Hasil Rapid Tes Di Balaikota, 120 ASN Pemkot Tangsel Reaktif Covid-19

Hasil Rapid Tes Di Balaikota, 120 ASN Pemkot Tangsel Reaktif Covid-19

detakbanten.com, TANGSEL - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) melakukan rapid tes terhadap 3281 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot.

Dari hasil rapid tes yang dilakukan Dinas Kesehatan Tangsel tersebut sebanyak 120 ASN dinyatakan reaktif covid-19, Selasa (29/9/2020).

Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Tangsel, Bambang Noertjahjo saat dikonfirmasi wartawan menjelaskan, sebanyak 120 ASN yang dinyatakan reaktif itu berasal dari 32 organisasi perangkat daerah (OPD).

”Rincian terbanyak adalah Dinas Pemberdayaan Manusia, Permberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana sebanyak 42 orang,” kata Bambang Noertjahjo saat dikonfirmasi awak media.

Bambang menegaskan, dari beberapa OPD yang telah dinyatakan reaktif dari hasil rapid tes, masih banyak staf dan pegawai yang terbebas dari Covid-19.

Menurut Bambang, OPD yang bebas dari Covid diantaranya Dinas Kesehatan, Badan pendapatan Daerah, Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah, Dinas Pariwisata dan OPD lainnya.

Sementara, Sekretaris Dinas Kesehatan, Alin kepada awak media membenarkan adanya 120 ASN reaktif covid-19. Hasil itu, kata Alin, diketahui pasca rapid tes yang dilakukan di Pemkot Tangsel beberapa waktu lalu.

Meski begitu, Alin menegaskan bahwa pihaknya akan selalu berupaya menyediakan fasilitas berupa pelayanan swab tes. Fasilitas tersebut sebagai tes lanjutan pasca rapid tes yang memunculkan reaktif di lingkungan ASN.

”Dari data yang berhasil kami peroleh memang ada 120 yang reaktif. Sekarang kita sedang mengupayakan Swab PCR tes sebagai tes lanjutan untuk memastikan apakah mereka terpapar atau tidak dari Covid-19. Jadi kami terus berkoordinasi dengan seluruh OPD terkait untuk memastikan bahwa seluruh staf dan pegawai yang reaktif dalam rapid tes kemarin,"kata Alin.

Swab tes, menurut Alin, sebenarnya bisa dilakukan di setiap puskesmas. Dari hasil swab puskesmas itu nantinya bisa dikaji di laboraturium Kesehatan Daerah (Labkesda).

Namun, kata Alin, hasil swab tersebut bisa memakan waktu lama lantaran jumlah pengajuan Swab PCR di Tangsel pengajuannya sangat banyak.

Go to top