaran Kabupaten Tangerang ini, hampir tidak bisa berbuat apa-apa kecuali menjalani tugas rutin sehari-hari meski belum menerima honor. Untuk memenuhi kebutuhan hidup, mereka terpaksa kerja sampingan.

Seorang pegawai honorer yang bertugas di Kecamatan Pondok Aren
mengungkapkan , terlambatnya gaji tahun ini lebih lama dibanding tahun sebelumnya. Biasanya keterlambatan cuma satu bulan. Namun sekarang sudah tiga bulan gaji yang seharusnya diterima justru hingga kini tidak ada kejelasannya.

"Kalau begini teus kita bisa kedodoran. Kebutuhan hidup terus meningkat, sedangkan pemasukan kurang. Cuma utang di warung yang terus numpuk," ucap tenaga honorer yang menolak menyebutkan namanya, Selasa (4/3).

Dengan tatapan yang terus menerawang, honorer yang mengaku hampir tiga tahun bekerja di Kecamatan Pondok Aren ini terpaksa melakoni pekerjaan sampingan. Ia menjadi tukang ojeg di pertigaan jalan depan sekolah Pembangunan Jaya. Lokasi ini tak jauh dari Kantor Kecamatan Pondok Aren.

"Yang penting, ada pemasukan buat menutupi urusan dapur," ujarnya.

Hal sama juga dikemukakan tenaga honores lainnya di kecamatan tersebut, menurutnya, keterlambatan gaji sangat berdampak bagi kelangsungan hidupnya. Ia sudah hampir tiga bulan ini terpaksa menggantungkan kebutuhan hidupnya kepada istri yang kebetulan bekerja.

"Beruntung istri kerja. Jadi bisa membantu selama gaji saya belum cair. Tapi kan malu juga kalau kelamaan tidak gajian," ucap pegawai tersebut.

Menurutnya, keterlambatan gaji di awal tahun sebetulnya hal biasa. Namun untuk tahun ini terlambatnya lebih lama karena APBD baru disahkan, beberapa waktu lalu. Sedang beberapa daerah lainnya sudah disahkan lebih dahulu.

Bahkan, pegawai honorer itupun terpaksa harus kucing-kucingan dengan petugas leasing tempat dirinya mengambil motor yang dibayar secara kredit.

"Sudah dua bulan ini saya kucing-kucingan dengan pihak Leasing. Mungkin kalau ketemu, motor saya bakal dicabut," ungkap honorer tersebut dengan pasrah. (red)

Go to top