Aneh, Mau Demo Ke Kantor Bupati, Mengapa KNPI Kubu Fajrul Kumpul di Graha Pemuda

Aneh, Mau Demo Ke Kantor Bupati, Mengapa KNPI Kubu Fajrul Kumpul di Graha Pemuda

detakbanten.com TIGARAKSA - Pengurus DPD KNPI kubu Muhamad Fajrul Haque diketahui pada Kamis tanggal 15 Oktober 2020 bermaksud hendak melakukan aksi demontrasi ke kantor Bupati Tangerang, namun aneh didalam surat pemberihatuan aksinya ke Kapolresta Tangerang tanggal 14 Oktober tersebut tertulis titik kumpul di Graha Pemuda.

" Wajar saja jika ada kubu KNPI Adang Akbarudin sewot dan meminta kubu Muhamad Fajrul untuk meninggalkan kantor Graha Pemuda, karena hal tersebut bisa menjadi pemicu kesalah pahaman," terang ketua LBH GP Ansor Ahmad Zaeli Alfan kepada detakbanten.com, Sabtu (17/10/2020).

Selain akan menimbulkan kesalah pahaman diantara pemuda, titik kumpul sebelum aksi tersebut akan memicu perpecahan diantara dua kubu DPD KNPI, apalagi menurut informasi sudah ada mediasi sebelumnya yang dilakukan oleh dua kubu teraebut, terlebih pada hari yang bersamaan juga digelar deklarasi cinta damai oleh Polresta Tangerang bersama Pemkab Tangerang di GSG Tigaraksa.

" Wajar jika KNPI kubu Abek ngambek karena kantor DPD KNPI nya di graha pemud mau dijadikam titik kumpul aksi demo, karena selama ini hubungan kemitraan DPD KNPI kubu Abek dengan Bupati Tangerang terjalin baik," terang Alfan.

Sementara Bendahara DPD KNPI Kabupaten Tangerang Muhamad Aka mengaku geram dengan banyaknya manuver yang dilakukan oleh kubu Muhamad Fajrul Haque selama ini, menurut pria asal Sepatan ini bahwa saat ini DPD KNPI Kabupaten Tangerang tengah melakukan rapat evaluasi kegiatan Gebrak Masker di 29 Kecamatan dalam rangka HUT Kabupaten Tangerang Ke-388.

" Kita sedang berupaya membantu Pemkab Tangerang dalam upaya pencegahan Covid 19, namun dikagetkan dengan banyaknya massa yang mengatas namakan DPD KNPI, jelas kami terpancing dan divideo yang beredar tidak ada kekerasan,"katanya.

Kejadian pengusiran DPD KNPI kubu Fajrul sambung Aka, merupakan spontanitas dari kubu KNPI Abek, atas rasa tanggung jawab terhadap amanat yang diberikan.

“Kami mempersilakan siapapun khususnya Pemuda Pemudi untuk menggunakan fasilitas graha pemuda ini selama kegiatan yang dilakukan bermanfaat untuk masyarakat dan tidak mengganggu aktifitas lain,” terang Aka.

Go to top