Mengenang Jasa Pahlawan Revolusi, MPC Pemuda Pancasila Kota Tangerang Gelar Nobar Film G 30 S/PKI

Mengenang Jasa Pahlawan Revolusi, MPC Pemuda Pancasila Kota Tangerang Gelar Nobar Film G 30 S/PKI

detakbanten.com KOTA TANGERANG- Mengenang sejarah kebiadaban Gerakan 30 September (G 30 S/PKI) yang terjadi tahun 1965 lalu. Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila (MPC PP) Kota Tangerang menggelar nonton bareng. Kegiatan tersebut dilaksanakan di halaman Sekretariat MPC, di kawasan Alun-alun Ahmad Yani, jalan Mayjen Sutoyo, Kecamatan Tangerang.

Dalam acara Nobar yang sekaligus dirangkai dengan dialog Kebangsaan tersebut, turut dihadiri oleh Ketua Majelis Pertimbangan Organisasi PP H.Abdul Syukur, Ketua MPC PP Kota Tangerang H.Mulyadi dan seluruh jajaran pengurus serta para kader Pemuda Pancasila dari 13 Pimpinan Anak Cabang se Kota Tangerang, Rabu malam (30/9/2020).

Dalam sambutanya Ketua MPC PP Kota Tangerang, H.Mulyadi mengatakan, bahwa acara ini digelar selain untuk mengenang jasa para pahlawan revolusi yang telah gugur dalam mempertahankan tegaknya NKRI dan ideologi Pancasila sebagai Palsafah bangsa indonesia. Juga sebagai refleksi dan mengingatkan kembali kepada para generasi muda, khususnya seluruh kader Pemuda Pancasila Kota Tangerang. Agar selalu waspada dan peka terhadap gerakan-gerakan yang bertentangan dengan Palsafah Pancasila yang mungkin saja bisa terjadi di lingkungan kita sekarang ini.

" Belum lama kita ketahui terjadi penusukan yang dilakukan oleh seorang pemuda terhadap Shekh Ali Jaber di Lampung, aksi Vandalisme terhadap sebuah mushola di wilayah pasar kemis, Kabupaten Tangerang. Aksi seperti itu mirip dengan kejadian 55 tahun silam yang dilakukan oleh PKI , dimana para kyai dan tokoh agama terancam keselamatan jiwanya. Kita seluruh kader Pemuda Pancasila, berkewajiban untuk menjaga agar gerakan atau aksi seperti itu tidak terjadi di lingkungan kita masing-masing", ungkapnya.

H.Abdul Syukur Selaku MPO Pemuda Pancasila Kota Tangerang yang juga sebagai nara sumber dalam acara dialog kebangsaan menjelaskan, bahwa Partai Komunis Indonesia (PKI) memang sudah tidak ada dan dilarang di indonesia, namun paham atau ideologinya, yang perlu kita waspadai. Atheis sebagai ideologi PKI sangat bertentangan dengan Palsafah Pancasila, untuk itu kita harus tetap mewaspadainya.

" Meskipun PKI sudah tidak ada dan terlarang di Indonesia, namun pahamnya harus tetap kita waspadai. Karena kalau kita lengah mereka akan lebih leluasa dalam melancarkan misinya", ujar Abdul Syukur.

Untuk itu kita semua kader Pemuda Pancasila, harus selalu membentengi keluarga kita, teman dan sahabat kita dari ancaman serta pengaruh ideologi komunis. Jangan sampai keluarga kita dan teman di sekitar kita terkontaminasi, karena sampai dengan saat ini gerakan-gerakan untuk merongrong Pancasila itu masih ada, pungkasnya.

Go to top