IPW Desak Mabes Polri Turun Tangan Atasi Insiden Penembakan di Viper Club

IPW Desak Mabes Polri Turun Tangan Atasi Insiden Penembakan di Viper Club

detakbanten.com, TANGSEL - Indonesia Police Watch (IPW) mengecam penembakan yang terjadi di Viper Club, di Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Selain, itu peristiwa itu pun dinilai akan menambah catatan hitam kepolisian di mata masyarakat, Jum'at (16/10/2020).

Ketua Presidium IPW, Neta S Pane kepada detakbanten.com menyampaikan, aksi penembakan yang diduga dilakukan oknum polisi terhadap pengunjung di Viper Club tadi malam adalah peristiwa sangat memalukan.

Apalagi, kata Neta, peristiwa itu terjadi di tempat hiburan malam yang sekitar dua pekan lalu digerebek, namun kembali beroperasi.

"Pemda setempat perlu bersikap tegas untuk segera menutup tempat hiburan malam itu, karena jika dibiarkan kekacauan yang lebih besar dikhawatirkan akan terjadi lagi. Soalnya korban berinisial YAR (28), dengan luka tembak di dada kiri itu disebut-sebut sebagai disertir TNI,"ungkap Neta S Pane.

Informasinya, menurut Neta, korban saat ini tengah mendapatkan perawatan di IGD RS Bathsaidah, Gading Serpong, Kabupaten Tangerang. Kata Neta, kejadian itu sekitar jam 01:16 WIB.

"Tempat hiburan malam ini selalu berani buka walaupun masa PSBB. Diduga hal ini disebabkan tempat hiburan malam itu dibekingi oknum aparatur kewilayahan. Keberadaan club malam ini sudah beberapa kali dilaporkan ke Mabes Polri, tapi tidak ada tindaklanjutnya dan sepertinya ada pembiaran," ucapnya.

Neta menegaskan, dalam peristiwa tersebut, Mabes Polri perlu menjelaskan secara transparan, apa penyebab penembakan itu terjadi. Atau kemungkinan, lanjut Neta, benarkah pelaku penembakannya adalah anggota Densus 88?

"Pelaku masih di RS Bathsaidah, Gading Serpong, karna digebukin massa sesudah kejadian dan menderita di bagian kepala. Benarkah korban penembakan itu adalah disertir TNI yang menjadi satpam di Club malam tersebut," kata Neta.

Meski demikian, IPW mendesak Mabes Polri untuk memberikan penjelasan terkait peristiwa itu, lantaran menurut IPW, hal itu perlu dilakukan agar berbagai pihak bisa mengantisipasi dan mendamaikan keduabya supaya pertikaian tidak berlanjut.

"Meski demikian Propam Polri harus bertindak cepat dan memproses kasus ini," tegas Neta S Pane.

Seperti diberitakan sebelumnya, aksi penembakan itu terjadi pada Kamis dini hari. Dalam insiden itu, korban mengalami luka cukup parah di bagian dada.

Peristiwa ini pun berlangsung sangat cepat. Namun, sebelum pecah keributan, kedua pengunjung club malam ini tampak terlibat keributan.

Go to top